共有

Bab 4

作者: Dian Wahyu
last update 公開日: 2026-01-21 14:40:07

Azael terlihat terkejut dan merasa jika dirinya mungkin salah dengar, "Ya? Bisa kau ulangi?"

Clara tidak tahu lagi, mungkin sekretaris di depan mereka juga berpikir bahwa ia sudah gila karena memaksa seseorang untuk menikahinya secara spontan.

Namun, harus bagaimana lagi? Ada banyak hal yang harus dirinya perbaiki, termasuk takdir hidupnya yang tidak adil.

"Lunasi hutangmu dan nikahi aku! Aku tahu bahwa ini gila, tapi aku serius, El. Aku tidak punya cara untuk menghindari Erick, aku..."

Melihat Clara yang terlihat belum stabil, Azael langsung paham karena sejak dulu ia sudah mengenal seperti apa Clara, meski mereka sudah lama tak bertemu.

"Aku mengerti, Clara. Maksudmu seperti pernikahan bisnis, bukan?" tanyanya memastikan, nada suaranya masih lembut sama seperti sebelumnya.

Clara mengangguk, matanya berair namun tak sampai menangis. Semua itu terjadi karena dadanya terasa begitu sesak, banyak emosi yang ingin ia tumpahkan, bahkan ia tidak bisa menatap Erick lebih lama sehingga memilih Azael untuk mengantarnya pulang.

Baru ingin menjelaskannya, buliran air mata itu jatuh dan Clara akhirnya tidak bisa menahannya, bukan karena ia sedang memelas kepada Azael, namun ini murni air mata yang menjadi luapan emosinya.

"Clara?" Azael berikan sapu tangan dari saku jas miliknya dan diterima dengan baik oleh wanita itu.

Mungkin ada banyak hal yang ingin Clara ceritakan, namun momennya belum tepat sehingga wanita di sampingnya ini hanya bisa terisak pelan.

Namun, Azael tidak berpikir banyak hal, ia menyadari bahwa Clara adalah tipikal wanita yang jarang menangis sejak dulu.

Kemudian, pria itu menghela napas dan menjawab, "Aku tidak keberatan, Clara. Ayahku sudah tiada, aku mengurus perusahaan sebagai pewaris utama dan semuanya bisa terkontrol dengan baik sejauh ini. Kelak aku juga akan menikah, tidak masalah bagiku menikah jika orang itu adalah dirimu."

Clara terkejut mendengarnya, "Apa?"

Azael tersenyum lagi dan menarik napas dalam-dalam, "Aku bersedia melunasi utangku, Clara."

Wanita itu malah terpaku sejenak, semuanya benar-benar kilat dan bahkan membuat dirinya menyadari bahwa terlalu banyak gebrakan yang hadir hari ini, padahal belum ada sejam semenjak dirinya bangun.

Sebenarnya Azael bukan pria yang dengan mudahnya mengiyakan sebuah pernikahan karena sebelumnya sang ibu juga sempat menawarkan agar dirinya cepat menikah, sayangnya belum ada yang benar-benar cocok.

Kini Clara mengajaknya menikah, meskipun orang yang tahu mungkin akan berkomentar jika wanita ini gila, namun Azael bisa paham karena ia harus menepati janjinya.

"Kau langsung setuju?"

Pria tersebut mengangguk, "Kenapa tidak? Kita saling mengenal."

Benar juga. Keduanya tak perlu mencocokkan sifat, semua sudah diketahui, mungkin ke depannya hanya perlu menyesuaikan kebiasaan.

"Bagaimana dengan ibumu?"

"Aku adalah kepala keluarga semenjak ayahku pergi, semua keputusan ada di tanganku. Masalah ibuku, aku bisa membicarakannya setelah kita mendaftarkan pernikahan," jelas Azael tenang.

Semuanya seperti mimpi, Azael datang sebagai malaikat penyelamat, entah apa jadinya jika tak ada pria ini.

"Aku juga harus membicarakan semuanya pada kakekku," balas Clara akhirnya.

Azael kembali mengangguk, walau terkesan terburu-buru dan membuat bingung, namun entah kenapa dirinya langsung bersedia.

Semua ia lakukan karena sejak dulu ada perasaan kagum dan ketertarikan terhadap Clara, hanya saja waktu itu ia harus meninggalkan negara ini demi menata masa depannya.

***

"Bagaimana bisa dia membatalkan pernikahan kalian? Semuanya tidak bisa dilakukan begitu saja!"

