LOGIN"Barang selanjutnya!" Serena di atas panggung kembali berkata dan meminta petugas untuk membawa barang selanjutnya. Tapi barang kali ini tidak ditutup menggunakan kain seperti barang-barang lainnya. Melainkan diletakkan di dalam sebuah kotak kaca persegi berukuran tiga puluh sentimeter persegi. "Ini... Tidak mungkin!" Tepat ketika Arya melihat barang yang berada di dalam kaca itu, wajahnya langsung berubah beberapa kali. Untuk sesaat tubuhnya juga tampak tegang dan sedikit gemetar. Ketika Thalya dan Robert melihatnya, keduanya benar-benar terkejut saat menyaksikan reaksi berlebihan yang Arya tunjukkan. Untuk pertama kalinya, keduanya baru menyadari bahwa sosok yang biasa kalem dan tenang terhadap apapun ternyata juga bisa bereaksi sebesar itu. Namun, ketika mereka berdua melihat ke arah barang yang dilelang, mereka langsung menjadi sangat bingung. "Sebuah gelang rajut?" Bukan hanya Thalya dan Robert, tapi semua orang yang ada di pelelangan itu juga mengalami kejutan dan kebi
Melihat ketertarikan Arya, Thalya yang berada di sampingnya merasa terkejut dan buru-buru melihat barang yang ada dengan kejutan yang membingungkan. "Sebuah batu?" Thalya tidak bisa untuk tidak menoleh antara batu berwarna biru cerah di atas stan, dan Arya itu sendiri. "Batu ini, apakah ini luar biasa?" Saat bertanya, ia juga tidak bisa menahan diri untuk tidak merasa aneh. "Sebenarnya bukan sesuatu yang luar biasa. Tapi bisa melihatnya di bumi benar-benar sangat mengejutkanku!" Jawaban Arya ini juga semakin membingungkan Thalya. Bahkan Robert juga mulai mengerutkan keningnya untuk berpikir, apa yang ada di balik kata-kata Arya sebenarnya. Tapi Arya tidak menjelaskannya dan berkata kepada Thalya, "Apakah kau tahu dari mana batu ini berasal?" "Biar aku lihat!" Thalya buru-buru melihat katalog barang lelang, dan menemukan nama "batu energi" yang saat ini sedang dilelang. "Batu energi murni!" Serena yang ada di platform pelelangan mulai berbicara dan memperkenalkan, "Batu beru
Sungguh mengejutkan saat ia menemukan bahwa wanita cantik yang tampak lembut dan anggun ini sebenarnya jauh lebih luar biasa daripada wanita sebelumnya. Bukan hanya sudah mencapai Grandmaster di usia muda, tapi sebenarnya dia juga memiliki tubuh bawaan tipe es yang jauh lebih langka daripada tipe air. Dua wanita ini, jika seandainya dia berada di dunia kultivasi, mereka mungkin sudah menjadi jenius teratas yang diperebutkan oleh kekuatan-kekuatan raksasa. Bukan tidak mungkin jika kemunculannya akan mengakibatkan perseteruan berdarah. Apalagi saat menemukan tubuh bawaan tipe es langka, di mana bakat dan masa depan yang tak terbatas. "Selain mengetahui betapa luar biasanya Grandmaster Anan ini, kita juga harus berterima kasih atas bantuannya terhadap pelelangan ini." Serena kembali berbicara dan menarik perhatian semua orang, termasuk Arya itu sendiri. Setelah kembali mendapatkan perhatian semua orang, Serena terus berbicara, "Mungkin semua orang sudah melihat daftar barang-barang
Thalya, yang berdiri di antara nama keluarga Coldway dan Grandmaster Anan, diam-diam menggigit giginya, dan mengepalkan kedua tangannya. Duduk di samping Arya, ia tidak bisa untuk menoleh ke arah Serena di kejauhan dengan tatapan penuh kekecewaan dan kemarahan di antara kedua matanya. Serena Coldway. Thalya bukan tidak mengenal wanita itu, tapi juga dikatakan sangat mengenalnya. Karena sejak kecil, mereka sudah berteman dengan baik, dan bahkan bisa dianggap sebagai saudara perempuan. Namun, karena perbedaan status, semuanya berubah. Sejak Serena menjadi putri utama dari keluarga utama, dan didapuk untuk menjadi ahli waris, wanita itu mulai berubah secara perlahan-lahan. Bukan hanya semakin jarang untuk menemui dan berbicara dengan dirinya, tapi dia juga tidak pernah lagi memperhatikannya. Apalagi sejak identitasnya sebagai keluarga cabang yang memiliki kelihaian dan kepintaran dalam mengurus urusan Keluarga Coldway melebihi Serena dalam beberapa hal. Jarak antara kedua teman k
Setelah kejadian singkat itu. Ketika hari menjelang siang, Arya, Thalya dan Robert tiba di tempat lelang yang berada di sebuah tebing tepi pantai. Sebuah tempat terpencil dan tampak biasa-biasa saja daripada tempat lelang pada umumnya. Selain sebuah rumah kecil berukuran kurang dari sepuluh meter persegi, dan biasa saja yang dijaga oleh beberapa pria di sekitarnya, tidak ada seorang pun yang akan mengira bahwa tempat itu akan menjadi tempat lelang bawah tanah Keluarga Coldway. Tapi itu bisa dimengerti, karena setelah mobil para tamu datang, mereka tidak diizinkan untuk memarkirkan mobilnya di area sana, melainkan menyuruhnya untuk pergi menjauh. Arya yang datang hanya dengan dua orang tambahan, dan bahkan tidak membawa Kiara diam-diam tersenyum saat menyaksikan jika rumah kayu ini sebenarnya hanya kedok. Karena setelah memberikan undangan dan diperiksa oleh para penjaga, Arya yang sama sekali tidak diizinkan untuk membawa alat komunikasi apapun, atau bahkan ponsel sekalipun mul
"Ahh!!" Thalya sendiri bahkan sampai menjerit ketakutan saat mendengar suara-suara tak masuk akal. Sepanjang hidupnya, sebagai seorang wanita yang lebih mempercayai ilmu pengetahuan dan teknologi, dia sama sekali tidak pernah mempercayai hal-hal mistis semacam ini. Tapi, ketika dia mendengar suara-suara aneh, yang tampak seperti jeritan, tapi juga ratapan dan permohonan, dia mulai meragukan pandangannya selama ini. Apalagi saat ia mendengar sebuah ledakan tanpa sebab yang jelas, serta aroma busuk dan suhu dingin di ruangan. Saat itu juga, bukan hanya wajahnya yang pucat dan tubuh yang gemetar ketakutan, tapi pikirannya juga tampak kosong. Saat itu, Kiara yang bisa menyaksikan apa yang dilakukan ayahnya tampak bersemangat dan kagum dengan apa yang dilihatnya. Ketika dia menoleh ke arah Thalya yang terlihat gemetar ketakutan, gadis kecil itu tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, "Tante, kenapa kamu terlihat pucat dan gemetar? Apakah kamu sedang tidak enak badan?" "Aku---







