Compartir

BAB 18

Autor: LucioLucas
last update Fecha de publicación: 2025-10-20 08:00:22

Khaelia berjalan melintasi lobi dari pintu samping dengan sedikit kikuk. Takut kalau akan terpergok orang lain. Bagaimana tidak, Carter memintanya datang ke kantor malam ini tanpa menggunakan bra dan celana dalam. Bagian atas kemeja putih dengan rok selutut. Terpaksa Khaelia menutupi tubuhnya dengan jaket abu-abu, agar putingnya yang menegang tidak terlihat. Untungnya Carter mengirim uang untuk ongkos taxi, kalau tidak pasti dirinya bangkrut karena tidak bisa lagi berhemat dengan berangkat ke

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 116

    Seorang laki-laki berkacamata datang, memperkenalkan diri sebagai tunangan Karenia. Tanpa pikir panjang Karenia melemparkan diri dalam pelukan tunangannya.“Sayang, kita selesaikan ini segera. Aku pusing, ingin pulang sekarang.”“Iya, Sayang. Kamu tunggu sebentar. Kita akan selesaikan segera.”Khaelia yang penasaran melirik ke arah Carlo. Ia ingin tahu bagaimana reaksi laki-laki itu saat perempuan yang dicintainya justru melemparkan diri pada laki-laki lain selain dirinya. Khaelia yakin kalau ini bukan hanya soal Carlo sudah menikah, tapi lebih dari ini. Dari awal memang Carlo tidak pernah dicintai, terlalu buta dalam mencinta hingga tutup mata dengan kenyataan.Setelah berunding hampir satu jam, akhirnya tercapai kesepakatan damai. Para pengacara menghadapi beberapa wartawan yang sudah menunggu di luar. Karenia pulang bersama tunangannya, begitu pula Sofia dan Carlo. Khaelia masuk ke dalam mobil Carter, menuju rumah laki-laki itu.

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 115

    Kantor polisi berada di sebuah gedung berlantai tiga yang tidak terlalu besar. Saat ini ada beberapa wartawan yang sudah menunggu di luar. Beberapa pengacara bernegosiasi dengan polisi agar masalah ini tidak membesar. Masalahnya adalah kesepakatan perdamaian tidak tercapai antara Sofia dan Karenia. Sedangkan Khaelia hanya diam, berharap semuanya cepat selesai. Malu saat melihat Carter datang. Tidak menyangka akan terlibat sesuatu yang memalukan seperti ini.Selama menunggu masalah diproses, Sofia tidak hentinya mengoceh. Membuat telinga Khaelia berdenging mendengarnya. Sofia yang duduk berdampingan dengan Khaelia, menatap Karenia yang terpisah dengan mereka.“Sundal itu merasa sudah menang. Lihat saja, ini tidak akan berakhir dengan mudah. Dia menamparku lebih dulu. Akan ada balasan yang jauh lebih kuat nanti!”“Nyonya, bagaimana kalau nanti ada masalah dengan keluarga Solitaire?” tanya Khaelia gugup.Sofia menepuk-nepuk punggung t

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 114

    Carter menatap Corrado penuh tanya. “Apa maksudmu?”“Seorang Carter tidak pernah peduli apa pun, menganggap yang terpenting adalah harta. Ini pertama kalinya aku melihatmu sangat peduli dengan perempuan. Rupanya kamu benar-benar cinta pada Khaelia. Apa kamu enggak takut kebebasanmu akan hilang karena punya pasangan? Pastinya tidak bebas lagi dalam melakukan sesuatu karena terbelenggu norma, bukan? Kalau kamu punya pasangan, pastinya harus setia?”Carter mendengkus keras. “Entah kenapa mendengar kata setia darimu membuatku aneh.”“Memang, karena aku bukan orang setia, makanya memilih tidak berkomitmen. Tadinya aku mengira kamu pun sama, ternyata sungguh di luar dugaan.”“Orang berubah.”“Tapi tidak sedrastis ini. Kamu benar-benar mencintainya, bukan?”Carter mengangguk tanpa ragu. “Memang.”Corrado mengangkat kedua tangan ke udara. “Kalau begitu a