Pulang ke rumah dengan tangan kosong, Erick mendengar ocehan kedua ayahnya yang menolak pembatalan pernikahan.

Awalnya ia lega karena Clara tidak lagi memaksa, namun ada satu hal yang lebih penting, yakni bisnis antarkeluarga. Ia memang sudah ditugaskan sejak awal, tak mengira Clara memutuskannya.

"Apa kalian memiliki masalah sebelumnya?" tanya sang ayah dengan wajah marah.

Erick menghela napas dan membalas, "Hentikan, Yah. Aku juga tidak mencintainya, dia bukan wanita yang kuinginkan."

Mendapatkan balasan seperti itu, sang ayah memandangnya dengan tatapan murka, "Siapa yang menyuruhmu mencintainya? Cukup menikah dan kuasai harta keluarganya! Dia juga tinggal sebatang kara dan kakeknya sebentar lagi pasti meninggal!"

Tuntutan anak satu-satunya mungkin lebih tepat, Erick bahkan tahu bahwa keluarga menyukai dan mendukung Clara karena bisnis, bukan benar-benar menyukai kepribadian wanita tersebut.

Kemudian, wajah ayahnya berubah menjadi lebih garang dengan menampilkan ekspresi yang jarang diperlihatkan, "Susul dia ke rumah! Paksa dia agar kalian bisa menikah!"

Terus ditekan, Erick ingin berontak dengan ini semua, namun keadaannya terjepit sehingga tak memiliki kuasa untuk sekedar menolak.

Membuang napas, tidak jadi memasuki kamarnya, Erick keluar rumah lagi dan memasuki mobilnya dengan perasaan kesal.

"Kenapa dia tiba-tiba membatalkan hal ini?"

Sejak dulu ia sangat paham dengan sikap Clara yang manja dan juga pemaksa, keinginan wanita itu harus selalu dipenuhi. Terlahir sebagai anak tunggal dan cucu satu-satunya membuat ia harus berusaha keras menunjukkan perasaannya penuh cinta agar Clara tetap percaya, kini alih-alih lega, dirinya kembali ditekan oleh orang tuanya.

Tiba saat mendaftarkan pernikahan, wanita itu berubah drastis setelah bangun tidur. Tidak mungkin efek dari tamu bulanan karena biasanya Clara akan lebih manja jika sedang mendapatkan tanggal merah.

Tancap gas menuju kediaman mantan kekasihnya, Erick sebenarnya telah menyetujui keputusan Clara, namun ia harus tetap datang sebagai formalitas daripada ayahnya terus marah.

***

Sampai di rumah, Clara melangkah melihat rumah besar ini dan ia pun tersenyum ketika menyadari di masa ini kakeknya masih hidup.

"Clara, sudah pulang?"

Baru juga sampai, sebuah suara membuat dirinya tersenyum lebar dan matanya kembali berkaca-kaca melihat sosok kakeknya muncul di depan pintu.

"Kakek!" Ia berlari dan memeluk kakeknya erat, merasakan kerinduan yang mendalam karena saat itu kakeknya pergi setelah pernikahannya berjalan setahunan.

Kaget karena cucunya tiba-tiba memeluknya erat, Harris, pria tua itu mengerutkan keningnya, "Di mana Erick?"

Clara memandang kakeknya yang belum tahu apa yang terjadi, namun ia segera mengatakannya karena tidak mau ada kesalahpahaman.

"Kakek?"

"Iya, Clara," pelukan itu terlepas dan Clara kemudian tersenyum, tak jadi menangis.

"Kakek ingin melihatku menikah, bukan?"

"Tentu saja. Itu janjiku pada orang tuamu sebelum pergi," balas Harris.

Kemudian, Clara menarik napas dan kembali berucap, "Aku memutuskan hubungan dengan Erick karena dia berselingkuh..."

Harris melebarkan matanya, "Apa?! Berani-beraninya dia menyakiti cucuku!"

Melihat kakeknya marah, Clara terkekeh meski ada rasa pedih di dadanya, tekadnya juga semakin mantap untuk mengubah alur takdirnya, apalagi hal yang harus dirinya perhatikan nanti adalah kesehatan sang kakek juga.

"Tapi, Kakek tenang saja. Aku sudah menemukan pengganti Erick, dia pria yang baik dan Kakek juga mengenalnya. Intinya, dia tidak akan berselingkuh!" jelas Clara lagi.

"Siapa? Apa aku mengenalnya?"

Clara mengangguk, "Iya. Kakek mengenalnya, dia akan datang kemari besok untuk mendaftarkan pernikahan kami."

