Home / Romansa / Lika-liku Cinta Terlarang / Bab 28 Merayu Devan

Share

Bab 28 Merayu Devan

Author: Jackie Boyz
last update publish date: 2026-04-01 14:58:50

“Iya, ya? Tumben aku lupa kalau Amina tadi masih makan di ruang makan. Ya sudah aku keluar dulu, Ten. Kamu pakai bajumu, lalu lanjutkan pekerjaanmu.” Ujarnya sambil memindahkan tubuh Sarinten dari atas pangkuannya ke tepi ranjang, Darto membungkuk sejenak untuk menjilati selangkangan Sarinten. Dia selalu melakukan itu untuk membuat Sarinten ketagihan melakukan hubungan intim bersama dengannya.

“Ouuh, Pak, Pak, eemm, enak, Pak, aku nggak nahan, eemmm, ouhh.”

“Sudah, aku keluar dulu, ba
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 43 Berbohong

    “Ahhhh, ouhhh, Bapaaaak, enak banget, ouhh.” Desah Yuyun sambil menggoyangkan pinggulnya.“Yun! Uh, kamu ini! Aku nggak kuat lo!” Keluh Darto. Pria itu mengeluarkan tongkatnya lalu menerjang Yuyun kembali sembari menekan kedua kaki Yuyun ke samping, digempurnya liang intim Yuyun sampai Yuyun menjerit keenakan.“Uh, ah, uh, ah, Yun, ouhh!”“Pak, terus, ouuh, yang cepat, ouhhh, eemm, ya, begitu pak, ouhhh!” Yuyun sangat menikmati sodokan kasar Darto, cairannya tumpah-tumpah di atas karpet.Darto melakukannya dengan sangat kasar dan cepat, dia tidak mau sampai kepergok Sarinten.“Yun, aaahhhh, ouh, ah, ah, ah! Enak sekali pepekmu yang seksi ini, ohhh, Yun ouhhh! Sshh, ah!” Desah pria itu seraya terus berpacu dengan cepat.“Pak, aku pengen keluar lagi, ouhhhhh, aaahhh!” Yuyun tiba pada puncak hasratnya.Darto sekali lagi juga mengeluarkannya. Hanya beberapa menit saja mereka sudah sampai paa klimaksnya saking bergairah dan bersemangat.“Yun, sudah! Jangan

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 42 Mencuri kesempatan

    Amina menganggukkan kepalanya, dia memberikan kesempatan pada Darto untuk naik ke atas tubuhnya sekali lagi. Wanita itu tidak bisa memejamkan kedua matanya lantaran Darto tetap aktif bergerak di atas tubuhnya. “Ah, ah, Bu, ah. Ah, ouh, ah, Bu, enak Bu!” Desah Darto sambil mendorong pinggangnya maju mundur. “Ah, ouh, Pak, ouhhh, aahh, Pak!” Amina ikut mendesah, wanita itu tidak bisa tidur seperti yang Darto katakan beberapa menit sebelum memulai aksinya kembali. “Bu, nggak tidur to? Ah, ouh, ah, Bu?” Tanyanya sambil terus menggenjot sampai ranjang ikut berderit-derit. “Pak, mana bi-sa aku tidur, ouuuh, ah, Pak.” Rajuknya seraya mengangkat kepalanya. Darto mengukir senyum pada bibirnya lalu memagut bibir Amina sambil menambah kecepatan sodokan organ intim di bawah sana. Amina semakin lebar membuka kedua kakinya ke samping kiri dan kanan, beberapa kali wanita itu menatap tautan organ intim mereka berdua di bawah sana. Bulu hal

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 41 Merengek pada istri

    “Yun, pepekmu basah banget, ouh, enak sekali Yun kalau aku masukin nanti.” Racau Devan sudah tidak bisa menahan hasratnya. Seharian pria itu tidak melakukan hubungan intim seperti hari kemarin-kemarin. Narti menolak Devan saat mengambil makan siang di kediaman Darto. Devan enggan melakukan hubungan intim dengan Sarinten.“Mas Dev, ouh, iya Mas. Buruan masukin punyaku!” Seru Yuyun seraya memajukan pinggulnya ke depan.Devan sudah tidak tahan lagi, pria itu segera melepaskan celana pendeknya lalu mengarahkan tonggak kejantanannya pada liang intim istrinya. Digesekan ujungnya pada liang intim Yuyun, perlahan-lahan dia dorong masuk. Sepertinya Yuyun sudah tidak bisa bersabar. Wanita itu menggoyangkan pinggulnya ke samping untuk membuat tonggak Devan lekas masuk ke dalam organ intimnya.“Yun, gairah kamu, ouh, Yun, masuk Yun!” Desahnya sambil menelan ludahnya lantaran organ intim miliknya sudah lolos seluruhnya ke dalam liang intim Yuyun. Devan mulai menarik dan mendorongnya

