แชร์

Bab 1733

ผู้เขียน: Imgnmln
last update วันที่เผยแพร่: 2026-03-20 17:22:56

Tatapannya kembali tertuju pada retakan itu. “Karena kesadaran bisa masuk, berarti memang ada ruang di dalamnya. Masalahnya… kita belum cukup kuat untuk menembusnya.”

Bonang terdiam. Ia tidak lagi berani mencoba.

Keduanya hanya berdiri di sana, menatap celah dimensi yang berputar tanpa henti, seolah memanggil, namun sekaligus menolak siapa pun yang mendekat.

Nathan menarik napas pelan. “Jika seseorang mencapai tahap di mana jiwa bisa dipisahkan dari tubuh…”

Suaranya tenang, namun mengandung ket
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2007

    Milan memandang puluhan orang yang berdiri di hadapannya dengan wajah serba salah. "Kepala Keluarga Island, Anda tentu sudah tahu seperti apa sifat Tuan Ryujin.""Kalau beliau sendiri yang memanggil, itu lain cerita. Tapi tidak ada seorang pun yang bisa menemuinya sesuka hati. Bahkan aku sendiri sangat jarang mendapat kesempatan menghadap beliau.""Dengan kedudukanku sekarang, aku bahkan belum pantas menuangkan secangkir teh untuk beliau."Walaupun menjabat sebagai Kapten Kepolisian, Milan sadar bahwa statusnya sama sekali tidak berarti di hadapan Ryujin."Kapten Milan, akhir-akhir ini Tuan Ryujin memang sering berada di Parlemen. Aku yakin pasti ada cara agar kami bisa bertemu dengannya," Scholar melangkah maju sambil mengeluarkan Eclipse Valemor dari sakunya. "Ini adalah pusaka Keluarga Arteta. Tolong bantu kami."Dia menyodorkan artefak itu ke tangan Milan."Kepala Keluarga Arteta, tidak perlu seperti ini." Milan segera mengembalikan pusaka tersebut sebelum menghembuskan napas panj

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2006

    Di dalam Sektor Bayangan, Nathan telah berkeliling tanpa henti selama sehari penuh, tetapi usahanya tetap tidak membuahkan hasil.Setelah menjelajahi berbagai penjuru, dia akhirnya bisa memperkirakan luas wilayah itu. Sektor Bayangan tersebut membentang hingga ratusan kilometer sehingga dapat dianggap sebagai sebuah dunia kecil yang lengkap dengan pegunungan, sungai, hutan, serta hamparan bunga. Energi spiritualnya juga begitu melimpah sehingga jauh melampaui tempat-tempat lain yang pernah dia datangi.Sayangnya, ada satu kekurangan yang sangat mencolok. Tempat itu sama sekali tidak memiliki kehidupan.Di seluruh Sektor Bayangan, hanya Nathan seorang diri yang masih bernapas. Dia bukan hanya gagal menemukan Sarah, tetapi juga menyadari kenyataan yang jauh lebih buruk.Pintu masuk menuju Sektor Bayangan telah lenyap.Sepanjang hari Nathan terus mencari jalur keluar, namun tidak menemukan sedikit pun jejak keberadaan gerbang tersebut. Artinya, dia kini benar-benar terperangkap di dalam.

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2005

    Kaidar berdiri dengan kedua kaki yang sedikit gemetar sebelum akhirnya melangkah menuju gerbang tersebut.Begitu tubuhnya menghilang di balik Gerbang Maledicta, pintu raksasa itu kembali menutup rapat. Cahaya yang memenuhi ruangan perlahan padam, sementara ketujuh sosok berJubah Tujuh Maledicta serempak menyimpan kembali bola hitam keemasan di tangan mereka.Arkhon Abyss memandangi Gerbang Maledicta yang telah lenyap. Butiran keringat dingin terus mengalir dari dahinya tanpa mampu dia hentikan."Apakah Nathan sudah memasuki Sektor Bayangan itu?" Yang Mulia memecah keheningan."Benar, Yang Mulia. Nathan sudah masuk ke dalam Sektor Bayangan dan pintu masuknya juga telah kami segel. Selama kita tidak membukanya, dia tidak akan pernah bisa keluar." Arkhon Abyss segera memberikan jawaban dengan penuh hormat."Bagus." Yang Mulia menganggukkan kepala tipis. "Biarkan saja dia tetap berada di sana. Tidak perlu mengurusnya."Arkhon Abyss tampak kebingungan. "Yang Mulia, mengapa kita tidak langs

