Share

Bab 121

Author: Olivia Yoyet
last update publish date: 2026-05-26 11:44:51
121

Hari berganti. Sore itu, Vanetta didatangi kedua orang tua Wirya, bersama Frederick, Tarissa, Frans, dan Finley. Vanetta kaget kala Harsaya menerangkan maksud kedatangannya. Yakni, untuk meminang perempuan tersebut sebagai calon istri Wirya.

Harsaya dan Frederick bergantian menjelaskan alasan, kenapa mereka ingin menikahkan Vanetta dengan Wirya, yang tidak lain adalah untuk melindungi perempuan tersebut dari berbagai masalah yang tengah melingkupi hidup Vanetta.

Perempuan bergaun sage itu
Olivia Yoyet

W dikerjain Vanetta ^^

| Like
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 125

    125Elma berteriak mengelu-elukan kedua mempelai yang masih berdiri di panggung bulat. Elma nyaris melompat, sebelum akhirnya ingat jika dirinya sedang hamil.Elma tersenyum ketika melihat orang-orang di sekitarnya, yang melakukan berbagai macam gaya, guna mengekspresikan kegembiraan mereka akan pertunjukan fantastis tersebut. Akong Bun dan Kakek Edward yang menempati meja sebelah kanan, turut menyoraki Wirya dan Vanetta. Sedangkan ketiga anak Wirya jingkrak-jingkrak di dekat panggung, sebelum mereka dinaikkan petugas ring 1, supaya bisa bergabung dengan kedua orang tua mereka. "Ayah, keren!" puji Bayazid, seusai menerima mikrofon yang diberikan Satya dari tepi kanan panggung. "Mama juga, keren sekali," ungkap Marwa, sebelum dia mendekap Vanetta dari sisi kiri. "Xie-xie," balas Vanetta."Aku pengen bisa kayak tadi," papar Marwa."Nanti kita latihan, Kak. Selagi alatnya masih terpasang," cetus Vanetta. "Abang bisa parkour. Mau tunjukin di sini?" pinta Wirya sembari mengusap dahiny

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 124

    124Sepekan telah berlalu. Sabtu pagi menjelang siang, area parkir gedung PBK dipenuhi banyak mobil dan motor. Seratus petugas keamanan berjaga di depan pagar, hingga ke ujung perempatan sisi kanan dan kiri jalan raya.Petugas keamanan tambahan telah disiagakan di sekitar jalan kecil yang berada di belakang gedung. Mereka harus memastikan tidak ada awak media yang akan menyusup dari banyak jalan alternatif, yang tersebar di sekitar area.Sementara di lobi utama, puluhan staf HWZ dan GUNZ, berjibaku untuk mengecek semua undangan elektronik yang ditunjukkan para tamu. Selain di sana, pemeriksaan ulang dilakukan di lantai 10. Sebelum kemudian para tamu diarahkan menaiki lift khusus direksi, untuk menuju roof top di lantai 15. Hadirin terpukau dengan dekorasi unik ruangan luas tersebut, yang bernuansa fuchsia dan silver. Setiap sisinya ditutupi tirai fuchsia dan rangkaian bunga putih serta merah. Lima boot khusus berfoto disiagakan di sisi kiri pintu masuk, dan tim fotografer sangat siga

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 123

    123Acara akad nikah Wirya dan Vanetta diadakan satu pekan seusai lamaran. Walimahan itu akan dilaksanakan di resor BPAGK Pangalengan 2, supaya tidak tercium awak media. Jumat siang, rombongan kedua calon pengantin berangkat ke Pangalengan. Mereka menggunakan mobil pribadi, karena hari Minggu nanti mereka akan berpencar menuju tujuan masing-masing. Zhao Yìchen menumpang di mobil MPV putih milik almarhumah Delany, yang disopiri Irawan, dan mengangkut keluarga Vong serta Elma. Sepanjang perjalanan itu Zhao Yìchen dan Irawan bergantian menjelaskan berbagai peristiwa, dimulai dari kedatangan Vanetta serta Jane, pada akhir Januari kemarin. Qianfan manggut-manggut. Sebelumnya dia hanya mendengar sepenggal kisah itu dari Frederick. Qianfan belum sempat berbincang berdua dengan Wirya, karena menantunya itu tengah sangat sibuk. Tawa Myron yang berada di kursi belakang bersama Zhao Yìchen dan Qianfan, mengejutkan orang-orang di sekitar. Kala gelakak Myron kian mengencang, Zhao Yìchen mengam

