공유

Bab 27 Teman?

작가: Ana. R.
last update 게시일: 2026-10-11 01:10:32

Di balkon kamar, Thomas tidak bisa tinggal diam menyaksikan dua orang nekat itu berdiri di atas pijakan beton sempit lantai lima puluh. Napas sang asisten tertahan di tenggorokan sewaktu melihat Lucas sudah melompati pagar dan menapakkan kakinya di area berbahaya yang sama dengan Hazel.

Dengan tangan yang mendadak dingin dan gemetar, Thomas buru-buru menarik ponsel pribadinya dari saku jas. Ia memutar tubuhnya membelakangi angin malam yang berembus makin kencang
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   Bab 38 "Aku serius, Nona Vance,"

    Hazel mendengus, menegakkan punggungnya dan memasang ekspresi galak. "Kau b benar-benar seperti lintah darat, ya?! Aku sudah mengembalikan semua uangmu beserta denda pemutusan kontrak secara penuh pagi tadi!" Lucas menyilangkan kedua tangannya di atas dada, menatap wanita di depannya dengan sorot mata menyelidik. "Tapi kau mengarang cerita baru dengan menuduhku berselingkuh di depan orang tuaku, sehingga aku harus menerima tamparan keras dari Mom." Mendengar hal itu, mata bulat Hazel membelalak sempurna, sebelum akhirnya tawa renyah meluncur lepas dari bibirnya. "Sungguh? Kau ditampar oleh Mom? Berapa kali? Ya ampun, hancur sudah wibawa Tuan Muda Sterling si CEO kanebo kering! Hahahaha!" Lucas menatap wajah penuh kepuasan itu dengan rahang yang mengeras rapat. "Puas menertawakanku, Nona Vance?" "Sangat puas!" balas Hazel tanpa rasa bersalah, matanya berbinar jenaka. "Seharusnya aku menunggu di sana tadi dan melihat secara langsung kau ditampar oleh Mom. Pasti itu adalah pema

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   Bab 37 Tamparan Sang Ibu

    Perjalanan singkat menuju kediaman utama keluarga Sterling di kawasan pinggiran kota ditempuh Lucas dalam keheningan yang mencekam. Begitu mobil mewah itu berhenti di halaman depan, Lucas langsung melangkah keluar dengan langkah lebar, diikuti oleh Thomas yang setia mendampingi di belakang. Pintu utama rumah besar itu sudah terbuka lebar seolah menyambut kedatangan sang buronan. Tanpa perlu mengetuk, mereka berdua langsung melangkah masuk ke dalam ruang keluarga. Di sana, Tuan Richard Sterling dan Nyonya Eleanor sudah duduk menunggu dengan aura kemarahan yang pekat. "Mommy, Daddy. Aku datang," ujar Lucas datar, berusaha mempertahankan ketenangannya di tengah badai yang siap meledak. Nyonya Eleanor mendengus tajam, menatap putranya dengan sorot mata penuh kekecewaan. Tuan Richard Sterling menaikkan sebelah alisnya, menunjuk sofa kosong di hadapan mereka. "Duduklah, Lucas. Ada begitu banyak hal yang perlu kita baha

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   Bab 36 ancaman yang sia-sia

    Senyum miring terukir jelas di bibir Hazel. Tanpa ragu, ia menepis tangan Lucas yang masih berada dekat di wajahnya dengan gerakan kasar. "Kau mengancam orang yang salah, Tuan Sterling," desis Hazel tajam, menatap lurus ke dalam iris mata abu-abu pria itu dengan kilatan amarah yang tak kalah pekat. "Aku benar-benar sudah muak denganmu, dan aku akan mengakhiri kontrak ini sekarang juga!" Lucas mematung di tempatnya. Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibir Hazel, menghantam telinganya bagaikan sambaran petir di tengah badai. Sebelum Lucas sempat membuka mulut untuk merespons atau menahan langkahnya, Hazel sudah berbalik badan dan melangkah cepat meninggalkan pria itu di ruang tamu. Brak! Pintu kamar Hazel tertutup dengan hantaman keras, menyisakan keheningan yang mencekam di seluruh sudut penthouse. Lucas mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat, rahangnya mengeras membentuk garis tegas yang menahan emosi meluap-luap di dadanya. °°° Keesokan paginya, sinar matahari merayap

