Home / Urban / Kembalinya Kaisar Abadi / Rencana untuk mencari uang

Share

Rencana untuk mencari uang

Author: Mr. Mystery
last update Last Updated: 2026-02-05 22:25:14

Ketika hanya tersisa dua orang, Yuna akhirnya melihat ke arah Arya dan mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri.

"Saya Yuna, wali kelas yang mengajar Ara. Saya mendengar bahwa sebelumnya anda menghilang, dan tidak sempat untuk menemui Ara. Melihatmu sekarang, sepertinya anda telah kembali."

Arya juga mengalaminya, dan menjawab, "Itu cerita masa lalu. Mulai sekarang aku yang akan selalu mengantarnya ke sekolah. Tolong perhatikan putriku. Jika terjadi sesuatu, jangan ragu untuk menghubungiku."

Di saat Yuna mendengar jawaban itu, dia sedikit memperhatikan ekspresi tulus Arya dan menemukan bahwa sepertinya rumor jika Ara tidak diinginkan oleh orang tuanya adalah rumor yang tak berdasar.

Wanita itu mengangguk, berjanji dan menambahkan, "Sebelum itu, saya meminta agar Tuan Arya lebih memperhatikan Ara. Saya tidak berhak mengomentari cara anda mendidiknya, tapi saya menemukan bahwa Kiara adalah anak yang pendiam, pemalu dan sulit bergaul dengan teman-teman seumurannya. Jika bisa, tolong lebih sering berbicara dan perhatikan dia. Lebih baik jika anda sering membawanya keluar untuk jalan-jalan, bermain atau berinteraksi dengan orang lain. Agar dia lebih terbiasa dengan hal-hal asing."

Seolah-olah mendengar sebuah dekrit surga, wajah Arya tiba-tiba menjadi serius. Bukannya marah, tapi dia merasa senang saat mengetahui apa kekurangan putrinya.

Mengangguk dengan berat, Arya berjanji, "Terima kasih atas sarannya. Aku pasti akan mengingatnya."

Yuna kembali terkejut saat melihat reaksi Arya, yang sepertinya sangat menyayangi putrinya. Rumor jika Kiara adalah anak haram yang tidak diinginkan oleh orang tua kandungnya, dan hanya dibesarkan oleh bibinya memang hanya sekedar rumor.

Lihat saja reaksi tulus dan serius Arya saat dia memberikan saran agar putrinya jauh lebih ceria? Bukankah dia langsung setuju dan mengingatnya tanpa banyak kata?

Jika orang tua seperti itu tidak menginginkan putrinya sendiri, bukankah semua orang yang memiliki anak hampir membenci darah dagingnya sendiri?

Yuan tersenyum, tidak lagi berbicara, dan berpamitan dengannya.

Arya tidak menghalanginya, setelah melihat wanita itu pergi, dia juga mulai serius memikirkan nasehat sebelumnya. Bahkan jika dia sudah berusia ribuan tahun, ini adalah pertama kalinya dia mengasuh anak. Jadi dia tidak tahu apa-apa tentang cara mendidiknya.

Menyaksikan Kiara yang sejak keluar dari rumah tampak menjadi pendiam dan pemalu, Arya sempat khawatir dan bingung tentang bagaimana cara mengatasinya?

Sekarang, dengan nasihat yang Yuna berikan, dia bisa mulai merencanakannya nanti. Tapi sebelum itu, Arya memiliki banyak hal yang harus dilakukan.

Dan hal yang paling mendesak adalah uang!

Tidak mungkin! Sekalipun Arya sama sekali tidak membutuhkannya, dia hidup di bumi modern. Semua hal membutuhkan uang, dan dengan uang semuanya bisa dilakukan. Entah untuk kehidupan yang lebih layak, atau bahkan untuk dirinya sendiri.

"Benar, uang..." Arya menyentuh dagunya, dan berpikir cara seperti apa yang paling cepat untuk mendapatkan uang dengan kemampuannya sekarang.

Sejujurnya, dia memiliki terlalu banyak cara untuk mendapatkan uang dengan cara sangat cepat, dan yang pertama muncul di pikirannya adalah merampok bank!

Dengan kekuatannya, hal itu akan sangat mudah di lakukan.

Tapi sebagai Kaisar Abadi, dan terutama seorang ayah, Arya segera menolak ide itu.

