LES FILLES DE LA TAMISE

LES FILLES DE LA TAMISE

last updateHuling Na-update : 2026-02-28
By:  DéesseKumpleto
Language: French
goodnovel18goodnovel
Hindi Sapat ang Ratings
80Mga Kabanata
566views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Raven et Jade se rencontrent dans une agence de mannequinat notoire de Soho, un antre de néons et de rêves brisés. Dans le brouillard perpétuel de la Tamise, elles reconnaissent instantanément en l'autre la même cicatrice : une enfance volée. Leur alliance nait dans les pubs enfumés et les chambres d'hôtel miteux de King's Cross. Leur relation charnelle est un orage londonien : violent, purificateur et désespéré, un moyen de sentir la chaleur à travers le froid qui les habite. Leur ascension les mène des podiums de Fashion Week aux soirées privées et crapuleuses dans les penthouses de Mayfair et les docks de Wapping. C'est là qu'elles croisent la route des Krayton, une fratrie mafieuse qui règne sur les arrière-salles de la City et le trafic d'influence. Pour ces hommes, éduqués à Eton mais élevés dans la cruauté, les filles sont à la fois des trophées, des outils et des jouets. Les "dettes" se paient en services rendus dans les sombres ruelles de Brick Lane ou les boîtes de nuit exclusives de Soho. La violence des Krayton est froide, méthodique, typiquement britannique dans son hypocrisie meurtrière. Elle réveille en écho les blessures de Raven et de Jade, qui apprennent à naviguer dans ce monde sans pitié. Leur sexualité, déjà tordue, devient une monnaie noire et une dague qu'elles aiguisent contre leurs bourreaux, jouant un jeu mortel de séduction et de trahison. Mais le brouillard de Londres cache tous les secrets. Les fantômes de leur passé , un père qui refait surface, une mère qui menace de tout révéler , ressurgissent au moment où les Krayton, lassés de leur insolence, décident de "régler le problème".

view more

Kabanata 1

CHAPITRE 1 : CICATRICES SOUS LE NÉON

"Ada yang jatuh ke kolam."

"Oh, tidak. Kedua nona muda Moore jatuh ke kolam."

Suara riuh memenuhi kepala Lyn. Dia bisa mendengar teriakan beberapa orang dan semuanya terdengar panik. Tapi, itu semua terasa jauh dan yang lebih nyata adalah suara kecipak air di sekelilingnya.

Air menelan tubuh Lyn. Dia bisa merasakan dadanya menjadi sesak, seiring dengan jumlah air yang masuk ke saluran napasnya. Membuat setiap tarikan napas terasa seperti disayat pisau. Seluruh tubuhnya pun terasa berat dan kaku karena dinginnya air.

Hal yang membuat matanya yang terpejam, langsung terbuka. Saat itu pula Lyn tersadar kalau dirinya sedang tenggelam.

"Tolo ...." Lyn mengangkat tangan, hendak meminta pertolongan. Sayangnya, ada suara lain yang memotong.

"Kakak tolong aku." Seorang perempuan lain yang juga ada di dalam air, ikut berteriak dan melambaikan tangan dengan wajah pucatnya. "Tolong! Aku tidak bisa berenang."

Terdengar suara seseorang yang terjun masuk ke dalam air, membuat Lyn yang sudah kehabisan napas berusaha untuk mengayunkan tangan. Setidaknya, ada sedikit harapan, walau tatapannya tidak begitu jelas melihat segalanya.

Sayangnya lelaki yang tadi melompat ke dalam air, hanya menarik perempuan yang satunya. Lelaki itu bahkan sama sekali tidak melirik Lyn sedikit pun.

"Lynette Arwyn Moore." Seseorang berteriak, pada satu-satunya perempuan yang masih tertinggal di dalam air. "Kalau kau mau mati, jangan ajak orang lain."

"Tolong aku." Tentu saja perempuan yang dipanggil dengan nama lengkap itu lebih memilih untuk terus meminta tolong. "Aku tidak bisa berenang," lanjutnya sambil terus menggapai ke atas, berusaha tidak makin tenggelam.

"Selamatkan Iris." Suara lain kembali terdengar, diikuti suara langkah berderap. Beberapa orang berkumpul di pinggir kolam, mengulurkan tangan pada perempuan yang diselamatkan.

Pandangan Lyn yang sedikit buram, masih bisa menangkap kejadian itu. Samar, tapi dia tahu orang-orang itu lebih peduli pada perempuan yang dipanggil Iris barusan. Karena itu, otak kecil Lyn secara refleks mencari pertolongan pada orang lain.

