Share

BAB 17

Penulis: LucioLucas
last update Tanggal publikasi: 2025-10-19 08:00:30

Matahari mulai tenggelam saat Carter terbangun dari tidur pulasnya. Ia menggeliat, melangkah perlahan ke kamar mandi dan menyalakan air hangat. Mengguyur tubuh dan rambutnya, ia melihat jejak percintaan dengan

Khaelia di tubuhnya. Tersenyum kecil mengingat betapa garangnya perempuan muda itu saat mencapai puncak. Tanpa segan akan menggigit bahu, lengan, atau lekukan lehernya.

Khaelia yang baru pertama kali bercinta, melakukan semua yang diperintahnya tanpa bantahan. Memberikan k

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 59

    Suatu malam, Khaelia yang tidak ingin bertemu dengan pegawai yang merupakan asisten para manajer, berencana masuk ke lobi dengan sembunyi-sembunyi. Ia meminta tolong pada penjaga pintu untuk menyelundupkannya dari pintu samping. Sialnya malah bertemu dengan tiga perempuan dari bagian pemasaran. Khaelia mengerang dalam hati, mengibaratkan diri keluar dari kandang singa, masuk ke kandang buaya. Ia sedang tidak ingin menerima masalah dan entah kenapa selalu ada hal yang salah setiap kali bertemu dengan tiga perempuan ini.“Eh, kamuuu. Kita ketemu lagi. Masih ingat kami?”Tentu saja Khaelia mengingat mereka, Wika, Riana, dan Lita. Kali ini ia hanya tersenyum kecil.“Kamu mau ke atas, kan?” tanya Wika.“Iya, jam kerja udah dimulai,” jawab Khaelia.“Kamu bantu kami nggak?” Kali ini Riana yang bertanya. “Waktu itu aku pernah minta tolong sama kamu untuk mempromosikan kami pada Pak Bosman. Bagaimana? Ka

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 60

    Tiba di ruangan, Khaelia menghela napas lega. Membuka komputer, menyalakan mesin espresso, dan mulai membalas email. Ia tersenyum membaca pesan dari Emima yang lucu. Menyenangkan punya seseorang untuk diajak bicara.“Khaelia, breaking news. Buruan buka laman gosip!” Ernest muncul di sela percakapannya dengan Emima. “Jangan sampai kena serangan jantung!”Khaelia yang penasaran membuka laman berita yang dimaksudkan Ernest dan terbelalak. Ada banyak sekali foto-fotonya bersama Carter di sana. Sebagian besar foto itu menampilkan saat dirinya sedang bersama Carter di pantai. Semakin banyak yang dilihatnya, semakin gemetar tubuh Khaelia.“Bagaimana ini? Tuan Carter pasti marah kalau lihat,” Khaelia membalas perkataan Ernest.“Nggak usah takut, sebentar lagi foto-foto itu akan hilang. Aku jamin itu. Paling bertahan sepuluh menit saja. Pihak pengacara sekarang pasti sedang bernegosiasi. Ngomong-

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 57

    Khaelia tidak mau diajak sarapan karena pakaiannya basah. Carter memberi ide untuk membeli makanan lewat drive thru tetap ditolak. Dengan alasan lelah dan tidak nyaman, Khaelia ingin buru-buru pulang. Mau tidak mau Carter mengantarnya. Setelah itu ia buru-buru kembali ke rumah, tepat saat orang tuanya sedang sarapan. Semua yang ada di rumah terbelalak saat melihatnya datang dengan wajah cerah.“Carter, tumben sekali kamu muncul di saat begini?”Teguran sang mama membuat Carter tersenyum. “Maa, aku ingin sarapan. Tolong minta pelayan buat sarapan yang enak. Nanti aku turun setelah ganti pakaian.”Eiwa terbelalak sesaat lalu mengangguk dengan gembira, lalu memanggil pelayan untuk memesan makanan bagi Carter. Kaspia bahkan tidak sempat bereaksi, hanya menatap punggung anaknya yang menghilang.“Dia bilang ingin sarapan dengan kita?” tanya Kaspia pada istrinya.“Iya, bukankah itu hal yang hebat. Rasanya

