LOGIN"Sorry works when a mistake is made, but not when trust is broken." Sa buhay minsan tayo'y nagkakamali, may mga desisyong hindi napag-isipan at may mga pangyayaring kailangan nating maranasan. Bata pa lang si Amethyst pangarap niya ng malibot ang mundo kasamang ang taong tanging nagmahal at nag-alaga sa kanya, ang kanyang lola. Matalino, magaling, masipag at madiskarte sa buhay. Siya ang tipong hindi susuko makuha lang kanyang gusto pero nagbago ang lahat ng makilala niya ang isang William Anthony Guerrero. Ang lalaking nagpatibok sa kanyang pihikang puso, ang happy go lucky na tagapagmana ng Hacienda Guerrero. Kakayanin mo bang makasama ang lalaking buong puso mong minahal pero ang tingin sayo ay isang pagkakamali lamang? Will she allow herself to be considered as the billionaire's mistake?
View More“Nyonya, anda harus bangun!” ucap suara wanita yang berjalan masuk ke kamar dan suara tirai yang terbuka. Cahaya matahari masuk membuat kedua mata wanita yang tertidur lelap itu mengerjap kemudian membuka matanya perlahan.
“Ibu, aku libur hari ini! Lagipula, dosen pembimbingku belum merespon chatku! Biarkan aku tidur ....” gumam wanita di tempat tidur itu dengan kesal.
Dia baru saja begadang tadi malam untuk mengerjakan naskah novelnya dan chat yang dia kirim pada dosen pembimbingnya kemarin masih belum dibalas seharian. Entah kapan dia akan mendapat balasanya.
Hari ini adalah hari liburnya, tidak bisakah dia mendapatkan tidur sepuasnya?
“Apa maksud Nyonya? Dosen pembimbing apa? Ibu? Saya Bi Nilam, Nyonya! Bukankah ibu Nyonya tidak tinggal di sini?” jawab wanita paruh baya yang membuka tirai kamar tadi.
Samar-samar, Sandra Aiman, wanita di tempat tidur itu akhirnya mencerna apa yang dia lihat dan apa yang dia dengar.
Dia melihat wanita yang ada di dekat tirai memandangnya bingung. Tetapi dia bahkan jauh lebih bingung.
Dia melihat ruangan dimana dia terbangun.
Ruangan yang sama sekali tak dia kenal.
Furnitur di ruangan ini serba kayu, dengan nuansa putih dan coklat. Di sebelah kiri terdapat nakas kecil berwarna coklat dan di atasnya terdapat lampu tidur. Selain itu terdapat jendela lebar yang terbuat dari kaca dengan kusen berwarna putih persis di belakang wanita itu.
Terdapat lemari dengan desain minimalis berwarna putih coklat di sebelah kanan tempat tidur.
‘Ini bukan kamarku ...,’ pikirnya tiba-tiba merasa merinding.
“Kamu siapa? Ini di mana?!” seru Sandra itu pada wanita di hadapannya dengan tatapan curiga. Bi Nilam? Dia tak pernah kenal nama itu!
Dia memperhatikan di luar jendela kamar itu. Terdapat seperti kebun yang terdiri dari banyak pohon dan bunga-bunga. Dia juga merasa tempat ini sangat sepi.
Hanya terdapat suara kicau burung. Tak ada suara bising kendaraan bermotor, ini artinya rumah ini bukan di kota atau di pinggir jalan.
Terlalu sepi.
‘Apa aku sedang diculik?’
Sandra melebarkan kedua matanya.
Tempat seperti ini sangat cocok untuk menyembunyikan korban penculikan karena jauh dari keramaian.
Jangan salah, walau dia dari keluarga yang sangat sederhana, namun potensi untuk diculik itu tetap ada!
Terakhir dia ingat, banyak sekali kasus orang hilang yang akhirnya ditemukan tanpa organ dalam, alias jadi korban yang diculik untuk diambil organnya!
Harga organ dalam itu mahal sekali. Apalagi di zaman banyak sekali orang sakit. Yang jadi sasaran penculikan bukan lagi anak orang kaya saja, tetapi anak orang miskin!
