Share

Bab 5

Author: Dian Wahyu
last update Last Updated: 2026-01-21 14:42:42

Keesokan harinya setelah menunggu dari pagi, kini sebuah mobil memasuki pekarangan rumahnya yang luas dan membuat Clara yang telah berpakaian rapi lantas menuruni tangga dengan cepat.

Melihat cucunya yang seperti itu, Harris lantas mengikutinya dan melihat siapa yang menjadi cucu menantunya nanti, berjaga-jaga juga kalau saja Erick yang datang karena kemarin pria tua itu sudah mengusirnya lebih dulu sebelum menjelaskan.

"Kakek, ini Azael. Apa Kakek masih ingat?" tanya Clara sesaat setelah membiarkan Azael masuk.

"Azael?"

"Temanku saat masih di bangku sekolah menengah atas!" ujar Clara menjelaskan.

Berpikir sebentar, Harris lantas teringat dan melebarkan matanya, "Oh, Azael! Iya-iya aku ingat!"

"Apa kabar, Kek?" sapa pria itu sembari memberikan sebuah bingkisan.

Diterimanya bingkisan tersebut dan Harris bertanya, "Lama tak melihatmu, Azael."

Pria tinggi itu memberikan senyumannya dan bertanya, "Bagaimana kabar Kakek?"

"Aku sangat baik!" balas Harris.

Clara mengangguk dan menjawab, "Kami akan menikah, Kek!"

Sebenarnya Harris terkejut, namun karena pilihan Clara terlihat lebih baik, dirinya tidak berkomentar dan ikut bahagia saja. Toh, yang terpenting adalah menikah karena ia tidak bisa berjanji menjaga Clara lebih lama.

"Kami harap Kakek setuju," ucap Azael meminta izin.

Setelahnya, Harris mengangguk mantap dan menepuk bahu kokoh Azael, "Aku paham. Jaga Clara dan jangan buat dia menangis!"

Azael tersenyum hangat, "Baik, Kakek. Saya janji!"

Clara tersenyum lega melihatnya, ia merasa amat bersyukur kali ini, berharap jalan hidupnya nanti bisa diubah dengan akhir yang berbeda.

***

"Selamat atas pernikahan Anda, Tuan dan Nyonya Delvaric!"

Tanpa basa-basi, tak membuang banyak waktu dan dalam hitungan menit status keduanya sudah berubah.

Clara menatap akta pernikahan itu yang menampakkan fotonya bersama dengan Azael. Kemudian, dirinya lantas bertanya, "Bagaimana kalau ternyata ibumu tidak suka?"

"Tak perlu kau pikirkan masalah itu, Clara. Orang yang berhak mengatur hidupku hanyalah diriku sendiri," balas pria tersebut.

Sementara Clara lantas menarik napas dan ia sendiri harus menyelesaikan masalahnya jika Erick tidak terima karena ditinggalkan secara sepihak.

"Baiklah," balasnya pelan.

Akta pernikahan sudah di tangan, dirinya telah menjadi istri Azael, bukan calon istri Erick lagi. Ke depannya ia akan memperbaiki semuanya perlahan, menghindari konflik perusahaan miliknya dan memberikan pelajaran pada Erick serta Aretha.

***

Mendengar jika Clara sudah menikah, Erick yang kemarin tidak terlalu memikirkan jika wanita itu memutuskan hubungan mereka lantas membuatnya naik pitam.

Datang ke ruangan Clara sembari menampakkan wajah marah, Erick lantas bertanya langsung pada wanita yang saat ini duduk di sana dan terlihat sibuk, "Apa kau mendaftarkan pernikahanmu bersama pria lain?"

"Iya."

Pria itu benar-benar tidak percaya setelah mendapatkan pernyataan dari Harris kepada orang tuanya untuk tidak lagi melanjutkan hubungan. Awalnya dirinya hanya diusir, namun ternyata semua itu benar adanya.

