LOGIN***
Setelah sampai di toko, Amina segera turun dari dalam mobil lalu masuk ke dalam. Anto memilih menunggu di dekat pos satpam.Di sisi lain, Yuyun sudah tiba di kantor. Wanita itu masuk ke dalam ruangan kerjanya untuk memulai menyelesaikan pekerjaan satu persatu. Map masih belum diambil dari dalam ruangan kerja Rangga. Sepertinya Rangga juga belum tiba di perusahaan, saat Yuyun masuk ke dalam tadi dia tidak melihat mobil Rangga di area parkiran perusahaan.“Mas Rangga belum beranKarena Narti sangat menginginkannya, Samsudin juga tidak enggan memberikan kepuasan sekali lagi padanya. Samsudin segera mengangkat bokong Narti dan memasukkan tongkatnya dari belakang Narti, kini Narti menungging sambil meremas tepian ranjang sementara Samsudin menyodoknya dengan cepat dari belakang. “Ah, ah, ah, Mas, ooh, ooh, terus Mas, aku ingin ooh, aku ingin ooohhhh, Mas, Mas-Sam,” ucap Narti dengan napas tersengal-sengal. “Aku puaskan kamu Nar, ooh, oh, ah, ah, ah, ooh, ooh, Nar pepekmu enak sekali, ooh, aku pengen sodok kamu setiap hari ooh, Nar, pengen gejrot kamu terus aku, oooh,” timpal Samsudin. Samsudin menarik pinggang Narti hingga tegak di atas pangkuannya, dan dia membuat pinggang langsing Narti bergerak naik turun, liang intim dan dinding area intim Narti terasa kencang menggosok tongkat Samsudin yang mencuat tegak ke atas. “Ooowwwhhh, Mas, Sam, pepekku oohh, owhh, owh, ooooooookkkh,” erang Narti sambil merem melek kenakan dip
“Kamu nggak mau cerita?” kejar Samsudin seraya melepaskan kaos ketat Narti dan meletakkannya di meja lalu mengangkat tubuh langsing Narti membawanya ke dalam kamar. “Mas, itu, em sebenarnya tadi aku cuma bohong ke Mas Anto, aku kesal sama dia, aku nggak tahu dia ketemu sama kamu di jalan,” jawab Narti jujur. Samsudin membaringkan tubuh Narti di ranjang lalu melepaskan celana pendek yang menutupi sisi intim Narti. Kini Samsudin melepaskan celana dalam Narti dan tinggal bra yang dia buka ke atas dada Narti. Samsudin menatap tubuh telanjang itu dengan tidak sabar. “Mas mau ngapain, aku sudah bilang tadi aku capek, Mas,” tolak Narti. “Pepek kamu seksi Nar, tenang saja, nggak akan sakit kok, aku cuma pengen jilati biar nggak sakit lagi,” rayu Samsudin sambil membuka paha Narti dan mulai menjilatinya dengan penuh nafsu. “Sluurpp, umhh, ungh, Nar, ooh, seksi sekali,” ujar Samsudin sambil menyapukan lidahnya naik turun pada sisi intim Narti. Samsudin
Kedua kaki Narti gemetaran saat selesai melakukan hubungan intim dengan Anto pagi ini. Dia agak kesulitan berjalan. Anto melihatnya menjadi tidak tega, dia segera memapahnya dan membantunya pergi ke kamar mandi.“Kakimu pasti sakit sekali, Nar, maafkan aku yang nggak tahu aturan, harusnya aku nggak hajar kamu pagi-pagi begini, aku nggak mikir panjang karena kamu cuek sejak semalam,” ujarnya pada Narti.“Mas Anto sekarang mainnya kasar sekali, pepekku sampai pedih Mas, kakiku juga sampai gemetaran,” timpal Narti sambil meremas lengan Anto yang kini tengah memapahnya ke kamar mandi.“Apa hanya itu saja?” tanya Anto karena belum puas dengan jawaban Narti atas perubahan sikap Narti terhadapnya.“Aku juga tahu Mas membawa Nyonya Amina ke rumah ini, di ranjang sempit itu pasti cairan Mami tumpah-tumpah,” ujar Narti dengan kepala menunduk.“Mami ngeyel pengen dengar deritan ranjang di kamarku sambil aku genjot pepeknya yang becek penuh lendir itu, dia nggak pernah puas
