بيت / Fantasi / Kontrak Eksklusif Pelanggan VIP / BAB 3 Ruang Sistem Warisan dan Rencana yang Matang

مشاركة

BAB 3 Ruang Sistem Warisan dan Rencana yang Matang

مؤلف: aleta xaviera
last update تاريخ النشر: 2026-08-21 22:33:52

BAB 3 ##Transaksi Emas dan Ruang Rahasia Dimensi

Valerius menjatuhkan kantong kulit di tangannya ke atas konter besi.

BRAAK!

Suara gedebuk berat itu diikuti oleh terbukanya ikatan kantong. Puluhan koin emas berukuran besar tumpah ruah di atas meja. Koin-koin itu memiliki ukiran kepala naga yang sangat detail dan memancarkan kilau kuning murni di bawah lampu neon toko.

Tidak hanya koin, ada beberapa bongkahan permata mentah berwarna merah delima yang ikut menggelinding.

Mata Kirana langsung berbinar gembira. Dia menjerit tertahan sambil meraup koin-koin itu dengan kedua tangannya.

"Demi apa?! Ini emas asli?! Banyak banget! Aku kaya!" seru Kirana.

Kirana yang gampang terbawa suasana langsung mengambil satu koin, lalu menggigitnya untuk memastikan keasliannya.

Valerius mengernyitkan dahi melihat tingkah wanita di depannya.

"Emas dari perbendaharaanku memiliki kadar kemurnian tertinggi, Wanita. Kau tidak perlu menggigitnya seperti itu," kata Valerius.

"Biarin! Ini namanya verifikasi otentikasi!" sahut Kirana ceplas-ceplos.

Wajahnya memerah gembira. Dia menatap Valerius dengan pandangan penuh rasa terima kasih, lalu mendekat di balik meja konter.

"Lord Val, kamu beneran pelanggan VIP terbaik sedunia! Boleh aku peluk tidak sih sebagai bonus?" goda Kirana.

Valerius tertegun saat Kirana melangkah sangat dekat dengannya. Jarak mereka kini hanya terpisah beberapa sentimeter.

Aroma tubuh Kirana yang manis bercampur wangi sabun mandi modern langsung menyerang indra penciuman tajam sang Lord Naga. Atmosfer di antara mereka mendadak berubah sangat intens.

Valerius menatap ke bawah, mengunci mata cokelat Kirana dengan mata emasnya. Satu tangannya yang besar mendarat di atas lekuk pinggang ramping Kirana.

Cengkeramannya sangat posesif, menahan Kirana agar tidak mundur.

"Jika kau ingin memelukku... pastikan kau sudah menyerahkan seluruh barang yang aku butuhkan terlebih dahulu," bisik Valerius dengan suara serak yang begitu dalam.

Kirana merasakan sengatan listrik aneh mengalir dari pinggangnya ke seluruh tubuh. Namun, alarm uang di otak Kirana tiba-tiba berbunyi lebih keras.

Dia menepuk pelan lengan berotot Valerius.

"Eits, nanti dulu ya Lord Naga yang tampan. Bisnis dulu baru kesenangan," goda Kirana sambil mengerlingkan mata.

Dia melepaskan diri dari cengkeraman Valerius. Kirana lalu menunjuk ke arah gudang belakang.

"Barang-barang pesananmu sudah aku siapkan di dalam. Seratus dus mi instan, kopi, obat-obatan buat pasukanmu yang kedinginan, sama selimut wol paling tebal. Ayo bawa!" kata Kirana.

Valerius mendengus pelan untuk menyembunyikan rasa tertariknya.

"Pasukanku adalah prajurit terhormat. Mereka hanya kedinginan karena badai es magis," sahut Valerius.

"Sama saja, intinya butuh obat penghangat!" balas Kirana ceplas-ceplos sambil berjalan ke dalam gudang.

Di dalam gudang, Valerius menatap tumpukan kardus raksasa yang sudah disiapkan.

Pria itu menyipitkan mata, lalu mengangkat tangan kanannya. Di jari manisnya, melingkar sebuah cincin perak kuno berukir runik naga yang memancarkan cahaya keemasan redup.

"Kau tidak perlu repot menyuruhku mengangkutnya satu per satu," kata Valerius tenang.

Valerius mengarahkan cincin itu ke tumpukan kardus. Dalam sekejap, sebuah pusaran sihir kecil muncul dan menyerap seluruh kardus mi instan, selimut, serta obat-obatan ke dalam ruang sihir di dalam cincin penyimpanannya.

Gudang yang tadinya penuh sesak mendadak kosong melompong dalam hitungan detik.

Kirana melotot sempurna.