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 40 Kembali tergoda

    “Too, akkh, kapan selesai? Sudah satu jam lebih, ouhh, To, jangan buat aku keluar lagi, aaaaakhhhhh!” Lagi-lagi Amina sampai pada klimaksnya. Sisi liang intim Amina terasa diacak-acak habis-habisan oleh Anto. Gerakan pinggang Anto sangat cepat dan brutal, Amina sangat senang sekali. Wanita itu hampir meraih kelima klimaksnya.“Bu, aku nggak tahu, kenapa lama ouh, ah. Lama banget! Ah, Bu, ouuuh.” Racau Anto keenakan menggenjot liang intim Amina.“Toooo, aaahhhh, sudah, buruan, aaahhh. To! Akh! Awh!” Amina memekik kecil lantaran Anto menekannya kuat-kuat setiap menghentakkan pinggangnya.“Enak, Bu? Oukh, oukh, ahh, seksi sekali Bu Amina, ouhh,”“To, eemmm, aku nggak kuat, aaaahhhh!” Amina kembali klimaks, tubuh Amina sudah terasa lemas. Amina meremas-remas lengan Anto yang kini masih memegangi kedua bukit kembarnya.Anto memberikan kecupan lembut pada bahu Amina, pria itu ingin menyelesaikan servisnya sekarang. Dia tidak tega melihat Amina merajuk dan memelas karen

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 39 Rayuan supir pada Nyonya majikan

    Rangga memilih menutup kedua telinganya menggunakan sobekan kertas yang dia lipat. Mita terus mengomel sementara Rangga tetap bisa berkonsentrasi untuk menyelesaikan pekerjaannya.Merasa tetap diabaikan Mita segera berdiri dari sofa lalu berjalan mendekati Rangga. Mita berdiri tepat di sebelah kursi Rangga.“Mas! Mas Rangga dengar aku ngomong nggak sih? Malah kupingnya disumpal!” Omel Mita dengan wajah kesal. “Ya sudah kalau nggak mau ngomong sama aku! Aku mau balik ke rumah! Mas Rangga jangan lupa makan siang! Aku balik dulu.” Pamitnya sambil memberikan satu ciuman pada pipi Rangga.Rangga kaget sekali, dia tidak dengar apa yang Mita katakan barusan. Kecupan pada pipinya adalah sesuatu yang belum pernah Rangga rasakan sejak menikahi Mita. Ini pertama kalinya kulit tubuhnya bersinggungan dengan wanita itu. Rangga menatap Mita keluar dari dalam ruangan kerjanya.“Mita sebenarnya nggak salah, aku yang salah sudah mengabaikannya. Kami menikah juga karena dijodohkan. Sal

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 38 Kantor Rangga

    “Mas Rangga?” Tegurnya dengan wajah kecewa. Padahal Mita berpikir Rangga akan melakukan hubungan intim bersama Yuyun seperti biasanya. Namun yang dia lihat saat ini Rangga malah sibuk menyelesaikan pekerjaannya yang bertumpuk.“Kenapa kamu datang ke sini? Belum puas mengganggu aku di rumah? Sekarang di perusahaan juga mau gangguin? Nggak apa-apa kok! Tapi kalau perusahan sampai kenapa-kenapa kamu yang tanggung semua kerugiannya. Aku sekalian lapor pada Papa nanti, biar kamu senang dan puas!” Ujarnya seraya bersandar santai pada kursi meja kerjanya.Mita mulai panik, wanita itu segera berjalan mendekati meja kerja Rangga.“Mas Rangga? Mas aku itu datang cuma pengen melihat apa yang Mas lakukan selama di kantor. Aku kira Yuyun bakalan godain kamu terus! Soalnya Yuyun pakai baju hampir kelihatan semuanya lekuk tubuhnya itu. Bukannya dia itu sengaja mancing-mancing Mas Rangga biar Mas Rangga kepincut sama dia?” Gerutu Mita sambil melipat kedua tangannya.“Mita? Kamu data

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 37 Desahan di ruang kerja

    “Ayolah Rin, sudah layani aku saja! Nggak perlu pura-pura menolak. Aku tahu kamu suka sama tongkatku yang besar, kan? Kemarin-kemarin kamu merengek-rengek sama aku agar aku bersedia memuaskanmu. Sekarang kenapa kamu tiba-tiba berubah pikiran? Apa yang mengganggu perasaanmu? Toh suamimu si Didik j

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 33 Curiga

    “Pak, eemmmhh, Paaak, ampun, ouhhh,” “Ampun? Beneran nggak mau nambah?” Darto mendorong langkah kaki Yuyun masuk ke dalam kamar Devan. Kamar tersebut kosong karena Devan tidur bersama Lili dan Aldi. Tanpa ragu Darto segera menarik lepas gaun satin Yuyun lalu membawa tubuh ramping itu me

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 32 Bergairah

    "Yun? Sudah pakai kembali bajumu. Sudah larut malam, kamu bobok di kamar ya?" Saran Darto pada menantunya tersebut.Yuyun nampak enggan melepas pelukan kedua tangannya dari tengkuk Darto. Wanita itu memasang bibir manyun. Darto tidak tahu cara apa lagi yang harus dia lakukan untuk membuat Yuy

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 31 Sangat panas

    "Yun?" Darto menatap wajah menantunya tersebut dengan tatapan serius. "Iya, Pak? Kenapa berhenti?" Tanyanya sambil menatap organ intim Darto yang kini sudah bangun dari tidurnya di balik celana pendeknya. "Bapak nggak pengen lanjut?" Darto menelan ludahnya menatap organ intim

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status