LOGINKelopak mata Laura langsung melotot ketika melihat keberadaan Bernard. "Ben? Apa yang kamu lakukan di sini?"Laura langsung bertanya saat menyadari yang masuk ke dalam ruangannya bukan Jackson melainkan Bernard.Audi yang melihat kehadiran Bernard langsung tersenyum menatap ke arah sahabatnya kemudian ia segera melangkah keluar dari ruangan dan menjaga di depan siapa tahu ada orang yang ingin masuk dan melihat keberadaan Bernard dan juga sahabatnya. Sebagai sahabat yang baik, Audi tahu hubungan seperti apa yang dijalani Laura dengan Bernard. Audi akan membantu merahasiakannya. Wanita itu juga sudah tidak sabar melihat bagaimana hubungan keduanya akan terbuka ke publik dan bagaimana reaksi Jackson saat tahu jika kekasih atasannya adalah mantan istrinya. "Kamu terluka dan aku baru tahu dari orang lain." Bernard berkata sambil menghampiri Laura. "Kenapa kamu tidak bilang padaku jika kamu terluka? Aku justru mengetahuinya sudah sangat terlambat," kata pria itu. Ditatapnya punggung La
Laura merasakan perih di punggungnya saat perawat yang menanganinya sedang menempelkan obat luka. Baik di lengan dan punggungnya memang menjadi target Edward untuk memukulnya. 11 cambukan yang diterimanya membuat Laura semakin bertekad untuk segera membalas dendam. Pria seperti Edward memang tidak pantas diberi waktu hidup berlama-lama di dunia ini. "Edward benar-benar keterlaluan. Dia mencambukmu tanpa memberikan kamu kesempatan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi." Audi tampak menggebu-gebu berdiri di samping tempat tidur Laura. "Pria itu benar-benar berhati iblis. Semoga saja dia cepat mati," lanjutnya lagi. Sesekali wanita itu meringis saat melihat luka cambuk di punggung Laura yang cukup menyeramkan. "Mau bagaimana lagi, hal yang diutamakan oleh Edward adalah nama baiknya. Auh! Nona, tidak bisakah kamu pelan-pelan?" Laura langsung menoleh pada sosok yang menerapkan cairan di lukanya dengan mata melotot, kemudian segera ekspresi wajahnya berubah dengan kerutan di d
"Laura, karena kamu, Jackson menjauh dariku. Aku akan membuat perhitungan denganmu dan memastikan kamu juga mendapatkan hukuman yang setimpal," ujar Ariana dengan tangan mengepal di sisi tubuhnya. Ekspresi wajahnya terlihat seram, sambil mengambil handphonenya yang berada di atas nakas lalu menghubungi temannya yang bekerja di media besar untuk melakukan tugas yang seharusnya dilakukan. Ariana kemudian mendekati tempat tidur adiknya dan memegang tangan Elina. "Kakak pasti akan membantu kamu bebas, Elina."Padahal rencana Ariana sudah sangat matang dibuat olehnya sendiri. Dia berusaha untuk membuat Laura mencabut laporan atas Elina agar ia bisa menunjukkan kekuasaannya pada orang tua dari korban bullyng lainnya jika dia adalah kekasih Jackson yang jauh lebih diprioritaskan daripada istri sah. Ariana ingin menunjukkan pada orang tua korban bullying jika nyatanya Jackson lebih berpihak padanya daripada berpihak pada istri sahnya. Hanya saja ia tidak pernah menyangka jika Laura dengan
Laura yang saat ini sedang bersantai menikmati hidangan yang disajikan oleh pelayan restoran tiba-tiba saja mendapatkan sebuah telepon.Pemilik telepon sangat jarang menghubungi jika tidak ada sesuatu yang mendesak. Jackson. Pria itu tidak akan menghubunginya jika tidak ada sesuatu yang sangat-sangat membutuhkan perhatiannya. Maka dari itu ketika dering keempat terdengar, Laura langsung mengangkat teleponnya dan meletakkan benda persegi empat itu di telinganya. "Ada apa?""Kamu bisa datang ke rumah sakit sekarang? Ada sesuatu yang ingin aku bahas denganmu."Seperti biasa, tidak ada basa-basi yang diucapkan oleh Jackson sehingga membuat Laura yang sedang bersantai spontan mengerut dahinya. "Ada apa memangnya?""Elina dirawat di rumah sakit karena dipukul oleh teman-teman di kamarnya. Saat ini aku membutuhkan kamu untuk datang ke rumah sakit dan kita membahas sesuatu yang sudah terjadi," balas Jackson. Laura mulai berpikir jika memang sepertinya ia harus memberitahu Jakson tentang
