Home / Male Adult / Ah! Mantap Mas Ramli / Bab 9 Lebih cepat!

Share

Bab 9 Lebih cepat!

Author: Miss Luxy
last update Petsa ng paglalathala: 2025-10-30 19:20:26

"Kenapa, Bu Vina takut? Jangan takut, saya tidak mungkin menyakiti Bu Vina.

Justru, dengan ukuran sepanjang ini saya dengan mudah menyemaikan benih di rahim Bu Vina biar cepat hamil!" kata Ramli menenangkan wanita itu.

Vina yang terlanjur basah, sekalian ia terpaksa nyemplung.

Tanpa menunggu lama-lama, ia meminta Ramli untuk segera melakukan. Apalagi jam sudah menunjukkan pukul delapan lewat lima belas menit.

"Sudah, jangan tunggu lama-lama lagi, buruan masukin!" desak Vina sambil menyiapka
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (235)
goodnovel comment avatar
Tony Fanzalu Alam
pensaran yaah.........
goodnovel comment avatar
Siti Subiyati
lgi seru2 nya baca suruh buka kunci . payah..
goodnovel comment avatar
Tri Adhi Prasongko
bikin cerita sendiri aja kak
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 475 Tuan Aland memang ayah kami

    Bu Lastri terdiam, tapi wajahnya masih menunjukkan kesinisannya. Sambil menyilangkan kedua tangannya, Bu Lastri mencibir ucapan Bagas. "Heh! Harusnya kamu itu kasihan sama ayah kalian, si Ramli. Bisa-bisanya kalian ini malah datang ke sini dan meluk Tuan Aland. Apalagi kalian panggil apa tadi? Ayah! Iyuhhh, PD banget kalian manggil ayah sama horang kayah!" ujar Bu Lastri yang diiringi tawa beberapa wanita di sampingnya. "Bagas! Memangnya kalian itu siapanya Tuan Aland sampai-sampai sok dekat gitu. Kamu ini sebenarnya mikirin Ramli apa enggak sih! Kok jadi Tuan itu yang kalian panggil ayah, aneh!" sambung seorang wanita. "Bu Lastri, Tuan Aland memang ayah kami!" jawab Bagas apa adanya. Para wanita itu kembali tertawa terbahak-bahak. "Ho ya ampun, mana si Ramli ini. Anak-anaknya pada mabok kecubung gini dibiarin pergi!" ejek Bu Lastri. Tentu saja Bu Mar sebagai nenek dari Bagas, wanita itu tidak terima jika cucunya dihina seperti itu oleh tetangganya. "Cukup Bu Lastri! Tid

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 474 ayah minta maaf

    Agus langsung tersenyum menyeringai. Seolah pria itu sudah berhasil membuktikan bagaimana Vina. "Nah! Bapak-bapak dan ibu-ibu bisa lihat dan dengar sendiri apa yang Vina katakan. Dia! Perempuan itu sudah mengakuinya!" ucap Agus dengan lantang. Semua warga masih bisik-bisik. Apalagi Bu Lastri and the geng. Mereka tersenyum sinis seakan menganggap Vina adalah perempuan murahan. "Hmmm, kan, kan! Udah kebukti sekarang. Dugaan saya bener kan ibu-ibu. Vina itu perempuan murahan. Nggak masuk akal sih kalau dia bisa sedekat itu sama Tuan Aland. Pasti mereka ada apa-apanya!" umpat Bu Lastri. "Iya ih, jijik banget. Bisa-bisanya apemnya dibagi sama dua pria sekaligus. Emang perempuan kegatelan aja itu!" balas salah seorang diantaranya. Lalu, Agus berjalan mendekati Vina sambil menatap nanar perempuan yang masih dicintainya itu. Sebenarnya Agus sangat kecewa karena dirinya sudah lama menaruh hati tapi tidak pernah Vina mengerti. Dan sekarang Vina justru telah melayani dua orang sekaligus.