‘Aku harus kabur dari sini!’ pikir Sandra karena instingnya merasa sangat terancam.
Dia tak tahu ini dimana dan siapa wanita di hadapannya itu.
Tetapi yang pasti, dia jauh dari keluarganya!
Dia harus kembali ke rumah, apapun yang terjadi.
Ketakutan yang menyergapnya, membuatnya tak bisa berpikir jernih. Sandra dengan cepat membuka selimutnya, berdiri dari tempat tidur dan tanpa mempedulikan wajah wanita di depannya yang terlihat terkejut, dia berlari ke luar kamar.
“Nyonya!” panggil wanita dari belakangnya.
Dia merasakan sakit kepala, mungkin darah rendahnya kambuh karena begadang tadi malam.
‘Sial!’ umpatnya dalam hati.
Kadang rasa sakit datang di saat yang sangat tidak tepat.
Saat dia melihat cermin yang ada di dinding kamar tepat sebelum keluar dari kamar itu, dia reflek mundur perlahan. Salah satu telapak tangannya menutupi mulutnya yang menganga karena melihat pantulan dirinya yang ada di cermin itu.
Dia menyentuh rambutnya.
“Kapan aku memotong rambutku? Kenapa aku memotong rambutku? Aku yakin semalam rambutku tetap panjang!” gumam Sandra sambil rasanya ingin menangis.
Rambut panjang yang sangat dia sayangi tiba-tiba menghilang dan dia tak tahu siapa yang memotongnya!
Rambut panjang yang dia butuh waktu bertahun-tahun untuk menumbuhkannya, hilang dalam sekejap!
“Nyonya? Nyonya!” panggil Bi Nilam pada Sandra yang terpaku menatap pantulan di cermin yang sangat tidak masuk akal.
“Siapa yang memotong rambutku? Apa ibu yang memotongnya semalam? Rambut panjangku hilang!” protes Sandra pada Bi Nilam sambil tetap menahan tangis.
Bi Nilam kembali heran dengan pertanyaan nyonyanya itu.
“Rambut panjang apa, Nyonya? Apa Nyonya masih terbawa mimpi?” tanya Bi Nilam sambil memperhatikan wajah Sandra yang saat ini sangat muram.
“Tidak, rambutku ini sampai semalam masih panjang!” sanggah Sandra sambil memegang rambutnya yang basah.
Bi Nilam menarik tangan Nyonyanya menuju laci di nakas dalam kamar itu. Bi Nilam kemudian mengeluarkan sebuah album dan menyerahkannya pada Sandra.
“Lihatlah! Semua foto Nyonya dua tahun ini hanya berambut pendek! Tidak ada yang berambut panjang. Kapan Nyonya berambut panjang?” tanya Bi Nilam.
Sandra melihat lembar demi lembar album foto itu.
Tidak ada foto lain selain dirinya di album foto itu. Dan benar saja, semua fotonya berambut pendek.
“Foto-foto itu sengaja dikumpulkan tuan karena tuan sangat mencintai Nyonya. Album itu diberikan tuan sebagai hadiah ulang tahun Nyonya bulan April kemarin,” jelas Bi Nilam.
“Tuan? Tuan siapa?!” seru Sandra.
“Tentu saja suami Nyonya! Siapa lagi?” balas Bi Nilam semakin bingung.
“Tidak! Aku sama sekali tidak punya suami! Aku ini belum lulus kuliah, bagaimana bisa memiliki suami!” tolak Sandra dengan keras. Dia menggelengkan kepala tak ingin mempercayai ucapan wanita yang tak dikenalnya itu.
Enak saja menuduhnya sudah menikah!
Jika dia sudah menikah, pasti itu nikah paksa! Atau lelaki itu menculiknya semalam! Bagaimana bisa dia menikah saat dia sudah bangun?
Tiba-tiba memiliki suami, dalam semalam?
Ini bukan dongeng, menikah pun butuh persiapan ini itu surat-surat juga banyak sekali persyaratannya.
"Astagfirullah, nyebut Nyonya, nyebut! Apa Nyonya ingin bercerai dengan tuan? Kasihan sekali tuan jika memang begitu," ucap pelayan itu sambil memandangku dengan tatapan prihatin.