Laura langsung membuka kelopak matanya dengan jantung berdebar kencang ketika mendengar suara ketukan pintu di kamarnya. Wanita itu menolehkan kepalanya ke samping dan menatap Bernard yang masih terlelap tanpa mengenakan sehelai benang pun di sebelahnya. Kemudian tatapannya beralih pada pintu yang terus diketuk membuatnya panik. Segera wanita itu membangunkan Bernard agar segera bersembunyi karena jangan sampai Jackson tahu jika ia menyembunyikan pria lain di kamar ini. Meskipun statusnya saat ini sudah bercerai dengan Jackson, tetap saja ia akan mempertahankan citranya sebagai wanita lembut dan baik-baik.Apalagi Bernard adalah atasan Jackson di kantor."Kamu harus bangun sekarang juga. Jika tidak, aku bersumpah tidak akan pernah mau bertemu denganmu lagi. Aku serius dengan ucapanku, Ben," ancam Laura dengan serius. Saat ini wanita itu sedang sibuk mengenakan pakaiannya dan merapikan rambutnya sambil menatap Bernard yang masih terbaring di atas tempat tidur. Pria itu tiba-tiba
Laura dan Jackson resmi bercerai setelah melewati beberapa proses dan tahapan. Memegang selembar kertas sebagai pertanda jika dirinya adalah wanita single, Laura tersenyum tipis. Mungkin ini adalah langkah paling berani yang diambil olehnya tanpa diketahui oleh ayahnya. Hal ini dilakukan untuk kebahagiaannya sendiri. Sudah cukup Laura memendam semua ini dan saatnya memang ia harus bangkit untuk memberanikan diri melawan dan mengambil apa yang memang sudah menjadi haknya. Laura menatap ke arah Jackson yang juga sedang menatap kertas di tangannya. "Kalau begitu, selamat menempuh hidup baru Tuan Jackson. Meskipun pernikahan kita tidak dilandasi dengan rasa suka ataupun saling percaya, tapi terima kasih karena sedikit banyaknya kamu sudah membantuku," kata Laura. Jackson menatap Laura, lalu menganggukkan kepalanya. "Aku juga minta maaf sudah beberapa kali melakukan tindakan kasar terhadapmu karena Ariana. Aku tidak bisa menjadi teman yang baik untukmu.""Tidak apa-apa tidak bisa menj
Laura turun dari mobilnya sambil melangkah masuk ke dalam rumah besar 2 lantai yang sudah ditempatinya beberapa waktu ini. Laura baru saja melewati pintu utama ketika melihat kain-kain yang cukup merusak pemandangan berserakan di lantai.Warnanya merah mencolok, membuat sakit mata bagi yang memand
Matahari sudah mulai tampil dengan pesona cahaya yang menyinari bumi. Celah cahaya memasuki jendela melalui pantulan kaca dengan hordeng yang tidak tertutup rapat. Sementara di sebuah tempat tidur berukuran king size dengan sprei berwarna putih, sepasang laki-laki dan perempuan masih terlelap den
Laura menatap acuh pada rombongan pria dan wanita yang saat ini sudah menunggu di bawah panggung mini yang disiapkan. Sementara di atasnya berdiri sepasang pengantin yang sudah sah menjadi suami istri hari ini. Sekelompok orang berdiri di depan panggung mini tentunya bukan tanpa alasan. Mereka men
Suasana ballroom yang terlihat mewah dan megah, di iringi suara tawa penuh pesona serta muslihat seolah menjadi backsound di setiap sudut ruangan yang saat ini dihadiri oleh banyak manusia dari berbagai macam kalangan. Malam ini, sebuah pesta mewah digelar dengan sangat meriah dan dihadiri oleh p