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 113

    Di club, suasana berubah menjadi gelap karena senja baru saja meninggalkan alam dan berganti malam. Tidak ada yang berubah dengan aktivitasnya, bisa dikatakan semakin ramai. Di club, orang-orang berdansa dan mendengarkan musik. Ruang olahraga dipenuhi oleh beragam pengunjung, begitu pula di lounge. Orang-orang kaya yang menghabiskan waktu luang mereka untuk mencari hiburan. Bukan rahasia lagi kalau lantai dua adalah tempat laki-laki yang mencari petualangan seks, termasuk memenuhi fantasi mereka.Seorang laki-laki tua berambut putih dengan tubuh kurus melewati sofa mereka. Carter mengangguk, begitu pula Corrado. Laki-laki itu pun berlalu diikuti oleh beberapa asisten.“Wakil Wali Kota yang patuh dan rajin bekerja. Kamu tahu ke mana tujuannya, Carter?” Corrado memanggil pelayan dan meminta brandy. “Ke lantai dua, bersenang-senang dengan satu perempuan dan satu laki-laki. Dia sudah punya anak cucu, tapi fantasinya ada

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 112

    Kali ini Sofia menatap Khaelia lekat-lekat. “Kalau begitu aku harus bagaimana? Menurutmu, jalan terbaik apa?”Khaelia terbelalak, menunjuk dadanya sendiri. “Menurut saya?”“Iya, aku minta pendapatmu.”“Tapi—”“Sebagai sahabat, teman, atau apa pun itu, tolong beri aku pencerahan sebagai orang ketiga.”Khaelia mendesah dalam hati, menatap makanan yang tersaji di meja. Menyadari betapa mahal harga makanan ini karena dibayar dengan pendapat dan bukan uang. Khaelia menyimpan kekhawatiran kalau pendapatnya akan salah dipahami dan membuat masalah menjadi makin lebar. Ia berpikir keras bagaimana cara menjawab yang tepat, agar tidak melukai Sofia serta Carlo.“Waah, apa ini? Kalian sedang bersantai dan tidak mengajakku?”Karenia muncul bersama beberapa temannya. Khaelia yang tidak menduga kalau perempuan itu akan ada di tempat ini, menatap cemas pada Sofia yang buku

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 111

    Khaelia menatap cake cantik dengan minuman dingin di depannya. Ada sepiring apple pie, manisan, serta beragam camilan lain. Dua orang datang untuk mengobrol, tapi makanan yang dipesan bisa untuk sepuluh orang. Ia menghela napas bingung. Terdampar di kafe fancy yang mahal dengan beragam cake, kue, serta camilan harga selangit. Pengunjung kafe ini rata-rata penduduk Soul Hills, tidak heran kalau harga yang diterapkan sedikit di luar nalar. Khaelia berharap harga yang dikeluarkan setara dengan rasa makanan.Kafe terdiri atas dua lantai dengan bangunan menyerupai kubah kaca. Dari sofa tempat mereka duduk, bisa terlihat pemandangan jalanan yang cukup ramai. Meski senja baru turun, tapi orang-orang seakan baru memulai hari mereka.“Nyonya, ini terlalu banyak,” Khaelia berujar cemas.Sofia tersenyum mengusap tepi cangkir tehnya. “Ini nggak seberapa. Aku bisa pesan lebih banyak yang kamu mau.”“Ngg

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 6

    Dalam benak Khaelia sedang sibuk memikirkan pekerjaan di kantor dan tidak peduli dengan perkataan sepupunya. Sudah biasa Mila selalu menentang pendapatnya, seakan menjadi sepupu paling peduli padahal tidak peduli.“Temen-temenku yang sarjana semua kerja di kantor besar. Saat weekend pada ngumpul di

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 5

    Waktu berlalu dengan cepat dan tanpa terasa sudah satu bulan Khaelia bekerja dengan Carter. Setiap hari melalui rutinitas yang sama. Membuat kopi, menyusun berkas, melakukan penjadwalan, dan setiap pukul 12 malam keduanya beristirahat 30 menit. Sesekali Carter memanggil pelayan untuk membawa cemila

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 4

    Setelah puas melihat-lihat, ia memutuskan untuk minum teh. Dengan malu-malu duduk di sofa sementara Carter merokok di sudut dekat gazebo. Menyesap tehnya, Khaelia diam-diam menatap profil atasannya. Carter yang ketampanannya tidak seperti manusia pada normal ternyata mempunyai sikap yang ramah. Tid

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 3

    Laki-laki muda dan tampan itu bernama Carter June Solitaire. Tidak banyak yang tahu kalau ia adalah anak kedua dari keluarga Solitaire yang merupakan pemilik saham terbanyak sekaligus pimpinan di Capital Group. Carter yang berambut sehitam arang dan bermata tajam, saat ini sedang memandang seorang

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status