Share

142. Masih Cinta?

Penulis: Dita SY
last update Tanggal publikasi: 2026-07-30 11:24:03

​"Dani ...."

​Semua orang terkejut saat mendengar Freya menyebut nama laki-laki itu sambil menyunggingkan senyuman tipis.

​Pun dengan Dani yang langsung tertawa haru sambil terus menatap Freya penuh harap. "Freya! Kamu mengingatku? Apa kamu mau menjadi Istriku? Kita bisa memulai semuanya dari awal lagi, Sayang!"

​Freya melangkah menghampiri Dani. Melihat pemandangan itu, Bibi Ziang menghela napas panjang dipenuhi rasa kecewa. Ia memutar tubuh, malas menyaksikan adegan penyerahan diri tersebut.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   145. Hukuman Mati

    ​"Mobil Tuan Diego mengalami kecelakaan hebat, Pak. Mobilnya meledak dan hangus terbakar. Tidak ada tanda-tanda kehidupan. Tim evakuasi tidak bisa menyelamatkan korban yang terpanggang di dalam mobil."​Mendengar informasi mengejutkan itu, seluruh tubuh Santoso mendadak lemas seketika."Tidak mungkin!" ucap Santoso lirih. Tubuhnya terhuyung lemas ke belakang.​"Kamu kenapa, Pi?" tanya Tiara panik sambil buru-buru memegangi lengan suaminya yang nyaris ambruk. "Dani kenapa, Pi? Apa yang terjadi pada anak kita?"​Di ujung sambungan telepon, anak buah Santoso masih terus memberikan laporan lengkap. Tanpa membuang waktu, Tiara merebut ponsel tersebut dari genggaman suaminya.​"Halo? Ada apa sebenarnya? Di mana Dani sekarang? Apa yang terjadi padanya? Cepat katakan!" tanya Tiara dengan nada tinggi.​"Pak Dani saat ini ada di mansion Tuan Diego, Nyonya. Keadaannya baik-baik saja. Tadi Pak Dani menyelinap masuk ke mansion untuk menemui Nona Freya. Tapi, Pak Dani melakukan sesuatu yang membaha

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   144. Belum Juga Datang

    ​"Dani pasti sebentar lagi akan naik ke atas panggung. Saat ini dia sedang bersiap-siap di ruang tunggu. Mungkin dia terlalu gugup menghadapi pesta sebesar ini sampai-sampai belum berani memunculkan diri," tutur Tiara mencoba memberi alasan pada para tamu penting suaminya.Pesta penyambutan Dani yang digelar sangat mewah mendadak diselimuti ketegangan.Para tamu undangan mulai saling berbisik, menanyakan keberadaan Dani yang tak kunjung dipanggil naik ke atas panggung.​Santoso terlihat mondar-mandir di belakang panggung dengan wajah gelisah sambil terus memanggil nomor ponsel Dani.Sementara Tiara berjuang keras menyunggingkan senyum di depan para tamu untuk menutupi situasi abnormal yang sedang terjadi.​Pasangan suami-istri__pemilik perusahaan tambang ternama yang diajak bicara oleh Tiara hanya mengangguk-angguk pelan menerima penjelasan tersebut.​"Lalu, bagaimana dengan calon istrinya? Apa dia hadir di sini juga malam ini?" tanya teman arisan Tiara yang bergaun mewah.​"Oh, kalau

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   143. Ledakan Dahsyat

    ​"TIDAK MUNGKIN! APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN, DANI?" Freya berteriak histeris dengan isakan hebat. Seluruh persendian tubuhnya seketika lemas mendengar kegilaan mantan tunangannya itu.​Dengan sigap, Bibi Ziang dan para pelayan memegangi tubuh Freya yang nyaris ambruk.Sementara itu, para pengawal tanpa aba-aba langsung meringkus dan mengamankan Dani.​Dani diseret paksa menuju gudang belakang oleh para pengawal, tetapi tidak ada sedikit pun perlawanan darinya. Pria itu justru tertawa puas menyaksikan Freya yang menangis histeris.​"Aku tidak rela melihat kamu menikah dengan pria selain aku, Freya! Kalau kamu tidak bisa aku miliki, maka tidak boleh ada pria lain yang memilikimu! Kamu hanya milik Dani!" teriak Dani gila. "Bom itu akan meledak dalam waktu sepuluh menit! Kamu tidak akan bisa menyelamatkannya! Aku pastikan dia mati, dan kamu tetap sendiri sama sepertiku!"​Freya terduduk lemas di atas lantai teras. "Paman ... tidak mungkin!" Ia mendongak menatap Bibi Ziang penuh kepanikan

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   142. Masih Cinta?

