Share

Chapter. 06

Author: Villain25
last update Last Updated: 2025-12-28 10:56:11

Ali datang dengan wajah beringas. "Kalian semua, jangan membuat keonaran di sini! Jika tidak, kami akan bertindak sesuai hukum yang berlaku!"

Teriakan orang yang bernama Ali ini tidak digubris oleh orang-orang yang sepertinya datang hanya untuk membuat kerusuhan.

"Hukum?" Zane, si pembuat kerusuhan, membanting mangkuk besar sebelum berjalan maju menghampiri Ali. "Hukum apa? Dia pikir kami takut dengan ancaman itu. Dasar budak kecil!"

Mendengar gumaman Zane, emosi Ali kian memuncak. Ia langsung memanggil satuan pengaman melalui ponselnya. "Cepat ke mari! Ada sekelompok tikus sedang membuat kekacauan di sini!"

"Baik, Pak!" sahut suara dari seberang telepon.

Sambil menyimpan ponsel, Ali berucap penuh emosi. "Humph! Tunggu sebentar lagi, kalian semua akan kami tangkap!"

Kerusuhan terus berlangsung hingga sekelompok orang berseragam satuan pengaman datang. Mereka langsung terlibat baku hantam dengan Geng JAY'X yang hanya berjumlah tujuh orang.

Tujuh melawan selusin orang mungkin bukan lawan yang seimbang. Tapi jangan salah, selain memiliki keahlian masing-masing, semua anggota Geng JAY'X juga dibekali ilmu bela diri yang tidak bisa diremehkan.

Selusin orang anggota satuan pengamanan pun berhasil dijatuhkan satu demi satu dengan luka-luka di badan mereka.

"Berhenti!" Ali berteriak keras sekali lagi sambil mengangkat kedua tangan ke atas, berputar di tempat dan berharap dia bisa menghentikan kerusuhan. "Aku perintahkan kalian semua supaya segera berhenti!"

Akibat teriakannya tak mendapat respon dari para perusuh, Ali mulai merasa frustrasi. Sudah tak terbilang lagi kerugian yang dialami kafe ini dan itu merupakan tanggung jawabnya terhadap sang pemilik.

PRANG!

Ali terkejut, nyaris saja kepalanya terkena lemparan botol-botol kaca yang beterbangan di sekitarnya.

"Berhenti!" Kali ini Ali lebih mengeraskan suaranya. "Rupanya kalian semua belum tahu siapa aku! Aku kepala pengurus di sini dan kalian mungkin juga belum tahu tempat ini milik siapa!"

"Anak-anak, berhenti!" teriak seorang pria berjaket hitam, bertopi dan mengenakan masker hitam yang semenjak tadi hanya duduk di sudut ruangan tiba-tiba saja datang mendekati Ali.

"Tahan mereka semua!" perintahnya, tegas.

"Siap, Bos!" Zane dengan bersemangat segera menjatuhkan beberapa orang pelayan dengan tinjunya.

Telinga Ali seperti tersambar petir saat mendengar banyak suara pekik kesakitan dari mulut para anak buahnya yang dilumpuhkan dengan mudah oleh geng bandit ini.

"Kalian mau apa?" Ali terkejut, tak mengira jika orang-orang ini tak takut terhadap dirinya.

Dengan tanpa melihat ke wajah Ali, pria itu mengulurkan tangannya yang memakai sarung tangan hitam. "Serahkan!"

"Serahkan apa?" Ali terkejut, merasa sedikit mengenal suara ini.

"Semua uang pendapatan Hero Cafe dalam satu tahun ini." Suara pria ini terdengar tenang namun membuat bulu kuduk Ali meremang.

Menyerahkan uang pendapatan selama satu tahun ini kepada orang-orang berengsek ini, hanya orang bodoh yang mau melakukannya.

"Oh, jadi kalian memang sengaja datang untuk merampok?" Seorang wanita yang sepertinya memiliki posisi penting datang mendekat.

"Merampok?" Pria bermasker hitam bertanya, sikapnya terlihat tenang. "Bagaimana kalau kujawab iya?"

"Kalian!" Wanita itu mencoba menghalangi meski hatinya sudah ketakutan. "Jangan pikir kalian bisa dengan mudah merampok di sini!"

"Minggir!" Pria bermasker hitam bergerak cepat sambil mendorong wanita yang menghalanginya hingga tergeser ke samping. "Kalian jangan banyak bicara. Cepat berikan semuanya!"

"Tidak akan!" Ali merasa lebih baik mati daripada membuat kesalahan.

BUG!

Satu pukulan tinju cukup keras mendarat di wajah Ali hingga pipi kanan pria itu langsung merah dan bengkak.

Kepala Ali terasa berputar, telinganya berdenging dan pandangannya kabur.

"Serahkan cepat!" bentak pria bermasker dengan tatapan garang. "Kalau tidak, maka akan aku ambil sendiri!"