"Gila! Cincin ajaib?! Canggih banget, tidak perlu sewa pikap!" seru Kirana kagum.

Valerius tersenyum tipis.

"Ini adalah Spacial Ring. Benda standar untuk prajurit tingkat tinggi di duniaku," jawab Valerius.

Mereka kembali berdiri di dekat meja kasir. Pintu portal di belakang mereka perlahan mengecil.

"Semua barang sudah kuterima," kata Valerius menatap Kirana. "Makanan ini akan menyelamatkan garis depan pasukan wilayah barat. Hubungan dagang kita resmi berjalan baik."

"Sip! Senang bekerja sama denganmu, Lord Val," sahut Kirana tersenyum lebar. "Besok-besok kalau butuh barang lagi, bilang saja. Selama emasnya lancar, semua ada!"

Valerius menatap Kirana untuk terakhir kalinya malam itu sebelum membalikkan badan dan menghilang di balik portal magisnya. Pintu gudang kembali tertutup rapat.

Kirana menarik napas dalam-dalam, lalu menjatuhkan diri ke kursi kasir. Namun, sedetik kemudian senyumnya membeku.

"Tunggu dulu..." Kirana memegang dagunya. "Emas sebanyak ini... kalau aku bawa ke toko emas di pasar bawah, bisa-bisa aku ditangkap polisi karena dituduh menemukan harta karun purba atau hasil perampokan museum!"

Kirana mendadak pusing. Dia butuh seseorang yang punya kekuasaan dan jaringan bisnis besar di dunia modern untuk mencairkan emas ini tanpa memicu kecurigaan.

Saat Kirana sibuk memasukkan koin emas terakhir ke dalam ranselnya, tiba-tiba seisi toko terasa bergetar pelan.

Kalung perak bermata batu giok pudar peninggalan almarhumah ibunya mendadak terasa sangat panas di lehernya.

"Aduh! Panas, panas!" jerit Kirana panik.

WUSH!

Pandangan Kirana mendadak buram. Kesadarannya seperti ditarik paksa. Saat membuka mata, dia berdiri di atas hamparan rumput hijau yang sangat luas di sekeliling kabut putih tebal.

Di tengah halaman tersebut, berdiri sebuah rumah modern berlantai tiga yang luar biasa megah dengan sungai berair kristal di sampingnya.

【 TING! SISTEM DIMENSI MANDIRI TERDETEKSI. 】

Sebuah layar holografis biru muncul di depan wajahnya.

【 Pengguna: Kirana 】

【 Status Ruang: Terkunci (Baru Terbuka 5%) 】

【 Syarat Pembukaan Penuh: Selesaikan transaksi dimensi pertama dan temukan kunci energi eksternal. 】

Kirana melotot. Batu giok ibunya ternyata menyimpan ruang dimensi pribadi! Tempat penyimpanan paling aman yang tidak akan bisa disentuh oleh perampok mana pun di dunia nyata.

"Luar biasa! Harta emas dan permataku aman di sini!" seru Kirana gembira.

Setelah mengamankan emasnya di dalam rumah dimensi, Kirana memerintahkan sistem untuk membawanya kembali ke ruko.

Keesokan paginya, Kirana berpakaian sangat anggun dengan gaun merah marun ketat yang memamerkan bentuk tubuh jam pasirnya. Dia pergi ke gedung pencakar langit paling megah di pusat kota: Arsenio Tower.

Tujuannya satu: Arsenio Baskara, pria miliarder sekaligus makelar hitam paling berkuasa di dunia modern yang bisa mencairkan emas purbanya.

Di lantai lima puluh, Kirana berdiri di ruang kerja mewah Arsenio.

Pria tampan bersetelan jas mahal itu menatap Kirana dengan mata elang yang dingin.

"Kau punya waktu lima menit sebelum aku menyuruh sekuritiku melemparmu keluar, Kirana," kata Arsenio dengan suara sedingin es.

Kirana tersenyum licik. Secara ajaib, dia mengeluarkan satu koin emas naga dari ruang dimensinya dan melemparnya ke atas meja mahoni Arsenio.

Ting.

Arsenio mengambil koin emas itu. Insting bisnis dan pengetahuannya tentang barang antik langsung bergetar hebat.

"Kemurnian emas ini seratus persen murni. Ukirannya belum pernah tercatat dalam sejarah arkeologi mana pun," gumam Arsenio, matanya berkilat penuh ketertarikan. "Dari mana kau mendapatkan harta karun purba ini?"

"Aku punya ribuan koin seperti itu," jawab Kirana percaya diri. "Aku mau kamu jadi perantara tunggal untuk mencairkan semua ini jadi uang legal di rekeningku."

