เข้าสู่ระบบSuara langkah para penjaga menggema di lorong kediaman Keluarga Shin.“Lapor! Qian Mu tertangkap ketika berusaha melarikan diri melalui gerbang belakang!”Shin Tian yang baru saja hendak meninggalkan aula leluhur menghentikan langkahnya. Senyum tipis muncul di sudut bibirnya. “Bagus. Pastikan dia tetap hidup. Aku masih punya beberapa pertanyaan untuknya.”“Siap!” Penjaga itu segera berbalik dan berlari pergi.Di belakang Shin Tian, Shin Long masih berdiri terpaku. Wajahnya pucat, sementara kedua tangannya mengepal begitu kuat. Bekas pertarungan melawan Utusan Lembah Iblis masih terasa di udara. Bau hangus bercampur aroma dupa memenuhi aula, dan beberapa retakan menghiasi lantai marmer.Namun, bukan kerusakan itu yang mengganggu pikirannya. Anak yang selama ini dianggapnya lemah ternyata mampu mengalahkan utusan dari kekuatan misterius yang bahkan ditakuti para tetua keluarga.Lebih mengejutkan lagi, Shin Tian melakukannya dengan ketenangan seolah baru saja menyelesaikan pekerjaan ruma
Suara retakan mengguncang seluruh aula leluhur Keluarga Shin.KRAAAAK!Cahaya merah menyembur dari pusaran hitam di atas altar. Udara mendadak membeku, sementara aroma busuk menyerupai daging membusuk memenuhi ruangan. Lantai marmer bergetar hebat. Beberapa tetua terpaksa berlutut untuk mempertahankan keseimbangan.Di tengah kekacauan itu, Shin Tian berdiri dengan kedua tangan terangkat.Jubahnya berkibar diterjang angin hitam. Rambutnya berantakan, tetapi sorot matanya tetap tenang.Di hadapannya, Utusan Lembah Iblis tertawa dengan suara parau."Ha... ha... ha! Bocah, kau pikir formasi tua ini mampu menghentikanku?"Makhluk itu memiliki tubuh kurus dengan kulit kelabu seperti mayat. Dua tanduk hitam tumbuh dari dahinya, sementara urat-urat merah menjalar di lehernya. Energi iblis terus mengalir dari tubuhnya menuju pusaran di atas altar."Gerbang ini akan terbuka sepenuhnya!" raungnya. "Saat itu terjadi, seluruh Kota Xian Jin akan menjadi tempat berburu bagi para penghuni alam iblis!
Langit di atas alun-alun berputar liar, awan-awan kelabu tersedot ke satu titik, membentuk pusaran hitam yang menganga seperti mata raksasa. Udara mengerang. Tekanan qi melonjak tak terkendali, menusuk paru-paru, menghancurkan keseimbangan.Beberapa kultivator muda langsung terhempas berlutut. Darah menyembur dari mulut mereka, bercampur dengan debu dan hujan energi yang tak kasatmata.Shin Tian melompat mundur, menghentakkan kaki ke tanah untuk menancapkan dirinya.Braak!Permukaan batu retak di bawah telapak sepatunya.“Gerbang semu…” gumamnya lirih, mata menajam menatap pusaran itu. “Mereka benar-benar gila.”Di tengah kekacauan, Qian Mu berdiri—namun yang tersisa dari dirinya hanyalah bentuk. Sesuatu yang lain menggerakkan tubuh itu kini.Dagingnya menggelembung, tulang-tulang bergeser. Kulitnya pecah, memperlihatkan lapisan hitam berkilau seperti baja iblis. Dari punggungnya, kabut pekat memadat, membentuk sepasang sayap yang berdenyut seirama dengan pusaran di langit.Suara yang
Langit di atas Kota Xian Jin belum sepenuhnya cerah ketika tanda bahaya berikutnya muncul.BUUUM...!!!Getaran berat merambat dari kejauhan, bukan dari gerbang, bukan dari dalam kota—melainkan dari tanah di bawah kaki mereka. Batu-batu kecil melompat, air di selokan beriak liar, dan burung-burung yang tadi kembali bertengger mendadak beterbangan panik.Shin Tian mengerutkan kening.“Tidak mungkin hanya satu Jenderal Roh Iblis,” gumamnya. “Itu terlalu… biasa.”Belum selesai kalimatnya...KRAAAKKK!Tanah di tengah kota... alun-alun utama terbelah dua.Teriakan histeris terdengar dari warga kota.Warga berhamburan. Pedagang menjatuhkan barang dagangan, anak-anak tersandung, orang-orang saling bertabrakan dalam kepanikan. Dari celah tanah itu, kabut hitam merembes keluar, lebih kental, lebih licik, seperti asap yang berpikir.“Formasi Pertahanan!” teriak Shin Wang. “Lindungi rakyat!”Para tetua Klan Shin bergerak cepat, membentuk lingkaran qi di sekeliling alun-alun. Namun kabut itu menye
