LOGINKyline Deion Gamboa's life is perfectly peaceful. She's a hardworking part-timer, a student who wants nothing but to finish her studies despite the difficulties. But startlingly, she fell in love with the person she never was expecting, which makes her aspirations slowly fade because of a one night mistake she'd accidentally made that caused profound scars in her whole existence.
View More#Satu#
Reyka urung melangkahkan kaki memasuki rumah saat samar-samar terdengar suara lelaki yang dikenalnya sedang berbincang mesra dengan seorang perempuan.
“Jangan khawatir, Sayang, sebentar lagi kita akan hidup bersama.”
“Lalu dengan wanita itu, apa yang akan kau lakukan padanya?” tanya lawan bicaranya dengan nada manja yang terdengar menjijikan.
“Tentu saja aku akan menceraikannya. Kau lebih segalanya dibanding dia, bagaimana mungkin cintaku padamu meluntur?” tanya Irawan sok romantis.
“Buktinya, kamu menikahinya. Bahkan kalian memiliki anak,” protes Dinda.
“Anak itu, bukankah aku sendiri selalu bersikap tak acuh padanya?”
Nyeri hati Reyka mendengar percakapan yang tertangkap oleh indra pendengarannya. Ingin sekali menghindar, tetapi sudah terlanjur basah untuk mendengar semua. Walau ini bukan yang pertama dirinya menyaksikan sang ayah yang seharusnya menjadi pelindung bagi keluarga justru menjadi bibit penyakit bagi dirinya dan sang ibu.
Ayah yang seringkali dia dengar digadang-gadang menjadi cinta pertama bagi anak perempuannya, hal itu tak berlaku sama sekali bagi Reyka. Andai dalam tubuhnya tak mengalir darah Irawan Sasmita, tentu saja dia akan membenci setengah mati lelaki yang menjadi ayah biologisnya itu.
Jika memilih pergi, Reyka bingung untuk pergi ke mana. Sedang keberadaan ibunya sendiri pun tak dia ketahui saat ini. Mau tak mau, Reyka membuka pintu dengan lebar dan kasar sehingga membuat dua insan yang sedang dimabuk asmara itu terlonjak kaget.
Mendapati pemandangan jika keduanya hendak melakukan ciuman, Reyka memalingkan pandangan dan dengan langkah setengah berlari dia menaiki anak tangga menuju kamarnya yang terletak di lantai dua. Sesuatu yang haram untuk dilihat dan sebetulnya haram pula mereka lakukan karena keduanya masih terikat pernikahan dengan pasangannya masing-masing.
Melihat respons Reyka yang demikian, Irawan dan Dinda tak peduli. Mereka malah seolah diberi kesempatan untuk melakukan hal selanjutnya dengan bebas.
Di dalam kamar, Reyka mengunci pintu lalu menyetel musik dengan suara yang keras. Dia membenamkan diri di atas tempat tidur dan menangis sepuasnya. Suara musik yang diputar mampu menutupi suara tangis yang terdengar menyayat hati.
Tak pernah ada satu anak pun di dunia yang ingin memiliki keluarga seperti ini. Banyak orang yang merasa iri, padahal mereka hanya melihat keluarganya dari sisi luar tanpa melihat apa yang sebenarnya terjadi di dalamnya. Berasal dari keluarga yang kaya, dianugerahi otak yang cerdas dan wajah yang di atas rata-rata. Namun itu semua bukan menjadi jaminan kebahagiaan bagi Reyka, karena kebahagiaan utama baginya adalah keluarga yang utuh. Banyak teman yang memilikinya tapi berbanding terbalik dengan dirinya.
Lagu yang terputar secara acak kini berganti, mengalunkan nada sendu yang membuat hatinya makin perih. Walau lirik yang dinyanyikan oleh sang vokalis merupakan bahasa asing, Reyka memahami arti dan makna dari lagu tersebut. Membuat isaknya kembali hadir.
Setelah banyak lagu terputar bahkan hingga kembali lagi memutarkan lagu yang sama untuk kesekian kalinya, Reyka bangkit. Dia menghapus sisa air mata yang menyisakan jejak di pipinya. Melangkahkan kaki menuju kamar mandi untuk mengambil air wudu lalu salat zuhur. Salat yang seharusnya didirikan sejak tadi, tertunda hingga satu jam lebih karena ia berusaha menenangkan diri.
Setelah mengganti seragam sekolahnya dan mematikan musik, Reyka khusyuk dalam ibadah zuhurnya. Sujud panjang dia lakukan untuk menumpahkan sedih juga tangis pada Dzat yang memberikan kehidupan dan keputusan.
Menjelang sore, Reyka mengemas beberapa barang ke dalam tas ransel. Dia memutuskan jika malam ini akan menginap di rumah Om Rudi, adik dari ibunya. Di sana dia bisa mendapatkan kehangatan dari sebuah keluarga. Setidaknya Reyka bisa menumpahkan segala sedu sedan yang menghujamnya pada Om Rudi, Tante Belinda atau pada sepupunya, Diana.