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 58

    “Celila, kamu harus bangun segera dan berkenalan dengan Khaelia. Aku yakin kamu akan menyukainya.”Setelah itu ia memutuskan untuk menggendong anak yang mulai merangkak di samping ranjang Celila. Sayangnya bayi mungil itu belum bisa banyak bergerak karena selang medis di sekujur tubuhnya. Carter berharap dan berdoa agar saudara dan keponakannya tercinta bisa selamat melewati semuanya.Khaelia merasakan perubahan yang drastis dan aneh setelah kemunculannya di rapat bersama Carter. Para pegawai tinggi yang biasanya tidak pernah melihatnya setiap kali berpapasan di lobi, kali ini menyapa dengan ramah. Mereka selalu berpakaian rapi, wangi, dan dikelilingi oleh beberapa asisten. Selalu berjalan dengan angkuh, anggun, dan cepat kala melintasi lobi. Tidak pernah menyapa orang lebih dulu, dan setiap kali para karyawan yang kedudukannya lebih rendah melewati mereka, akan menyapa dengan kepala menunduk hormat. Mereka adalah para manajer, direktur cabang, serta kepala

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 55

    Terus-menerus minum sampanye membuat Khaelia mabuk. Dengan lembut Carter memapahnya keluar dari tempat pesta, terpaksa pulang lebih awal karena Khaelia sudah setengah tidak sadarkan diri. Gadis itu bahkan menari erotis di depan penyanyi yang sedang mengumandangkan lagu-lagu ceria. Kalau Carter tidak segera membawanya pergi, bisa-bisa Khaelia menelanjangi diri.“Kenapa pulang buru-buru, Bro. Pesta belum berakhir. Biarkan Khaelia beraksi, aku suka melihatnya!”Kata-kata Corrado makin membuat Carter ingin segera pulang. Tidak akan membiarkan Khaelia kehilangan kontrol karena mabuk dan berbuat hal yang aneh.“Tuan, ki-ta mau ke mana?” Khaelia merengek.“Pulang tentu saja.”Khaelia menggesekkan tubuhnya pada Carter saat keduanya menunggu kendaraan yang sedang diambil. “Kenapa pulang, Tuan. Kita belum berciuman. Di sana tadi semua orang berciuman.”Carter mengusap wajah Khaelia dengan lembut. “

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 56

    Bisikannya membuat Khaelia menggeliat, membalikkan tubuh dan kini menghadap Carter lalu mencium bibirnya. Mereka saling melumat di dalam tenda kecil yang setiap saat bisa terbang karena angin. Tidak ada yang peduli saat Carter mengangkat gaun Khaelia hingga ke pinggang dan melepaskan celana dalamnya.Khaelia merintih dan mendamba, membiarkan Carter mengusap vagina dan menggerakkan jarinya di sana dengan cepat. Inilah yang diinginkannya sekarang, menyentuh dan disentuh. Mencium dan dicium tanpa malu, bercumbu hingga nafsu membutakan hati.“Tuan….”“Iya, Khaelia.”“Sekarang.”Permohonan Khaelia dituruti oleh Carter. Ia membuka jas dan melemparkannya ke samping, lalu celana hingga ke lutut. Setelah itu, ia memosisikan diri di tengah Khaelia dan mulai melakukan penetrasi.Khaelia melenguh dan mendesah, Carter bergerak cepat dan keras. Mereka melumat bibir, membelai tubuh, dan bersetubuh dengan keras pen

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 4

    Setelah puas melihat-lihat, ia memutuskan untuk minum teh. Dengan malu-malu duduk di sofa sementara Carter merokok di sudut dekat gazebo. Menyesap tehnya, Khaelia diam-diam menatap profil atasannya. Carter yang ketampanannya tidak seperti manusia pada normal ternyata mempunyai sikap yang ramah. Tid

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 3

    Laki-laki muda dan tampan itu bernama Carter June Solitaire. Tidak banyak yang tahu kalau ia adalah anak kedua dari keluarga Solitaire yang merupakan pemilik saham terbanyak sekaligus pimpinan di Capital Group. Carter yang berambut sehitam arang dan bermata tajam, saat ini sedang memandang seorang

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 2

    Khaelia bergegas mengikuti Bosman menuju lift. Sedikit lega karena bossnya ternyata tidak setua bayangannya. Lobi dalam keadaan masih cukup ramai, ia menduga mereka adalah para pekerja yang sedang lembur. Tanpa sadar Khaelia mengamati Bosman diam-diam dan menyadari kalau kulit laki-laki itu cenderu

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 1

    Warning : Adult roman story 21+Nama kota itu adalah Devil Town, tidak ada yang tahu bagaimana asal muasal nama itu diberikan. Kota iblis yang bagi banyak penduduknya memang perpaduan surga bagi orang kaya dan neraka bagi mereka yang tiak punya apa-apa.Devil Town merupakan kota besar dengan gedung

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status