Share

Bab delapan

Penulis: Ariess_an
last update Tanggal publikasi: 2026-01-28 11:18:31

Sebuah teriakan nyaring membangunkan Girsa yang masih terlelap setelah semalaman penuh menggempur sendirian.

Matanya membelalak, terkejut, menoleh ke sekeliling sembari sesekali menyipitkan mata menyesuaikan cahaya lampu yang masih menyala hingga pagi hari.

Ironisnya, wajah bantalnya terlihat bagus dipandang terlepas dari bagaimana dia bertindak ketika kehilangan kendali.

"Apa-apaan ini, Girsa?!"

Pekikan itu kembali menyentaknya. Girsa mengerjap, belum sepenuhnya sadar. "Ibu?"

Sorot lam
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 47

    Largo menjalankan tugas khususnya. Setelah membuat Ayura dikeluarkan secara paksa dari pekerjaannya yang sekarang, dia juga mengambil laptop, alat desain, dan barang-barang yang dipakai gadis itu untuk bekerja, untuk kemudian diserahkan kepada Tuan Girsa. Sejak awal ditugaskan, ia sudha merasa aneh. setelah mengamati selama beberapa waktu, dia tahu apa yang terjadi di dalam rumah tangga majikannya. Largo sendiri adalah anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan kota terpencil, yang hidup di bawah kekejian rumah perdagangan manusia-berkedok panti asuhan. Dia adalah satu-satunya anak yang menyadari kebenaran tersebut, lalu melarikan diri dengan penuh rasa ketakutan yang mengakar kuat. Dia tidak ingin menjadi seperti temannya yang berakhir termutilasi di dalam drum bersama organ-organ manusia milik entah siapa. Selama tiga tahun, ia luntang-lantung di jalanan, mengais makanan dari tempat sampah atau menerima belas kasihan para dermawan. Berbagai kejahatan paling keji telah

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 46

    Ayura mengetahui makna kalimat Girsa ketika kembali ke kamar yang mereka tempati sebelumnya. Kamar itu tampak seperti kamar pasangan yang tengah melakukan honeymoon romantis. Cahaya redup dari lilin-lilin yang tersusun rapi di sekeliling ruangan menciptakan sorotan lembut yang menambah nuansa misterius namun menggoda. Ketika ia pergi ke kamar mandi, bathub besar yang terletak di sudut diisi oleh kelopak bunga mawar merah yang tersebar dengan indah di permukaan air, memberikan aroma floral yang memikat. Di sisi lain ruangan, meja makan untuk dua orang telah diatur dengan sempurna. Taplak meja berwarna merah marun dan piring-piring porselen dihiasi dengan peralatan makan perak berkilau. Di tengah meja, sebuah vas kaca tinggi berisi rangkaian bunga tulip dan peony menambahkan sentuhan elegan. Gelas-gelas anggur kristal berdiri anggun di samping botol anggur merah yang siap dituang. Ayura terkesima. Andai saja yang menyiapkan semua ini bukan Girsa, dia mungkin akan menaruh hatinya

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 45

    Ayura menggeleng. Kedua tangannya menyentuh lengan Girsa, berusaha menahan serangan tiba-tiba pria itu, dan untungnya Girsa mengeluarkan jarinya. Ayura berusaha menarik simpati Girsa, alisnya terkulai dan matanya berkaca-kaca. "Aku tidak berbohong. Aku hanya ... sangat mencintaimu. Girsa, aku mencintaimu." Ayuraa tidak bisa memikirkan alasan untuk mengelak, dan dia mengalungkan tangannya di leher Girsa, menyambar bibirnya dan melumatnya dengan tergesa. Girsa terdiam sesaat, hanya sesaat sebelum hasratnya mengambil alih semuanya dan kemudian mengikuti permainan Ayuraa. Tangannya melingkari pinggang ramping Ayura, meremas lengannya yang bergetar. Girsa memimpin ciuman mereka, awalnya perlahan kemudian menjadi semakin menuntut. Rasa panas menjalari tubuhnya hingga membuatnya goyah menahan diri. Girsa mendorong bahu Ayura, membuat gadis itu terduduk di sofa. Girsa buru-buru melepaskan jasnya dengan mata tak berpaling memandang wajah Ayura yang penuh keyakinan. Ia masih terkej

