共有

Bab 113. Daddy

作者: Davian
last update 公開日: 2026-04-05 19:24:11

Dua jam kemudian.

Lokasi di pinggiran kota, kawasan industri terbengkalai.

Aslan berdiri di balik reruntuhan tembok beton, teropong malam di tangan kirinya. Lima puluh meter di depan, sebuah gudang tua dengan atap seng bocor berdiri sunyi. Hanya satu lampu temaram menyala dari celah jendela.

"Gerakan minimal," Aslan berbisik ke comms di kerah jaketnya. "Tim Alfa masuk dari belakang. Tim Bravo kawal perimeter. Tim Charlie bersamaku dari depan."

Dua belas anak buahnya menyebar seperti bayangan. S
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 113. Daddy

    Dua jam kemudian.Lokasi di pinggiran kota, kawasan industri terbengkalai.Aslan berdiri di balik reruntuhan tembok beton, teropong malam di tangan kirinya. Lima puluh meter di depan, sebuah gudang tua dengan atap seng bocor berdiri sunyi. Hanya satu lampu temaram menyala dari celah jendela."Gerakan minimal," Aslan berbisik ke comms di kerah jaketnya. "Tim Alfa masuk dari belakang. Tim Bravo kawal perimeter. Tim Charlie bersamaku dari depan."Dua belas anak buahnya menyebar seperti bayangan. Senjata disiapkan, pelatuk di jari, napas ditahan. Tapi Aslan tidak bergerak.Ia menunggu. Menghitung. Satu menit. Dua menit, sampai lima menit."Tim Alfa sudah di posisi, Tuan," suara Rick dari comms."Tim Bravo siap."Aslan menarik napas panjang. Dalam dadanya ada pusaran badai, bukan amarah, tapi ketakutan murni seorang ayah dan kekasih yang belum pernah ia rasakan sehebat ini. Tapi ia tidak bisa membiarkan itu menguasainya. Tidak malam ini."Gerak sekarang," perintahnya datar.Ia melesat. Lan

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 112. Dragon

    Diam sejenak. Lalu suara kecil itu menjawab, "Janji."Langkah kaki berhenti tepat di depan mereka. Laura bisa mencium bau rokok dan parfum murah yang menyengat. Ia merasakan seseorang berjongkok di hadapannya—udara bergeser, membawa hawa hangat napas orang asing itu ke wajahnya."Laura Daniella Moretti,"suara laki-laki itu terdengar sengaja dibuat pelan, hampir berbisik, tapi ada nada puas di dalamnya. "Akhirnya kita bertemu. Si gila Luca itu ... demi kau dia mengacak-acak organisasi Tuanku."Laura tidak menjawab. Ia hanya menggigit bibirnya lebih keras."Tidak mau bicara?" orang itu terkekeh pelan. "Tidak apa. Kita punya banyak waktu. Malam masih panjang."Laura merasakan jemari kasar menyentuh dagunya, menengadahkan kepalanya sedikit. Ia ingin meludah, ingin menggigit tangan itu, tapi ia ingat Jayden di sebelahnya. Satu gerakan salah, dan mereka bisa melukai anaknya."Kau cantik," kata laki-laki itu. "Pantasan saja Aslan Luca rela mati-matian menyembunyikanmu."Laura akhirnya membuk

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 111. Janji?

    "Ya, Pak. Saya dapat sesuatu."Rick menegangkan rahangnya. "Cepat.""Laporan dari petugas pos keamanan perumahan tiga blok dari sini. CCTV mereka menangkap dua mobil hitam melintas pukul 22.47. Plat nomor terekam samar, tapi tim kita sedang membersihkannya. Satu hal yang pasti—mobil itu melaju ke arah timur, menuju jalan arteri."Rick menutup mata sejenak. Timur. Jalan arteri. Dari sana, mereka bisa ke mana saja. Intinya keluar dari Marseille."Lanjutkan pelacakan," perintah Rick. "Hubungi semua pos gerbang tol di sekitar. Cari tahu apakah mobil-mobil itu masuk tol. Jika ya, ke arah mana.""Baik, Pak."Panggilan ditutup. Rick memasukkan ponsel ke saku, lalu berjalan menuju salah satu anak buahnya yang sedang duduk di bangku taman, lengannya masih dibalut darurat oleh rekannya."Kau bisa bicara?" tanya Rick.Pria itu mengangguk, wajahnya masih pucat. "Bisa, Pak. Maaf, saya—""Apa yang kau lihat sebelum pingsan?"Pria itu mengerutkan dahi, mencoba mengingat. "Saya jaga di posisi belakan