Saat ini dia tidak memiliki kekuatan seperti di masa lalu. Sekalipun tubuhnya adalah tubuh abadi, jiwa Primordialnya sedang terluka parah, dan hampir tidak bisa di hubungi.

Meski tubuhnya masih lebih kuat daripada 90% orang di bumi, dia tidak ingin mendapatkan masalah yang tidak perlu saat dia masih memiliki Kiara yang membutuhkan perlindungan dan kasih sayangnya.

Ada juga Lana, gadis yang telah lama dia rindukan itu masih tidak tahu keberadaan dan nasibnya. Serta kematian orang tuanya, dan Aruna itu sendiri!

Terlalu banyak yang harus dilakukan! Sebelum kekuatan Arya kembali, lebih sedikit masalah lebih baik daripada lebih banyak.

"Mari kita cari perlahan-lahan!"

Pada akhirnya, Arya memikirkan cara yang paling sedikit resiko dan memiliki keuntungan besar dalam jangka panjang. Yaitu investasi produk.

Di barat pusat kota Batu.

Dalam sebuah gedung perusahaan lima lantai. Seorang wanita dengan setelan hitam, terlihat cantik, dewasa dan sedikit dingin menatap berkas-berkas laporan di meja kantornya dengan wajah berkerut dan ekspresi dingin.

Wanita cantik dan menarik dengan usia akhir dua puluhan itu tampak memegangi kepalanya, dan tiba-tiba melirik ke arah wanita yang lebih muda tak jauh berdiri di depannya.

"Tinggal dua minggu lagi sebelum produk baru harus diluncurkan dan di pasarkan. Tapi apa yang terjadi di sini? Apa yang dilakukan tim R&D? Mereka selalu mengatakan bahwa perlu waktu dan waktu? Menurutmu, berapa banyak lagi modal yang harus di keluarkan?"

"Seratus? Dua ratus? Atau tiga ratus juta lagi? Jika terus seperti ini, arus khas perusahaan akan habis! Kerugiannya akan terus membesar! Jika seminggu kemudikan produk baru belum juga berhasil di kembangkan, kerugian akan lebih dari satu miliar!? Apa kau tahu artinya itu?!"

Karina, asisten wanita muda yang menjadi sekretaris pribadi wanita di meja kantor utama itu tampak malu, gugup dan takut-takut sebelum menjawab, "Presiden Evelyn, saya sudah menekan agar tim R&D bekerja lebih cepat, tapi para profesor itu mengatakan bahwa syarat agar produk baru ini tidak memiliki efek samping dan hanya memiliki kegunaan terlalu sulit untuk dikembangkan! Ini adalah pertama kalinya, jadi--"

"Aku tidak mau tahu!" Evelyn, presiden perusahaan farmasi yang berumur kurang dari tiga puluh tahun itu segera memotongnya, dan dengan tegas mengatakan, "Dalam seminggu, mereka harus menyelesaikan produknya. Jika mereka masih belum bisa, cari orang lain agar segera melakukannya!"

"Tapi presiden, jika kita harus mengganti tim R&D di tengah jalan, biayanya akan berkali-kali lipat lebih besar daripada sebelumnya. Bahkan tidak ada jaminan bahwa produknya akan--"

"Jika kau sudah tahu, segera cepat lakukan apa yang aku katakan!" Evelyn itu tiba-tiba berteriak dan berdiri dengan marah.

"Ini adalah produk pertama dan satu-satunya dalam tahun ini! Jika kita tidak bisa melakukannya, perusahaan kosmetik lainnya akan mengambil pasar, dan akhirnya kita akan dipinggirkan! Hasil akhir yang akan mereka terima adalah PHK masal! Apa kau ingin di PHK?"

Karina segera menggelengkan kepalanya, dan buru-buru menjawab, "Saya akan segera pergi ke tim R&D, dan meminta mereka untuk segera menyelesaikannya!"

Setelah mengatakan itu, Karina segera berjalan ke pintu kantor dengan cepat, takut bahwa presiden wanita yang sebenarnya sangat cantik dan enak dilihat itu akan kembali memarahinya.

Namun, sebelum dia sempat untuk keluar pintu, Karina tiba-tiba berhenti, dan ragu-ragu seolah ingin mengatakan sesuatu.

Evelyn melihatnya, dan dengan nafas yang sedikit tertahan, dia bertanya, "Apa?"