Pria bermasker hitam mendorong kasar bagian dada kiri Ali dan bergegas menuju ke meja kasir bak seorang raja.

Mendengar bentakan ini, Ali segera tersadar dan secara tiba-tiba ia lantas berusaha berlari dengan terhuyung-huyung.

Dengan mengandalkan sisa tenaganya, Ali menubruk dari belakang badan pria bermasker guna mencoba menghentikannya. Ia bahkan melayangkan pukulan secara serampangan.

Namun, pemuda itu bergerak gesit, menangkis lalu mendorong Ali hingga jatuh terjerembab ke lantai dalam keadaan menyedihkan. Beberapa bagian tubuhnya tertusuk pecahan kaca hingga berdarah.

"Berani menyerangku dari belakang. Apakah kamu merasa sudah sangat hebat?" Pemuda itu berkata sambil melepas maskernya secara perlahan, menampilkan seraut wajah tampan namun terlihat mengerikan di mata Ali.

Ali menahan napas. Mata dan wajah itu!

"Tuan Muda Jaya Wijaya?" Ali tak percaya.

Jaya Wijaya atau yang biasa dipanggil Jay, tersenyum miring. "Jadi kamu tahu siapa aku."

"Tu ... Tuan Muda!" Ali benar-benar merasa tak berdaya kali ini.

Lutut pria itu langsung lemas karena setahu Ali, orang ini sudah mati beberapa tahun lalu. Orang ini tak mungkin hantu, kan?

"Sssstt!" Jay menutup mulut Ali dengan jari telunjuknya. "Jangan berisik!"

"Segera siapkan semua yang aku katakan tadi, atau aku akan mematahkan kedua kakimu!" Jay dengan santai duduk di atas meja. "Cepat!"

"Ba--baiklah!" Ali tak punya pilihan lain dan pasrah di hadapan perampok yang tak biasa ini. "Akan segera saya ambilkan!"

"Bosan!" gerutu Jay sambil duduk santai.

Ali bangkit dari lantai dan bergegas pergi. Ia tentu saja berniat tak sepatuh kelihatannya.

Jay yang dikabarkan menghilang sekarang datang padanya. Masalah ini harus segera dilaporkan kepada nyonya!

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kembali untuk Merebut Kekayaan   Chapter. 09

    Sementara itu di tempat lain.Di dalam gudang tua di wilayah utara kota, markas sementara kelompok JAY’X tampak hidup. Komputer menyala dengan banyak jendela data terbuka. Kenzo sibuk mengetik cepat sambil mengunyah mie instan, sementara Nina, satu-satunya wanita di kelompok itu, sibuk membersihkan senjata yang disimpan dalam koper panjang.Pemuda bertubuh besar bernama Gara, tampak sibuk mengangkat peti berisi perlengkapan logistik ke rak besi di pojok ruangan.Jay duduk di sofa tua, menatap dinding penuh coretan strategi. Di tengah, foto seorang anak lelaki tergantung dan menjadi pusat perhatiannya. Orang dalam foto itu adalah Danny Wijaya, kakaknya.Jay meraih bungkus rokok, mengambil sebatang, lalu menyelipkan benda itu di kedua belah bibirnya yang seksi. Nina, asisten pribadi Jay, bergegas datang dengan pemantik api di tangan.Jay membiarkan sang asisten menyulut rokok di bibirnya. Pria itu menaruh kedua kakinya di atas meja dengan sikap santai."Bagaimana, Ken, sudah kamu dapatk

  • Kembali untuk Merebut Kekayaan   Chapter. 08

    Diana menarik napas dalam-dalam.Setelah amarahnya sedikit mereda, ia berkata, "Ceritakan semuanya apa yang terjadi dan sekalian rekaman CCTV, kirim sekarang juga!""Baik, Nyonya. Anda tunggulah sebentar. Saya akan segera melakukan pengecekan." Ali kemudian memutuskan sambungan telponnya.Tak lama kemudian, satu berkas video dikirim ke email pribadinya. Diana langsung memutarnya.Namun, begitu video terbuka .…Mata Diana melebar, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.Terdengar suara lagu ulang tahun. Kamera menunjukkan ruangan dengan balon warna-warni, kue besar, dan seorang badut berjoget di tengah. Para tamu tertawa, menari, bersulang.Semua orang terlihat gembira dengan pesta ala bocah taman kanak-kanak yang terlihat dalam video.Emosi Diana meledak, merasa dipermainkan oleh Ali. File yang diinginkan bukan ini.Diana meraih ponsel di atas meja, kembali menghubungi Ali dengan amarah meluap."Ali, video apa yang kamu kirim baru saja?" bentak Diana dengan wajah merah padam."