"Siapa pria itu?!"

Orang yang ditanya lantas menjawabnya dengan santai, "Aku yakin kau sudah tahu orangnya."

"Siapa?!"

"Pria yang kemarin mengantarku pulang saat kita bertengkar," balas Clara lagi, jauh lebih santai dari sebelumnya.

Erick langsung teringat dengan satu nama karena saat itu dirinya bertemu dengan kawan semasa sekolah, namun dirinya tidak percaya begitu saja karena Clara bisa saja membual, "Pewaris Delvaric Grup tidak akan menikah dengan wanita biasa sepertimu yang merupakan direktur dari perusahaan kecil!"

Namun, Clara hanya tersenyum tipis karena sekecil apa pun jabatannya saat ini, posisi Erick jauh lebih di bawahnya sehingga tak patut jika pria itu menghinanya.

"Tapi, mau bagaimana lagi jika ternyata wanita pilihannya adalah aku?"

Merasa dikhianati setelah sebelumnya dirinya ingin menunda pernikahan, Erick lantas menunjukkan sikap tidak terima, "Kau juga menuduhku berselingkuh, padahal aku tidak melakukannya sama sekali!"

Namun, wanita itu datang dari masa depan dan tentu saja tidak khawatir, justru ia bisa bersikap lebih maju selangkah agar mampu menguasai keadaan.

"Aku tahu rencana busukmu, Erick. Jangan kira aku tak tahu apa-apa selama ini!"

Wanita itu cukup tenang karena sejauh ini Erick lah yang menumpang hidup padanya, jelas dirinya tidak takut mengatakan hal itu dan akan jauh lebih baik jika pria ini marah.

"Membatalkan pernikahan dan memilih untuk menikah dengan pria lain juga merupakan sebuah kriminal!" balasnya mengalihkan topik karena sedikit rencananya telah diketahui oleh Clara.

Menghela napas jengah, Clara lantas bertanya dengan nada intens, "Kau sendiri hanya ingin memanfaatkan kekayaan keluargaku. Sudah seharusnya aku membuangmu!"

"Jangan-jangan sejak dulu kau menyukainya dan hanya menunggunya kembali ke negara ini. Begitukah?" tebak Erick setelahnya.

Dituduh seperti itu, Clara tidak keberatan dan lebih baik mengiyakan semua yang dikatakan oleh Erick, "Iya, aku memang menunggunya dan ternyata dia mengajakku menikah."

Erick mengepalkan tangannya setelah tahu dibuang begitu saja saat si tokoh utama sudah kembali, "Aku tidak akan tinggal diam, Clara, kau harus membayar!"

Clara tidak takut, yang terpenting dirinya aman untuk saat ini, ditambah lagi ada Azael yang akan menjaganya jika terjadi sesuatu.

Setelah mengatakan hal itu, Erick keluar dari ruangan Clara, meninggalkan wanita tersebut yang hanya bisa terdiam sejenak.

Baru juga Erick keluar, tiba-tiba muncullah Aretha yang bekerja bersamanya dan dirinya percaya menjadi asistennya, "Clara?"

Melihat sahabatnya yang datang, Clara memperhatikan Aretha yang di masa depan mencelakainya hingga meninggal, namun untuk saat ini tidak ada yang aneh. Mungkin sekarang sahabatnya belum memiliki hubungan dengan Erick.

"Aku mendengar keributan, apa kalian bertengkar?"

Wanita tersebut tersenyum tipis, "Kenapa?"

"Kudengar kalian batal menikah karena dia berselingkuh, ya?"

Benar-benar polos, sepertinya Aretha belum sempat menjalin hubungan sedekat itu dengan Erick, artinya kedekatan keduanya dimulai setelah pernikahan.

"Aku juga mendengar jika kau sudah menikah dengan pemilik Delvaric Grup, benarkah?"