"Itu..." Setelah ragu-ragu, Karina akhirnya menarik nafas dalam-dalam, dan menjawab, "Ada seseorang yang ingin menemui presiden. Dengan alasan dia memiliki sesuatu yang sangat penting untuk dibicarakan! Dia bahkan mengatakan jika kita menolaknya, kesempatan ini tidak akan datang dua kali seumur hidup."

Alis Evelyn menjadi semakin berkerut saat mendengar kata-kata itu. Wajahnya yang sudah memerah karena marah menjadi semakin gelap. Terutama saat dia mengingat kata-kata sombong yang di bicarakan Karina.

"Mungkin orang itu hanya iseng! Sebaiknya presiden lupakan saja!" Sebelum Evelyn menjawab, Karina yang melihat kemarahannya buru-buru berkata dan menarik pintu kantor dengan cepat.

"Panggil dia kemari!" Perintah ini mengejutkan tidak hanya Karina, tapi juga Evelyn itu sendiri.

Dia tidak tahu, mengapa meminta Karina untuk memanggil orang tak masuk akal yang ingin menemuinya itu.

Tepat ketika dia melihat siapa orang yang di maksud, wajah Evelyn segera menjadi lebih gelap dan murung!

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Penangkapan

    Sedangkan untuk Arya, dia masih tetap duduk di meja makan dengan ekspresi tenang dan tanpa kekhawatiran, hanya sedikit mengerutkan keningnya.Melihat beberapa moncong senapan diarahkan kepada dirinya, sebenarnya Arya sama sekali tidak khawatir, karena bagaimanapun, senjata api tidak akan bisa melukai tubuh abadinya.Arya tidak senang karena mereka tiba-tiba masuk ke dalam rumahnya secara paksa, membuat putri kecilnya menjerit ketakutan dan panik. Terlebih lagi, motif penangkapan ini sangat tidak masuk akal.Menghajar dan melakukan kekerasan terhadap tujuh orang siang tadi? Bukankah itu adalah saat dia mengalahkan orang-orang suruhan Danan?Tidak, sebenarnya itu pembelaan diri, bukan?Membela diri saat ada seseorang yang akan mencelakainya dianggap sebagai pelanggaran?! Dikategorikan sebagai kekerasan dan penganiayaan secara sepihak?Sejak kapan pembelaan diri terhadap penganiayaan dianggap sebagai kejahatan?Tapi Arya juga tahu apa yang terjadi, dan tidak bisa untuk tidak menarik sudu

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Keras kepala

    "Tentu saja. Bukankah ayah memang seorang pahlawan?" Arya tersenyum dan menjawab dengan bangga. Sekalipun dia tidak bisa mengatakan dirinya sebagai seorang "pahlawan" yang sesungguhnya, dia bisa menjadi pahlawan bagi putrinya sendiri, bukan? "Benar!" Kiara mengangguk dan menjawab, "Ayah memang pahlawan yang kuat, berani dan bisa sulap! Menghilangkan orang-orang jahat itu secara ajaib!" "Jadi, apakah Ara suka sulap?" "Ya, Ara sangat suka! Ara juga ingin melihat sulap lagi. Ayah, bisakah ayah melakukan sulap lagi?" "Tentu," Arya mengangguk dan menurunkannya ke lanti. "Tapi karena hari sudah siang, kita harus makan siang dulu. Lalu mandi dan belajar." "Hmmp!" Ekspresi gadis kecil itu langsung cemberut dengan menggelembungkan kedua pipinya, tampak kesal dan tidak puas. Saat Arya melihatnya seperti itu, dia tidak bisa untuk terkekeh lucu, dan membawanya masuk ke rumah dengan berkata, "Nanti, setelah makan siang, mandi dan belajar, nanti malam ayah akan menunjukkan sulap yang hanya b

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Sulap

    "Uhuk... uhuk..." Tak lama kemudian, pria tua yang sebelumnya tak sadarkan diri itu tiba-tiba berbatuk dan membuka matanya. "Benar-benar berhasil!" "Sungguh luar biasa!" "Hanya dengan memegang pergelangan tangan dan memejamkan mata, pemuda barusan berhasil menyembuhkan stroke tiba-tiba! Ini pasti ilmu sihir!" ... Semua orang terkejut dan berkata dengan ketidakpercayaan. Ketika pria tua itu memahami apa yang terjadi, wajahnya berubah dan dia buru-buru menoleh ke sekelilingnya. "Siapa yang menolongku barusan!?" "Dia..." Orang-orang di sana mulai melihat sekeliling, mencoba mencari keberadaan Arya, tapi sosok ayah dan putrinya telah menghilang dari pandangan semua orang. "Kakek! Dia ayah teman baruku! Namanya Arya! Dia yang menyembuhkan kakek barusan!" "Arya?" Pak tua Hale bergumam dan mulai mengingat namanya. Di saat yang bersamaan, Arya dan Kiara sudah berjalan pulang, dan gadis kecil itu selalu menatap ayahnya dengan mata berbinar sepanjang jalan. Penuh dengan kata-kata puj

