مشاركة

Bab 66

مؤلف: Bilkis29
last update تاريخ النشر: 2026-07-27 09:59:58

Pagi itu sinar matahari menyelinap lembut lewat jendela kaca besar ruang kerja Rina di butik miliknya. Ruangan itu beraroma bunga melati segar dan tumpukan kain-kain sutra berwarna lembut yang baru saja datang dari pemasok.

Rina duduk di balik meja kerjanya yang rapi, jari-jarinya yang lentik sedang menyusun sketsa gaun pesta untuk klien penting minggu depan. Wajahnya tampak tenang, namun sesekali tangannya mengelus perut bagian bawah yang masih rata. Ia belum memberitahu siapa pun—bahkan pad
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 69

    Sari duduk sendirian di kursi goyang empuk di sudut kamar utama, tangannya lembut mengusap perutnya yang kini sudah membuncit cantik. Cahaya matahari sore menyinari wajahnya, namun tidak mampu menghapus keresahan yang terus membayangi benaknya. Ia kembali menelusuri kenangan yang sudah lama ia kunci rapat-rapat di dalam hati, kenangan yang menjadi awal mula segala kebohongan besar yang kini ia pikul sendirian. Saat itu belum genap dua bulan mereka menikah. Dimas tampak begitu bahagia, penuh harap ingin segera memiliki keturunan. Setiap malam ia selalu berbicara tentang masa depan, tentang anak-anak yang akan berlari mengelilingi rumah mereka, tentang bagaimana ia akan mendidik dan menyayangi mereka sepenuh hati. Sari hanya bisa tersenyum mendengarnya, meski dalam hati ada rasa cemas yang mulai merayap. Suatu hari, mereka sepakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kandungan. Hasilnya datang begitu menghantam seperti petir di siang bolong. Dokter berkata dengan nada lembut namun te

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 68

    Matahari pagi itu menyelinap lembut lewat jendela kaca besar kamar utama rumah mewah milik Dimas dan Sari. Dimas sudah bangun lebih awal, sibuk merapikan berkas-berkas kerjanya di meja belajar, sesekali melirik ke arah tempat tidur tempat istrinya masih terbaring dengan tenang. Sari tampak begitu cantik meski baru bangun tidur, perutnya yang kini sudah menginjak usia tujuh bulan terlihat jelas menonjol di balik selimut lembut. Senyum bahagia terus mengembang di wajah Dimas setiap kali ia memandang perut itu. Baginya, janin yang ada di sana adalah bukti cinta abadi mereka, anugerah terindah yang mengubah hidupnya menjadi jauh lebih sempurna. "Sayang, sudah bangun?" sapa Dimas lembut saat melihat Sari mulai mengerjap pelan. Ia segera berjalan mendekat, duduk di tepi kasur lalu mengusap lembut rambut panjang Sari. "Ibu hamil harus bangun pagi supaya sehat ya. Aku sudah minta pembantu menyiapkan sarapan kesukaanmu." Sari tersenyum tipis, namun ada kilat kegelisahan yang cepat sekali h

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 67

    Suasana di ruang rawat inap rumah sakit terasa sunyi namun penuh kekhawatiran. Rina masih terbaring lemah di atas ranjang, wajahnya pucat pasi, selang infus menempel di punggung tangannya. Sesekali ia meremas perut bagian bawah dengan wajah meringis menahan nyeri kram yang datang silih berganti. Di sampingnya Rendra duduk terpaku, tangannya menggenggam lembut tangan Rina yang terasa dingin. Air mata menetes tanpa suara dari sudut matanya—rasa bersalah begitu menghimpit dadanya, seolah ia adalah pelaku utama yang menghancurkan kebahagiaan istrinya sendiri. "Maafkan aku, Rin... Maafkan aku..." bisiknya berulang-ulang, menempelkan punggung tangan Rina ke pipinya yang basah. "Aku bodoh sekali... Aku membiarkan masa lalu merusak segalanya... Tolong bertahanlah, kamu dan anak kita..." Bu Widya berdiri tak jauh dari sana, punggungnya tegak namun matanya memancarkan kemarahan yang tak terlukiskan. Wanita yang dikenal tegas dan berwibawa itu kini menggenggam erat ponsel yang tadi ditemukan