Sekali lagi Clara hanya menyimaknya, ia tidak wajib menjawabnya karena kini kebencian itu sudah tertanam semenjak dirinya sadar akan semuanya.

"Ah, maaf, sepertinya aku terlalu lancang menanyakannya."

Helaan napas terdengar dari Clara, wanita itu langsung bertanya, "Menurutmu, orang seperti apa Erick itu?"

Aretha terlihat bimbang saat ingin menjawabnya, "Apa aku boleh jujur?"

"Iya, jujur saja."

Kemudian, Aretha menggigit bibir bawahnya untuk memulai jawaban, terlihat sekali jika bibit ketertarikan Aretha mulai bisa dibaca oleh Clara, "Dia pria yang baik, aku tidak menyangka kalau dirinya akan berselingkuh."

"Kenapa kau bisa mengatakan jika dirinya baik?" Clara tersenyum miring.

"Dia beberapa kali membantuku, Clara, kau akan sangat rugi melepaskan pria sepertinya," ujar Aretha.

Namun, Clara yang sudah tahu hanya terkekeh, "Kau terlalu memujinya, apa kau menyukainya?"

Terkejut dengan tebakan ini, Aretha menggeleng cepat, "Tidak."

"Kenapa? Katamu dia baik."

"Mana mungkin aku mengambil bekas sahabatku sendiri," balas Aretha yang tidak meyakinkan di mata Clara.

"Padahal aku ingin mempersilakan dirimu untuk maju jika memang menyukainya," jelas Clara santai.

Sementara Aretha yang mendengar hal itu lantas menggeleng, "Ah, tidak, aku akan kembali bekerja!"

Tak ada sahutan dari Clara, hanya dengan perkataan ini mampu membuatnya yakin bahwa sahabatnya nanti akan lebih berani lagi.

***

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 5

    Keesokan harinya setelah menunggu dari pagi, kini sebuah mobil memasuki pekarangan rumahnya yang luas dan membuat Clara yang telah berpakaian rapi lantas menuruni tangga dengan cepat.Melihat cucunya yang seperti itu, Harris lantas mengikutinya dan melihat siapa yang menjadi cucu menantunya nanti, berjaga-jaga juga kalau saja Erick yang datang karena kemarin pria tua itu sudah mengusirnya lebih dulu sebelum menjelaskan."Kakek, ini Azael. Apa Kakek masih ingat?" tanya Clara sesaat setelah membiarkan Azael masuk."Azael?""Temanku saat masih di bangku sekolah menengah atas!" ujar Clara menjelaskan.Berpikir sebentar, Harris lantas teringat dan melebarkan matanya, "Oh, Azael! Iya-iya aku ingat!""Apa kabar, Kek?" sapa pria itu sembari memberikan sebuah bingkisan.Diterimanya bingkisan tersebut dan Harris bertanya, "Lama tak melihatmu, Azael."Pria tinggi itu memberikan senyumannya dan bertanya, "Bagaimana kabar Kakek?""Aku sangat baik!" balas Harris.Clara mengangguk dan menjawab, "Kam

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 4

    Azael terlihat terkejut dan merasa jika dirinya mungkin salah dengar, "Ya? Bisa kau ulangi?"Clara tidak tahu lagi, mungkin sekretaris di depan mereka juga berpikir bahwa ia sudah gila karena memaksa seseorang untuk menikahinya secara spontan.Namun, harus bagaimana lagi? Ada banyak hal yang harus dirinya perbaiki, termasuk takdir hidupnya yang tidak adil."Lunasi hutangmu dan nikahi aku! Aku tahu bahwa ini gila, tapi aku serius, El. Aku tidak punya cara untuk menghindari Erick, aku..."Melihat Clara yang terlihat belum stabil, Azael langsung paham karena sejak dulu ia sudah mengenal seperti apa Clara, meski mereka sudah lama tak bertemu."Aku mengerti, Clara. Maksudmu seperti pernikahan bisnis, bukan?" tanyanya memastikan, nada suaranya masih lembut sama seperti sebelumnya.Clara mengangguk, matanya berair namun tak sampai menangis. Semua itu terjadi karena dadanya terasa begitu sesak, banyak emosi yang ingin ia tumpahkan, bahkan ia tidak bisa menatap Erick lebih lama sehingga memili