    ​"Dani ...."​Semua orang terkejut saat mendengar Freya menyebut nama laki-laki itu sambil menyunggingkan senyuman tipis.​Pun dengan Dani yang langsung tertawa haru sambil terus menatap Freya penuh harap. "Freya! Kamu mengingatku? Apa kamu mau menjadi Istriku? Kita bisa memulai semuanya dari awal lagi, Sayang!"​Freya melangkah menghampiri Dani. Melihat pemandangan itu, Bibi Ziang menghela napas panjang dipenuhi rasa kecewa. Ia memutar tubuh, malas menyaksikan adegan penyerahan diri tersebut.​Sementara para pelayan dan pengawal lain hanya diam membisu sambil menundukkan kepala mereka.​"Sayang ... kamu benar-benar mengingat aku, kan? Semua kenangan indah yang pernah kita lewati berdua?" tanya Dani lirih dengan suara bergetar.​PLAK!​Suara tamparan keras dan nyaring seketika membelah keheningan teras.Orang-orang refleks menoleh ke asal suara, tak terkecuali Bibi Ziang yang menghentikan langkah kaki dan buru-buru berbalik ke belakang.​Mata Bibi Ziang membulat sempurna saat melihat

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   141. Kejutan Konyol

    "Nona, Anda harus tetap berhati-hati membuka kotak itu," ucap Bibi Ziang memperingatkan."Hmm, aku tahu Bi," senyum Freya, membayangkan kejutan indah dari Diego di dalam sana.​Namun, belum sempat Freya menyentuh paket besar itu, tiba-tiba terlihat gerakan aneh dari dalam kotak."Ada yang bergerak! Apa isi paket itu?" panik pelayan.​"Menjauh, Nona!" teriak pengawal sigap sambil melangkah maju dan langsung menodongkan moncong senjata tepat ke arah kotak tersebut.​Dengan gerakan refleks, Bibi Ziang dan pelayan lain menarik cepat lengan Freya, membawanya mundur menjauhi kotak misterius itu.Ceklek!Suara senjata api yang siap memuntahkan peluru.​"Jangan tembak! Tolong jangan tembak!"​Semua orang di teras tercengang saat mendengar jeritan panik dari dalam kotak. Suara itu terasa sangat tidak asing di telinga Freya.​"Tolong jangan tembak! Ini aku ... Dani!" Pria itu perlahan berdiri dan memunculkan tubuhnya ke hadapan semua orang dari dalam kotak raksasa tersebut."Pak Dani?" Pengawal

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   140. Paket Raksasa

    ​Baru saja memasukkan ponsel ke dalam saku celana, suara notifikasi pesan berbunyi. Dani merogoh kembali sakunya, mengeluarkan benda pipih itu, lalu melihat kiriman video dari nomor tak dikenal.​Kedua mata Dani membulat sempurna saat menyaksikan isi video tersebut, yang memperlihatkan Nadia dan seorang pria asing tengah masuk ke dalam kamar hotel.​"Brengsek! Jadi selama ini dia berselingkuh di belakangku?" Dani mencengkeram erat ponsel di tangan dengan tatapan nyalang penuh amarah. "Sejak kapan dia berani bermain api?"​Belum habis rasa terkejutnya, ia kembali menerima pesan susulan yang berisi penjelasan lengkap mengenai pengkhianatan Nadia.​Dani tercengang, tidak menyangka wanita yang selama ini ia banggakan ternyata serendah itu. "Nadia sudah memiliki suami, bahkan sebelum mengenalku? Jadi selama ini aku sudah ditipu habis-habisan olehnya? Dia yang berselingkuh denganku di belakang suaminya?"​Kenyataan pahit itu menghantam Dani begitu telak, membuat dadanya mendadak terasa sesa

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   1. Meminta Bantuan

    "Paman, aku datang ke sini karena aku ingin .... "​"Aku akan membantumu, dengan satu syarat."​Kalimat Diego memutus kata-kata Freya. Mata Freya membulat sempurna. Bagaimana mungkin pria ini tahu maksud kedatangannya sebelum ia sempat mengucapkannya?Freya Xania seorang spesialis kandungan, tidak

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   7. Ciuman Panas

    "Pakai gaun malammu!"​Freya seketika membeku di tempat. Baru saja kakinya menginjak lantai kamar hotel yang mewah itu, Diego sudah memberikan perintah.Matanya tertuju pada gaun malam seksi berbahan tipis yang sudah tergeletak di atas ranjang berukuran king size.​"Emm, Paman ... sebaiknya kita me

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   6. Paman yang Mengerikan

    "Tuan Diego sudah menunggu Anda, Nona." Kalimat itu bagai sambaran petir yang mengejutkan Freya. Entah sudah berapa lama ia berdiri mematung, menatap sosok pria yang berdiri di dekat kolam renang.Freya menelan ludah, mengangguk pelan lalu mengangkat kaki yang terasa seberat besi baja menuju tempat

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   5. Haruskah?

    Freya terhenyak kaget, langkahnya tertahan di depan pintu klinik saat melihat sebuah mobil mewah sudah terparkir manis di tengah parkiran.Dua orang pria bertubuh tegap dengan setelan formal tampak berdiri tegak, lalu dengan gerakan serempak melangkah menghampiri Dokter Cantik itu.​"Nona, kami dat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status