Mag-log inSetelah beberapa saat, mereka semakin dekat dengan kastil cahaya. Lu He memerintahkan sembilan orang yang menarik beruang menuju ke tempat pengulitan hasil buruan, sementara Lu He mengajak Lin Feng memasuki kastil cahaya. Lin Feng terlihat sangat kagum dengan kastil cahaya. Kastil cahaya itu sangat megah dan menjulang tinggi ke langit. Lin Feng baru pertama kali melihat bangunan semegah itu seumur hidupnya. "Tuan Lu He, anda sudah pulang berburu," penjaga pintu kastil menyapa Lu He. Lu He adalah salah satu petinggi suku es utara sehingga penjaga pintu kastil sangat menghormatinya. Lu He mengangguk kemudian berkata, "aku akan menemui kepala suku." Penjaga pintu kastilpun langsung membukakan pintu untuk Lu He. Mereka tidak banyak bertanya tentang Lin Feng yang mengikuti Lu He. Lin Feng dan Lu He pun masuk ke kastil cahaya. Lin Feng hanya ternganga melihat kemegahan ruangan kastil cahaya. Ruangan di dalamnya sangat terang dengan ornamen-ornamen es yang sangat indah. Tak lama,
Saat Lin Feng sudah berhasil menghabisi petapa gila, Wei Rue langsung menghancurkan jimat teleportasi dan sampai di benua Tianzun. Lin Feng berbalik arah untuk berbicara kepada Wei Rue, namun Wei Rue sudah tidak ada disana. "Kemana gadis itu?" gumam Lin Feng. "Tuan, dia kembali ke benua Tianzun," sahut Hui San. Lin Feng kemudian melanjutkan perjalanan di dataran es utara. Dia masih di sekitaran hutan dengan pepohonan berlapis es. Hutan itu sangat luas hingga tidak terlihat ujungnya. Hui San berhenti di suatu tempat. "Tuan, di sini ada sumberdaya yang sangat berharga," katanya. "Baiklah, turun!" perintah Lin Feng. Hui Sanpun turun di tempat yang menurutnya terdapat sumberdaya yang sangat berharga. Tempat itu dipenuhi dengan batu spiritual yang sangat berguna untuk Hui San karena Hui San berkultivasi menggunakan batu spiritual. Terdapat gundukan-gundukan berlapis es yang menggunung di tempat tersebut. "Hancurkan es di gundukan-gundukan tersebut, disitu ada batu spiritual y
Dataran es utara adalah tempat yang paling misterius di benua tianlang. Dataran itu terpisah dengan ketiga kekaisaran dengan dunia yang antah berantah di dalamnya. Tidak ada satu orangpun yang mengetahui luas dan apa yang ada di dataran es utara tersebut. Tembok es raksasa yang sekarang sedang Lin Feng lintasi merupakan batas pemisah antara dataran es utara dengan ketiga kekaisaran. "Hui San, apa yang ada di dataran es utara?" tanya Lin Feng. "Aku merasakan ada energi yang sangat besar, namun ada juga energi kematian yang terasa sangat tipis yang harus diwaspadai," jawab Hui San. Hui San terus melintas terbang melewati tembok es, tembok itu tidak hanya tinggi namun juga sangat luas dan membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit melewatinya. Setelah sepuluh menit, Lin Feng melihat hutan yang dipenuhi pepohonan yang berlapiskan es dan kristal. Namun, dia juga melihat ada seorang pria tua yang sedang bertarung melawan gadis bercadar putih. Pria tua tersebut merupakan petapa gila
Lin Feng langsung bangkit dan kembali menyerang raja siluman dengan pedangnya. Srakkk Srakkk Srakkk Lin Feng menyayat-nyayat tubuh raja siluman. Namun, sayatan pedangnya berakhir sia-sia karena raja siluman tidak terluka sama sekali. Di dekat Lin Feng, pendekar mabuk terlihat sangat menggila. Dia menyerang siluman dengan pedang iblis sehingga dalam waktu singkat berhasil menghabisi ribuan siluman. Cakar setanpun sama seperti pendekar mabuk yang telah menghabisi ribuan siluman. Dengan teknik bayangan hantu, dia mencabik-cabik siluman yang berada di dekatnya hingga darah dan bagian-bagian tubuh siluman berceceran disana sini. Sementara hantu rimba menggunakan teknik panah sergawi dan menghujani bangsa siluman dengan puluhan ribu anak panah hingga ribuan siluman berjatuhan dan tewas. Pendekar mabuk, hantu rimba dan cakar setan seperti sedang berkompetisi siapa yang menghabisi siluman paling banyak. Mereka sangat senang dan bersemangat menghabisi bangsa siluman. Disisi l