Sandra melongo. Ini, dia yang gila atau ibu yang di hadapannya ini yang gila?
‘Tunggu ....’ Sandra kemudian mulai sadar tentang sesuatu. Dia melihat sekali lagi isi album yang dipegangnya, setiap foto terdapat tanggal yang menunjukkan bahwa foto itu diambil dari tahun 2021 hingga 2023.
“Sekarang tahun 2023?” seru Sandra tidak percaya.
Bi Nilam mengangguk.
“Tentu saja, Nyonya. Memangnya tahun berapa lagi?” balas Bi Nilam.
Sandra menggeleng keras dan tangannya menjatuhkan album itu ke lantai.
Dia pasti bermimpi.
Benar, dia pasti sedang bermimpi buruk!
Dia harus bangun! Dia tak boleh di sini.
Di sini hanya ilusi dan semua ini bukan kenyataan! Dia tak boleh percaya ini semua!
Dia berusaha untuk mencubit lengannya dengan keras.
Tapi berakhir dengan meringis karena kesakitan akibat ulahnya sendiri.
“Nyonya!” teriak Bi Nilam panik.
Bi Nilam mendekati dan memegang kedua bahu Sandra.
“Nyonya! Nyonya kenapa? Sadarlah!” seru Bi Nilam sambil mengguncang kedua bahu Sandra yang terlihat seperti sedang gila.
Sandra di matanya tiba-tiba mencubit lengannya sendiri dengan keras kemudian menampar pipinya sendiri seolah orang kerasukan sambil bergumam berulang-ulang kalimat, “Bangunlah! Ini semua mimpi!”
“Mimpi apa maksud Nyonya? Ini kenyataan, bukan mimpi!” seru Bi Nilam.
Sandra menggeleng sambil menitikkan air mata.
“Tidak, ini pasti mimpi! Tidak mungkin seperti ini! Ini bukan kenyataan! Aku sama sekali tak percaya semua ucapanmu, Bu!” balas Sandra sambil berusaha mendorong Bi Nilam dari dirinya.
“Nyonya, saya bersumpah ini kenyataan! Nyonya lihat sendiri kan, Nyonya kesakitan saat mencubit dan menampar diri sendiri, butuh bukti apa lagi?” balas Bi Nilam berusaha menyadarkan Sandra yang histeris.
Sandra tetap menggelengkan kepala sambil bersimpuh di lantai. Dia menutup kedua matanya berharap jika dia membuka matanya, maka dia akan kembali kepada kenyataan yang dia ingat.
Tetapi saat dia membuka mata kembali, tak ada yang berubah. Dia tetap di kamar ini.
“Bu, aku mau pulang. Aku mohon, aku ingin pulang!” pinta Sandra sambil terus menangis dan mencengkram erat bagian depan pakaian Bi Nilam hingga buku jarinya memutih.
Bi Nilam menggenggam kedua tangan Sandra yang mencengkram pakaiannya itu.
“Pulang ke mana, Nyonya? Ini rumah Nyonya!” jawab Bi Nilam sambil berusaha menepuk dan mengelus punggung Sandra agar dapat menenangkannya.
“Tidak. Ini bukan rumahku! Rumahku bersama dengan ibuku! Aku ingin pulang!” ucap Sandra sambil gemetaran karena tangisnya yang membuncah.
“Kenapa Nyonya bisa berpikir begitu? Nyonya sudah menikah, jadi rumah Nyonya pasti dengan suami Nyonya,” jelas Bi Nilam.
Sandra mengangkat wajahnya yang tertunduk kemudian menatap Bi Nilam dalam-dalam.
“Tidak, ini bukan kenyataan. Seharusnya sekarang bukan tahun 2023, seharusnya sekarang masih tahun 2018!”
