首頁 / Romansa / Lika-liku Cinta Terlarang / Bab 103 Wawan dan Juminah

分享

Bab 103 Wawan dan Juminah

作者: Jackie Boyz
last update publish date: 2026-06-05 08:06:17

“Sudah, kamu nurut saja! Aku bikin puas Yun, cuma aku hisap saja kok, aku janji.” Ujarnya dengan senyum pada bibirnya. Yuyun tidak menyahut, Darto sudah membuka pahanya ke samping dan melumat area intimnya. Tubuh Yuyun menggeliat, berulangkali dia mengerang sambil membekap mulutnya sendiri. Lidah Darto meliuk-liuk menjilati liang kewanitaan Yuyun.

“Umhh, umhh, Yun, nikmat sekali pepekmu. Gurih sekali Yun, sluurpp, sluurrpp.” Darto menghisapnya dengan sangat buas. Pria itu tidak bisa
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 119 Rayuan maut

    “Pak, ouh aku sudah nggak kuat, ouhh, sshhh, sudah Pak, cepetan,” pinta Lindar pada Darto agar lekas memberikan kepuasan padanya. Darto menuruti keinginan Lindar, dia merebahkan tubuh Lindar di sofa lalu mulai memuaskan hasrat keryawannya tersebut. Darto menekan ujung tongkatnya ke dalam, desahan Lindar tidak bisa berhenti. Napas wanita itu semakin tersengal menahan gejolak gairah dalam dirinya. Darto terus menggenjot hingga Lindar memuntahkan cairan kentalnya. Lindar mengaitkan kedua kakinya di belakang pinggang Darto sambil melumat bibir Darto. “Oh, Lin, pepekmu nikmat sekali sayang, oukh, bikin kepalaku berputar-putar. Oukh!” Lindar mengernyitkan keningnya, dia menatap Darto yang kini tengah menggenjot liang intimnya dengan penuh semangat. “Kenapa? Kok melihatku seperti itu? Ah, ah, ah, ah, Lin, mantap sekali!” Seru Darto penuh gairah. “Katanya kliyengan tapi enggak pingsan? Akh, akh, ouwh, ah, Paaaaaaak!” Lindar menjerit lantaran

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 118 Paksaan Darto

    ***Di kafe, Wati lebih dulu tiba di sana. Gadis itu memarkir motornya di dalam, di sana Wati melihat sebuah mobil nampak akrab dengan penglihatannya.“Sepertinya itu mobil gebetannya Yuyun? Iya nggak sih? Terus ngapain dia pagi-pagi ke kafe beginian? Bukannya dia begitu setia sama Yuyun?”Wati bergumam seorang diri, dia cemas lantaran mungkin saja pria yang dia pikirkan sedang bersama Yuyun di dalam. Tak lama kemudian Devan tiba di sana, dia melihat Wati sedang sibuk mengawasi sekitar. Sepertinya Wati masih belum tahu kalau Devan sudah tiba di sana.Devan tanpa ragu menyentuh bahu Wati. “Wati!”“Heh! Astaga, kaget aku!” Wati mengelus dadanya sendiri sambil menoleh ke arah Devan di belakang punggungnya. Niat Wati mengawasi hanya ingin mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Tapi setelah dpikir-pikir lagi, mungkin saja Wati salah duga, bisa saja atasan Yuyun di sana untuk acara meeting. Beberapa bos memang suka memilih kafe untuk acara pertemuan.“Apa sih? Ma

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 117 Gairah Anto

    Sampai di dapur Anto segera mengambil sarapannya juga kopinya lalu membawanya menuju beranda, di halaman depan Sarinten sedang memasukkan sampah ke dalam pengki dan mengumpulkannya di bak sampah besar yang ada di perkarangan samping. Dia melihat Anto sedang menikmati sarapan dengan lahap. Anto masih kesal pada Sarinten, dia melirik ke arah Sarinten sekilas.“Kenapa? Nggak puas bikin mukaku yang super perfect ini jadi belang-belang mirip area penyeberangan?”Sarinten hanya mengunyah dengan mulut kosong lantaran Anto terus menghardiknya, Sarinten memeluk sapu lidi panjangnya. “To, To, kamu itu jangan ngomel-ngomel terus kenapa? Aku kan nggak sengaja tadi.” Ujarnya seraya geleng-geleng kepala.“Iya, iya sudah, jangan diperpanjang, nanti kesrimpet!” timpal Anto.Sarinten membawa pengki dan sapu ke belakang.Tak lama setelah itu Amina keluar dari pintu ruangan utama, Amina sudah siap dengan dandanannya yang menor. Anto baru selesai makan dia berniat membawa piring dan

