共有

189 - Hadiah

作者: Luna Maji
last update 公開日: 2026-07-28 20:00:51

Eleanor melepaskan gandengan dari lengan Benedict begitu mereka berbelok di tikungan, menjauh dari pandangan Duchess.

“Kau bisa pergi sekarang.”

Benedict menoleh. “Kenapa?”

“Karena kau terus terlihat seperti sedang mencari seseorang sejak kita berjalan.” Eleanor mengambil permen lain dari k

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   232 - Tiga Hari

    Oliver tiba di perpustakaan lebih awal dari biasanya.Ruangan itu masih sepi. Hanya ada beberapa mahasiswa di meja seberang. Cedric datang beberapa menit kemudian, membawa satu buku tipis di tangan. Wajahnya pucat, dan ada bayangan gelap di bawah matanya. Ia duduk di seberang Oliver tanpa mengucapkan apapun.“Kau terlambat,” kata Oliver.“Aku tidak tidur semalaman.”Oliver tidak menanggapi. Ia membuka bukunya, memberi kesan mereka sedang membicarakan tugas. “Aku kira kau tidak akan datang.”“Ku kira aku memang tidak bisa datang.” Cedric meletakkan bukunya di atas meja. “Tapi kalau aku tidak datang, kau pasti akan mulai mencari. Dan itu lebih berbahaya.”Oliver menatapnya. “Kenapa lebih berbahaya?”“Karena ayahku akan makin curiga. Bukan hanya padaku. Pada semua orang-orang yang berhubungan dengan Sterling.” Cedric menatap meja. “Dia tidak lagi menyimpan buku catatan itu di laci. Dia selalu membawanya ke mana pun dia pergi.”Oliver menahan napas.

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   231 - Kembali ke Kingsley

    Matahari sudah hampir tenggelam sepenuhnya saat kereta berhenti di halaman Kingsley.Rosemary turun lebih dulu. Di belakangnya, Benedict, Edmund, dan Owen mengikuti. Beberapa mahasiswa berjalan menuju ruang makan, sebagian lagi menenteng buku ke arah perpustakaan.“Kalian di sini.”Oliver muncul dari arah perpustakaan. Langkahnya cepat, kacamatanya miring seperti biasa. Wajahnya tidak bisa menyembunyikan sesuatu—campuran antara lelah dan ingin segera bicara.“Sudah selesai bicara dengan Cedric?” tanya Rosemary.Oliver mengangguk. “Lebih dari yang kuduga.”Mereka berjalan ke kamar Benedict. Ruangan itu masih terasa sama: jendela besar, kurs

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   230 - Cedric

    Oliver bertemu Cedric di meja panjang di sudut perpustakaan yang mulai sepi. Sebagian mahasiswa meninggalkan bangku mereka. Cedric duduk di kursi paling ujung, menghadap setumpuk kertas, dengan sebuah buku tebal terbuka di hadapannya.Oliver mendekat sambil membawa beberapa catatan. “Kau sudah mulai? Langston belum sempat menyetujui bagian ketiga, dan aku tidak mau ketinggalan.”Cedric mengangkat kepala. Matanya tampak lelah, tapi ekspresinya tetap datar. “Aku tidak mulai. Aku cuma membaca ulang untuk bagian sebelumnya.”Oliver duduk di seberangnya. Ia meletakkan catatannya di atas meja dan membuka salah satu halaman. “Aku sudah hafal itu.”Cedric tidak menanggapi.Mereka membahas tug