“Mau pergi, Non?” tanya Bi Siti, kepala asisten rumah tangga di rumah Reyka.
“Iya, Bi, mau menginap di rumah Om Rudi. Rey butuh teman untuk ngobrol,” sahut Reyka dengan senyum yang dipaksakan.
Bi Siti tak berkomentar. Dia mengerti apa yang dirasakan oleh nona mudanya. Kehidupan yang berlimpah dengan harta tak serta merta menjadi kebahagiaan, karena jantung dari sebuah rumah tangga telah berhenti berdetak. Tak ada lagi canda tawa dari penghuninya, yang ada hanya saling menyakiti yang akan semakin memperparah mental.
“Kalau Ibu nanti pulang, katakan padanya Rey di rumah Om Rudi, ya, Bi,” ucap Reyka sebelum melangkahkan kaki.
Berkali-kali Reyka menghubungi ponsel ibunya tapi selalu tersambung dengan suara operator yang menyatakan jika nomor ponsel ibunya dalam keadaan tidak aktif. Khawatir ibunya pulang dan mencari keberadaannya, maka Reyka pun menitipkan pesan melalui Bi Siti.
Reyka menggunakan taksi menuju rumah Om Rudi. Dia menolak saat Pak Rahmat, supir yang bekerja di keluarganya menawarkan diri untuk mengantar. Reyka menolaknya dengan halus dan sopan. Dia beralasan tak ingin merepotkan.
Sesampainya di halaman rumah Om Rudi, Reyka menarik napas dalam dan mengembuskannya perlahan. Menata hati agar tangis tak kembali tumpah. Malu rasanya jika mendatangi rumah ini hanya untuk mengadukan nasib dan menangis untuk yang kesekian kali.
Dibukanya pintu rumah dengan perlahan. Rumah yang sederhana, berbeda dengan rumah yang selama ini menjadi tempatnya bernaung. Namun rumah ini kaya akan cinta dan limpahan perhatian yang tak Reyka temukan di tempat lain.
“Assalamu ‘alaikum, Tante,” sapa Reyka ramah saat mendapati sosok tantenya berdiri di dapur. Tante Belinda rupanya sedang memasak.
“W*’alaikum salam. Eh, Rey, sudah datang?” tanya Tante Belinda. Sebelumnya memang Reyka sudah memberitahukan jika hari ini Reyka ingin menginap.
“Iya, Tante, baru datang kok. Tante masak, ya? Boleh Rey bantu?”
Belinda tersenyum mendengar tawaran Reyka. Reyka senang sekali membantunya memasak, berbeda dengan Diana yang akan mengeluarkan seribu alasan untuk menghindar dari dapur. Senyum Belinda menghilang saat menatap wajah Reyka. Belinda sangat tahu jika Reyka menangis, karena sangat kentara dari matanya yang terlihat sembab dan bengkak.
Ada nyeri yang turut Belinda rasakan. Tak terbayang bagaimana jika dia berada di posisi Reyka. Di usia yang sangat muda dia harus menyaksikan secara langsung retaknya rumah tangga kedua orang tuanya. Yang lebih menyakitkan, Reyka berkali-kali menyaksikan sendiri ayahnya membawa Dinda ke rumah tanpa memedulikan perasaan Tiara – Ibu Reyka.
Dinda merupakan cinta pertama Irawan. Namun sebagaimana nasib yang menimpa orang lain, hubungan Irawan dengan Dinda tak direstui oleh orang tua Irawan. Hingga akhirnya Irawan dijodohkan dengan Tiara.
Tak ada cinta dalam hubungan keduanya. Mereka menjalani pernikahan hanya sebatas formalitas, agar Irawan tak dihapus dalam daftar ahli waris. Saat orang tua Irawan meninggal dunia, Irawan pun kembali menjalin kasih dengan Dinda walau kondisi Dinda sendiri sudah memiliki pasangan hidup.
“Tante?!” panggil Reyka.
Belinda tersadar dari lamunannya. “Eh, apa, Rey?” tanyanya tergagap.
“Ada yang bisa Rey bantu?” senyum terkembang dari bibir Reyka.
“Mau kupas bawang? Tapi biasanya perih di mata,” tawar Tante Belinda.
“Tak apa, Tan. Perihnya gak akan tembus sampai hati kok.”
Ingin sekali Belinda memeluk lalu menciumi Reyka bertubi-tubi. Mentransfer sedikit kekuatan agar Reyka tegar. Akan tetapi Belinda tahu, Reyka jauh lebih tegar daripada dirinya. Berbeda dengan dirinya yang terlalu lembut dan sensitif dalam menghadapi masalah.
