MasukPria muda berhasil menjadi kelompok rahasia yang bertugas memberantas kejahatan. Dia yang sudah di takdirkan untuk berjalan di antara kegelapan menyelesaikan setiap masalah dengan ketelitian juga kepekaan. Kemampuannya untuk memecahkan setiap kasus yang ada di sekitarnya. Membuatnya lebih mudah untuk naik perlahan untuk mencapai kepala utama dari kelompok rahasia kerajaan. Namun sebuah konspirasi besar membuat setiap langkahnya menjadi jalan buntu. Menyudutkannya tanpa bisa bergerak bebas. Sahabat, saudara, keluarga, berusaha menjatuhkannya membuatnya menjadi penghianat negara.
Lihat lebih banyak"Saudara Ying, kau dari mana saja? Aku mencarimu kekamar kecil tapi kau tidak ada. Apa kau bertemu masalah?" Ujar Mu Guang."Aku melihat orang yang aku kenal. Jadi mengejarnya untuk mengajaknya berbicara sebentar," saut Ying Wesheng. "Kita kembali sekarang.""Saudara Ying, karena kita sudah ada di sini. Bagaimana jika kita juga melihat tempat yang sedang ramai di bicarakan banyak orang di Biro Pemerintahan Kota." Mu Guang menepuk pundak temannya itu. Salah satu alisnya terangkat."Ide yang bagus. Aku juga memikirkan hal yang sama," saut Ying Wesheng.Malam itu mereka berjalan menuju jalur timur. Tempat teramai yang ada di Ibu Kota. Mereka masuk kesalah satu bangunan terbesar di sana. Paviliun Jaring yang memiliki keunikan tersendiri di dalamnya. Bangunan itu memiliki empat tingkatan. Lantai dasar di gunakan untuk orang-orang yang ingin duduk santai. Menikmati waktu mereka dan terdapat kedai teh ternikmat.Di tingkat kedua dan ketiga di gunakan untuk penginapan. Sedangkan tingkat terak
Pelatihan berlangsung selama satu bulan penuh. Selang satu bulan para Opsir baru di lantik sebagai pekerja resmi Biro pemerintahan. Ying Wesheng secara resmi menjadi Opsir tingkat lima di tempatkan di bagian penjagaan. Setiap hari dia hanya mendapatkan pekerjaan kasar tanpa bisa menyentuh kasus resmi. Di pintu masuk penjara Ying Wesheng bersama Mu Guang yang juga telah mendapatkan posisi resmi sebagai Opsir tingkat lima. Di berikan tugas bersama setiap pagi hingga sore selama enam hari kerja.Dari kejauhan kereta berhenti tepat di bawah pohon beringin yang rindang. Di saat kain penutup jendela kereta di buka Tuan muda ketiga Ying Feng tersenyum dari kejauhan menatap kakak keduanya. Dia melambaikan tangan sembari memperlihatkan bekal yang ia bawakan.Ying Wesheng yang masih melalui jam kerja hanya memberikan anggukan ringan kepada adik ketiganya. Di pergantian jam jaga Ying Wesheng menarik temannya Mu Guang untuk ikut bersamanya.Setelah mereka berdua naik kedalam kereta. Kereta berjal
Ketua bagian empat yang akan memilih dari sekian banyaknya pelamar. Semua rekrutmen di arahkan menuju lapangan belakang. Mereka semua di minta berbaris rapi menjadi beberapa barisan. Setiap rekrutmen di panggil untuk menunjukkan kekuatan mereka masing-masing. Baru bisa di masukkan ketempat yang sesuai dengan kemampuan mereka."Wesheng, kau tinggal di mana?""Di dekat sini. Kau sendiri tinggal di mana?""Di Kota Shuang. Aku dengar Biro pemerintahan tengah mencari Opsir tambahan. Jadi aku mencoba keberuntungan melamar di sini," jelas Mu Guang."Aku pun begitu," saut Ying Wesheng.Seorang Opsir datang membawa buku cukup besar di tangannya. "Mulai dari barisan pertama."Satu demi satu rekrutmen di berikan ruang untuk mereka bisa mengeluarkan semua kemampuannya."Apa yang bisa kamu lakukan?" Duduk di atas meja dengan buku dan kuas di tangannya. Opsir pelatih itu masih menatap malas."Hah..." Pemuda dengen tubuh gempal itu memukul dadanya. "Tuan aku bisa mengangkat batu besar di sana." Menu
Sekitar jam sepuluh malam, Tuan muda pertama Ying An sudah menempatkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dia bahkan dengan santainya menyandarkan tubuhnya pada pembatas tempat tidur. Buku pelajaran ada di tangannya. Ying Wesheng hanya bisa melihat dengan menghela nafas dalam. Tempat tidur yang seharusnya tempat ternyaman kini dirinya harus tersingkirkan. Pemuda itu mengambil alas untuk dia gunakan tidur di lantai. Bantal baru juga ia ambil dari dalam lemari. "Ahhh..." Merebahkan tubuhnya yang sudah cukup lelah karena berlatih di dekat sungai seharian. "Kakak pertama, tempat tidur mu jauh lebih nyaman. Kenapa harus datang ke tempat ku yang lusuh ini?" Pemuda di atas tempat tidur tersenyum. Kedua pandangan matanya masih tertuju pada buku di tangan. "Apa begitu? Aku rasa tidak. Wesheng, kamu benar-benar adik ku?" Melirik kearah pemuda yang tengah merebahkan tubuhnya di lantai. Seringai tipis terlihat di wajah Ying Wesheng. Dia memejamkan kedua matanya, "Kakak, jika aku bukan Ying Wes






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.