Anto mulai menyodok liang intim Narti dari belakang.“Ooh, ooh, Mas, ooh, oohhh, ouhhh, ouhhh,” erang Narti seraya meremas-remas tepian meja makan.“Pepekmu sudah lama nggak aku sodok Nar, ooh, Nar rasanya sempit sekali sayang,” puji Anto sambil terus menggenjot Narti dari belakang.Anto meremas buah dada Narti, dia juga menciumi bahu telanjang Narti sambil terus menekan kejantanannya keluar masuk dari liang intim Narti.“Akhh, aaakhhh, Mas aku hampir klimaks, ooohh, ssshhh, Mas, oohh,” erang Narti seraya menyodorkan bokongnya ke belakang hingga Anto bisa menyodoknya dengan lebih leluasa.“Keluarkan Nar, aku ingin kamu puas, oookhh, Nar pepekmu enak sekali, cairanmu hangat sekali Nar, oohhh,” seru Anto sambil meremas-remas kedua buah dada Narti. Sodokan Anto semakin cepat, dia juga ingin segera mendapatkan kepuasan. Kain batik yang membalut tubuh Narti sampai jatuh ke lantai akibat sodokan cepat yang Anto lakukan. Kini tubuh Narti menjadi telanjang bulat dalam de
Darto sudah duduk di ruang makan, dia melihat Amina berjalan lesu menuju ke ruang makan sambil melamun. Darto bisa menebak dari ekspresi wajah Amina saat ini, Amina merasa tidak senang melihat Devan dan Yuyun baik-baik saja sementara hubungan antara dirinya dengan Darto ada Yuyun di dalamnya. “Bu,” tegur Darto pada Amina. Amina menoleh ke arah Darto lalu menarik kursi dan duduk di seberang meja makan di mana Darto duduk, tidak seperti biasanya dia duduk di samping Darto. Melihat Amina melakukan itu Darto langsung menghela napas panjang. Dia merasa Amina sengaja menjaga jarak dengannya karena perdebatan sebelumnya. Ditambah lagi Amina terus menekuk wajahnya seolah-olah tidak ingin berbaikan dengan Darto. “Ibu masih marah sama aku?” tanya Darto pada Amina. “Memangnya kenapa? Apa aku nggak boleh marah sama Bapak? Lagian ada Yuyun yang selalu bisa menggantikan posisiku di ranjang!” gerutu Amina dengaan suara pelan karena dia cemas ada ya
“Pak, ooh, ohh, ssh, ouuggghh,” erang Yuyun dengan suara merengek manja.“Pepekmu enak sekali Yun, aku nggak tahan, oohh,” lanjut Darto sambil terus menyodok liang Yuyun meski sudah puas dan klimaks.Hal itu membuat Yuyun semakin manja dan enggan melepaskan pelukannya dari tengkuk Darto.“Bapak, ke mana Mas Devan?” tanyanya.“Devan pergi ke ruang tv, Yun, pepekmu oohh, enak sekali Yun, bikin aku pengen gesek terus sayang,” ujarnya sambil menatap area intim Yuyun yang saat ini dia gesek dengan gesekan cepat.“Terus, Mami ke mana? Nanti ketahuan,” rengek Yuyun.Darto tidak menjawab, dia langsung melumat bibir Yuyun dengan penuh nafsu.“Ummm, umhh, umhh, ummm,” gumam Yuyun dalam lumatan Darto. Darto terus menggenjot Yuyun entah berapa lama, dan Yuyun tertidur karena sangat mengantuk.***Sekitar pukul enam pagi Yuyun terjaga dari tidurnya. Yuyun mendapati dirinya tidur seorang diri di dalam kamar.“Semalam, aku ingat Mas Devan tidur di sampingku,
Pagi-pagi sekali Sarinten menyiapkan sarapan untuk keluarga Darto. Janda berusia tiga puluh dua tahun beranak satu tersebut sudah enam bulan bekerja di kediaman Darto sejak diceraikan oleh suaminya.Darto memiliki istri sambung bernama Amina, wanita berusia empat puluh tahun pengelola empat toko pe
Brak! Saking terburu-buru sampai terdengar gebrakan keras di pintu. Sarinten bersembunyi di belakang punggung Devan, wanita itu malah merangkul pinggang Devan.Yuyun mendengar suara pintu terbuka dan tertutup kembali langsung berbalik dan mengetuk pintu kamar mandi. “Mas! Mas Devan di dalam? Burua
Tak lama kemudian, Darto dan Amina berjalan bersama-sama menuju ke ruang makan. Seperti biasa Amina mengenakan baju terusan ketat sepanjang lutut. Kedua bahu jenjangnya tampil mulus karena baju yang dikenakan Amina hanya sampai sebatas dada.Anto hampir memuntahkan kopinya menatap kedua bola yang h
Yuyun sebenarnya merasa lelah karena belakangan ini dia sering bercinta dengan Darto. Tidak ada waktu untuk memikirkan Rangga karena tubuhnya sudah tidak mampu menerima sentuhan intim dari Rangga. Yuyun sampai melamun dalam pelukan Rangga."Kamu kenapa? Ada yang mengganggu pikiran kamu, Yun?"







