Share

21. Penolakan

Penulis: Dita SY
last update Tanggal publikasi: 2026-06-04 15:06:31

"Akhirnya kalian berdua datang juga, Dani, Freya," sapa kedua orang tua Dani hangat saat menyambut kedatangan mereka di restoran.

​"Silakan duduk, Freya," ucap Nyonya Tiara, ibu kandung Dani, dengan senyum manis yang tulus. "Mami senang sekali kalian benar-benar meluangkan waktu di tengah jadwal pekerjaan kalian yang sangat padat."

"Justru aku sangat berterima kasih karena Mami dan Papi mau datang ke acara makan malam ini," ucap Dani, kemudian duduk bersebelahan dengan Freya.

Tak lama, Pak Sant
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   342. Di Rumah Nelayan itu!

    "Kalian yakin Zhue ada di sana?" tanya Diego sambil mengamati lautan lepas di depannya."Saya tidak begitu yakin Tuan tapi warga di sana tadi mengatakan ada yang menemukan gadis terapung di atas lautan, kemungkinan korban badai," jelas Ruth.Sementara di sampingnya, Yoss tidak berani memberikan kepastian, ataupun jawaban."Kemungkinan benar itu Zhue," angguk Diego. "Kita harus segera ke sana dan mencari Yenzing juga. Aku yakin Yenzing tidak berada jauh dari tempat Zhue ditemukan.""Semoga saja, Tuan," angguk Ruth.Kapal mereka terus melaju. Langit malam di perairan luar pulau terpencil itu tampak kelam tanpa bintang.Di bawah naungan gelapnya malam, kapal nelayan sewaan yang membawa Diego, Ruth, dan Yoss perlahan merapat ke sudut tersembunyi pantai berbatu.Mereka bertiga telah merombak total penampilan. Mengenakan kemeja kain usang, celana kain longgar, serta topi caping bambu khas nelayan pesisir, ketiganya tampak begitu menyatu dengan kultur lokal, meski aura ketegasan dan sorot ma

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   341. Menyamar

    Tiga hari berlalu, pencarian Zhue dan Yenzing masih dilakukan dan diperlebar ke seluruh penjuru lautan Atalia."Cari di semua pulau!" seru Ruth.Deru mesin kapal pengawal elit Foster membelah ombak samudra dengan kecepatan stabil, menyusuri garis pantai dari gugusan pulau-pulau kecil di perbatasan teritorial Atalia.Di anjungan kapal, Yoss dan Ruth berdiri bersisian, mengarahkan pandangan tajam ke arah daratan hijau yang mulai tampak di hadapan mereka."Ruth, apa kamu melihat itu?" tunjuk Yoss."Ya, sangat jelas. Kemungkinan ada kehidupan di sana.""Hmmmm. Semoga saja kita mendapatkan titik terang."​Setelah berjam-jam melakukan penyisiran tanpa hasil di tengah laut lepas, sebuah pulau berpenghuni dengan bentangan pantai pasir putih yang asri akhirnya terlihat jelas di balik kabut tipis pagi hari.​"Yoss, lihat itu juga! Di sebelah barat ada perkampungan nelayan kecil dan dermaga kayu," seru Ruth sambil menunjuk ke arah pantai dengan jarinya."Ternyata ada pulau lain di sebelahnya," g

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   340. Jodoh Anakku

    "Kalian boleh membawanya pulang," kata Xiang.Gama dan ZingZing saling menatap, kemudian mengalihkan pandangan mereka pada Zhue yang belum sadarkan diri.Wajah Gama menyiratkan kekhawatiran mendalam, pasalnya mereka berdua tidak memiliki keahlian apapun dibidang medis. Terlebih, istri Gama_ibu kandung ZingZing sudah meninggal dunia satu tahun lalu."Tidak usah membayar. Kalian boleh melunasi pembayaran yang sudah kita sepakati setelah gadis ini benar-benar sembuh," tambah Xiang menenangkan kekhawatiran dua pria di depannya.Gama menghela napas panjang, lalu mengatakan, "Maaf sebelumnya, tapi saya tidak bisa merawat gadis ini. Rumah kami kecil dan kamu tidak memiliki keahlian dalam pengobatan. Kami takut gadis ini justru semakin parah jika dirawat oleh kami."ZingZing mengangguk sependapat dengan ucapan ayahnya. Sementara Xiang justru tersenyum santai. "Tidak ada yang perlu kalian khawatirkan. Kalian hanya perlu memberikan dia cairan setiap dua jam sekali dan memberikan obat ramuan da

