Teilen

Bab 271

last update Veröffentlichungsdatum: 28.09.2025 14:43:10

"Dio."

"Iya, Pak?" Dio yang menyetir menjawab panggilan Ananta dengan memandang lelaki itu melalui rear view mirror.

"Setelah mengantar saya dan Ibu, kamu beli tempat tidur anak-anak."

Andara yang duduk di sebelah Ananta langsung mengangkat mukanya dari layar handphone. "Untuk apa, Mas?"

"Untuk Kai."

"Kai, kan, tidur sama kita. Buat apa dibeliin?"

"Kai itu sudah besar, Andara. Sudah tiga tahun lebih. Pelan-pelan dia harus dilatih tidur sendiri."

"Tapi aku belum mau pisah sama Kai. Nanti-nanti a
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (7)
goodnovel comment avatar
rheyeye
kak zizi nanti wajib ada extra part POV ananta donk. masih ga paham di awal bab knp perkosa andara, trus nata blg cinta andara dr andara 13th tp musuhan sm shankara gara2 calista. ktny cinta andara, tp kesannya ky cinta mati sm calista
goodnovel comment avatar
eld
no no jangan dibikin kayak jagad sama sky, ga seru masa nata tbtb jadi bajingan mesum biarpun awalnya emang brengsek sih dia rape andara. eksplisitnya cukup jagad sky aja di GN ini
goodnovel comment avatar
Rheia
adiknya kai otw. ah seru bgt ayo nata bangkit abisin tuh Jatmiko sm clairin
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Lelaki Yang Terpaksa Menikahiku   Bab 340 (Tamat)

    Tiga tahun telah berlalu sejak acara resepsi besar mereka.Waktu terus berjalan tanpa bisa dihentikan. Sama dengan cinta mereka yang terus berembus seperti angin laut di belakang villa Zevalena, villa milik mereka berdua.Anak-anak tumbuh dengan sehat, pintar dan ceria. Ketiganya mewarisi gen ayah mereka.Zelena dan Zevia, si kembar yang menjadi kebanggaan mereka berdua, keduanya begitu mirip dengan Ananta.Mereka bagai pinang dibelah dua, dengan kulit seputih susu, hidung mancung kecil, bibir tipis nan cerah, dan sepasang mata indah berwarna coklat. Jangan pernah lupakan lesung pipi menggemaskan di wajah mereka yang merupakan ciri khas utama dari sang ayah. Andara kini memprotes. "Pa, mereka semua kenapa mirip sama kamu? Aku sampai nggak kebagian."Ananta tertawa mendengarnya. "Aku punya ide.""Ide apa?" Andara memandangi dengan serius.Lelaki yang seolah tidak menua itu mengerling nakal. "Gimana kalau kita bikin lagi?"Andara spontan melempar bantal kecil ke arah Ananta yang duduk

  • Lelaki Yang Terpaksa Menikahiku   Bab 339

    Ada pengumuman di akhir bab.***Shankara sempat mempertimbangkan permintaan Thalia. Ada perasaan kasihan melihat keinginan menggebu-gebu anak itu untuk melihat bayi yang ia anggap sebagai adiknya. Tapi di sisi lain ia juga harus realistis. Melihat anak tersebut sama artinya dengan memberi peluang pada Calista untuk berharap padanya.Shankara akhirnya menolak. “Nggak usah, Thal. Kita ke sini buat lihat Tante Dara, ingat?”“Tapi--"“Dengar Papa baik-baik,” potong Shankara lembut namun tegas. “Adek yang kamu maksud itu bukan tanggung jawab kita. Dia bukan anak Papa, artinya dia bukan adek kamu. Sekarang Tante Dara baru punya bayi kembar. Itu yang mau kita lihat, kan?”Thalia diam. Bibirnya mengerucut kecewa, tapi ia menurut."Din, tolong nggak usah bilang ke Calista kalau aku ada di sini," kata Shankara pada Dina."Iya, Mas," jawab perempuan itu.Setelahnya, Shankara menggandeng tangan sang putri menuju kamar VVIP, tempat di mana Andara berada.Begitu masuk ke kamar itu, aroma wangi kha

  • Lelaki Yang Terpaksa Menikahiku   Bab 338

    Shankara berjalan sambil menggandeng tangan Thalia menyusuri koridor rumah sakit. Ia baru saja mendapat kabar bahwa Andara telah melahirkan."Pa, nanti setelah melihat Tante Dara kita lihat adek juga ya, Pa?" pinta Thalia di sela-sela langkah mereka. "Adek yang mana?" tanya Shankara."Adek aku, Pa. Bayinya Mama."Shankara mengembuskan napas lelah. Ini adalah untuk kedua kalinya Thalia meminta mengunjungi anak Calista setelah Shankara menolak permintaannya waktu itu. Gadis kecil itu masih belum benar-benar mengerti situasi."Mana ada dia di sini," jawab Shankara. Ia yakin Calista tidak mungkin bersalin di rumah sakit sekelas tempat Andara melahirkan. Calista mana punya uang. Tapi entahlah. Shankara baru saja hendak berbelok ketika pintu sebuah kamar terbuka dari arah berlawanan.Seorang perawat keluar dari dalamnya sambil menenteng map rekam medis. Shankara mengenal wajah itu. Dina. Salah satu teman lama Calista yang dulu pernah datang ke rumah saat Calista masih menjadi istrinya.Di