Arsenio berdiri, memutari meja, lalu mengurung Kirana dari belakang. Dia berbisik tepat di dekat telinga Kirana.

"Aku menginginkan sesuatu yang lebih, Kirana. Aku tidak hanya tertarik pada emas yang kau bawa... aku juga sangat tertarik pada pemiliknya," bisik Arsenio dengan nada dominan.

Kirana menatap langsung ke dalam mata elang Arsenio yang begitu dekat.

"Pastikan dulu transaksi pertama kita besok lancar, Pak Bos," goda Kirana sambil melangkah mundur memasuki lift.

Namun, baru saja pintu lift tertutup rapat dan Kirana bernapas lega, seluruh panel listrik di dalam lift berkecepatan tinggi itu mendadak meledak mengeluarkan percikan api.

BZZZZT!

Lift mendadak berhenti beroperasi di tengah-tengah lantai empat puluh lima. Cahaya merah darurat menyala, dan dari celah atap lift, mengalir cairan hitam pekat beraroma busuk yang perlahan membentuk gulungan cakar monster bernapas api.

"Apa-apaan ini?!" jerit Kirana, merapat ke dinding lift yang mulai membara panas. " Monster dari dimensi mana yang menyusup sampai ke dunia modern?!"

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Kontrak Eksklusif Pelanggan VIP   BAB 7 Perusahaan Cangkang dan Makelar Eropa

    "Mencari namaku?" Kirana menaikkan alisnya, bersandar pada konter kasir. "Buat apa? Aku nggak punya utang di bank Swiss, Pak Bos.""Koin emas dan permata merah langka milikmu yang kita cairkan kemarin," jawab Arsenio cepat dari seberang telepon. "Jejaknya terdeteksi oleh jaringan perampok barang antik internasional. Mereka pikir kau penyelundup koleksi kerajaan kelas atas.""Terus masalahnya di mana? Kan situ yang jamin pencairannya aman?""Memang aman. Tapi si makelar Eropa ini nekad. Dia menuju rukomu sekarang," ujar Arsenio dingin. "Tunggu di dalam. Sepuluh menit lagi aku sampai."KLIK.Panggilan terputus. Kirana memutar ponselnya di tangan, lalu melirik ke luar jendela ruko."Baru aja ngusir dua parasit, sekarang datang lagi perampok eropa," gumam Kirana. "Bener-bener malam yang rame."Belum ada lima menit, suara deru mesin mobil SUV tebal berhenti di depan teras ruko. Arsenio turun bersama seorang pria paruh baya berkacamata tebal yang memeluk tas kulit.Kirana membukakan pintu k

  • Kontrak Eksklusif Pelanggan VIP   BAB 6 SOP VIP dan Kilas Balik Pria Berjas

    Kirana menutup buku catatan tebalnya dengan bunyi menepuk yang keras."Singkat, jelas, nggak pakai ribet," gumam Kirana.Tiga aturan utama sudah tertulis rapi di sana:Pembayaran wajib tunai: Emas, permata, artefak, atau tanaman spiritual.Satu portal, satu pelanggan. Dilarang berpapasan.Khusus Lord Valerius: Diskon grosir, konsultasi bisnis langsung, dan hak akses VIP."Sempurna," bisik Kirana.Pikirannya melayang sebentar ke masa beberapa bulan lalu. Saat itu, pengembang nakal mengancam akan meratakan rukunya. Kirana tidak menangis. Dia justru mendatangi kantor Baskara Group, menendang pintu ruang rapat, lalu menggebrak meja Arsenio Baskara."Tolong disetrika dulu otak anak buahmu, Pak Bos!" bentak Kirana waktu itu.Arsenio menatapnya dingin. "Kau berani menendang pintuku?""Kalau rukoku digusur tanpa prosedur sah, reputasi gedungmu ini hancur di media sosial jam lima sore nanti!" ancam Kirana tanpa kedip.Arsenio tidak memanggil satpam. Dia justru tersenyum tipis dan membatalkan p

  • Kontrak Eksklusif Pelanggan VIP   BAB 5 Keajaiban Dua Dunia dan Awal Imperium Cuan

