Home / Mafia / Kesayangan Tuan Mafia / Bab 112. Dragon

Share

Bab 112. Dragon

Author: Davian
last update publish date: 2026-04-03 17:14:09

Diam sejenak. Lalu suara kecil itu menjawab, "Janji."

Langkah kaki berhenti tepat di depan mereka. Laura bisa mencium bau rokok dan parfum murah yang menyengat. Ia merasakan seseorang berjongkok di hadapannya—udara bergeser, membawa hawa hangat napas orang asing itu ke wajahnya.

"Laura Daniella Moretti,"suara laki-laki itu terdengar sengaja dibuat pelan, hampir berbisik, tapi ada nada puas di dalamnya. "Akhirnya kita bertemu. Si gila Luca itu ... demi kau dia mengacak-acak organisasi Tuanku."

L
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Tresye Kesaulya
Trimksi kakak.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 112. Dragon

    Diam sejenak. Lalu suara kecil itu menjawab, "Janji."Langkah kaki berhenti tepat di depan mereka. Laura bisa mencium bau rokok dan parfum murah yang menyengat. Ia merasakan seseorang berjongkok di hadapannya—udara bergeser, membawa hawa hangat napas orang asing itu ke wajahnya."Laura Daniella Moretti,"suara laki-laki itu terdengar sengaja dibuat pelan, hampir berbisik, tapi ada nada puas di dalamnya. "Akhirnya kita bertemu. Si gila Luca itu ... demi kau dia mengacak-acak organisasi Tuanku."Laura tidak menjawab. Ia hanya menggigit bibirnya lebih keras."Tidak mau bicara?" orang itu terkekeh pelan. "Tidak apa. Kita punya banyak waktu. Malam masih panjang."Laura merasakan jemari kasar menyentuh dagunya, menengadahkan kepalanya sedikit. Ia ingin meludah, ingin menggigit tangan itu, tapi ia ingat Jayden di sebelahnya. Satu gerakan salah, dan mereka bisa melukai anaknya."Kau cantik," kata laki-laki itu. "Pantasan saja Aslan Luca rela mati-matian menyembunyikanmu."Laura akhirnya membuk

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 111. Janji?

    "Ya, Pak. Saya dapat sesuatu."Rick menegangkan rahangnya. "Cepat.""Laporan dari petugas pos keamanan perumahan tiga blok dari sini. CCTV mereka menangkap dua mobil hitam melintas pukul 22.47. Plat nomor terekam samar, tapi tim kita sedang membersihkannya. Satu hal yang pasti—mobil itu melaju ke arah timur, menuju jalan arteri."Rick menutup mata sejenak. Timur. Jalan arteri. Dari sana, mereka bisa ke mana saja. Intinya keluar dari Marseille."Lanjutkan pelacakan," perintah Rick. "Hubungi semua pos gerbang tol di sekitar. Cari tahu apakah mobil-mobil itu masuk tol. Jika ya, ke arah mana.""Baik, Pak."Panggilan ditutup. Rick memasukkan ponsel ke saku, lalu berjalan menuju salah satu anak buahnya yang sedang duduk di bangku taman, lengannya masih dibalut darurat oleh rekannya."Kau bisa bicara?" tanya Rick.Pria itu mengangguk, wajahnya masih pucat. "Bisa, Pak. Maaf, saya—""Apa yang kau lihat sebelum pingsan?"Pria itu mengerutkan dahi, mencoba mengingat. "Saya jaga di posisi belakan

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 110. Lengah

    Rick merasakan sesuatu yang dingin menyentuh pipinya. Ujung jari seseorang dengan kasar, tapi lembut. Samar-samar ia mendengar suara dari kejauhan, seperti orang yang berteriak memanggil namanya dari dasar sumur."Pak Rick! Pak Rick, bangun!"Ia membuka mata dengan berat. Langit malam tampak buram di atasnya, diterangi cahaya lampu teras yang berkedip-kedip tidak stabil. Wajah Heri, salah satu anak buah Aslan yang ditugaskan di rumah Laura, melayang di atasnya dengan ekspresi panik."Syukurlah," desah Ramon. "Kita harus—"Rick langsung duduk tersentak, tapi kepalanya berdenyut hebat seolah-olah baru saja dihantam palu godam dan memang ia teringat. Pukulan itu. Sesuatu yang keras menghantam kepalanya dari belakang saat ia sedang memeriksa kebisingan di luar pagar. Ia ingat jatuh. Lalu gelap."Sialan!" Rick memekik, tangannya langsung meraba pinggang. Pistolnya masih ada. Tapi itu bukan yang penting. "Nona Laura! Tuan Muda Jayden! Di mana—"Ia berusaha berdiri, tapi kakinya limbung. Her