  • Kembali untuk Merebut Kekayaan   Chapter. 07

    Ali memerintahkan beberapa pegawai kafe untuk segera mengambil semua uang pendapatan yang diminta oleh Jay. 'Tak mengapa. Toh akhirnya nanti akan diambil kembali oleh nyonya,' pikirnya.Jay berkata ke pada kawan-kawannya. "Kalian tunggu dan berjaga di luar. Ingat! Jangan biarkan siapa pun menerobos masuk dan mengganggu rencanaku.""Lalu bagaimana dengan orang-orang ini, Bos?" tanya Nayaka sambil menunjuk ke arah para pegawai kafe yang telah dibekuk.Jay menunjuk ke sebuah ruangan. "Masukkan mereka semua ke ruangan itu dan kunci dari luar.""Siap, Bos!" sahut para anak buah Jay.Dengan sigap, keenam anak buah Jay segera meringkus semua pegawai kafe dan menahan mereka dalam satu ruangan.Tak lama kemudian, bertumpuk-tumpuk uang kertas sudah berjejer rapi di hadapan Jay yang sekarang mendominasi keadaan. Jika dihitung, jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah!Mata Jay berkilat, memandangi lembaran-lembaran rupiah yang teratur rapi dengan seringai di bibirnya."Lihatlah ini!" Jay menyentu

  • Kembali untuk Merebut Kekayaan   Chapter. 06

    Ali datang dengan wajah beringas. "Kalian semua, jangan membuat keonaran di sini! Jika tidak, kami akan bertindak sesuai hukum yang berlaku!"Teriakan orang yang bernama Ali ini tidak digubris oleh orang-orang yang sepertinya datang hanya untuk membuat kerusuhan."Hukum?" Zane, si pembuat kerusuhan, membanting mangkuk besar sebelum berjalan maju menghampiri Ali. "Hukum apa? Dia pikir kami takut dengan ancaman itu. Dasar budak kecil!"Mendengar gumaman Zane, emosi Ali kian memuncak. Ia langsung memanggil satuan pengaman melalui ponselnya. "Cepat ke mari! Ada sekelompok tikus sedang membuat kekacauan di sini!""Baik, Pak!" sahut suara dari seberang telepon.Sambil menyimpan ponsel, Ali berucap penuh emosi. "Humph! Tunggu sebentar lagi, kalian semua akan kami tangkap!"Kerusuhan terus berlangsung hingga sekelompok orang berseragam satuan pengaman datang. Mereka langsung terlibat baku hantam dengan Geng JAY'X yang hanya berjumlah tujuh orang.Tujuh melawan selusin orang mungkin bukan lawa

  • Kembali untuk Merebut Kekayaan   Chapter. 05

    Semua orang terkejut saat terdengar suara dobrakan keras dari arah pintu.Di pintu masuk yang baru saja dirusak, tujuh orang pemuda berpakaian serba hitam melangkah masuk dengan langkah mantap, bak para prajurit yang siap bertempur.Semua orang yang ada di ruangan tersebut menjadi terkejut dengan kehadiran kelompok yang memiliki tanda pengenal khusus berupa logo grup yang sengaja ditempelkan pada pakaian masing-masing, dan simbol itu benar-benar milik kelompok bandit metropolitan yang menamakan dirinya sebagai Geng JAY'X.Biang chaos datang!Kelompok ini terkenal suka berbuat onar di tempat umum dan tergolong cukup meresahkan masyarakat. Namun, siapa yang sanggup menghentikan mereka?Jangankan hanya satuan keamanan kecil, aparat penegak hukum saja sering mereka jadikan permainan.Geng JAY'X memiliki penampilan menakutkan. Mereka mengenakan jaket kulit hitam berbahan sintetis, kacamata hitam, celana hitam yang robek-robek di sana-sini disertai beberapa tambalan stiker-stiker aneh dan r

  • Kembali untuk Merebut Kekayaan   Chapter. 04

    Di koridor luar, sepuluh orang pengawal Keluarga Wijaya berbaris rapi. Mereka bergegas menuruni tangga darurat, melewati lobi rumah sakit dengan langkah cepat dan teratur. Di pintu masuk, mereka berpapasan dengan rombongan lain. Empat orang membawa tandu, di atasnya tubuh pemuda penuh luka. Dipimpin oleh pria setengah baya bertopi cowboy yang berjalan dengan tenang, tidak terburu-buru, seperti memiliki semua waktu di dunia. Para pengawal Keluarga Wijaya tidak menoleh. Mereka punya misi. Orang lain tidak penting. Dua kelompok itu berpapasan, begitu dekat, tapi tidak pernah bertemu. Takdir memainkan ironi kejamnya, mereka mencari orang yang tepat berada dua meter dari mereka, tapi tidak ada yang tahu. Mata abu-abu Guru Jade melirik sekilas, mengikuti kepergian para pengawal itu. Ia bergumam dalam hati. 'Sepertinya mereka para pengawal dari sebuah keluarga kaya dan terhormat. Mungkinkah ada orang penting yang sedang dirawat di rumah sakit ini?' ***** Tiga minggu berlalu sep

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status