Teilen

Bab 277

last update Veröffentlichungsdatum: 25.06.2024 23:09:46

“Nathan, hati-hati! Dia menggunakan Kekuatan Jujutsu!” Beverly menyadari kalau Fiel menggunakan jurus Kekuatan Jujutsu, dia kaget dan segera memperingatkan Nathan.

Fiel tertawa terbahak-bahak. “Bocah, hari ini aku akan memberimu kesempatan untuk merasakan kehebatan Kekuatan Jujutsu, agar wawasanmu bertambah, dan berhentilah berpikir untuk melawanku!”

“Benarkah? Aku malah ingin mencobanya!” Setelah selesai berkata, Nathan langsung melayangkan tinjunya ke arah dada Fiel.

Fiel tidak mengelak, mata
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2001

    Sementara itu, Nathan sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi di luar. Dia hanya merasakan cahaya menyelimuti seluruh tubuhnya.Beberapa saat kemudian, sensasi itu menghilang.Saat membuka mata, pemandangan di sekitarnya sudah berubah total. Langit malam masih terlihat di kejauhan. Namun energi spiritual yang memenuhi udara jauh lebih padat dibanding dunia luar.Pegunungan hijau membentang tanpa ujung, hutan lebat bergoyang diterpa angin. Sungai-sungai jernih mengalir di antara lembah, menciptakan suasana yang dipenuhi kehidupan. Bahkan dibandingkan wilayah milik Keluarga Island di Dune Hall, tempat ini jauh lebih kaya energi spiritual.Nathan mengamati sekeliling dengan waspada, matanya perlahan menyipit. Karena instingnya mengatakan tempat ini tidak sesederhana yang terlihat.Wilayah yang dimiliki Ordo Maledicta jelas tidak bisa dibandingkan dengan wilayah Ordo Abyssal.Nathan memang belum mengetahui seberapa luas Sektor Bayangan yang dikuasai Ordo Maledicta, tetapi satu hal s

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2000

    Nathan sempat terdiam beberapa saat, kemudian sudut bibirnya terangkat tipis. “Ide yang sempurna.”Wiuunngg~Cincin Ruang di jarinya berkilau. Gelombang energi langsung menyapu seluruh aula dan berbagai artefak berkualitas tinggi yang tersimpan di sana terangkat dari rak-rak penyimpanan. Dalam hitungan detik semuanya menghilang ke dalam Cincin Ruang miliknya.Bonang yang melihatnya langsung membelalak. “K-kau… bandit.”Nathan tersenyum santai. “Aku hanya membantu mereka mengosongkan gudang.”Tak lama kemudian, keduanya meninggalkan Aula Seribu Relik dan kembali menuju Moniyan.***Perjalanan pulang berlangsung tanpa hambatan.Dengan Kunci Resonansi Dunia yang sudah berada di tangannya, Nathan akhirnya memiliki kesempatan untuk memasuki markas Ordo Maledicta dan menyelamatkan Sarah.Ketika mereka tiba di Moniyan, malam telah turun sepenuhnya.Namun Nathan sama sekali tidak berniat beristirahat. Begitu kembali, dia langsung menuju lokasi pintu masuk Sektor Bayangan yang selama ini terse

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1999

    Bahkan Garrick ikut membeku sesaat.“Serang dia!” Teriaknya.Dia tahu memberi Nathan kesempatan bergerak bebas sama saja dengan membiarkan pembantaian terjadi.Puluhan anggota Aula Seribu Relik langsung menerjang bersamaan. Sebagian besar mengincar Nathan, sementara sisanya berlari menuju Bonang.Namun Bonang justru tampak santai. Dia mengeluarkan Botol Porselen Hitam dari Cincin Ruangnya sambil tersenyum lebar.“Hari ini sepertinya hari keberuntunganku.” Dia mengangkat botol itu tinggi-tinggi. “Kalau begitu, mari kita gunakan artefak ini untuk membuka keberuntungan.”Begitu kata-kata itu selesai, energi spiritual mengalir deras ke dalam Botol Porselen Hitam.Wiuuunngg~Cahaya ungu terang langsung memancar dari permukaannya.Sesaat kemudian, seberkas energi mengerikan melesat keluar seperti tombak cahaya.Sreet!Anggota Aula Seribu Relik yang berada paling depan bahkan tidak sempat berteriak. Dadanya langsung tertembus dan tubuhnya roboh dengan mata masih terbuka lebar.Melihat artefa