***
"Nervous?" pasimpleng bulong ni Ethan sa akin. I raised my brows at him. I will never give them the satisfaction to laugh at me dahil alam kong naghihintay lang ang mga ito ng pagkakataon para pagtawanan ako. "Malamang! Baka nga mahimatay yan si Guerrero mamaya kapag nakita si Amethyst eh." sulsol naman agad ni Simone kaya nagkatawanan ang iba pa naming kaibigan. "Yon ay kung hindi aatras si Amy, balita ko pa naman nagkita sila ng kababata niya kahapon. Baka nagbago na ang isip nun." si Calyx naman ang bumwelo."Yeah right, baka bigla na lang may iiyak dyan mamaya." segunda ni Derick na akala mo din ay matino eh."Anong iiyak? Baka kamo magwawala kamo." Si Knight na ngumisi pa sa akin. " But seriously Dude, we're happy for you." tinapik niya ang balikat ko."Congrats Guerrero, I'm glad you find your gem." nakangiting bati ni Ethan sa akin. " You're so lucky to have her back." he smiled and tapped my shoulder. "Thanks Brute. I hope you you'll find her soon, too."Malungkot siyang ng
"What the fuck, Sarmiento!?" naiinis kong sagot kay Knight. Kanina pa kasi ito nangungulit sa akin tungkol sa pagbabalik ni Charmagne dito sa Pilipinas. The hell I care? Hindi ko na ito girlfriend ngayon. She broke up with me to pursue her dream to be a model but seems like she failed at heto nga pabalik na ng Pilipinas. Ang kinaiinisan ko ay ako ang ginugulo ni Knight dahil sinabi daw sa kanya ni Charm na magpapasundo ito sa akin dahil busy ang parents niya."What do you want me to tell her?" ganting sigaw din ni Knight. I know naiinis na din ang gagong to kasi siya ang ginugulo ni Charm dahil hindi ko sinasagot ang mga tawag nito."Tell her I'm busy or make an excuse for me."I'm pissed already. Wrong timing naman kasi ang tawag ni Knight dahil may site visit ako ngayon dito sa dinonate naming building sa isang public school dito sa lugar namin."Gago ka rin eh, ginawa mo pa akong sinungaling. Bakit ba kasi ayaw mong sagutin ang tawag niya? Lintek naman Guerrero oh, hindi lang ika
William Anthony Guerrero's POV"Tao po! Lola Belinda, are you there?"I was waiting outside of Lola Beling's house waiting for her to come out because I will give her the food prepared by Nana Mildred that she forgot to bring. Pagkatapos kong mangabayo kanina pinakiusapan ako ni Nana na idaan itong paper bag na may lamang pagkain dito sa bahay nina Lola Beling. Dahil gusto ko naman magmaneho ng sasakyan para magstroll-stroll lang dito sa lugar namin, kaya pumayag ako.Ilang minuto na akong naghihintay dito sa labas at Ilang beses ko ng tinatawag ang pangalan ni Lola pero wala pa ring sumasagot sa akin. Alam kong may tao sa loob kasi parang may nagsasalita. I'm not sure if it's from the tv or radio but seems like someone is listening or watching drama or maybe teleserye perhaps.I looked around to see if Lola's outside watering the plants or doing something but she's not there. Baka nga nasa loob lang ito at hindi narinig ang tawag ko sa kanya or baka naman nasa likod bahay. Nababagot
Warning:SPG————————————————————————"Aahhh..." hindi ko mapigilang mapaungol ng malakas dahil sa ginagawang pagpaparusa sa akin ni William.He's licking and eating my pussy from behind as my punishment for the five long years that I hide myself and my son from him. Mukhang ako pa ngayon ang may kasalanan sa kanya kung makapaningil siya sa akin. Pero iba naman ang klase ng parusa niya, nakakabaliw at nakakahibang.Tinotoo nga nito ang sinabi niyang utang ko sa kanyang limang bata at ngayon na hindi pa kami sigurado kung buntis na nga ba ako ay hindi niya talaga ako tinitigilan. Wala dito sa silid si Clark dahil doon ito natulog sa silid ng Lola at Lolo niya kaya heto si William nag-e-eat all you can na naman."Love...s-st-aaahhh,stop muna please..."Nanginginig na ang mga tuhod ko dahil kanina pa ako nakatuwad at siya naman ay walang sawang dinidinilaan ang pagkabababe ko mula sa aking likuran. Ilang posisyon na ang nagawa namin at ilang beses ko na ring narating ang rurok ng kaligaya






Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.
Ratings
reviewsMore