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 3

    Lama tidak bertemu, keduanya bertatapan beberapa saat sampai akhirnya sebuah suara memecah momen itu. "Clara, apa kau gila? Hampir saja kau tertabrak!"Mendengar omelan dari Erick, Clara diam karena pikirannya sendiri masih kacau, namun di saat seperti ini dirinya malah menemukan ide.Azael melihat ke arah Erick dan dirinya menyadari bahwa mereka adalah sahabat saat masih berada di sekolah menengah atas, tak menyangka akan bertemu di kala genting seperti ini, entah apa masalahnya.Tak ada jawaban dari Clara, Erick memperbaiki ekskresinya karena inilah momen pertama kalinya ia bertemu dengan Azael lagi setelah sekian lama."Apa kabar, Azael?"Orang yang dimaksud langsung memberikan senyuman simpul dan keduanya berjabat tangan meskipun merasa asing karena sudah lama tak bersua."Aku baik. Bagaimana denganmu?""Seperti inilah," balas Erick seraya mengarahkan lagi pandangannya pada Clara yang masih bersembunyi di balik punggung Azael."Clara, sampai kapan kau bersembunyi di sana dan tida

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 2

    Clara tidak percaya dengan ini, namun pakaiannya dengan yang terjadi di masa lalu sangatlah mirip. Namun, ia segera bersikap lebih tegas meskipun bingung, "Tanggal berapa sekarang?" "Ini tanggal 20 Februari tahun 20XX dan kau mengajakku mendaftarkan pernikahan," jelas Erick yang juga heran karena Clara terlihat kebingungan. Wanita itu langsung membuka pintu mobil dan melihat area sekitarnya, tak lupa mencubit lengannya sendiri dan sedetik kemudian dirinya menyadari satu hal. Ini bukan mimpi, ia kembali ke masa lalu, masa di mana belum ada janji suci pernikahannya bersama Erick. Artinya, ia bisa mengubah keadaan dan tidak menikah dengan pria ini. Kemudian, Clara menutup mulutnya dan matanya mulai berair. Ia tidak akan mati sia-sia karena kebodohannya sendiri yang memaksakan diri membuat Erick menikahinya, apalagi pria ini juga terlihat tidak mencintainya. "Ayo!" Erick menggandeng wanitanya daripada membuang waktu, meskipun terpaksa dan dirinya akan terjerat seumur hidup. D

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 1

    Entah sejak kapan wanita itu dibohongi, namun kali ini satu persatu hal yang tidak dirinya ketahui lantas membuatnya tersadar; bahwa hidupnya terajut dalam kebohongan. Navierra Clarabelle, wanita itu tidak pernah menyangka jika pada akhirnya cinta yang dirinya pupuk dengan mengorbankan seluruh hidupnya menjadi kehancuran besar. "Aku bisa jelaskan!" Itulah kalimat yang diucapkan suaminya tatkala dirinya membuka pintu kamar hotel setelah mendapatkan laporan dari anak buahnya bahwa sang suami berada di sini. Bibir wanita itu tersenyum miring menyadari ada banyak sekali hal yang tidak dirinya sadari, salah satunya adalah perselingkuhan yang entah sudah sejak kapan berlangsung. Matanya memerah marah dan memandang ke arah wanita yang menghabiskan waktu bersama suaminya itu, kecewa juga dengan kepercayaannya yang malah disalahgunakan. "Aku berusaha mempercayaimu sepenuhnya, tapi kenapa harus dia?" Erick Anderson tahu bahwa malam ini dirinya sudah terpergok, mau tak mau harus

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status