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 122

    122Gideon tidak bisa menolak ketika dikirim pulang petugas imigrasi. Gideon yakin, jika dirinya diusir, karena desakan dari Vanetta, melalui perpanjangan tangan Wirya dan tim PBK. Gideon sudah mencoba menghubungi Vanetta, Jasver dan Jane. Namun, ketiganya kompak memblokir nomor telepon Gideon. Sementara Marcello, tidak bisa menolak untuk dideportasi, sesuai dengan keterangan Jasver yang dihubunginya tadi pagi. Pada awalnya, Gideon mengira dideportasi menggunakan pesawat umum. Namun, ternyata pria tua itu dan kelima anak buahnya diantarkan petugas bandara, ke pesawat kecil berlogo Adhitama. Setelah mereka memasuki kabin, beberapa orang berseragam safari hitam menaiki pesawat dan duduk di enam kursi depan. Mereka tetap diam hingga pesawat tinggal landas, kemudian dua pria berbadan jangkung pindah ke dekat kursi yang ditempati Gideon dan Marcello."Perkenalkan, Tuan Liu. Namaku, Aditya, direktur operasional PBK," tutur lelaki bertampang selembe. "Dan ini, Dimas, manajer operasional P

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 121

    121Hari berganti. Sore itu, Vanetta didatangi kedua orang tua Wirya, bersama Frederick, Tarissa, Frans, dan Finley. Vanetta kaget kala Harsaya menerangkan maksud kedatangannya. Yakni, untuk meminang perempuan tersebut sebagai calon istri Wirya. Harsaya dan Frederick bergantian menjelaskan alasan, kenapa mereka ingin menikahkan Vanetta dengan Wirya, yang tidak lain adalah untuk melindungi perempuan tersebut dari berbagai masalah yang tengah melingkupi hidup Vanetta. Perempuan bergaun sage itu tidak langsung mengiakan. Dia meminta waktu untuk berdiskusi dengan Jasver dan Jane, karena hanya kedua orang itulah yang dipercayai Vanetta. Ketiganya berpindah ke kamar belakang dan berdiskusi dengan suara pelan. Jasver tidak bisa memprotes, saat Vanetta memutuskan guna menerima pinangan itu, meskipun konsekuensinya adalah Vanetta harus berpindah agama. Setelahnya, mereka kembali ke ruang tamu. Jasver menyampaikan jawaban cicinya, yang disambut para tetua itu dengan gembira. Finley menginga

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 120

    120Kedatangan Liu Gideon, papanya Vanetta, menciptakan keributan di kediaman Myron. Zhao Yìchen yang dibonceng Nandi, tiba bertepatan dengan saat perdebatan mulut antara Gideom, melawan Vanetta, Jasver (Adik Vanetta), dan Wirya. Rangga yang juga baru tiba bersama Zikria, berusaha melerai perkelahian mulut itu. Zhao Yìchen merentangkan kedua tangan sembari menghadang Gideon yang hendak menampar putrinya. Marcello, asisten Gideon, segera menarik bosnya guna menjauhi Vanetta. Marcello menuruti permintaan Vanetta, untuk segera membawa Gideon kembali ke hotel. Semua orang di sana turut memandangi ketika mobil sewaan Gideon beranjak menjauh. Tubuh Vanetta mendadak terhuyung-huyung, sebelum ditangkap Jasver, yang segera menggendong cicinya ke kamar depan. Zhou Yiran mengikuti langkah Jasver yang tengah membaringkan Vanetta ke kasur. Zhao Yìchen duduk di tepi tempat tidur, lalu memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan kiri Vanetta. Jane memasuki ruangan bersama Rumi. Keduanya mengerja

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 12

    12 Cayden mengulum senyuman, sesaat setelah mendengar penuturan Harper mengenai kejadian kemarin malam. Cayden terkekeh setelah Harper menggerutu, karena beberapa korban dari pihak gangster, yang mengalami patah tangan ataupun patah kaki, akibat disiksa tim PBK. Setelah tawanya lenyap, Cayden berg

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 27

    27Kehadiran Zhao Yìchen pagi itu, disambut teriakan banyak karyawan di gedung PBK. Mereka berebutan untuk menyalami pria berambut gondrong, yang telah mencukur kumisnya hingga klimis. Zhao Yìchen melayani rekan-rekannya yang mengajak berbincang selama belasan menit. Kemudian dia memasuki lift den

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 18

    18 Zhao Yìchen memandangi Jauhari yang tengah berlatih di palang besi. Pria bertubuh langsing itu memperagakan senam ala atlet dengan cukup baik.Jauhari melentingkan badannya dua kali, lalu dia melepaskan pegangan pada palang, dan melompat turun sambil koprol. Jauhari mendarat di tanah dengan sed

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 13

    13Zhao Yìchen mengamati presiden komisaris LB Company, yang tengah berbincang dengan Bryan, Keven, dan Jourell. Zhao Yìchen menyukai pria tua yang rambutnya telah memutih seluruhnya itu, yang sangat ramah.Zhao Yìchen kagum dengan gaya santai yang ditampilkan Li Thorne. Zhao Yìchen membatin, bila

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status