Pintu ruangan itu tertutup rapat, menimbulkan bunyi yang keras, tepat begitu Laura keluar dari sana. Laura terdiam dengan mata berkaca-kaca memandangi pintu itu. Lebih tepatnya, gelisah karena tawaran dari Aslan.'Ya Tuhan, aku harus bagaimana? Ini sepertinya bukan pilihan' kata Laura dalam hatinya. Baginya, apa yang Aslan tawarkan tidak membuatnya harus memilih, tapi sudah ditetapkan."Nona, Tuan meminta saya mengantar Nona," kata Rick seraya menghampiri Laura."Saya bisa kembali sendiri, Tuan. Terima kasih atas tawarannya," ucap gadis itu menolak dengan sopan.Rick mendesah berat, kemudian ia berkata. "Saya tidak bisa melawan perintah Tuan. Saya akan tetap mengantar Nona.""Tapi saya—""Kalau Nona masih ada rasa kemanusiaan kepada saya. Tolong jangan menolak Nona."Rick memotong ucapan Laura dengan tegas. Sehingga Laura pun menurut dengan tawaran Rick. Lagipula hanya diantar saja, tidak ada niat macam-macam.Laura meminta Rick mengantarnya ke rumah sakit, tempat di mana adiknya bera
Terakhir Diperbarui : 2026-01-08 Baca selengkapnya