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2004

    Setelah menjelajah cukup lama tanpa bertemu satu pun anggota Ordo Maledicta, keraguan mulai muncul dalam benaknya. Dia bahkan mulai mempertanyakan apakah tempat ini benar-benar Sektor Bayangan milik Ordo Maledicta.Setengah hari berlalu.Nathan masih terus menyusuri pegunungan, hutan, dan hamparan batu tanpa menemukan satu pun makhluk hidup. Semula dia menganggap semua itu hanya kebetulan, tetapi semakin jauh melangkah, rasa ganjil di dalam hatinya semakin kuat.Tempat ini benar-benar kosong.Bukan hanya manusia yang menghilang, melainkan seluruh kehidupan seolah telah lenyap dari wilayah itu hingga kawasan tersebut terasa seperti sangkar raksasa yang ditinggalkan penghuninya.***Sementara Nathan masih mencari keberadaan Sarah, jauh di dalam Sektor Bayangan lain yang dikuasai Ordo Maledicta, tujuh sosok berjubah bintang dengan lambang Maledicta telah berkumpul di sebuah aula megah.Wajah mereka seluruhnya tertutup kain hitam sehingga identitas masing-masing tidak terlihat.Di kursi u

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2003

    "Hari ini Nathan akan belajar, apa akibatnya jika berani menjadi musuh Ordo Maledicta."Begitu kata-kata itu terucap, tekanan yang memancar dari tubuhnya kembali meningkat berkali-kali lipat hingga beberapa anggota klan mulai memuntahkan darah. Wajah mereka memucat karena energi kehidupan terus terkuras."Berani membuat keributan di Moniyan seolah aku tidak ada?"Suara tenang tiba-tiba bergema dari langit. Sesosok pria perlahan turun dari udara, lalu gelombang aura yang lembut menyebar dan langsung menghapus tekanan berat yang menindih semua orang.Tubuh para anggota Klan Draken Ascalon mendadak terasa ringan. Mereka segera bangkit satu per satu, termasuk Kieran yang buru-buru melangkah maju lalu membungkuk hormat."Kieran memberi salam kepada Tuan Ryujin."Ryujin hanya menganggukkan kepala tipis sebelum mengalihkan pandangannya kepada Arkhon Abyss dengan ekspresi yang tetap datar.Begitu melihat sosok itu muncul, wajah Arkhon Abyss dan Kaidar langsung berubah drastis."Tuan Ryujin, i

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2002

    “Serangan musuh—!”Dia baru saja hendak berteriak ketika tangan pria berjubah hitam itu lebih dulu mencengkram lehernya.Krek! Bruk! Bruk!Suara patahan tulang terdengar jelas, tubuh penjaga itu langsung terkulai tanpa nyawa. Mayat kedua orang tersebut jatuh ke tanah.Pria berjubah hitam itu perlahan mengangkat kepalanya. Cahaya lampu menerangi sebagian wajahnya. Senyuman menyeramkan segera terukir di bibirnya.Arkhon Abyss menatap dua mayat di kakinya sekilas, lalu dia kembali melangkah masuk ke area klan. Sepanjang perjalanan, siapa pun yang berpapasan dengannya langsung dibunuh tanpa ampun.Plaak! Bruk! Krek!Satu demi satu anggota Klan Draken Ascalon tumbang sebelum sempat memahami apa yang terjadi.Tak lama kemudian, Arkhon Abyss tiba di area bawah tanah tempat Kaidar ditahan. Dia mengangkat tangannya.BAAANG!Segel di pintu penjara langsung hancur.Pintu baja berat itu terbuka perlahan.Di dalam sel, Kaidar sedang duduk meringkuk di sudut ruangan. Setelah kehilangan roh spiritua

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 324

    Keesokan harinya, setelah hujan yang mengguyur semalaman. Senja pagi hari terlihat sangat indah di bawah cakrawala. ​ “Ah …. Eve! Lihat, lihatlah kemari!” Sarah berteriak sembari menatap ke arah luar jendela. Awan yang menari di atas langit dengan indah dan suara kicauan burung di atas ranting po

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-20
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 323

    “Tuan Muda Maven, batu-batu kita—” Plak! ​ Sebelum Edinson selesai berkata, dia mendapatkan tamparan yang keras dari Larry. Gambaran telapak tangan terlihat dengan jelas di sisi kiri wajah Edinson. Edinson terperangah, dia hanya bisa terdiam melihat Nathan yang membawa pergi batu-batu itu.​ ​“P

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-20
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 212

    “Aku memberimu peluang membalaskan dendam pada Nathan sesuka hatimu, dan orang-orang yang kamu sebut tadi, tidak seorangpun yang berani membantunya!” pria itu tersenyum penuh arti “Benarkah?” mata Rendy bersinar terang, tapi dengan cepat kembali meredup. “Mengapa Tuan Marco mau membantuku?.” “Hahah

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-19
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 226

    Gerbang bangunan terbengkalai. Berhenti sebuah mobil berwarna putih, Nathan berjalan turun dengan langkah kaki yang kuat, aura membunuh yang menguar dari dalam tubuhnya sangat kental. “Sudah datang!” Melihat Nathan datang sendiri untuk memenuhi janji, perasaan Rendy campur aduk antara senang dan gel

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-19
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status