Bingung dengan cucunya, namun Harris tak mau banyak berkomentar karena dirinya juga membenci perselingkuhan. Mana mungkin ia memberikan cucunya ini pada pria yang gila terhadap para wanita.

"Besok?"

"Iya. Kuharap Kakek tidak kecewa dengan keputusanku," ucap Clara lagi.

Harris hanya menghela napas dan berkata, "Asalkan kau bahagia dan pria itu tidak berselingkuh, pasti aku setuju!"

***

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 399 - TAMAT

    Setahun setelah kabar meninggalnya Erick dan juga disusul oleh Aretha, semuanya nampak berjalan seperti biasa dan pasangan suami istri itu sama sekali tidak memikirkan hal-hal yang masih berhubungan dengan masa lalu. Di pinggir pantai saat sore hari di mana matahari mulai terbenam membuat keduanya bisa menikmati suasana yang begitu hangat dan menjadikan perasaan itu jauh lebih baik. "Sudah setahun semenjak hari itu, apa kau telah merasa lega?"Pertanyaan dari suaminya lantas membuat Clara menganggukkan kepalanya, "Ya. Aku sangat lega."Tidak ada yang harus mereka khawatirkan, tentunya hidup jauh lebih baik dan kini perusahaan berjalan seperti biasa dengan banyak pencapaian yang mereka lakukan berdua. Nyatanya takdir itu benar-benar bisa diperbaiki setelah sang wanita bangun dan mengubah semuanya. Azael mengajak wanita itu untuk berdansa dengan pelan, kaki telanjang mereka disapu oleh ombak yang membuat keduanya merasa jauh lebih hangat. Senyuman itu menjadi hiasan utama hingga sang

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 398

    Dipindahkan ke ruangan khusus setelah mengetahui fakta bahwa Erick dinyatakan meninggal karena perbuatan yang telah dilakukan oleh Aretha.Wanita itu sama sekali tidak merasa bersalah dan bahkan dirinya tertawa ketika kedua polisi membawanya dengan tangan yang diborgol, ditambah lagi penuntutan yang dilakukan oleh Edo semakin memberatkan hukumannya. Namun, lagi-lagi Aretha sama sekali tidak takut dan wanita itu justru menantang hal apapun yang ada di depannya. "Orang yang telah kau bunuh akan dimakamkan hari ini. Apa sekarang kau merasa bersalah atas seluruh hal yang terjadi?"Ketika pertanyaan itu mendatangi Aretha, wanita tersebut sama sekali tidak merasa bersalah dan dirinya kemudian berkata, "Dunia tidak bisa menghukum kesalahannya, biarkan saya saja yang melakukan hal itu."Awalnya pihak kepolisian juga menyuruh Aretha untuk melakukan pemeriksaan jiwa, namun nyatanya wanita ini jauh lebih gila dari dugaan dan pada akhirnya dipindahkan ke ruang isolasi. Ketika menaiki undakan t

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 397

    Ketika si pemilik mobil keluar dari sana, Clara langsung menyadari bahwa orang yang datang adalah suaminya sendiri dan hal itu membuat senyumnya langsung lebar sehingga ia langsung menyambutnya dengan sebuah pelukan. Azael memang sibuk dan bilang tidak bisa datang, namun pria tersebut tidak ingin kehilangan momen ini sehingga dirinya tetap meluangkan waktu dan juga memberikan ucapan selamat untuk istrinya yang sangat membanggakan. "Bukankah kau bilang tidak datang?" Clara yang menyambutnya dengan pelukan lantas bertanya seperti itu kepada pria yang sudah banyak melakukan segalanya untuknya. Azael membalasnya dengan pelukan yang hangat dan pria itu juga membawa sesuatu, "Tidak mungkin aku tak datang ke acara penting istriku."Kalimat itu terucap dengan senyuman yang diberikan oleh Clara, ditambah lagi Azael yang kemudian melepaskan pelukan lalu mengeluarkan sesuatu dari mobilnya. Se-bucket bunga yang begitu indah dan membuat wanita itu kembali tersenyum karena hari ini banyak sekal