"Seseorang." Lyn berucap dalam hati, sambil terus berusaha bergerak di dalam air. "Tolong aku."

Pada saat bersamaan, tiba-tiba saja Lyn mengulurkan tangan pada orang yang berdiri dekat kolam. Satu-satunya orang yang dengan tenang berdiri di pinggir kolam, sambil memegang gelas wine dan menonton.

"Tolong!"

Lyn membuka mulut, tapi tak ada suara yang terdengar. Justru air malah masuk lewat mulut, membuatnya terbatuk pelan dan membuat gerakannya terhenti.

Kaki Lyn terasa kesemutan. Tidak mungkin lagi digunakan untuk menendang air, mencegah agar dia tidak benar-benar tenggelam. Saat itulah pandangannya jadi lebih jernih. Hanya sedikit lebih jernih, tapi dia bisa melihat lelaki berkacamata yang memegang gelas wine tadi.

"Seseorang tolong dia. Dia bisa mati."

Semua orang menoleh pada Lyn yang makin lama, makin menghilang dari permukaan. Tapi bukannya membantu, semua orang hanya melihat saja.

"Cih, biarkan saja dia mati." Seseorang bahkan tidak segan untuk menyumpahi.

Merasa tidak bisa diam, akhirnya seorang lelaki dengan seragam pelayan melompat ke dalam kolam. Dia dengan mudahnya menyelam dan segera menarik Lyn yang sudah tenggelam naik ke atas dan menariknya ke ujung kolam, tepat di sebelah lelaki berkacamata yang memegang gelas tadi.

"Apa yang kau lakukan?" Seorang perempuan paruh baya langsung mendekat. "Kenapa kau malah menarik Lynette ke dekat Tuan Vale? Kau cari mati?"

"Tuan Vale, mohon maaf." Perempuan paruh baya tadi langsung menatap lelaki berkacamata yang dia panggil barusan. "Sepatumu jadi basah karena ...."

"Ma, jangan begitu." Iris dengan cepat mendekati ibunya. "Apa kau tidak lihat Lyn sedang menggigil, bahkan susah bernapas?" lanjutnya mengeratkan handuk tebal yang tersampir di bahu.

Tatapan semua orang kembali terarah pada Lyn. Mereka semua bisa menyaksikan kalau perempuan itu gemetar, tapi tidak melakukan apa-apa.

Bahkan saat tadi Lyn batuk keras demi memuntahkan air yang sudah terlanjur masuk di tubuhnya, dia masih bisa mendengar ada yang mengatakan 'menjijikkan.' Itu jelas saja membuat Lyn meringis dan merasa kasihan pada diri sendiri.

"Tapi biar bagaimana, Lyn sudah mengotori sepatu Tuan Vale." Perempuan paruh baya tadi kembali bicara.

"Kalau begitu, kau bisa minta maaf dengan pelan saja," ucapnya dalam bisikan, sebelum menoleh pada Tuan Vale yang tidak memberikan ekspresi berarti itu.

"Tuan, aku mewakili adikku untuk ...."

"Membosankan," gumam Tuan Vale, sengaja memotong kalimat perempuan muda di depannya. "Harusnya tadi aku tidak usah datang saja."

Entah apa yang ada dipikirannya, tapi kalimat itu membuat Lyn yang masih sadar jadi geram. Dia sampai berusaha setengah mati untuk mengalihkan pandangan, untuk melihat dengan lebih jelas lagi si Tuan Vale ini.

Saat itulah tatapan mereka bertemu. Tatapan dingin yang merendahkan itu, bertemu dengan tatapan mata Lyn untuk sesaat, tepat saat Tuan Vale akan berbalik dan pergi. Sayangnya, pandangan Lyn segera ditutupi oleh perempuan paruh baya yang menyebut dirinya seorang ibu.

"Bawa anak sialan ini pergi dari tempat acara," desis sang ibu pelan.

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Bienvenue dans Goodnovel monde de fiction. Si vous aimez ce roman, ou si vous êtes un idéaliste espérant explorer un monde parfait, et que vous souhaitez également devenir un auteur de roman original en ligne pour augmenter vos revenus, vous pouvez rejoindre notre famille pour lire ou créer différents types de livres, tels que le roman d'amour, la lecture épique, le roman de loup-garou, le roman fantastique, le roman historique et ainsi de suite. Si vous êtes un lecteur, vous pouvez choisir des romans de haute qualité ici. Si vous êtes un auteur, vous pouvez obtenir plus d'inspiration des autres pour créer des œuvres plus brillantes. De plus, vos œuvres sur notre plateforme attireront plus d'attention et gagneront plus d'adimiration des lecteurs.

Walang Komento
80 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status