Home / Romansa / MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU / 30. Permainan Ranjang Yang Panas

Share

30. Permainan Ranjang Yang Panas

Author: OTHOR CENTIL
last update publish date: 2026-04-01 23:01:41
“Kalau Dea tidak kunjung mengandung dalam beberapa bulan ke depan, apa itu artinya aku yang tidak subur?”

Rayden menyugar rambut ke belakang, gerakan nya kasar. Helaan nafas berat lolos dari celah bibirnya yang tipis. “Sialan!”

Suasana hening, mempertegas kalimat ibunya yang berlalu tadi.

Ia pernah membaca, dan sialnya ia ingat bahwa kemandulan tak hanya berasal dari wanita. Tetapi, pria juga memiliki persentase yang sama besarnya.

Rayden menggumam lirih. Bibirnya berdecak sangsi. “Ck!
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   72. Kita Ke Hotel

    “Apa kamu tidak ada kegiatan lain selain mengikutiku?”Aurin tak terlalu terkejut dengan pertanyaan Rayden yang blak-blakan seperti itu. Dugaannya tepat sekali. Dea pasti ingin Aurin terlihat buruk di mata Rayden sebagai penguntit. Dan ini, adalah momen yang pas.Tapi, Aurin tidak tinggal diam sekarang. Dia membuka ponselnya, lalu menunjukkan sesuatu yang bersifat rahasia pada Rayden.“Maaf, Tuan. Saya ke sini untuk menemui … kekasih saya,” jawab Aurin.“Kekasih?” Rayden langsung syok dibuatnya. Seingatnya, Aurin tak pernah bepergian ke mana pun. Bagaimana Aurin yang jarang bergaul dan cupu itu … bisa memiliki kekasih?Saat Rayden masih kebingungan, Aurin gegas menunjukkan sebuah foto pria—yang tidak terlalu tampan, tetapi cukup keren baginya.Foto pria itu adalah foto yang dikirimkan Dea subuh pagi tadi. Aurin melanjutkan, “Dan dia ada di … sana, Tuan,” tunjuknya pada meja nomor 7 yang terletak di t

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   71. Suatu Rahasia

    “Marlin … bicara apa saja sama kamu?” tanya Rita tanpa basa-basi. Acara keluarga usai pukul sepuluh malam. Para anggota keluarga besar telah meninggalkan kediaman Rayden. Di ruang keluarga, hanya tersisa Rayden dan Rita saja. Sementara Dea, tidak tahu ke mana.Aurin—yang mulai sibuk membereskan sisa jamuan, ditanyai Rita seperti itu. Tangannya yang baru saja meraih tumpukan gelas kotor, sedikit terhenti.Ia menanggapi dengan santai, “Tidak bicara apapun, Nyonya. Hanya bertanya kapan saya mulai bekerja di sini dan saya berasal dari mana. Hanya obrolan ringan biasa,” jawab Aurin sopan.Rita memicingkan mata, ia tak langsung percaya begitu saja pada pembantu anaknya ini. “Dan kamu … tidak bicara apapun padanya, ‘kan?”Pertanyaan Rita terdengar seperti peringatan dingin. Seolah Rita ingin memastikan bahwa rahasia apa pun di rumah ini tidak sampai bocor ke telinga Marlin yang dikenal memiliki insting kuat.“Tidak, Nyonya,” sahut Auri

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   70. Sinyal Berbahaya

    “Astaga, Nyonya. Mengapa Anda ke sini?” Aurin terkesiap, jantungnya nyaris melompat ke lantai saat mendapati Marlin sudah berdiri sangat dekat dengan area dapur. Nampan kayu berisi aneka potongan buah segar dalam mangkuk porselen ditangannya sempat oleng, hampir saja terjatuh ke lantai dan pecah berhamburan Jika ia tak segera mempererat cengkramannya pada tepi nampan tersebut. Marlin tersenyum. “Apa tidak boleh?” Aurin ikut senyum. “Boleh, Nyonya. Tapi, … Anda seharusnya tidak di sini. Mari, saya antarkan ke depan,” tawarnya dengan nada rendah dan sopan. Ia segera meletakkan nampan kayu itu ke atas counter dapur, lalu dengan ragu namun lembut, ia mencoba meraih telapak tangan wanita itu. Sayangnya, wanita dengan rambut yang sepenuhnya memutih dan kulit yang telah dipenuhi keriput di sana-sini itu justru memberikan senyuman teduh. Marlin menolak halus ajakan Aurin untuk kembali