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 396

    "Maaf, Pak. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun takdir telah berkata lain. Putra Anda tidak bisa kami selamatkan dan kami turut berduka cita ... "Ketika sang dokter mengatakan hal tersebut kepada Edo, pria tua yang hanya memiliki putranya tersebut lantas melebarkan matanya dan kedua lututnya langsung merasa lemas."Apa?"Nada bicaranya langsung rendah dan pria itu kemudian jatuh di atas lantai dengan kedua lutut yang masih menopangnya, berpikir jika telinganya salah dengar karena dirinya tidak mau mendengar tentang kabar duka ini. Sang dokter hanya bisa menatapnya karena dirinya bahkan tidak menemukan tanda-tanda kehidupan lagi sesaat setelah pasien yang diantarkan ke rumah sakit ini tak bernapas.Bisa jadi pendarahan yang terjadi selama perjalanan sempat melukai urat yang ada pada leher sehingga hal ini tidak bisa membuat mereka berbuat banyak. Jikalau selamat pun, kondisinya tidak akan sebaik saat masih normal, apalagi matanya juga sudah tidak berfungsi dengan baik. Edo

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 395

    Memang sulit untuk bicarakan lagi setelah seluruh hal yang terjadi, namun Erick tetap mendekat untuk berbicara kepada wanita tersebut. Ketika mengetahui bahwa satu-satunya orang yang membuat hidupnya hancur ingin berbicara dengannya, Aretha langsung berdiri dan menjauh. Wanita itu sebenarnya memiliki sebuah pemikiran, namun dari kemarin belum mengatakan apa-apa sehingga dirinya lantas malas untuk menanggapi sang mantan."Aku tidak mau berbicara denganmu entah alasan apa yang kau bawa," ujar Aretha yang masih sibuk dengan rajutan di tangannya. Namun, Erick tidak menyerah sehingga pria itu pun berkata, "Aku tahu. Tapi, kali ini aku ingin berbicara denganmu."Balik memandang pria di depannya, Aretha kemudian mengalihkan tatapannya pada tangga yang bisa membawa mereka untuk berbicara di atap kantor ini. "Apa yang ingin kau bicarakan?" tanyanya kemudian, mencoba untuk memberikan kesempatan kepada pria ini jika ingin berbicara padanya. Erick menghela napas, "Aku hanya mau minta maaf pad

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 394

    Ketika janji itu terucap dengan dua orang yang memulai kembali kehidupan lama mereka, seluruh orang bertepuk tangan untuk menyambut hal tersebut dan semuanya juga nampak bahagia. Sorakan membuat mempelai saling berpandangan setelah bibir itu mengucapkan janji pernikahan, rasanya seperti menjalani sebuah kehidupan yang baru dan sampai akhirnya Azael berucap kepada istrinya dengan nada lembut, "Aku berjanji akan menjagamu lebih baik lagi dan tidak akan membiarkanmu melalui semuanya sendiri."Ketika kalimat itu terucap, Clara tersenyum dan menganggukkan kepalanya, "Aku juga berjanji tidak akan meninggalkanmu lebih dulu atau berbuat seperti yang telah terjadi kemarin."Ketika hati saling memaafkan, mereka berdua saling tersenyum lalu hal ini membuat tatapan mereka bertemu dan wajah yang mulai mendekat, membuat sebuah ciuman yang begitu mesra di depan banyak orang. Ketika bibir tersebut saling menempel, banyak sekali orang-orang yang bertepuk tangan dengan riuh serta menyambut kehidupan

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 132

    Terbangun dari tidurnya dengan kepala yang begitu pusing hingga lantas menyadari bahwa ia sudah berada di tempat tidur dan tidak ada sang istri di sampingnya. Ingatannya melayang tentang semalam dan pria itu langsung tersadar akan sesuatu karena dirinya pulang dalam keadaan mabuk, takut jika istri

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 131

    Clara terkejut mendengar sebuah nama yang keluar dari bibir suaminya dan dirinya pun tidak tahu dengan orang yang dimaksud oleh pria ini. "Patricia?" panggil Azael lagi.Mungkin wanita itulah yang datang untuk makan malam bersama suaminya sehingga saat mabuk pun pria tersebut mengatakan namanya.

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 130

    Jika ada hal yang lebih gila dari permintaan Clara waktu itu, mungkin saat ini permintaan dari Patricia lah yang jauh lebih tidak masuk akal dan membuatnya langsung melotot. "Apa kau sudah gila?"Banyak pria menginginkan Patricia untuk diajak menikah atau membina rumah tangga yang jauh lebih baik

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 126

    Tidak jadi menemui menantunya, Monica terlihat benar-benar melakukan refleksi untuk tubuh dan juga pikirannya di sebuah pemandian air hangat yang mana wanita itu bisa mulai memikirkan semuanya perlahan-lahan. "Sudah beberapa waktu tidak melihat Anda datang kemari, Bu."Monica melihat salah satu ka

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status