Home / Romansa / Lika-liku Cinta Terlarang / Bab 31 Sangat panas

Share

Bab 31 Sangat panas

Author: Jackie Boyz
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-03 14:38:36

"Yun?" Darto menatap wajah menantunya tersebut dengan tatapan serius.

"Iya, Pak? Kenapa berhenti?" Tanyanya sambil menatap organ intim Darto yang kini sudah bangun dari tidurnya di balik celana pendeknya. "Bapak nggak pengen lanjut?"

Darto menelan ludahnya menatap organ intim Yuyun di balik satin tipisnya.

"Aku usap-usap lalu aku hisap, bagaimana?" Tawarnya pada Yuyun.

Yuyun menganggukkan kepalanya, wanita itu naik ke atas meja makan lalu menarik gaunny
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 247 Melampiaskannya pada Wati

    Ketika langkah mereka tiba di koridor ruang tengah yang menghubungkan ke ruang televisi. Mereka berdua langsung melihat Amina sedang duduk di atas pangkuan Darto di sofa panjang tanpa sandaran. Bokong Amina yang bulat dan bahenol itu terlihat bergerak liar dan kacau. Sementara bokong Darto tampak naik memukuli dan menusuk-nusuk lubang area intim Amina dengan super cepat. Amina terlihat sangat menikmatinya sampai lendirnya terus keluar dari liangnya dan memenuhi batang kejantanan Darto yang besar itu dengan lumuran lendir putih. "Emh, emh, akhh, ouhhh, sshhh, Pak, aku keluar, ooohh, crot, lagi, aaaakhh, emh, enak sekali Pak, batangmu besar dan mendorong pepekku sampai ke dalam, oohhhh, Pak, oohhh," ujar Amina di sela desahan nikmatnya.Amina diam-diam melirik ke arah bayangan dua orang pria yang kini sedang mengintip di pintu koridor. Amina sengaja menunjukkan tubuh telanjang dan gerakan pinggulnya yang membuat Darto mabuk kepayang, hingga memuji-muji liang basah milik Amina

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 246 Desahan Amina di ruang tv

    Yuyun merasa kesal, sebelumnya dia sudah ingin memukul pipi Anto lantaran perkataannya sudah sangat kelewatan. Yuyun tidak menyangka Wati akan muncul tepat waktu ketika dia sudah mengangkat tangannya.Wati berjalan ke arah ruang makan. Di sana Wati menarik kursi dan duduk untuk menikmati makan malam. Anto baru saja berlalu pergi dari dapur menuju ke beranda."Mbak Yun? Kenapa?" Tegur Wati lantaran Yuyun sejak tadi tetap berdiri dan tidak duduk di kursi."Bukan apa-apa!" Ketus Yuyun pada Wati lalu melanjutkan makan malamnya.***Dari arah beranda, Darto sedang berjalan ke ruang makan karena sebelumnya dia melihat Wati dan Devan sudah pulang. Devan memilih duduk di kursi beranda, saat ini Devan masih berbincang-bincang dengan Anto.Sementara Darto memutuskan menuju ke ruang makan.Darto melihat Amina duduk seorang diri di depan layar televisi, Darto menatap gaun baru yang membalut tubuh wanita berkulit putih itu. Amina terlihat persis seperti oran

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 245 Mengintip Yuyun

    Darto sangat senang karena Yuyun tidak hanya seksi tapi juga terlihat sangat panas dan berkelas! Darto belum pernah menikmati tubuh mahal seperti milik Yuyun. Erangan Amina juga terlalu polos dan tidak bisa menggeliat seperti tubuh telanjang Yuyun yang terlihat mahal juga selalu mengundang dirinya untuk mendekati lalu menikmatinya. "Ooohhhhh, emhh, Pak, aahhhh, aahhhh, sshhh, ouhhhh, Bapak, eemhhh, ouuuhh, aahhh, aku juga keluar, aahhh, sshhhh, ookhh, enak sekali digenjot sama Bapak, aku puas sekali Pak, ookhhh," erang Yuyun entah kali ini dia mendapatkan kepuasan yang ke berapa. Yuyun sudah tidak ingat lagi. "Puas kamu sayang? Besok aku kasih jatah belanja kamu di dalam jok motor, kamu beli baju yang seksi ya? Yang kelihatan putingmu dan pepekmu dari luar, pasti kamu sangat cantik memakainya." Ucap Darto sambil mencubit mesra ujung hidung menantunya itu. Yuyun tidak menyahut tapi hanya memeluk tengkuk Darto sambil sesekali mengangkat kepala untuk melum