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   229 - Janjiku

    Kereta berhenti di depan gerbang kediaman Lancaster.Dinding batu tua, jendela tinggi dengan kusen kayu gelap, dan halaman depan yang tertata rapi. Seorang pelayan membukakan pintu begitu melihat kereta berhenti.Rosemary turun lebih dulu, diikuti Benedict, lalu Edmund.Pelayan itu membungkuk. “Selamat datang di kediaman Lancaster. Tuan-tuan dan Nona dari?”“Saya Rosemary Sterling.” Rosemary memperkenalkan diri sambil mengangguk sopan. “Ini Kakak saya, Edmund Sterling. Dan ini Benedict Harrington.” Tunjuk Rosemary ke Edmund dan Benedict. “Kami perlu bicara dengan Tuan Owen Lancaster. Dan Lord Lancaster, jika memungkinkan.”“Silakan tunggu sebentar. Saya sampaikan.&rd

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   228 - Bukan Mungkin

    Vane tidak segera menjawab.Ia menatap Rosemary, lalu Benedict, lalu Oliver yang berdiri dengan kacamata masih miring karena perjalanan. Ruang kerja Sterling Manor terasa semakin sempit dengan lima orang di dalamnya. Edmund masih di dekat pintu.Vane mengangkat dagunya, menatap Edmund sebentar, lalu kembali pada Rosemary. “Surat.”“Surat?” Benedict mengulang kata itu dengan nada datar.“Surat pribadi ayahnya. Bukan dokumen resmi. Bukan arsip keluarga.” Vane berjalan mendekati meja. Tangannya menyentuh sudut kayu yang tergores. “Sepucuk surat kecil yang ditulis langsung oleh Duke Ashworth.”Oliver mendorong kacamatanya. “Dan isinya?”“Aku tidak tahu.” Vane berhenti tepat di seberang Rosemary. ”Dia tidak bilang. Dia bilang surat itu masih disimpan oleh ayahnya.”Edmund menegang di dekat pintu. “Kau yakin dia tidak berbohong?”“Ka

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   227 - vane

    Rosemary baru saja hendak naik ketika suara derap kuda terdengar dari jalan di luar Manor.Ia menoleh.Seekor kuda muncul dari balik gerbang, melaju memasuki halaman. Penunggangnya menarik tali kekang begitu mendekati kereta. Kuda itu berhenti dengan napas berat, mengepulkan uap tipis.Oliver turun dari pelana.Debu menempel di ujung jasnya. Rambutnya berantakan oleh angin, dan wajahnya menunjukkan bahwa ia sudah berkuda cukup lama. Kacamatanya miring tapi masih di tempatnya.“Oliver?” Alice berseru dari ambang pintu.Oliver tidak menjawab. Ia menyerahkan tali kekang kepada pelayan yang segera datang, lalu langsung berjalan menuju Rosemary.

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   106 - Peringkat Baru

    Pengumuman peringkat akhir semester baru saja ditempel, dan dalam waktu kurang dari lima menit seluruh koridor sudah penuh.Oliver Finch: peringkat 3.“PERINGKAT TIGA!

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   105 - Seperti Biasa

    Surat itu tiba di meja sarapan, disampaikan oleh seorang pelayan istana dengan sikap resmi yang membuat beberapa mahasiswa di sekitarnya menoleh."Temani aku di perpustakaan pagi ini. Aku butuh seseorang yang mengerti sejarah untuk melihat beberapa arsip. —H."Oliver membaca dari

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   7 - 1 Sentimeter

    “Mulai,” kata Benedict, dan ia melangkah maju.Dunia di balik topeng terasa berbeda. Jaring kawat di depan mata Rosemary mengubah sosok Benedict menjadi potongan-potongan kecil—bahu bidang, lengan kokoh, ujung pedang yang mengarah lurus ke dadanya. Suara napasnya sendiri menggema di dalam topeng, l

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   1 - Siapa?

    “Kau tidak terlihat seperti Edmund Sterling yang kukenal.”Langkah Rosemary terhenti.Ia bukan Edmund Sterling. Tapi sejak kemarin—sejak surat bertanda segel Ratu itu tiba dengan ancaman penyitaan aset dan pencabutan gelar bangsawan Sterling—ia tidak punya pilihan selain menjadi kakaknya.Jantung Ro

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status