首頁 / Romansa / Lagi, Pak Dosen / Bab 68 Mencari Keberadaan Gea

分享

Bab 68 Mencari Keberadaan Gea

作者: Manila Z
last update publish date: 2026-06-27 15:23:58

Andin menoleh kearah Fadlan dengan pandangan yang sedikit khawatir. Takut terjadi sesuatu dengan laki-laki itu sekarang.

"Kak Stefano kenapa menghubungi?" tanya Andin.

"Dia mengatakan kalau Gea diculik oleh adik tiri kamu. Aku yakin kalau pasti ini adalah suruhan Ratih."

"Wanita licik itu pasti menggunakan Gea untuk mengendalikan Kak Stefano," dengus Andin dengan nada tidak suka.

"Iya, sepertinya memang begitu," jawab Fadlan.

"Apa yang akan Nak Fadlan lakukan selanjutnya?" tanya Hendra.

"A
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 85 Pacar Baru Raya

    Keesokan harinya, Gea akhirnya kembali datang ke kampus.Setelah semua kejadian yang terjadi beberapa hari terakhir, sebenarnya Gea masih merasa sedikit waswas. Namun, dia tidak ingin terus berada di rumah.Skripsinya harus segera diselesaikan.Selain itu, masih ada beberapa bagian yang harus dia konsultasikan kepada dosen pembimbing.Pagi itu, Gea berjalan memasuki area kampus bersama Raya.Raya baru saja menyelesaikan urusannya sehingga mereka memutuskan untuk datang bersama."Gea, kamu nanti langsung ke ruang dosen?" tanya Raya."Iya. Aku mau menyelesaikan revisi skripsi dulu. Kalau tidak ada yang harus diperbaiki lagi, mungkin aku bisa segera menyelesaikan semuanya."Raya tersenyum."Wah, akhirnya."Gea ikut tersenyum."Aku juga sudah capek mengurus skripsi."Mereka berjalan melewati koridor kampus. Namun, baru beberapa langkah, Raya tiba-tiba berkata dengan wajah ceria."Gea.""Hm?""Aku punya cerita." Raya tiba-tiba mengatakan itu pada Gea. Gea menoleh karena penasaran dengan a

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 84 Mencari Keberadaan Sonia

    Stefano akhirnya tiba di sebuah rumah sederhana yang menjadi tempat terakhir Sonia diketahui berada. Mobilnya berhenti cukup keras di depan pagar, membuat beberapa anak buahnya yang mengikuti dari belakang segera turun.Stefano keluar tanpa banyak bicara. Tatapannya langsung tertuju pada rumah di hadapannya."Ini benar tempatnya?" tanyanya dingin."Benar, Pak. Berdasarkan informasi yang kami dapat, Sonia tinggal di sini."Stefano melangkah cepat menuju pintu. Salah satu anak buahnya mengetuk beberapa kali.Tidak ada jawaban."Pak, biar saya periksa."Anak buah Stefano mencoba membuka pintu, tetapi ternyata tidak terkunci. Mereka langsung masuk. Namun, rumah itu sudah kosong.Tidak ada seorang pun di dalam.Stefano berdiri di ruang tengah sambil mengedarkan pandangan. Beberapa barang masih tersisa, tetapi terlihat jelas bahwa penghuninya sudah pergi terburu-buru.Sebuah lemari terbuka. Beberapa pakaian sudah tidak ada. Tas yang biasanya terletak di dekat meja juga menghilang.Rahang St

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 83 Apa Alasan Sonia Melakukan itu?

    Pagi hari terasa begitu tenang.Cahaya matahari masuk melalui jendela ruang makan, membuat suasana rumah terasa hangat. Gea duduk berhadapan dengan Stefano sambil menikmati sarapan yang sudah disiapkan.Berbeda dengan malam sebelumnya, wajah Gea pagi ini terlihat jauh lebih tenang.Stefano sesekali memperhatikannya sambil menikmati kopinya."Kamu sudah tidak takut?" tanyanya.Gea menggeleng."Sedikit lebih baik. Soalnya kamu ada di sini."Stefano tersenyum tipis."Kalau begitu aku harus sering-sering berada di dekatmu."Gea terkekeh kecil."Jangan sampai pekerjaanmu terbengkalai.""Kalau demi kamu, pekerjaan bisa ditunda."Gea baru saja hendak menjawab ketika ponsel Stefano yang berada di atas meja tiba-tiba bergetar.Bzzzt... bzzzt...Stefano langsung mengambilnya.Sebuah panggilan masuk dari salah seorang anak buahnya.Dia segera mengangkatnya."Ya?""Tuan, kami menemukan sesuatu."Nada suara pria di seberang terdengar serius.Stefano langsung meletakkan cangkirnya."Apa?""Kami ber