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 244 Tidak bisa berhenti

    Nafsu Darto semakin liar, gairahnya berada di ubun-ubun kepala dan sudah hampir tidak bisa ditahan lagi.Kedua buah dada kenyal Yuyun yang kini berada dalam remasan kedua tangan Darto sudah mengeras dan mencuat kencang ke depan. Yuyun menatap kedua mata liar ayah mertuanya yang kini sibuk meremas dan memilin-milin kedua putingnya sambil menatap ke arah cermin. Yuyun bisa merasakan kejantanan Darto sudah mengeras di belakang bokongnya."Ssshhhh, Yun, aku nggak tahan sayang, ouuuhh, buah dadamu seksi dan kencang sekali," desisnya di telinga Yuyun sambil terus memilin kedua puting Yuyun. Setelah lima menit memilinnya Darto duduk berjongkok di belakang bokong Yuyun lalu menyibak belahan bokong Yuyun dan menjilatinya. Mau tidak mau Yuyun membungkuk sambil memegangi tepian lemari kaca di depannya.Darto menepis satu kaki Yuyun ke samping lalu lidahnya menyapu di antara sisi dalam kedua paha Yuyun. Yuyun bisa menyaksikan lidah panjang dan gesit milik Darto menjilati liang

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 243 Tubuh telanjang menantu

    Yuyun menatap Darto yang kini masih berpacu dari depan meja, liang Yuyun masih terus ditekan dan digesek Darto dengan ayunan pelan sejak mereka mendapatkan klimaks beberapa menit lalu. Yuyun kembali mengambil setengah kesadarannya, dia tahu hari sudah sore sejak dia tiba tadi. Kemungkinan besar beberapa saat lagi akan ada orang yang tiba di rumah, entah Amina, Wati, atau Devan.Darto beberapa kali terlihat menelan air liurnya sendiri lantaran melihat selangkangan Yuyun serta buah dada besar dan kencang, menjulang penuh pada dada Yuyun. Darto kembali membungkuk untuk menyapukan lidahnya Darto menjilati puting Yuyun sambil terus menggenjot liang menantunya itu. Kejantanan Darto yang tetap mengeras meski sudah klimaks membuat Yuyun merintih nikmat sambil menatap Darto yang kini menjilati kedua buah dada Yuyun dengan sangat rakus."Ssshhhh, ooooouhhh, ahhh, sshhh, Pak, sudah, emh, sudah, Pak nanti nggak akan selesai kalau terus Bapak genjot begini," ujar Yuyun pada Darto se

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 242 Paksaan Darto

    Yuyun masih memikirkan masalah di kantor sampai Darto keluar dari dalam kamarnya untuk menikmati makan malam. Darto tidak tahu kalau Yuyun sedang duduk sambil melamun. Darto begitu keluar dari dalam kamar langsung berteriak memanggil Sarinten."Ten bawa kopiku ke meja makan, aku pengen emut putingmu sambil raba-raba pepekmu, pasti kopiku lebih nikmat!" Ujarnya pada Sarinten. Sarinten kaget sekali mendengar suara lantang Darto, Sarinten baru saja mengenakan dasternya. Pelayan tersebut terburu-buru keluar dari kamar untuk mencegah Darto bicara terang-terangan seperti tadi."Ten, aku masih pengen crot lagi! Pepekmu makin nikmat dan makin basah Ten," lanjut Darto.Begitu tiba di ambang pintu ruang makan langkah kaki Darto membeku di tempat. Wajah Darto terasa panas dingin, dia melihat sang menantu kesayangannya sedang menopang pipinya. Ekspresi wajah Yuyun terlihat kurang baik, semua ucapan dari mulutnya tadi pikirnya membuat Yuyun marah. Darto langsung mendekat lalu be

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 1 Panasnya ibu tiriku

    Pagi-pagi sekali Sarinten menyiapkan sarapan untuk keluarga Darto. Janda berusia tiga puluh dua tahun beranak satu tersebut sudah enam bulan bekerja di kediaman Darto sejak diceraikan oleh suaminya.Darto memiliki istri sambung bernama Amina, wanita berusia empat puluh tahun pengelola empat toko pe

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 2 Layani aku

    Brak! Saking terburu-buru sampai terdengar gebrakan keras di pintu. Sarinten bersembunyi di belakang punggung Devan, wanita itu malah merangkul pinggang Devan.Yuyun mendengar suara pintu terbuka dan tertutup kembali langsung berbalik dan mengetuk pintu kamar mandi. “Mas! Mas Devan di dalam? Burua

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 3 Istri Majikan yang menggoda

    Tak lama kemudian, Darto dan Amina berjalan bersama-sama menuju ke ruang makan. Seperti biasa Amina mengenakan baju terusan ketat sepanjang lutut. Kedua bahu jenjangnya tampil mulus karena baju yang dikenakan Amina hanya sampai sebatas dada.Anto hampir memuntahkan kopinya menatap kedua bola yang h

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 66 Kelelahan

    Yuyun sebenarnya merasa lelah karena belakangan ini dia sering bercinta dengan Darto. Tidak ada waktu untuk memikirkan Rangga karena tubuhnya sudah tidak mampu menerima sentuhan intim dari Rangga. Yuyun sampai melamun dalam pelukan Rangga."Kamu kenapa? Ada yang mengganggu pikiran kamu, Yun?"

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status