Hutan siluman merupakan hutan yang sangat luas, mungkin seperempat dari wilayah Kekaisaran Luo adalah hutan siluman. Hutan itu dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu bagian luar, bagian dalam dan bagian inti. Bagian luar hutan merupakan tempat siluman-siluman yang tergolong lemah, bagian dalam merupakan tempat siluman yang kuat, dan bagian inti adalah tempat siluman yang sangat kuat dan raja siluman berada di dalam bagian inti hutan. Setelah beberapa jam melangkah, Lin Feng akhirnya mendapati beberapa siluman yang sedang memulihkan diri di bagian luar hutan. Jumlah mereka berkisar antara seratus siluman. Siluman tersebut terlihat kaget dengan kedatangan Lin Feng dan pasukan naga hitamnya. Mereka tidak berpikir jika manusia akan berani memasuki kawasan hutan siluman meskipun mereka berada di bagian luar. "Habisi mereka!" salah satu siluman memberikan instruksinya kepada siluman yang lain. Mereka jelas menyatakan permusuhan kepada Lin Feng dan pasukan naga hitam. Lin Feng kemud
Keesokan harinya, energi dalam dantian Lin Feng sudah sangat stabil. Dia kemudian keluar dari penginapan untuk melanjutkan perjalanan. Di luar penginapan, banyak pengemis yang meminta-minta kepada Lin Feng. "Tuan, berikan hamba uang!" pinta para pengemis. Lin Feng melihat nasib warga kota sangat miris. Pasca serangan dari bangsa siluman, perekonomian kota tersebut krisis dan sangat memprihatinkan. Banyak warga kota yang menjadi pengemis untuk sekedar bertahan hidup. Selain itu, walikota juga mengenakan pajak yang sangat tinggi kepada warga kota. Hal itu membuat warga kota banyak yang meninggal karena kelaparan. Walikota tidak punya pilihan lain selain menaikkan pajak agar birokrasi kota tetap berjalan seperti sebelum bangsa siluman menyerang. Lin Feng mengeluarkan beberapa koin emas dan memberikannya kepada para pengemis. Lin Feng yang merasa sangat sedih melihat kondisi warga kota, berniat untuk menyelesaikan masalah kota tersebut. Untuk menyelesaikan masalah kota, Lin Feng
Selain di paviliun merak, aliansi keadilan di istana bintang juga memburu sekte-sekte aliran hitam. Mereka berhasil menumpas sangat banyak sekte aliran hitam hingga wilayah istana bintang menjadi wilayah yang aman dan damai seperti paviliun merak. Sementara itu, Wu Liem yang melarikan diri, kembali
Muo Jin dan pasukannya berpikir untuk melarikan diri. Mereka merasa melawan aliansi keadilan paviliun merak merupakan hal yang sia-sia. Apalagi ada Lin Feng yang mereka anggap sebagai monster mengerikan. Selain itu, mereka juga sudah kelelahan dan banyak yang terluka akibat peperangan di perbatasan
Di sekte bulan darah, setelah bertemu dengan Wu Liem, Lian Yu telah berhadapan dengan pasukan misterius yang berada di bawah tanah. Pasukan misterius itu berjumlah sekitar seribu dan merupakan pasukannya yang menelan pil darah suci. Pasukan itu dipersiapkan oleh Lian Yu untuk melancarkan pemberonta
Li Wang kemudian menjelaskan kepada kedua tetua itu untuk menyampaikan kepada Patriark Shao Long dan Patriark Zhen Li untuk mengumpulkan para patriark aliansi keadilan di ibukota kekaisaran. Salah satu tetua diperintah menuju ke sekte lembah berangin, sementara tetua yang satunya diperintah menuju