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Apapun demi putrinya

    Siang hari.Setelah Arya berhasil membuat kesepakatan awal dengan Evelyn, dan berbelanja beberapa bahan makanan dan hal-hal lainnya, dia kembali ke TK, bersiap-siap untuk menjemput putrinya pulang. Pukul 11 siang, anak-anak akhirnya keluar dari ruang kelas, dan berjalan keluar. Dari kejauhan, Arya melihat jika putrinya sedang berjalan dan bergandengan tangan dengan seorang gadis seusianya. Berjalan saling bahu-membahu, berbincang dan tertawa, tampak akrab sebagai seorang teman. Arya cukup senang dan tersenyum saat melihat putrinya tampak tersenyum dan ceria daripada pagi hari tadi. "Ayah!" Ketika Kiara melihat sosok Arya, dia segera berteriak dan berlari ke arahnya dengan senyum lebar. Bersamaan dengan teman wanita kecilnya, dua mahkluk kecil itu tiba-tiba di depan Arya dengan Kiara mulai memperkenalkan teman serta dirinya. "Ayah, ini Viona, temanku yang baru pindah sekolah pagi ini. Viona, ini ayahku yang aku ceritakan sebelumnya! Ayah yang kuat dan keren seperti pahlawan!" "B

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Negosiasi sepihak

    Orang yang datang bukan orang lain, dia adalah Arya itu sendiri. Memasuki ruang kantor dengan hanya mengenakan kaos dan celana panjang hitam, tampak biasa tanpa menggunakan aksesori apapun, Evelyn yang melihatnya langsung tahu bahwa pria yang berusia pertengahan dua puluhan tahun ini adalah orang aneh yang sedang bermain-main.Tidak lagi melihat atau memperhatikannya, Evelyn juga segera berkata, "Segera keluar dari sini!" Arya sama sekali tidak menghiraukan perintahnya. Dia hanya mulai berjalan ke arah sofa yang ada di sana, dan mulai duduk dengan ekspresi tenang dan santai. Tidak lupa juga menuangkan kopi yang telah di persiapkan, dan meminumnya untuk dirinya sendiri. Seolah-olah dia adalah pemilik kantor itu. Ketika Evelyn melihatnya, dia benar-benar menjadi sangat marah. Diam-diam tangannya mulai membuka laci meja kantornya, dimana senjata api berupa pistol selalu tersimpan di dalamnya. "Apakah kau pemilik perusahaan ini?" Arya tidak peduli dengan apa yang wanita itu pikirkan a

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Rencana untuk mencari uang

    Ketika hanya tersisa dua orang, Yuna akhirnya melihat ke arah Arya dan mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri. "Saya Yuna, wali kelas yang mengajar Ara. Saya mendengar bahwa sebelumnya anda menghilang, dan tidak sempat untuk menemui Ara. Melihatmu sekarang, sepertinya anda telah kembali." Arya juga mengalaminya, dan menjawab, "Itu cerita masa lalu. Mulai sekarang aku yang akan selalu mengantarnya ke sekolah. Tolong perhatikan putriku. Jika terjadi sesuatu, jangan ragu untuk menghubungiku." Di saat Yuna mendengar jawaban itu, dia sedikit memperhatikan ekspresi tulus Arya dan menemukan bahwa sepertinya rumor jika Ara tidak diinginkan oleh orang tuanya adalah rumor yang tak berdasar. Wanita itu mengangguk, berjanji dan menambahkan, "Sebelum itu, saya meminta agar Tuan Arya lebih memperhatikan Ara. Saya tidak berhak mengomentari cara anda mendidiknya, tapi saya menemukan bahwa Kiara adalah anak yang pendiam, pemalu dan sulit bergaul dengan teman-teman seumurannya. Jika bisa,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status