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 116 Mengintip Nyonya Majikan

    “Yuyun? Dia kerja Mi, kenapa memangnya?”Amina masih menatap Devan dengan tatapan penuh tanya, entah kenapa mendapatkan tanggapan sedikit acuh dari Devan perasaan Amina menjadi sedikit jengkel. Biasanya Devan selalu respek, tidak cuek seperti sekarang.“Apa mukaku sudah keriput? Jangan-jangan iya? Padahal baru tiga hari yang lalu aku melakukan perawatan di salon, dari suntik anti rontok, anti keriput, anti hitam, dan anti meriang, kurang apa coba? Bukitku juga masih kencang dan lumayan besar, apa Devan sudah nggak nafsu sama aku? Aku harus bagaimana untuk menarik perhatiannya?” Tanya Amina dalam hati.Wati sudah selesai makan, dia segera menyela lantaran Amina malah terbengong menatap ke arah kakaknya.“Bang Dev, ayok!” ujarnya sambil menarik lengan Devan agar ikut pergi bersama dengannya.“Mau ke mana sih? Masih pagi juga!” gerutunya dengan nada malas. Devan menolak berdiri dari kursinya karena belum selesai sarapan.“Kerja Bang,” lanjut Wati.“Ogah aku

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 115 Mencari alasan

    “Iya, Pak, udahan. Aku takut Mas Devan tahu aku di sini sama Bapak.” Ucapnya pada Darto.Darto tidak bisa menahan Yuyun agar terus tinggal di sisinya, Darto tidak lupa Yuyun sudah memiliki seorang suami. Darto hanya melihat Yuyun memakai baju mandinya, dan membiarkan Yuyun pergi meninggalkan kamar mandi, lalu dirinya sendiri juga segera keluar dari dalam kamar mandi tersebut.Yuyun kembali ke dalam kamarnya dengan penuh aroma mawar, di sana Devan sudah rebah telentang. Yuyun langsung rebah di atas ranjang di sebelah Devan karena merasa sangat lelah sekali.“Dari mana saja kamu?” Tanya Devan. Devan sendiri juga sudah sangat kelelahan karena baru selesai dari dalam kamar Sarinten.“Mandi, aku baru sampai tadi. Lelah sekali rasanya.” Ujar Yuyun. Yuyun merubah posisi tidurnya dari terlentang menjadi memunggungi Devan.***Darto masuk ke dalam kamarnya, dia melihat Amina masih terlelap, sama seperti saat dia tinggalkan tadi. Pikirnya Amina tidak tahu kalau dia tad

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 114 Gairah Yuyun

    “Pak aku pengen lagi, tapi aku lelah, ngantuk ...” Amina menatap liang intimnya yang sangat basah, berkecipak dan sangat riuh dalam permainan jemari Darto.“Aku senang, Bu, sangat manis dan seksi, aku jilatin saja, Ibu tidur yang nyenyak ya?” Darto merayap turun dan mulai memeluk kedua paha mulus Amina untuk menyesap, menjilat dan menikmati cairan Amina yang begitu banyak.“Akh, Pak, oukh, aku nggak bisa bobo, aaahhh, sshhh,” Amina menggeliat sambil tertawa. Amina mengusap kepala Darto sambil mengangkat bokongnya ke atas agar Darto lebih leluasa menikmati area basah miliknya. Darto terus melahap tanpa mau berhenti hingga beberapa puluh menit lamanya. Amina menggeliat, meremas seprei di atas kepalanya, bokong Amina bergerak pelan mengikuti jilatan Darto pada liang intimnya.Gerakan Amina terlihat sangat seksi dan membuat pria merasa gila. Termasuk Devan yang kini mengintip di celah pintu kamar, sejak tiga puluh menit yang lalu Devan berdiri di sana. Devan mendengar jerita

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status