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   339. Terombang-ambing

    Di tengah lautan tenang setelah badai dahsyat mereda. ​Tubuh Zhue terlihat terombang-ambing di atas permukaan air.Pakaian selam neoprena yang dikenakannya serta sisa udara di dalam jaket pengapungnya membuat tubuh gadis itu tidak langsung tenggelam ke dasar laut yang gelap.Namun, kondisinya sangat memprihatinkan. Wajahnya pucat pasi tanpa warna, bibirnya membiru akibat hipotermia parah, dan ia berada dalam ambang batas antara kesadaran dan kematian setelah kehabisan oksigen serta menelan banyak air laut semalam."Benda apa itu?"Seorang pemuda memperhatikan benda yang mengapung tidak jauh dari perahu kayu sederhana milik ayahnya."Ikan? Tidak! Itu bukan ikan, jelas sekali kalau itu benda mengapung," gumam pemuda itu penasaran setengah mati dengan apa yang ia lihat.Di atas perahu usang itu, seorang nelayan tua bernama Gama bersama anak laki-lakinya, ZingZing, tengah menebar jaring di atas permukaan air.ZingZing yang berdiri di pinggir kapal, langsung berlari menghampiri sang ayah y

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   338. Akhirnya Tahu

    "Katakan Paman, apa yang terjadi? Jangan menutupi apapun dariku!" desak Freya, memotong ucapan Diego.Di ujung sambungan telepon, Diego menghela napas panjang dan berat.Yang dilakukan Diego, membuat keyakinan Freya semakin nyata, bahwa terjadi sesuatu pada Yenzing dan Zhue. Namun, ia tidak tahu apa."Sebenarnya .... " Suara Diego terputus. Kembali terdengar suara helaan napas panjang dari sana."Sebenarnya apa? Tolong jangan membuat aku menunggu! Jelaskan Paman!" Suara Freya naik satu oktaf. Habis sudah kesabarannya menunggu penjelasan sang suami."Tolong kuatkan dirimu.""Ya, katakan saja! Cepat!" desak Freya tak sabaran."Aku dan tim pengawal Foster sedang mencari keberadaan Yenzing dan Zhue. Kapal mereka diserang oleh Yakuza di tengah lautan, dan hingga saat ini mereka berdua belum ditemukan, sementara kapal pesiar yang mereka tumpangi sudah hancur berkeping-keping di tengah lautan karena ledakan bom ...."​Diego menjeda penjelasannya sesaat, membiarkan keheningan yang menyesakkan

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   337. Firasat Buruk

    "Mommy!"Freya menoleh ke arah ruang televisi. Melihat anaknya yang tengah bermain di atas karpet tebal."Apa Sayang?" senyum Freya, menanggapi panggilan sang anak.Meski usianya belum menginjak satu tahun, tapi Dante sudah bisa mengeluarkan suara seperti panggilan, dan semakin lama semakin jelas kalau dia bisa mengatakan 'Mommy.'"Tunggu ya, Mommy mau ke ruang makan sebentar," ucap Freya.Langkah kaki ibu satu anak itu terasa ringan saat ia berjalan melewati koridor mansion utama Foster.Suasana pagi itu tampak tenang, namun pikiran wanita muda tersebut mendadak dipenuhi oleh bayangan adik angkatnya, Zhue, dan Yenzing yang tengah berlayar menuju pulau impian mereka.Sambil merapikan cardigan rajut berwarna krem yang membalut tubuhnya, Freya berbelok arah, berniat melangkah masuk ke ruang galeri kecil tempat beberapa bingkai foto keluarga dipajang.​Namun, baru saja ia hendak mendorong pintu kayu berukir klasik itu, sebuah suara dentuman keras terdengar dari dalam ruangan.​Brak!​Fre

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   4. Awal Dari Kehancuran

    Dengan langkah gontai yang tak lagi mampu menahan bobot tubuh, Dani ke luar dari ruang kerja Diego.Saat ia mendongak menatap ke depan, sekilas ia menangkap bayangan seorang wanita yang sangat ia kenal sedang melangkah masuk ke dalam lift.​"Nadia?" gumamnya tak percaya.​Mencurigai ada sesuatu yan

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   3. Menerima

    "Waktumu sudah habis, kamu harus memberi jawaban sekarang!"​Freya tersentak, kedua alisnya terangkat saat mendengar desakan Diego. Ini adalah pilihan paling sulit dalam hidupnya.Apakah ia benar-benar harus merelakan dirinya menjadi boneka Diego demi sebuah pembalasan dendam?​Namun, Freya sadar s

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   2. Syarat

    [Aku menerima tawaran itu]​Dengan ujung jari yang gemetar, Freya mengetik pesan singkat itu dan mengirimkannya kepada Diego.Begitu status pesan berubah menjadi 'dibaca,' Freya segera mematikan ponselnya dan melangkah pergi meninggalkan koridor ruang kerja Dani yang terasa memuakkan.​Tidak ada ja

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   1. Meminta Bantuan

    "Paman, aku datang ke sini karena aku ingin .... "​"Aku akan membantumu, dengan satu syarat."​Kalimat Diego memutus kata-kata Freya. Mata Freya membulat sempurna. Bagaimana mungkin pria ini tahu maksud kedatangannya sebelum ia sempat mengucapkannya?Freya Xania seorang spesialis kandungan, tidak

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status