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1998

    Wajah keduanya langsung berubah. Mereka merasa seolah ada jutaan semut yang sedang menggerogoti otak mereka dari dalam. Rasa sakit yang luar biasa membuat tubuh mereka menegang, sementara ekspresi percaya diri yang sebelumnya memenuhi wajah mereka lenyap tanpa jejak.Setelah beberapa saat, Nathan menarik kembali tekanan kesadaran spiritualnya. Di saat yang sama, Bonang juga menghentikan bunyi lonceng tua di tangannya.Wajah Garrick dan Magnus langsung terlihat suram. Keduanya menatap lonceng usang milik Bonang dengan ekspresi penuh kewaspadaan, seolah benda berkarat itu benar-benar merupakan artefak mengerikan yang tidak mereka pahami.“Ayah, bukankah Ayah mengasingkan diri selama bertahun-tahun demi menciptakan artefak itu?” Magnus mengerutkan kening. “Kenapa Triad Resonansi Arwah malah tidak berguna setelah bertemu lonceng tua milik mereka?”Nada suaranya dipenuhi ketidakpuasan.Namun Garrick tidak menjawab. Sejujurnya, dia sendiri juga tidak memahami apa yang sedang terjadi. Dia te

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1997

    Melihat kondisi Bonang, Nathan segera mengaktifkan Teknik Jiwa. Bibirnya bergerak perlahan tanpa mengeluarkan suara keras.Dalam sekejap, cahaya keemasan muncul di dalam kesadaran Bonang dan menyapu seluruh energi asing yang mencoba menguasai pikirannya. Seketika itu juga, rasa kacau yang memenuhi benaknya menghilang tanpa jejak.Bonang menarik napas panjang. Kepalanya terasa jauh lebih jernih dibandingkan sebelumnya.Namun Garrick sama sekali tidak menyadari perubahan tersebut. Dia terus mengalirkan energi ke dalam Triad Resonansi Arwah sambil berusaha memperkuat serangannya.Bonang melirik Nathan dan melihat bibir pria itu masih bergerak perlahan. Saat itulah dia menyadari bahwa Nathan sedang menggunakan sebuah teknik khusus untuk menahan serangan mental dari artefak tersebut.Entah karena terinspirasi oleh situasi itu atau karena sebuah ide aneh tiba-tiba muncul di kepalanya, Bonang mendadak merogoh sakunya.Tak lama kemudian, sebuah lonceng tua muncul di tangannya.Bentuknya jauh

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1996

    Tatapannya menjadi semakin dingin. “Kalau bukan karena hubungan Ryujin dan diriku, saat ini kau bahkan tidak akan memiliki kesempatan berdiri di hadapanku dan berbicara seperti sekarang.”Suasana di dalam aula langsung berubah berat.Sikap Garrick seolah menempatkan dirinya sebagai hakim yang memegang kendali penuh atas nasib orang lain.Namun Nathan hanya menatapnya tanpa sedikit pun rasa takut. “Orang yang mampu membuatku berlutut memang ada,” sudut bibir Nathan terangkat membentuk senyum tipis. “Sayangnya, orang itu bukan dirimu.”Senyum itu perlahan menghilang.“Karena kalian belum memiliki kualifikasi untuk menerima penghormatan seperti itu dariku.”Mata Garrick langsung menyipit, sebuah senyum dingin muncul di wajahnya. “Kau benar-benar menganggap dirimu tak terkalahkan hanya karena sudah memasuki tahapan Sovereign?”Dia menggelengkan kepala perlahan. “Hari ini aku akan menunjukkan seperti apa kekuatan Aula Seribu Relik yang sesungguhnya. Setelah itu, sekalipun kau ingin berlutu

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1206

    "Setelah dua wanita itu tertangkap... ingat sisakan satu untukku, bocah. Sudah lama sekali aku tidak... bermain."Suara itu tua, serak, dan kering seperti pasir yang digerus. Jantung Kaidar serasa berhenti berdetak. Ia tersentak, matanya tanpa sadar melirik ke arah ayahnya. Lucas masih terlarut dal

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-30
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1127

    Kaidar berdiri di balkon lantai tiga rumah besar keluarga Winaya. Dari tempat itu, dia menyaksikan Soyir dan pasukannya menghilang di ujung jalan. “Nathan, kau pikir bisa melawanku? Terlalu naif,” gumamnya sambil menyeringai sinis.Dia menoleh ke bawah, ke arah salah satu bawahannya yang setia. “Ba

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-30
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1180

    Sheerena ragu-ragu sejenak, lalu menjawab dengan pelan. “Gua itu... adalah tempat suci.” Ia menatap Nathan lekat-lekat. “Dahulu, seorang biksu suci bermeditasi di sana. Dialah yang menutup gua itu dengan batu besar. Tidak ada yang tahu apa yang ada di dalamnya. Tapi, air yang mengalir dari gua itu

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-30
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1190

    Penjara bawah tanah Martial Shrine, Kota Moniyan.Langkah berat bergema di lorong batu yang dingin dan gelap. Arthur berjalan dengan tenang, mengenakan jubah hitam. Setiap malam, seperti ritual, dia datang ke penjara bawah tanah.Di sebuah sel, duduk seorang wanita dengan wajah tenang namun penuh p

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-30
Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status