로그인Pusaran dimensi hitam di dalam ruang bawah tanah Vila Puncak Gunung Azure bergulung hebat, meliuk-liuk bagai ular sanca raksasa yang mencoba menolak hukum alam. Namun, di bawah cengkeraman energi Yang Naga Primordial milik Long Chen, badai spasial yang sanggup mencabik-cabik raga praktisi biasa hingga menjadi serpihan daging itu mendadak jinak. Langkah kaki Long Chen dan Lin Xinyan yang saling bertautan terasa begitu kokoh, melangkah menembus batas realitas fana dengan keanggunan sepasang dewa sejati.SHUUUT—Begitu mereka melintasi ambang batas cahaya pusaran, sensasi hampa udara mendadak berganti dengan sapuan angin pegunungan yang teramat bersih dan segar. Kepadatan energi spiritual (Qi) di tempat ini setidaknya seratus kali lipat lebih murni dibandingkan dengan dunia luar yang telah mengering.Di hadapan mereka, terbentang sebuah dunia terisolasi yang menakjubkan sekaligus menekan. Sebuah pegunungan melayang raksasa bertengger di atas awan putih yang berkilauan. Di p
Malam kembali menyelimuti Vila Puncak Gunung Azure dengan ketenangan yang absolut. Di luar gerbang, Gao Yuan telah membersihkan sisa-sisa jeritan histeris Keluarga Lin yang diseret pergi seperti anjing liar. Bagi Long Chen, keberadaan manusia fana yang picik itu tak lebih dari sekadar riak kecil di permukaan samudra jiwanya yang kini telah kembali tenang.Di dalam ruang kultivasi bawah tanah yang dilapisi oleh Formasi Perlindungan Naga Primordial, Long Chen duduk bersila. Mantel parit hitamnya diletakkan di samping, menyisakan kemeja putih kasual yang memancarkan pendaran cahaya keemasan dari pori-pori kulitnya. Di hadapannya, gulungan batu giok hitam murni yang merekam memori warisan lapisan kedua melayang statis, memancarkan tiga koordinat spasial yang berdenyut di dalam jalinan ruang hampa.Lin Xinyan duduk tepat di seberangnya, sepasang telapak tangannya terbuka di atas lutut, mengalirkan hawa Yin Es Teratai yang kini telah menyentuh Ranah Pengumpulan Qi Tahap Kesepuluh
Jet siluman taktis hitam legam milik Paviliun Sembilan Langit mendarat dengan mulus di bandara privat Kota Jianghai tepat saat matahari senja mulai tenggelam di ufuk barat. Kota Jianghai, tempat di mana Long Chen dulunya dihina sebagai menantu sampah yang tidak berguna, kini tampak begitu tenang di bawah sapuan angin laut. Namun, di dunia mistis, kota ini telah bergeser menjadi episentrum kekuasaan baru yang paling ditakuti.Begitu pintu kabin jet terbuka, sebaris sosok penting telah berdiri berbaris rapi di sepanjang karpet merah landasan.Di barisan terdepan, Gao Yuan, sang penguasa bawah tanah Jianghai, berdiri dengan setelan jas hitam formal bersama Tetua Gu, master pengobatan mistis yang meridiannya pernah disembuhkan oleh Long Chen. Di belakang mereka, ratusan pengawal elit berbaju hitam berlutut serentak dengan satu lutut menyentuh aspal begitu sosok Long Chen melangkah turun."Konsorsium Naga Jianghai, menyambut kepulangan Tuan Besar Long Chen dan Nona Besar Lin!
Saat Long Chen melangkah keluar dari gerbang batu Makam Kuno Kaisar Naga Merah, badai salju yang semula mengamuk di Lembah Tengkorak Naga seketika terbelah secara simetris, membentuk koridor udara bersih yang tenang seolah menyambut sang penguasa langit. Pendaran cahaya emas kemerahan dari Ranah Pendirian Pondasi Sempurna miliknya berdesir samar di permukaan mantel parit hitamnya, menciptakan tekanan tak kasat mata yang membuat hukum ruang di sekitarnya meliuk halus.Di ujung jembatan batu, Lin Xinyan sedang berdiri menantinya. Gaun putih saljunya tampak bersih tanpa setitik noda darah pun, meski di sekelilingnya hamparan salju telah berubah menjadi hamparan es kristal perak sisa pertempuran melumpuhkan dua faksi besar luar wilayah.Begitu indra batin Lin Xinyan menangkap riak energi baru dari tubuh Long Chen, sepasang mata indahnya berbinar dengan kekaguman yang teramat pekat. "Long Chen... kamu telah menembus Ranah Pendirian Pondasi? Aura ini... jauh lebih padat daripada l
RUUUUUMBLEEEE!!!Gerbang batu raksasa setinggi lima puluh meter itu terbuka sepenuhnya, memicu gempa vulkanik lokal yang menggetarkan seluruh isi Lembah Tengkorak Naga. Dari dalam kegelapan makam kuno, seberkas pilar cahaya merah darah melesat vertikal menembus langit Kunlun, membelah gumpalan awan badai salju dan menciptakan pemandangan spiritual yang sangat menakjubkan dari jarak ratusan kilometer.Long Chen melangkah masuk ke dalam aula utama makam. Koridor megah ini dilapisi oleh batuan magma yang telah membeku selama ribuan tahun, memancarkan hawa panas spiritual yang begitu padat. Di sepanjang dinding koridor, tertanam jutaan Batu Spiritual Kuno Tingkat Tinggi yang berkilauan bagai bintang-bintang di malam hari. Jumlah kekayaan mistis di tempat ini sudah cukup untuk membeli seluruh aset sepuluh keluarga raksasa seperti Keluarga Jiang di Yanjing.Namun, perhatian sepasang mata naga emas vertikal milik Long Chen tidak teralih pada batu-batu spiritual itu. Pandanganny
"Mengejar suamiku? Kalian harus melompati mayatku terlebih dahulu!"Suara jernih Lin Xinyan bergema di antara deru angin badai Kunlun. Rambut hitamnya berkibar liar, kontras dengan gaun putihnya yang kini memancarkan pendaran cahaya perak yang teramat suci. Di sekelilingnya, ribuan jarum es kristal murni melayang statis di udara, mengunci posisi seluruh pasukan Sekte Pedang Langit Barat dan Klan Serigala Es Utara.SHUUT! SHUUT! SHUUT!Tanpa menunggu komando kedua, Lin Xinyan mengibaskan lengan bajunya. Ribuan jarum es sekeras baja purba itu melesat horizontal bagai hujan panah kematian."Formasi Pedang! Tahan!" Tetua Jian Mu berteriak panik. Belasan murid Sekte Pedang Langit Barat segera menghunus pedang mereka, memutar Qi biru mereka untuk membentuk perisai angin pedang di depan barisan.Namun, energi Yin Es Teratai milik Lin Xinyan telah diselaraskan melalui kultivasi ganda bersama Long Chen di Ranah Pengumpulan Qi Tahap Kelima Puncak. Kepadatan energinya jauh