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   Bab 35 Bukan Anak Kecil

    Langkah kaki Lucas berderap tegas di atas lantai keramik minimarket. Pria itu sama sekali tidak memedulikan tatapan ngeri dari kasir maupun pengunjung lain yang langsung menyingkir memberi jalan. Dalam hitungan detik, ia sudah berdiri tepat di depan meja tempat Hazel duduk menikmati mie instannya. Tanpa sepatah kata pembuka, tangan besar Lucas terulur. Ia menyambar pergelangan tangan Hazel dengan cengkeraman kuat, lalu menarik tubuh gadis itu berdiri secara paksa dari kursinya. "Yak!! Lucas, apa-apaan ini?! Lepaskan aku!!" pekik Hazel kaget, setengah mangkuk mie kuahnya hampir tumpah akibat tarikan mendadak itu. Lucas tetap bungkam. Wajah datarnya diliputi amarah tertahan yang jauh lebih menakutkan daripada bentakan. Ia menarik pergelangan tangan Hazel, menyeret gadis itu melangkah keluar meninggalkan sisa makanan yang belum habis. "Lepaskan aku, sialan!!" teriak Hazel marah, mengerahkan seluruh tenaganya untuk menarik balik lengannya. Melihat Lucas sama sekali tidak berge

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   Bab 34 Surga Kecil Berakhir Petaka

    Lucas masih berdiri mematung di dekat bangkai taksi yang ringsek. Derasnya guyuran air hujan malam itu membasahi seluruh tubuhnya, membuat setelan jas mahal yang dikenakannya melekat erat di kulit. Namun, rasa dingin di luar sana sama sekali tidak sebanding dengan hantaman rasa panik yang sejak tadi membekukan rongga dadanya. Pikiran sang CEO berputar cepat, merangkai setiap pecahan informasi yang baru saja ia dapatkan. Jika taksi yang dinaiki Hazel ditemukan dalam keadaan kosong saat kecelakaan maut itu terjadi, maka hanya ada satu kemungkinan logis yang tersisa. "Tuan Lucas!" panggil Thomas cemas, setengah berlari menerobos genangan air dengan memayungi bosnya dari hempasan hujan. Lucas menoleh lambat, menatap asisten setianya dengan sorot mata yang menyisakan sisa ketakutan luar biasa. "Thomas, taksi ini... ini benar-benar taksi yang dinaiki Hazel." Thomas terperanjat hebat, matanya melebar menatap bangkai mobil kuning di hadapan mereka. "Jadi... Nona Hazel terlibat kecelakaan

  • Kekasih Bayaran CEO Muda   Bab 33 Jejak yang Terputus

    Deru mesin mobil berharga ratusan ribu dolar itu berhenti tepat di pelataran gedung apartemen tempat Liam tinggal. Tanpa membuang waktu, Lucas melangkah lebar menembus keheningan koridor lantai atas dengan raut wajah yang kian mendingin. Kini, mereka sudah berada tepat di depan pintu apartemen Liam. Thomas segera menekan bel pintu beberapa kali, sementara Lucas berdiri kaku di sampingnya, mematok pandangan tajam pada daun pintu kayu di hadapannya. Butuh waktu beberapa menit sampai selot pintu akhirnya berbunyi. Pintu terbuka dari dalam, menampilkan sosok Liam dengan wajah yang masih tampak sedikit pucat, dibalut pakaian tebal lengkap dengan syal kain melingkar di lehernya. Tanpa membiarkan pria itu bertanya atau menyapa lebih dulu, Lucas melangkah maju satu tapak, memotong ruang udara di antara mereka. "Di mana Hazel?" tuntut Lucas langsung tanpa basa-basi, suaranya berat dan penuh intonasi menekan. Liam berkedip pelan, memirin

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status