SPECIAL CHAPTER Kaleb Oliver Villaruz Naalimpungatan ako dahil sa ingay na nagmumula sa sala. Dahan-dahan akong nagmulat ng mga mata at napansin kong bukas ang pintuan ng kuwarto. Lumingon ako sa tabi ko at wala na roon ang asawa at anak ko kaya agad akong napabangon mula sa kama at nagmamadaling lumabas ng silid. Diretso akong nagtungo sa living room dahil doon nanggagaling ang ingay. Nang makababa ay doon ko lamang napansin na may ibang kasama si Kyline. “I miss you so much.” Nangunot ang noo ko dahil pamilyar ang boses sa akin. Dahan-dahan akong lumapit dahil nakatalikod ito sa akin habang kayakap si Kyline. “Nagtatampo pa rin ako. Ang tagal mong nawala at hindi nagparamdam,” sambit ng asawa ko. Mahina akong tumikhim upang makuha ang kanilang atensiyon at hindi nagtagal ay sabay silang napalingon sa akin. “Hi, honey,” si Kyline na ngumiti sa akin. I smiled back at her as I walked toward her. Nang nakalapit ay agad ko siyang h******n sa ulo pababa sa pisngi. “Hoy mahiya
Kaleb Oliver VillaruzAs time passed by, nothing changed. There’s nothing to improve about the investigation because they stick to what they know. I am not losing my hope even day by day it could break me down. Did I fail to protect her? Is this the payback for my sacrifices?I buried my face in my office desk as another fresh tear rolled down my cheek. “Please baby, come back…”I immediately fixed myself when I heard someone knocking. I don’t want them to see how desperate I am now. I wiped my tears as I spoke. “Come in,” I said calmly. No one knows how hopeless I am. How miserable my life was day by day without my girlfriend. I pretended to check all the resort sales when I notice Mommy appeared.“Mom, what brought you here?” I asked without looking at her because my eyes don’t lie. I hear Mommy close the door as she walked toward me.“Your father is in a meeting and the resort is slowly going back to normal. We are very proud of you…” she expressed. I nodded. “Thanks, Mom. Whe
Kaleb Oliver Villaruz The following days were not been easy. After a day of spending time with her almost every day, I got busy at the same time Kyline's school started. I admit whenever I am with her I am always distracted and I even forgot my job because all I want is to be with her. And the most unexpected day happened when my mother gets kidnapped and thankfully that Owen and his team are immediately taking action. It was a successful mission by saving Mommy because the syndicates group didn’t aware that we are arriving. On that night they planned to assail the warehouse they traced for the past few days when someone give them a lead on this place.“Cousin, you should stay in the car or you should go home. This is not your job anymore,” said Owen which makes me shook my head as I held my gun tightly. “Just let me help you with this. I wanted to catch who dare to hurt my mother,” I insisted. “But it quite dangerous-” “I will be a careful cousin. I can defend myself.” Hindi
Kaleb Oliver VillaruzSince that day, I have been pretending to be a delivery boy in my cousin's restaurant. It's way better so I could slowly be friends with her.Baka kasi kapag nalaman niyang mayaman ang pamilya ko ay layuan niya rin ako. Knowing that she hates wealthy people. And that proves that she's such a simple woman with a nice personality.And I still remember the day I saved her from that asshole who tried to harass her inside her apartment. I was blaming myself for being late. Kung hindi sana ako unang umalis hindi mangyayari sa kaniya iyon. I was in the SM store to buy something for her. Nagmamadali akong bumalik ng resto ngunit napansin kong wala pa siya. “Miss, dumating na ba si Miss Gamboa?” I asked nicely.Ngumiti ito sabay iling ulo kaya agad na nabalot ng kaba ang dibdib ko. I was about to call her but damn it, I forgot my phone in my unit. Dali-dali akong sumakay sa dinadala kong motor sa pag-deliver at pinaharurot ito pabalik sa apartment. And I never thought t
Oliver Kaleb Villaruz (POV)Napabalikwas ako nang bangon mula sa higaan nang nakarinig nang pagkahulog ng isang bagay mula sa kung saan.Pupungas-pungas ang mga mata kong bumangon at agad napalingon sa aking tabi. I immediately smiled genuinely when I saw our little angel peacefully sleeping. I stared
Reason"Mommy… I'm so sorry. I was just excited to see you because Tito Gerome said that we were going to surprise you but…" ani Khloe nang nagising ito mula sa pagkakatulog. Until now she's still trembling and her eyes are swollen. But I'm glad that she's still fine despite what happened. Humigpit a
Beg“Baby, w-what happened?” I asked, feeling nervous.“Ah! Mommy, where are you? I’m s-scared. There are a lot of guys here. T-They also hurt Yaya Lilita-”“Tangina, iyong bata!” rinig kong sigaw ng boses lalaki sa kabilang linya.“Khloe! Khloe! Baby what’s happening there?!” natataranta kong sigaw ngu
DenyingTulala ako nang ihatid ako ng ina ni Kaleb sa isang bakanteng kuwarto sa kanilang tahanan. Kahit anong pilit kong umuwi ay hindi nila ako hinayaan. The documents precisely indicated my father's case. Ayoko pang maniwala pero awtorisado ang mga dokumento. Lalo na nang nakita ang background niy












Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.
reviews