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 109. Dibawa Pergi

    Beberapa detik sebelumnya, saat terdengar suara ledakan dari luar rumahnya. Laura bergegas memeriksa asal suara itu. Namun, ketika ia membuka pintu. Ia melihat anak buah Aslan yang berjaga di rumahnya, tampak tidak berdaya. Bahkan beberapa dari mereka tidak sadarkan diri. Tapi Rick tak terlihat di sana."Pak Rick?"Menekan rasa paniknya, merasa ada yang tak beres. Laura mencoba untuk masuk kembali ke dalam rumah dan mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang. Polisi adalah tujuannya. Namun, langkah Laura harus terjegal oleh seorang pria yang tiba-tiba saja menyodorkan pistol ke kepalanya."Jangan bergerak, atau kau akan mati, Nona!"Suara menyeramkan itu membuat Laura tersentak kaget, ia terdiam ditempatnya. Bukan karena takut, tapi ia khawatir pada Jayden yang ada di dalam rumah.Sialnya, pria itu pasti tak sendiri melakukan aksinya dan ia takut akan keselamatan Jayden."JAYDEN LARI!" teriak Laura dari luar. Tanpa bisa berbuat apa-apa, karena tubuhnya dipegang erat sepenuhnya oleh

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 108. Jayden Lari!

    Aslan menutup telepon, diam beberapa saat, lalu berbalik menatap Laura. Tatapannya berbeda. Ada konflik di sana. Ada sesuatu yang tidak ia sampaikan."Aku harus pergi," kata Aslan tiba-tiba.Laura terperanjat. "Apa? Sekarang?""Ya. Sekarang. Ada urusan mendadak.""Tapi kau bilang kau tidak akan pergi lagi!" Laura berdiri, merasa dikhianati. "Kau baru saja berjanji."Aslan mendekat, meraih wajah Laura dengan kedua tangannya. "Aku akan kembali. Aku janji. Tapi aku harus pergi sekarang. Ini penting. Menyangkut keselamatan kita semua.""Semua omong kosong! Itu yang selalu kau katakan!""Little girl , aku tahu kau akan kesepian tanpaku. Tapi aku akan kembali.""Siapa juga yang akan kesepian?" Laura mendelik tajam. Gengsinya membuat ia menyangkal kata-kata Aslan."Aku tahu kau akan kesepian tanpaku," goda Aslan seraya merapatkan tubuh mereka dengan kedua tangan kekarnya yang melingkar di pinggang Laura."Jangan bercanda. Siapa juga yang kesepian tanpamu, hah? Kau jadi semakin kepedean!" ser

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 107. Mendesah

    Suasana hening sejenak. Hanya suara hujan di luar dan isak tangis Laura yang terdengar. Aslan menatap Laura dengan tatapan yang kompleks. Ada rasa bersalah, ada rasa ingin memiliki, ada kemarahan, dan ada hasrat yang sulit ia kendalikan.Perlahan, tanpa sadar, tangannya yang menggenggam bahu Laura merambat naik ke leher, lalu ke pipi basah Laura. Ia mengusap air mata wanita itu dengan ibu jarinya, gerakan yang begitu lembut kontras dengan kekasaran sikapnya beberapa saat lalu."Maafkan aku," bisik Aslan. "Maafkan aku untuk semuanya."Laura hampir saja luluh. Hampir saja ia membiarkan dirinya jatuh kembali ke dalam pelukan pria ini. Tapi bayangan enam tahun kesendirian, enam tahun perjuangan, enam tahun air mata, semuanya terlintas di benaknya."Jangan," Laura menepis tangan Aslan. "Jangan minta maaf kalau kau hanya akan pergi lagi atau menjadikanku pelarian.""Aku tidak akan pergi. Aku tidak akan pernah pergi lagi," janji Aslan dengan mantap."Kau bisa bilang begitu sekarang. Tapi bes

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 94. Kesempatan

    "Aku bukan anakmu, Paman!"Kata-kata Jayden meluncur begitu saja, tanpa ekspresi, seperti anak kecil yang sedang mengatakan fakta sederhana tentang cuaca atau warna langit. Tapi bagi Aslan, kata-kata itu seperti pisau yang ditusukkan perlahan ke ulu hati. Ia ingin marah, tapi menahannya.Aslan berl

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 93. Aku Ayahnya

    "Aku tidak akan masuk. Aku cuma... aku cuma ingin mengembalikan ini." Aslan meletakkan bola itu di atas pagar, lalu mundur selangkah, lalu selangkah lagi. "Ambil kalau kau mau."Jayden menatap bola itu, lalu menatap Aslan. Beberapa detik berlalu, terasa seperti selamanya. Lalu bocah itu bergerak ma

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 92. Berusaha

    Sonya terkapar di lantai. Lehernya terasa seperti terbakar, namun rasa sakit itu tak sebanding dengan apa yang baru saja didengarnya. Aslan tahu. Pria itu tahu tentang sepupunya, tentang Sean—tentang semua kebohongan yang selama enam tahun ini ia bangun dengan susah payah."A-Aku bisa menjelaskanny

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 95. Tidak Mau Mommy

    Aslan kembali ke hotel tempatnya menginap selama berada di sini. Ia langsung menghubungi neneknya."Anak kurang ajar! Kau baru ingat menelponku, setelah aku bicara dengan ajudanmu?" Maria mengomel dari seberang sana.Aslan terlihat malas bicara, tapi ia harus bicara. "Aku menelpon nenek bukan untuk

    last updateLast Updated : 2026-04-03
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status