Teilen

Bab 1495

last update Veröffentlichungsdatum: 02.11.2025 13:10:17

“Kalian menyembah seekor monster dan menyebutnya dewa,” kata Nathan dengan nada rendah. “Kalau kau menghalangi mereka lagi, aku akan membunuhmu tanpa ragu.”

Tatapannya membuat Arvana gemetar. Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya.

Bonang dan Abel memanfaatkan celah itu untuk kabur, meninggalkan tempat terlarang yang kini dipenuhi aura kehancuran.

Raja Goblin hanya menyaksikan, tak berusaha menghentikan mereka. Yang dia inginkan hanyalah Nathan.

Ia menatap pria itu lama, lalu tertawa pelan.
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (4)
goodnovel comment avatar
Arliza Syaril
admin sudah jadi makin bodoh lepas dpt ank
goodnovel comment avatar
Arliza Syaril
thor skt puki mlm td kena pelir beruk
goodnovel comment avatar
Jamuga
Kirain ada tambahan bab ...
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2203

    Lelaki tua itu melemparkan kembali kail pancingnya ke laut, lalu duduk di tempat semula. Ia sama sekali tidak memedulikan pertarungan yang sebentar lagi pecah di belakangnya dan kembali memandangi permukaan laut dengan tenang.ROAAAR!Monster berkaki empat mengeluarkan raungan keras sebelum menerjang Nathan dan yang lainnya. Monster-monster lain pun bergerak hampir bersamaan. Dalam sekejap, kelima monster itu mengepung mereka dari berbagai arah.Nathan dan yang lainnya tidak punya pilihan selain melawan.Bonang dan Kieran sadar bahwa kekuatan mereka terlalu jauh dibandingkan monster-monster tersebut. Keduanya akhirnya bekerja sama menghadapi satu monster agar tidak langsung kewalahan.Sementara itu, Nathan maju seorang diri menghadapi dua monster sekaligus. Tangannya bergerak ke depan. Pedang Aruna langsung muncul dalam genggamannya.Cahaya pedang yang menyilaukan menjulang ke langit, disusul energi pedang yang mengerikan dan menyapu seluruh area. Aura tajam itu membuat dua monster di

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2202

    Dari cara lelaki tua itu berbicara dan kekuatan yang baru saja diperlihatkannya, Nathan semakin yakin bahwa mereka telah berhadapan dengan seorang ahli yang berada jauh di atas pemahamannya. Bahkan setelah menggunakan Kesadaran Spiritual, ia tetap tidak mampu merasakan sedikit pun aura dari tubuh lelaki tua tersebut."Aku hanya lewat dan sudah kehilangan dua binatang iblis. Kalian tahu sendiri, bukan? Kedua makhluk itu kupelihara untuk menjadi santapanku."Suara lelaki tua itu tetap santai meskipun kalimat berikutnya membuat suasana seketika berubah."Karena kalian sudah membunuh mereka, berarti sekarang aku harus mencari penggantinya. Kalian saja yang kumakan."Ia masih duduk membelakangi mereka sambil memegang joran. "Nyalakan api kalian sendiri. Kita lihat siapa yang paling cepat matang."Wajah Rael langsung memucat. Ia sudah mendengar kisah tentang monster tua yang tinggal di Pulau Eron, dan sekarang semua cerita itu seakan menjadi kenyataan di depan matanya.Nathan pun mengernyit

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2201

    Ketika monster-monster itu kembali menerjang, Nathan hanya menjentikkan jarinya.Puff! Puff! Puff!Beberapa pancaran energi melesat bersamaan dan menembus tubuh monster-monster tersebut. Darah segera menyebar di dalam air, mewarnai lautan di sekeliling Nathan menjadi merah.Melihat salah satu dari mereka terbunuh, monster-monster lainnya langsung mengeluarkan raungan panjang. Mereka kembali menerjang dengan rahang terbuka lebar, seolah sama sekali tidak peduli apakah akan hidup atau mati.Nathan justru semakin bersemangat. Bagi dirinya, monster-monster Puncak Sovereign ini bukan sekadar lawan. Mereka adalah sumber daya budidaya yang sangat berharga.Namun, ketika Nathan hendak kembali menyerang, sebuah suara berat tiba-tiba menggema dari kedalaman laut.BAAM! BAAM! BAAM!Suara itu terdengar seperti genderang raksasa yang dipukul dari dasar laut, menciptakan gelombang riak yang menjalar hingga ke permukaan.Anehnya, seluruh monster yang sejak tadi mengepung Nathan mendadak menghentikan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2200