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 66

    Pagi itu sinar matahari menyelinap lembut lewat jendela kaca besar ruang kerja Rina di butik miliknya. Ruangan itu beraroma bunga melati segar dan tumpukan kain-kain sutra berwarna lembut yang baru saja datang dari pemasok. Rina duduk di balik meja kerjanya yang rapi, jari-jarinya yang lentik sedang menyusun sketsa gaun pesta untuk klien penting minggu depan. Wajahnya tampak tenang, namun sesekali tangannya mengelus perut bagian bawah yang masih rata. Ia belum memberitahu siapa pun—bahkan pada Rendra maupun Bu Widya—bahkan dua hari yang lalu tes kehamilan menunjukkan dua garis merah jelas. Kandungannya masih sangat muda, baru menginjak usia empat minggu, tapi rasa bahagia itu sudah memenuhi setiap sudut hatinya. Belum sempat ia melamun lebih jauh, ponsel di sampingnya bergetar pelan. Sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal, disertai sebuah berkas video berukuran cukup besar. Rina mengernyitkan dahi. Dalam hatinya ia bertanya-tanya siapa yang mengirim pesan tanpa menyertakan na

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 65

    Suara deru mesin mobil Rendra perlahan mereda di halaman rumah. Pintu depan terbuka, dan Rendra melangkah masuk dengan senyum yang sejak pagi itu tak pernah lepas dari bibirnya—senyum damai karena beban rahasia yang membelenggunya selama ini akhirnya luruh setelah ia berani jujur pada Rina. Ia meletakkan tas kerjanya di sudut ruangan, lalu menyambar tubuh istrinya yang menyambutnya di ambang pintu ke dalam pelukan hangat. "Aku pulang, Sayang. Rasanya hari ini perjalanan terasa lebih singkat dari biasanya, karena hatiku selalu rindu padamu," bisiknya lembut, mencium puncak kepala Rina. Namun pelukan itu tidak dibalas seerat biasanya. Rina hanya diam, kedua tangannya tergantung di samping tubuh, dan saat Rendra menurunkan pandangannya untuk menatap wajah istrinya, ia melihat sorot mata Rina yang biasanya teduh kini berubah dingin, ada kilatan luka yang samar namun terasa menyakitkan. "Ada apa, Rina? Kenapa wajahmu berubah begitu?" tanya Rendra cemas, segera melepaskan pelukannya dan

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 64

    Uap air hangat masih mengepul di ruang mandi yang luas dan bersih, menyisakan aroma sabun lembut yang memenuhi udara. Rendra berdiri di dekat wastafel, wajahnya yang biasanya penuh percaya diri kini tampak gundah dan penuh kegelisahan. Ia membasuh wajah berkali-kali, seolah ingin menghapus jejak rasa bersalah yang menyesakkan dadanya. Di sebelahnya, Rina sedang mengeringkan rambut dengan handuk lembut, gerakannya tenang namun terlihat ada ketegangan halus yang menyelimuti raut wajahnya. Sejak tadi, ia menyadari perubahan sikap Rendra yang berubah hening dan berat, seolah ada beban berat yang tertahan di hati suaminya. Setelah selesai bersih-bersih, mereka berjalan berdampingan kembali ke kamar tidur. Cahaya matahari pagi yang masuk melalui jendela kini terasa lebih terang, namun suasana di antara mereka terasa berat dan penuh keheningan yang menyakitkan. Rendra duduk di tepi tempat tidur, kedua tangannya meremas lutut dengan gugup. Ia menatap lantai, tak berani menatap manik mata

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 3

    Tekad Rina makin kuat. Ia melihat perubahan kecil. Dimas mulai gelisah. Ia tidak lagi bisa meminta uang seenaknya, tidak lagi bisa menuntut layanan batin kalau ia sendiri tidak memberi apa-apa, dan tidak lagi bisa melempar semua kesalahan begitu saja. Harga diri palsunya yang selama ini ia bangu

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 6

    Pagi itu udara masih terasa sejuk dan kabut tipis masih menyelimuti jalanan. Matahari baru saja mulai muncul perlahan, menyinari atap-atap rumah yang berdiri berjejer. Dimas bangun lebih awal dari biasa. Ia bangun dengan wajah yang terlihat segar dan penuh semangat, seolah-olah harapan baru benar

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 5

    Rina turun dari motor, melepas helm, dan melangkah masuk ke rumah. Langkah kakinya terhenti sejenak begitu masuk ke ruang tengah. Ia melihat lantai mengkilap bersih, tidak ada debu sedikit pun. Baju-baju yang biasanya menumpuk sudah tergantung rapi di jemuran. Semua barang tertata dengan bai

  • Kejamnya Mulut Suamiku    Bab 4

    Keesokan harinya Dimas hanya diam saja duduk di depan rumah. Seperti biasa, Rina memasak dulu sebelum berangkat kerja. Ia bergerak ke sana kemari di dapur, menyiapkan makanan seadanya, namun tidak sekalipun ia menoleh ke arah suaminya. Tanpa pamit, tanpa sepatah kata pun, Rina meletakkan kunci

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status