  • Lelaki Yang Terpaksa Menikahiku   Bab 337

    Mobil Ananta meluncur cepat di jalanan pagi itu.Lampu hazard menyala, klakson dibunyikan agar pengendara lain memberi jalan.Dio memandangi rear view mirror berkali-kali, melihat Andara yang berbaring di pangkuan Ananta dengan wajah pucat dan keringat bercucuran membasahi tubuhnya."Sakit, Mas, sakit banget. Aku udah nggak tahan," rintih Andara lirih. Suaranya hampir tidak terdengar karena tertelan oleh rasa sakit itu sendiri. Setelah dua kali persalinan yang menyedihkan, kini Andara memiliki tempat untuk mengadu."Iya, Andara. Sabar ya. Sebentar lagi kita sampai," jawab Ananta. Tangannya tidak beranjak dari perut Andara dan terus mengelus-elusnya.Andara mencekal lengan Ananta kuat-kuat, mencari tempat menumpukan segala rasa sakitnya. Gelombang air mata berdesakan di pelupuk matanya yang kemudian menuruni kedua sisi pipinya. Bukan hanya karena sakit tapi juga karena merasa haru. Pada akhirnya ada Ananta di sisinya yang menemani menyambut detik-detik kelahiran buah cinta mereka."Ma

  • Lelaki Yang Terpaksa Menikahiku   Bab 336

    Shankara menyilang satu lagi tanggal di kalender meja. Satu hari lagi telah terlewati dan masih tidak ada kabar dari Vanka.Kadang Shankara berpikir, apa laporan orang hilang yang dibuatnya benar diproses polisi? Atau tidak pernah dilakukan pencarian sama sekali?Di mana Vanka saat ini? Apa dia masih hidup? Atau ...Shankara mengusap mukanya dengan kasar. Ia buru-buru menepis pikiran buruk tersebut."Papa masih mikirin Tante Vanka?"Suara itu mengeluarkan Shankara dari lamunannya. Thalia kini sudah berada di dekatnya dengan tangan menggenggam handphone. "Nggak. Papa nggak mikirin apa-apa," dusta Shankara."Move on dong, Pa. Jangan mikirin Tante Vanka terus," kata Thalia tidak percaya. Shankara pun tertawa. Anak sekecil ini bisa mengucapkan kata-kata seperti itu. "Move on itu apa, Thal?" ujinya.“Kayak ... berhenti sedih. Mulai bahagia lagi,” jawab Thalia sambil menatap ayahnya dengan serius, seperti menasihati orang dewasa.Shankara terdiam lama. Matanya menatap ke arah jendela, k

  • Lelaki Yang Terpaksa Menikahiku   Bab 335

    Tujuh bulan kemudian ... Andara sangat menikmati hari demi hari selama kehamilannya. Hari-harinya memang berat karena kehamilan kembarnya, tapi Andara tidak ingin menyerah. Hanya tinggal sedikit lagi maka buah hatinya akan lahir ke dunia. Tanpa terasa saat ini sudah menginjak bulan ke sembilan kehamilan Andara. Menurut prediksi dokter sekitar satu minggu lagi bayinya akan lahir. Andara semakin kewalahan berjalan akibat bobot tubuhnya yang berat. Apalagi ia mengandung dua bayi. Jangankan dua, mengandung satu anak saja bukanlah hal yang mudah. Tapi Andara tidak henti bersyukur karena memiliki Ananta yang selalu ada di sisinya. Perlengkapan bayi sudah dibeli sejak lama. Kamarnya juga sudah disiapkan untuk menyambut anak kembar itu. Kamar tersebut didominasi oleh nuansa biru dan putih. Sedangkan untuk rumah sakit, Ananta juga sudah sejak jauh-jauh hari mem-boooking-nya. Ananta memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang dicintainya. Semakin mendekati hari kelahiran si kembar, A

  • Lelaki Yang Terpaksa Menikahiku   Bab 134

    Sesampainya di rumah sakit Ananta menggendong Calista turun dari mobil. Petugas yang siap siaga menaikkan Calista ke brankar lalu membawanya agar bisa segera ditangani. Ananta mengikuti brankar dengan langkah cepat, sementara Andara tertinggal beberapa langkah di belakang. “Maaf, Pak, hanya kelu

  • Lelaki Yang Terpaksa Menikahiku   Bab 129

    Kemal segera menghampiri sahabatnya itu. Wajah Ananta tampak pucat, keringat dingin membasahi pelipisnya, dan tangan kirinya menggenggam selimut erat-erat seolah sedang menahan sesuatu yang lebih dari sekadar rasa nyeri biasa."Lo kenapa, Nata?" tanya Kemal cemas, matanya menelusuri tubuh Ananta ya

  • Lelaki Yang Terpaksa Menikahiku   Bab 128

    "Kaget ya, Mas?" Itu yang diucapkan Andara saat menyaksikan Kemal membeku setelah ia memberitahu rahasia besar yang selama ini disembunyikannya rapat-rapat.Dan Kemal masih terpaku. Otaknya berusaha mencerna fakta yang baru saja dituturkan Andara padanya."Aku paham, Mas. Mas nggak bakal percaya da

  • Lelaki Yang Terpaksa Menikahiku   Bab 126

    Suara bel terdengar jelas malam itu, yang menggema hingga ke kamar Andara. Andara yang sedang berbaring sambil menenangkan hatinya bangkit dengan cepat dari tempat tidur. Ia berharap Ananta yang datang.Ketika membuka pintu bukan suaminya yang berdiri di sana, melainkan asistennya."Selamat malam,

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status