    Bonang mengerutkan kening. "Nathan, jangan gegabah. Jumlah mereka terlalu banyak, dan kau bertarung di wilayah mereka sendiri."Nathan justru tersenyum santai. "Mereka yang datang mencari masalah. Kalau begitu, sekalian saja kuambil Kristal Jiwa mereka."Tanpa menunggu jawaban, Nathan langsung menyelam ke laut. Bonang dan Rael segera membawa Kieran menjauh, sementara Nathan sengaja melepaskan auranya untuk memancing seluruh monster agar mengejarnya.Benar saja, tak lama kemudian lebih dari selusin monster langsung mengepung Nathan. Gerakan mereka terlihat teratur, seolah kawanan itu telah terbiasa berburu bersama. Setiap monster mengambil posisi berbeda dan menutup seluruh jalur pelarian Nathan.Tiba-tiba salah satu monster raksasa menyerbu dari depan. Bentuknya menyerupai paus pembunuh dengan tubuh sebesar kapal, dan rahangnya terbuka lebar, memperlihatkan deretan gigi yang siap mencabik tubuh Nathan.Nathan tidak menghindar. Cahaya keemasan langsung menyelimuti tubuhnya, sementara B

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2199

    Di hadapan mereka terbentang lautan luas tanpa ujung. Rael mengangkat tangan, lalu beberapa pohon besar di sekitar mereka tumbang dan jatuh ke permukaan air. Tanpa ragu, mereka melompat ke atas batang-batang pohon tersebut dan menjadikannya pijakan untuk menyeberangi lautan.Dengan kekuatan mereka sekarang, menggunakan perahu justru akan membuang waktu."Semoga perjalanan ini berjalan lancar," ujar Rael sambil menatap laut di depan mereka. Meski berusaha tenang, sorot matanya menunjukkan kewaspadaan.Nathan tersenyum tipis. "Dengan kekuatanmu sekarang, bukankah beberapa monster laut seharusnya tidak menjadi masalah? Kalau mereka muncul, tinggal kalahkan dan ambil Kristal Jiwa mereka."Rael menghela napas panjang. "Monster laut bukan masalah terbesar. Yang benar-benar membuatku khawatir adalah monster tua itu. Kalau kita sampai bertemu dengannya, kita bisa berada dalam masalah besar.""Monster tua?" Nathan mengangkat alis.Rael mengangguk. "Di wilayah laut ini ada sebuah pulau yang dik

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2198

    Pada saat yang sama, suasana di Ordo Sancta juga dipenuhi kecemasan.Velisa baru saja kembali membawa kabar terbaru. Wajahnya tampak tegang ketika menghadap Mahesa. "Guru, Ordo Astrum dan Ordo Tempest sudah mengerahkan banyak orang untuk memburu Tuan Nathan. Selain itu masih ada satu kelompok lain yang kemungkinan berasal dari Ordo Ignis. Sekarang mereka bertiga mengepung seluruh jalur keluar. Akan sangat sulit bagi Tuan Nathan meninggalkan Sektor Langit."Mahesa terdiam sesaat sebelum akhirnya mengambil keputusan. "Velisa, Rael, kalian berdua segera cari Nathan. Bawa dia keluar melalui jalur laut. Itu satu-satunya jalan yang masih memiliki peluang."Mendengar perintah itu, wajah Rael langsung berubah. "Guru, kalau lewat laut kita harus melewati wilayah Pulau Eron. Bukankah di sana ada monster tua yang menjaga perairan itu? Kudengar dia bahkan memakan manusia.""Itu hanya cerita yang belum tentu benar," jawab Mahesa dengan nada tegas. "Sekarang semua jalur darat sudah berada dalam pen

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 817

    “Kalian awasi Vito, jangan sampai dia bunuh diri!” Setelah Nathan berpesan sosoknya juga menghilang.​Di saat bersamaan Nathan yang mengejarnya juga menyebarkan kesadaran spiritualnya dan menggunakannya untuk melacak lokasi Hudson. Hudson melarikan diri dari halaman belakang menuju ke sebuah hutan

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-26
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 838

    Kekuatan yang baru ditunjukkan oleh Nathan sudah meyakinkan semua anggota itu, walau Milan tidak memperingatkan mereka, mereka para anggota ini juga tidak berani membangkang pada Nathan.“Tuan Nathan, silahkan sampaikan sepatah dua patah kata,” Milan berkata pada Nathan.Nathan mengangguk, dan berk

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-26
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 858

    “Tuan Nathan, bagaimana?” Reus bergegas menghampiri dan bertanya.Keringat dingin keluar dari dahi Nathan, tapi dia tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. “Memang benar ada sebuah makam kuno disini, dan sepertinya merupakan makam kaisar! Hanya saja, ada formasi sihir yang terpasang di makam ini,

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-26
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 847

    Saat bahan obat dimasukkan, energi spiritual memancar dari semua bahan obat berharga itu, dan semuanya berkumpul di dalam porselen alkemis. Setelah beberapa jam kemudian, sebuah obat pembangkit mulai muncul di dalam porselen alkemis, dan nyala api biru itu berangsur-angsur padam. Untuk membuat obat

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-26
Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status