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 110. Lengah

    Rick merasakan sesuatu yang dingin menyentuh pipinya. Ujung jari seseorang dengan kasar, tapi lembut. Samar-samar ia mendengar suara dari kejauhan, seperti orang yang berteriak memanggil namanya dari dasar sumur."Pak Rick! Pak Rick, bangun!"Ia membuka mata dengan berat. Langit malam tampak buram di atasnya, diterangi cahaya lampu teras yang berkedip-kedip tidak stabil. Wajah Heri, salah satu anak buah Aslan yang ditugaskan di rumah Laura, melayang di atasnya dengan ekspresi panik."Syukurlah," desah Ramon. "Kita harus—"Rick langsung duduk tersentak, tapi kepalanya berdenyut hebat seolah-olah baru saja dihantam palu godam dan memang ia teringat. Pukulan itu. Sesuatu yang keras menghantam kepalanya dari belakang saat ia sedang memeriksa kebisingan di luar pagar. Ia ingat jatuh. Lalu gelap."Sialan!" Rick memekik, tangannya langsung meraba pinggang. Pistolnya masih ada. Tapi itu bukan yang penting. "Nona Laura! Tuan Muda Jayden! Di mana—"Ia berusaha berdiri, tapi kakinya limbung. Her

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 109. Dibawa Pergi

    Beberapa detik sebelumnya, saat terdengar suara ledakan dari luar rumahnya. Laura bergegas memeriksa asal suara itu. Namun, ketika ia membuka pintu. Ia melihat anak buah Aslan yang berjaga di rumahnya, tampak tidak berdaya. Bahkan beberapa dari mereka tidak sadarkan diri. Tapi Rick tak terlihat di sana."Pak Rick?"Menekan rasa paniknya, merasa ada yang tak beres. Laura mencoba untuk masuk kembali ke dalam rumah dan mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang. Polisi adalah tujuannya. Namun, langkah Laura harus terjegal oleh seorang pria yang tiba-tiba saja menyodorkan pistol ke kepalanya."Jangan bergerak, atau kau akan mati, Nona!"Suara menyeramkan itu membuat Laura tersentak kaget, ia terdiam ditempatnya. Bukan karena takut, tapi ia khawatir pada Jayden yang ada di dalam rumah.Sialnya, pria itu pasti tak sendiri melakukan aksinya dan ia takut akan keselamatan Jayden."JAYDEN LARI!" teriak Laura dari luar. Tanpa bisa berbuat apa-apa, karena tubuhnya dipegang erat sepenuhnya oleh

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 108. Jayden Lari!

    Aslan menutup telepon, diam beberapa saat, lalu berbalik menatap Laura. Tatapannya berbeda. Ada konflik di sana. Ada sesuatu yang tidak ia sampaikan."Aku harus pergi," kata Aslan tiba-tiba.Laura terperanjat. "Apa? Sekarang?""Ya. Sekarang. Ada urusan mendadak.""Tapi kau bilang kau tidak akan pergi lagi!" Laura berdiri, merasa dikhianati. "Kau baru saja berjanji."Aslan mendekat, meraih wajah Laura dengan kedua tangannya. "Aku akan kembali. Aku janji. Tapi aku harus pergi sekarang. Ini penting. Menyangkut keselamatan kita semua.""Semua omong kosong! Itu yang selalu kau katakan!""Little girl , aku tahu kau akan kesepian tanpaku. Tapi aku akan kembali.""Siapa juga yang akan kesepian?" Laura mendelik tajam. Gengsinya membuat ia menyangkal kata-kata Aslan."Aku tahu kau akan kesepian tanpaku," goda Aslan seraya merapatkan tubuh mereka dengan kedua tangan kekarnya yang melingkar di pinggang Laura."Jangan bercanda. Siapa juga yang kesepian tanpamu, hah? Kau jadi semakin kepedean!" ser

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 39. Pingsan

    Laura melihat dirinya dicermin toilet wanita, wajahnya menunjukkan kegelisahan. Setelah merasakan keanehan prof baru di kampusnya itu."Sepertinya benar kata Paman ... profesor Sean berbahaya. Dia memang selalu tersenyum, tapi senyumannya itu seperti menyembunyikan sesuatu dan dia seperti sengaja m

    last update最終更新日 : 2026-03-23
  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 38. Keanehan

    “Target apa?” desaknya, menoleh tajam ke arah Aslan. “Target siapa, Paman? Jangan bicara setengah-setengah. Aku sering mendengarmu berbicara tidak jelas seperti ini, Paman."Aslan menghela napas berat. Tangannya mengencang di setir. “Tidak semua hal perlu kau tahu.”“Tidak,” Laura menggeleng cepat.

    last update最終更新日 : 2026-03-23
  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 40. Jaga Rahasia

    Laura terdiam. Detak jantungnya terasa begitu keras sampai-sampai ia yakin Hans bisa mendengarnya. Tangannya gemetar, refleks menarik selimut lebih tinggi seolah bisa melindungi perutnya dari tatapan pria itu.“Apa maksud Bapak?” suaranya parau, hampir tak keluar. “Kenapa Bapak menanyakan hal seper

    last update最終更新日 : 2026-03-23
  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 33. Dua Kantong

    "Apa yang Paman katakan? Seenaknya saja Paman menuduhku seperti itu. Lagipula, si-siapa juga yang mau kabur?" Aslan tersenyum sinis mendengar nada bicara Laura yang terbata-bata. Jelas sekali, kalau Laura memiliki niat yang ia pikirkan. Yaitu kabur dari sini, dan itulah yang membuat ia yakin kalau

    last update最終更新日 : 2026-03-22
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status