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   69. Gairah Persaingan

    “Untuk menentukan siapa pewarisan keluarga Wisesa, saya minta kelonggaran waktu pada kalian semua sampai beberapa bulan ke depan,” kata Rayden—tenang, berat, membuat seluruh mata tertuju padanya. “Begitu jenis kelamin anak kami terlihat—dan kalah jenis kelaminnya laki-laki, maka kita harus memastikan beberapa bulan lagi sampai anak itu lahir dengan selamat. Dan setelahnya, kita semua bisa mengambil keputusan sesuai dengan aturan keluarga kita.” Suasana di sana yang tadinya riuh, mendadak senyap. Antariksa dan Mahendra sempat tercengang, mereka seolah tak percaya dengan keberanian Rayden yang mempertaruhkan segalanya malam ini. Bagi Antariksa, ini adalah kabar yang sangat membingungkan. Harapannya untuk melakukan program bayi tabung—demi mendapatkan anak laki-laki setelah kehamilan kedua Anggita—dipastikan gagal total karena waktu yang tidak memungkinkan. Namun, tepat saat harapannya hampir pupus, Rayden justru memberikan se

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   68. Harapan Yang Pupus

    Sejak pukul empat sore, kediaman Rayden mulai dipadati oleh tamu-tamu penting. Ada Marlin—adik ipar kakeknya Rayden, serta kedua anak kembarnya, Mahendra dan Maharani, bersama anak cucu mereka masing-masing. Tak lama berselang, turunlah Antariksa—anak pertama Mahendra dan istrinya, Dildara—yang tak lain adalah sepupu Rayden, datang bersama Anggita, istrinya Anta. Beberapa anggota keluarga inti lainnya pun turut hadir, menambah atmosfer persaingan yang terselubung di balik kemewahan itu. Di ruang tamu, Rayden dan Dea menyambut keluarga besar mereka formalitas. Pasangan ini sebenarnya tak terlalu tertarik dengan pertemuan keluarga semacam ini. Tapi sekarang, mereka memiliki tujuan penting; yaitu kabar penting yang akan segera mereka umumkan, tak lama lagi. Setelah menyapa beberapa tetua, Rayden dan Dea disapa oleh Antariksa dan Anggita. “Hai, Bro!” sapa antar

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   67. Informan Rahasia

    “Kalau Nyonya Rita tahu siapa yang sebenarnya sedang berusaha memberinya ahli waris, lantas apakah tanggapannya padaku akan sedingin ini?” Aurin bimbang. Pikirannya berkecamuk hebat antara rasa takut dan ambisi gelap yang mulai membakar hati. “Apa sebaiknya kukatakan saja perselingkuhan Nyonya Dea padanya? Agar Nyonya Besar mau melirikku?” gumam Aurin. Ia tampak mempertimbangkan kartu as yang baru saja jatuh ke tangannya. Namun, ia tidak ingin membiarkan pikirannya melantur terlalu jauh. Ia segera menyiapkan teh herbal hangat untuk kita, dan dengan hati-hati membawanya ke area kolam renang—tempat wanita berwibawa itu tengah menikmati udara segar pagi hari. “Silakan dinikmati, Nyonya.” Sambil tersenyum sopan, Aurin meletakkan secangkir teh herbal hangat di atas meja, di samping Rita. Namun, saat ia hendak membalikkan badan dan bersiap pergi membawa nampannya, suara Rita lebih dul

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   29. Tantangan 21+

    Tempat pukul 08.00 pagi, Rayden sudah menancapkan fokusnya pada tumpukan pekerjaan yang menyita di layar laptopnya. Namun, ketenangannya hanya bertahan selama 30 menit sebelum interupsi yang paling tidak diharapkan muncul di ambang pintu. Sosok itu adalah ibundanya, Rita. Rayden menghembuskan n

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   24. Malam Panas Hingga Lemas

    Aurin menahan nafas dengan tangan gemetar saat memegang gagang pintu dengan gerakan yang sangat lambat. Ia hanya ingin segera keluar dari kamar yang masih kental dengan aroma gairah dan dosa itu sebelum Rayden terbangun. Namun, baru saja pintu kamar itu sedikit terbuka dan celah cahaya dari kori

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   23. Memelukmu Sampai Pagi

    “Ahhh …. Jangan hanya diam dan menatapku seolah aku ini monster,” bisik Rayden. Jari jemarinya yang kasar membelai paha Aurin dan memberikan tekanan yang menuntut. “Tunjukkan padaku betapa kamu menginginkanku. Kendalikan aku sesuka hatimu atau kamu akan menyesali hukuman yang kuberikan nanti ka

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   22. Ah ... Buat Aku Lemas.

    “Mau ronde keduanya sekarang? Di bawah sini, sudah keras sekali.” Rayden melepaskan tautan bibir mereka sejenak, menyisakan jarak yang begitu tipis hingga hembusan napasnya terasa panas di kulit Aurin . Tanpa menunggu persetujuan, jemari kokoh Rayden menelusup ke bawah selimut, meraih telapak t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status