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 473 melayani bosnya Ramli

    Apa yang Agus katakan langsung disanggah oleh Ani sendiri. Wanita itu yang semula hanya diam dan menangis. Sekarang, dirinya harus berdiri tegar di kakinya sendiri. Sungguh, ini sangat keterlaluan. Apa yang dikatakan Agus adalah sebuah tuduhan yang sangat fatal. "Itu tidak benar!" Dengan lantang, Ani bicara di tengah-tengah warga. Agus dan Pras langsung menatap tajam ke arah wanita itu. "Hei, kau! Lebih baik kamu diam wanita jalang!" tunjuk Pras dengan matanya yang memerah. "Tidak! Aku tidak akan diam. Sudah cukup perbuatan kalian yang selama ini tertutup oleh kebohongan kalian yang manis!" sahut Ani yang kini mulai berani menantang ucapan Pras. Lalu, wanita itu melihat ke arah seluruh warga. Sambil berkaca-kaca, wanita itu akan mengucapkan sebuah kenyataan yang selama ini ia pendam sendirian. "Bapak-bapak dan ibu-ibu semuanya. Dan untuk Pak lurah yang terhormat, tidak mengurangi rasa hormat saya kepada Anda. Hari ini saya ingin mengucapkan sebuah rahasia besar yang s

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 472 ini sangat tidak adil

    Pak Waluyo membulatkan matanya. Apa yang sebenarnya terjadi pada kedua anak laki-lakinya. Apa hubungan mereka dengan Ani? Janda muda di kampung itu. "Pras dan Agus?" kata Pak lurah mengulangi ucapan Vina. "Betul, Pak. Sepertinya saya harus mengutarakan kebenaran ini pada semua warga agar Ani bisa mendapat keadilan," kata Vina lagi. Wanita itu merangkul Ani sambil melihat ke arah Agus dan Pras yang sedang cemas. Sepertinya Agus tidak terima dengan tuduhan Vina. Pasti dia mendapatkan pengaruh dari Ani. Pria itu pun berusaha untuk membela diri. "Maksud kamu apa, Vin? Kamu nuduh aku seperti itu! Apa hubungannya dengan wanita itu? Aku tidak mengerti!" kata Agus pura-pura tidak tahu. "Seharusnya kamu tanyakan pada dirimu sendiri, Gus. Apa yang sudah kamu lakukan pada wanita malang ini. Kamu, dan adikmu itu!" jawab Vina yang juga menunjuk ke arah Pras. Pras yang memiliki watak lebih keras dari kakaknya, pemuda itu langsung menghampiri Vina dan berusaha untuk menutup mulut wanita

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 471 dasar perempuan murahan

    Ani semakin merasa dipeluk oleh mereka. Keberadaan Vina dan Nyonya Ratna yang mendukungnya semakin membuatnya bersemangat untuk hidup dan melahirkan bayinya. "Terima kasih banyak, Nyonya. Saya tidak tahu harus bagaimana berterima kasih pada kalian yang sudah baik sekali membantu wanita sepertiku. Aku memang berdosa, tapi bayi ini tidak berdosa. Aku akan melahirkan dan membesarkannya menjadi manusia yang baik tidak seperti ibunya. Aku janji pada kalian!" jawab Ani sambil mengusap perutnya yang masih rata. Nyonya Ratna dan Vina tersenyum dan selalu memberikan semangat pada Ani. Akhirnya, setelah Vina selesai berbicara dengan Ani. Mereka kembali melanjutkan perjalanan ke balai desa di mana Aland sedang menghadapi dua pemuda anak lurah yang sedang mencecarnya. Suasana di balai desa sangat ramai karena Agus dan Pras berhasil menyita perhatian warga kampung. Mereka berusaha untuk memprovokasi warga agar membenci Aland. "Ohhh ya, ngomong-ngomong di mana jongosmu itu, Tuan? Dari

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 470 pengakuan Ani

    Bu Mar dan Nyonya Ratna ikut menghampiri Ani. Mereka turut merasakan apa yang dirasakan Ani. "Kita tidak pernah membencimu, An. Setiap manusia pasti punya kesalahan dan syukurlah sekarang kamu sudah sadar. Vina tidak seperti yang kamu kira. Mungkin orang-orang di kampung ini mengira bahwa mereka adalah pasangan kumpul kebo. Sekarang kamu sudah tahu yang sebenarnya dan kita semua sudah memaafkanmu, kita selalu ada untukmu, Ani!" ucap Bu Mar menenangkan wanita itu. "Bu Mar benar, kami semua sudah melupakan apa yang pernah kamu lakukan pada Vina. Sekarang yang terpenting adalah kamu dan bayi yang ada di dalam kandunganmu ini. Bayi ini tidak berdosa, aku harap kamu jangan membuangnya, rawatlah anak ini, kami selalu siap untuk membantumu!" imbuh Nyonya Ratna. Ani merasa tidak sendirian lagi. Hidupnya yang semula putus asa sekarang ia mendapatkan semangat luar biasa dari para wanita hebat itu. "Terima kasih banyak, sekali lagi terima kasih banyak atas dukungan kalian. Entah apa yang ter

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status