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 82 Sonia Berusaha Kabur

    Stefano memeluk Gea lebih erat untuk menenangkan wanita itu. Melihat istrinya masih menyimpan rasa takut membuat hatinya terasa tidak tega."Lebih baik kamu istirahat sekarang, sudah malam.""Temani aku," kata Gea dengan sedikit manja.Stefano hanya mengangguk."Iya, aku temani."Mendengar jawaban itu, Gea langsung tersenyum kecil. Tangannya masih menggenggam tangan Stefano, seolah tidak ingin pria itu pergi lagi.Mereka berdua akhirnya berjalan menuju kamar.Sesampainya di dalam, Gea langsung duduk di atas ranjang. Stefano kemudian mengambil selimut dan merapikannya."Kamu mau tidur sekarang?" tanyanya.Gea mengangguk pelan."Iya. Tapi kamu jangan pergi."Stefano menatapnya beberapa saat."Aku tidak akan pergi."Dia kemudian duduk di sisi ranjang.Gea berbaring perlahan, tetapi tangannya masih menggenggam tangan Stefano.Stefano tersenyum tipis melihat tingkah istrinya."Kamu benar-benar takut, ya?"Gea mengangguk."Aku tidak tahu kenapa, tapi kejadian tadi terus terbayang di pikiran

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 81 Gea Menyuruh Pulang

    Stefano sudah berusaha mencari orang tersebut bersama dengan para anak buahnya. Tetapi mereka tidak menemukan jejak orang itu sama sekali. Hal itu membuat dirinya sedikit geram sekarang. "Kita kehilangan jejaknya.""Cari orang itu sampe ketemu!" paksa Stefano karena dia yakin kalau orang itu mengincar Gea. "Kami sudah berusaha mencarinya.""Kalian periksa CCTV dan semuanya dengan baik, temukan hal yang janggal!" kata Stefano dengan nada yang sedikit tinggi. Dia harus menemukan semuanya dengan baik. Stefano tidak mau kehilangan jajak orang yang sudah berusaha untuk mencelakai Gea sekarang. Sampai ponselnya berdering tanda ada yang menghubunginya, dia melihat kearah layar yang rupanya itu adalah Gea. Stefano menghela napas panjang. Dia benar-benar tidak mau kehilangan jejak orang yang sudah berusaha mencelakai Gea.Namun, belum sempat dia kembali ke dalam gedung, ponselnya tiba-tiba berdering.Raut wajah Stefano berubah ketika melihat nama yang muncul di layar.Gea.Dia segera meng

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 80 Selesai Acara Pertunangan

    Acara pertunangan antara Fadlan dan Andin sudah hampir selesai, mereka berdua sudah bersalaman dengan para tamu undangan. Begitu pun dengan para tamu undangan yang sudah mulai berpamitan. Hendra menghampiri anaknya. "Bagaimana dengan orang itu?" "Stefano sudah mencarinya, semoga akan segara ketemu," kata Fadlan. "Iya ayah. Lebih baik sekarang ayah beristirahat saja, kasian sampe kelelahan juga menyambut para tamu tadi," jelas Andin pada ayahnya. "Kamu benar Andin. Yaudah kalau begitu kalian urus semuanya. Aku akan istirahat.""Sepertinya para tamu undangan juga sudah pergi, ayo kita juga pergi juga," goda Fadlan pada Andin. Andin tidak langsung mengiyakan perkataan dari Fadlan, dia masih penasaran dengan pelakunya. "Aku masih penasaran, siapa pelakunya.""Sudah, nanti juga Stefano menemukan orangnya, apalagi dia juga punya banyak bodyguard yang pasti akan mudah menemukan orang itu, paling lambat juga seminggu.""Bagaimana dengan Gea, apa dia akan baik-baik saja?" tanya Andin ya

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 2 Pria Itu.....

    Gea sudah mulai melupakan kejadian yang terjadi padanya. Dia tidak tahu pria asing yang tidur dengan dirinya semalam. Gea duduk di kursi kampusnya, berusaha terlihat tenang di antara mahasiswa lain. Tapi pikirannya terus berputar. Ia menatap kosong halaman catatan yang belum disentuh sama sekali.“

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 1 Malam Yang Panas

    Dentuman musik memenuhi ruangan, lampu-lampu neon berkilau di antara orang-orang yang menari di bar hotel malam itu. Gea Andriana tersenyum kecil sambil memegang gelas koktailnya. Malam ini seharusnya menyenangkan. Teman-teman satu jurusannya merayakan kelulusan beberapa senior, dan Gea berniat mel

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 7 Sebuah Rumor

    Rumor tentang Gea berada di perpustakaan bersama dengan Stafano kini kian menyebar. Semuanya karena Satpam itu yang membicarakan ini pada penjaga lainnya. Bahkan mahasiswa lain juga ada yang ikut mendengar rumor tersebut. "Tidak menyangka yah, Gea orang yang seperti itu.""Demi nilai, dia merenda

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 6 Memikirkan Stefano

    Gea langsung panik ketika melihat satpam itu memergoki dirinya dengan Stefano, bahkan dengan posisi mereka sekarang yang sulit sekali untuk diartikan. "Pak Stefano, anda dengan mahasiswa itu! Astaga."Satpam itu langsung pergi dengan begitu saja setelah melihat Gea dan Stefano dengan posisi Stefa

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status