Aura gelap itu datang seperti napas kematian.Tidak meledak, tidak meraung—melainkan menekan. Langit di atas Kota Xian Jin meredup, seolah matahari ditelan kabut hitam. Sorak kemenangan rakyat perlahan meredam, digantikan keheningan yang membuat bulu kuduk berdiri.Shin Tian mengangkat kepala.Udara… menjadi pekat dan berat.“Semua mundur!” teriaknya keras. “Sekarang!”Belum semua orang memahami perintah itu—BOOOM!Tanah di luar gerbang timur terbelah.Retakan raksasa menjalar seperti urat hitam, dan dari celah itu, sesuatu bangkit perlahan.Bukan hewan.Bukan sepenuhnya roh.Ia berdiri setinggi menara pengawas, tubuhnya diselimuti kabut pekat, tulangnya hitam legam dengan simbol merah menyala terukir di setiap sendi. Kepalanya menyerupai tengkorak banteng, dengan tanduk bengkok yang berdenyut seperti nadi hidup.Jenderal Roh Iblis.Makhluk yang seharusnya tertidur di lapisan terdalam Lembah Iblis.“Tidak mungkin…” bisik Shin Wang, wajahnya pucat. “Makhluk itu… setara Pembentukan Int
Gerbang timur Kota Xian Jin runtuh dengan suara menggelegar.Bukan runtuh perlahan—melainkan dihantam dari luar oleh sesuatu yang berat dan hidup. Balok kayu tebal terlepas, batu bata beterbangan, dan jeritan panik rakyat bercampur dengan auman yang membuat qi para kultivator muda bergetar ketakutan.“AUUUUU—!”Seekor Serigala Tulang menerobos masuk pertama kali. Tubuhnya setinggi kuda, bulunya rontok memperlihatkan rangka putih berkilau, mata hijau fosfor menyala seperti lentera neraka. Setiap langkahnya membuat tanah bergetar.Di belakangnya, Kera Api melompat dari atap ke atap, tubuhnya diselimuti nyala merah, ekornya menyapu udara hingga menyisakan bau gosong. Angin berputar liar ketika Ular Angin melingkar di langit, sisiknya transparan seperti kaca, menyayat udara dengan desisan tajam.Kota Xian Jin—yang pagi tadi masih dipenuhi aroma bubur hangat dan teriakan pedagang—kini berubah menjadi ladang teror.“Lariii—!”“Anak-anak—selamatkan anak-anak!”“Penjaga kota! Di mana penjaga
Shin Tian melangkah mendekat, langkahnya tenang, nyaris tak terdengar. Bajunya berkibar sedikit, dan tiap langkah seolah menekan udara di sekitar, menciptakan beban tak kasatmata yang menggantung di antara mereka. Ia berlutut perlahan di hadapan Qian’er, membiarkan matanya sejajar dengan wanita ya
Suara desir angin bergaung samar di telinganya. Perlahan, kesadaran Shin Tian mulai merangkak kembali dari kegelapan. Ia menggeliat pelan, tubuhnya terasa seperti dihantam batu besar—berat, nyeri, dan tak sepenuhnya berada di bawah kendalinya.“Ugh… aku… ada di mana?” gumamnya pelan. Suaranya terde
Langit pagi menyelimuti kediaman Keluarga Besar Shin dengan matahari yang perlahan muncul dari balik awan. Di balik pilar-pilar batu megah, seorang gadis berdiri, angin menggoyangkan helaian rambut hitamnya yang berkilau seperti untaian sutra. Ia adalah Shin Shiang, sosok muda dengan kecantikan yan
Kabut tipis masih menggantung di atas tanah saat matahari pagi mulai merangkak naik dari balik perbukitan yang melingkari Kota Xian Jin—sebuah kota kecil yang berdiri tenang namun tegar di bawah kekuasaan Kerajaan Song Selatan. Angin pagi berembus pelan membawa aroma tanah basah dan dedaunan pinus,