    Semburan api keemasan dari tubuh Valerius menerangi seluruh sudut Kirana Jaya Mart. Para penjahat bersenjata laras panjang itu menjerit histeris. Mereka memuntahkan puluhan peluru baja ke arah sosok raksasa bermata emas di depan mereka.TANG! TANG! TANG!Peluru-peluru baja itu meledak di udara, meluncur pasrah lalu meleleh menjadi abu sebelum sempat menyentuh zirah hitam sang raja naga."Monster! Pria ini monster!" teriak pimpinan penjahat dengan wajah pucat pasi.Valerius mengangkat tangan kirinya dengan tenang. Cincin penyimpanan di jari manisnya memancarkan gelombang tekanan sihir tingkat tinggi.BOOOM!Gelombang udara tak kasat mata menghempas seluruh penjahat itu hingga terlempar keluar ruko. Tubuh kekar mereka menghantam trotoar jalan raya dengan keras, membuat senjata api di tangan mereka hancur berkeping-keping."Tunggu, Lord Val! Jangan dibunuh!" seru Kirana cepat, keluar dari balik meja kasir. "Kalau mereka mati di depan tokoku, urusannya bakal panjang dengan polisi!"Valeri

  • Kontrak Eksklusif Pelanggan VIP   BAB 4 Rahasia Kalung Dimensi dan Ancaman Gelap

    Cairan hitam beraroma busuk menetes makin cepat dari celah atap lift. Hawa panas membakar seketika memenuhi ruangan besi yang sempit itu. Cakar hitam bernapas api mencengkeram atap lift hingga melengkung tajam."Makanan... energi emas magis..." raung suara parau dari balik langit-langit besi."Enak saja mau menjadikan aku makanan!" seru Kirana panik.Melihat cakar monster itu hendak merangsak turun, Kirana refleks memegang batu giok pudar di lehernya. Sifat nekatnya langsung mengambil alih."Sistem! Aktifkan perlindungan darurat!" teriak Kirana dalam hati.TING! 【 PERTUMBUHAN ENERGI TERDETEKSI. MEMBUKA BENTENG DIMENSI TINGKAT SATU. 】Layar holografis biru meletup di depan mata Kirana. Kalung giok di lehernya memancarkan pendar cahaya keemasan bercampur biru yang sangat menyilaukan. Sebuah kubah pelindung transparan merekah, membungkus tubuh Kirana dan menelan seluruh ruang lift.WUSH!Hawa panas dan aroma busuk monster itu mendadak lenyap ditelan cahaya dimensi. Cakar monster yang men

  • Kontrak Eksklusif Pelanggan VIP   BAB 3 Ruang Sistem Warisan dan Rencana yang Matang

    BAB 3 ##Transaksi Emas dan Ruang Rahasia DimensiValerius menjatuhkan kantong kulit di tangannya ke atas konter besi.BRAAK!Suara gedebuk berat itu diikuti oleh terbukanya ikatan kantong. Puluhan koin emas berukuran besar tumpah ruah di atas meja. Koin-koin itu memiliki ukiran kepala naga yang sangat detail dan memancarkan kilau kuning murni di bawah lampu neon toko.Tidak hanya koin, ada beberapa bongkahan permata mentah berwarna merah delima yang ikut menggelinding.Mata Kirana langsung berbinar gembira. Dia menjerit tertahan sambil meraup koin-koin itu dengan kedua tangannya."Demi apa?! Ini emas asli?! Banyak banget! Aku kaya!" seru Kirana.Kirana yang gampang terbawa suasana langsung mengambil satu koin, lalu menggigitnya untuk memastikan keasliannya.Valerius mengernyitkan dahi melihat tingkah wanita di depannya."Emas dari perbendaharaanku memiliki kadar kemurnian tertinggi, Wanita. Kau tidak perlu menggigitnya seperti itu," kata Valerius."Biarin! Ini namanya verifikasi otent

  • Kontrak Eksklusif Pelanggan VIP   BAB 2 Tumpukan Emas Pertama dan Rencana Pencucian Cuan

    "Ikut aku sebentar, jangan banyak tanya," kata Kirana.Dengan berani, dia menunjuk ke arah pintu gudangnya yang terbuka."Aku bakal tunjukin sesuatu yang bisa menyelamatkan pasukanmu, tapi dengan satu syarat: kita harus bicara bisnis yang saling menguntungkan."Valerius, yang didorong oleh rasa penasaran sekaligus kewajiban untuk menyelamatkan pasukannya, akhirnya memutuskan untuk mengikuti wanita manusia aneh ini. Mereka melangkah melewati pintu magis, kembali masuk ke dalam Kirana Jaya Mart.Wush.Aroma belerang langsung berganti dengan aroma ruangan ber-AC yang sejuk dan wangi karbol lantai rasa apel. Valerius tertegun, matanya yang sewarna emas cair berputar melihat sekeliling dengan penuh kewaspadaan.Dia berada di sebuah ruangan dengan pencahayaan putih yang sangat terang tanpa ada satu pun obor. Di sekelilingnya terdapat rak-rak besi tinggi yang memajang ribuan benda berwarna-warni dengan kemasan yang belum pernah dia lihat seumur hidupnya."Selamat datang di swalayanku, calon

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status