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 44

    Meskipun pekerjaannya saat ini tidak menghasilkan uang sebanyak sebelumnya, Ayura senang karena setidaknya dari pekerjaan barunya ia bisa menyisipkan uang untuk menabung. Ia menggunakan uang tabungannya untuk membiayai perawatan ayahnya jika ayahnya ditemukan. Dia tak lagi berharap pada Girsa, pria itu pelit. Ayura merentangkan tangannya ke atas, tulangnya mengeluarkan bunyi "krek" saat ia meregang. Punggung dan persendian nya terasa kaku setelah berjam-jam duduk menggambar desain baju. Sebuah senyuman tipis tergambar di bibirnya, penghasilan tambahan bulan ini memungkinkannya membeli laptop baru yang membuat pekerjaannya semakin lancar. Ayura baru saja mandi dan berdandan. Hari ini, sesuai rutinitasnya, ia harus mengantarkan makan siang untuk Girsa. Sebelumnya, ia mencoba resep kue baru dari internet. Sayangnya, hasilnya tidak sesuai harapan, kuenya tampak seperti kotoran yang gosong. Namun, itu tidak terlalu menjadi masalah karena pada akhirnya kue tersebut akan dibuang jug

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 43

    PENGUMUMAN!!! JANGAN LUPA FOLLOW DAN KOMEN DI CERITA INI. KALAU KOMENTAR LEBIH DARI 5 BESOK SIANG UPLOAD BAB BARU LAGI.... YUK RAMAIKAN!!! **********"****** "Apa statusmu sekarang?" Ayura menelan salivanya. "Um, menikah?" "Nama belakangmu?" "Widjaja," jawab Ayura pelan. Ia sudah tahu ke mana arah percakapan ini. Girsa menatapnya tajam. "Jika kau menikah denganku, otomatis kau memilih untuk melepaskan kebebasan masa mudamu, Yura. Kau tidak bisa bertingkah sembarangan di depan publik." Suaranya terdengar tenang, tetapi mengandung tekanan yang jelas. "Kau menyandang nama Widjaja. Semua orang mengenalmu dan haus akan berita tentangmu. Jika muncul rumor buruk yang menjatuhkan nama keluargaku, apa yang bisa kau lakukan? Menangis? Meminta maaf?" Ayura semakin menunduk. Bibirnya terkatup rapat, tak mampu membalas. "Sungguh istri yang patuh," sindir Girsa dingin. "Sekarang kau berani keluyuran malam tanpa meminta izin dariku." Ayura mengangkat wajahnya, mencoba membela d

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 42

    Girsa merotasi bola matanya melihat Heidy sibuk memotret makanan yang terhidang di atas meja. Dia merasa waktu yang dimilikinya terbuang sia-sia. Sejujurnya dia tidak senang dengan perasaan ketika merasa jengkel terhadap Heidy—wanita itu adalah kesayangannya, tapi sekarang? Rasanya berbeda. Girsa mengerutkan kening, menjulurkan tangan untuk menyingkirkan ponsel Heidy yang menghadap ke arahnya. "Jangan memotretku." "Apa?" Alis gadis itu menyatu dengan tajam. "Kenapa?! Aku tidak akan mengunggahnya sebelum kau bercerai, tenang saja." "Aku tetap tidak ingin kau memotret ku, Heidy. Jangan memaksaku," tegas Girsa, memandang dingin Heidy dan membuatnya terintimidasi. Tidak ingin membuat keadaan memanas diantara mereka, Heidy menyerah, ia memasukkan ponselnya ke dalam tas. Suasana menjadi kaku dan canggung, membuatnya memakan makanannya dengan berat hati, ia diam-diam melirik Girsa yang sedang menatap ponselnya. Sebuah pemandangan yang familiar sejak dulu. Girsa memang sering kal

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab Duapuluh Delapan

    Ayura perlahan mulai membuka matanya. Hidungnya mencium bau antiseptik yang kuat, khas rumah sakit. Suara orang-orang terdengar di sekitarnya, tapi telinganya tidak dapat menangkap jelas apa yang mereka katakan. Seluruh tubuhnya amat sakit dari ujung kepala hingga ujung kaki, perih dan terasa mem

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab Duapuluh Tujuh

    Ayura ditinggalkan sendirian. Girsa, Heidy, dan tiga orang lainnya berbaur dengan kelompok lain, jauh di pojok. Masing-masing tangan mereka memegang gelas berisi wine mahal, tampak asyik mengobrol dan sesekali tertawa. Ayura hanya memandang mereka seraya menghela nafas pelan. Ia merasa bosan, d

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab Duapuluh Lima

    Ayura melihat Girsa yang bertelanjang dada tengah memakai kausnya. Rambutnya masih meneteskan air. Harum sabun khas milik pria itu menggelitik hidungnya, entah mengapa membuatnya ingin mendekap pria itu. Ayura menggeleng menyadari pemikiran gilanya. Ia menyukai bau sabun Girsa. Sepertinya ia akan

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab Duapuluh tiga

    "Jangan menyentuh ku!" desis Girsa. Netranya menyoroti Ayura tajam dan penuh rasa jijik. "Tuan, maafkan aku, tapi aku benar-benar sedang membutuhkannya. Aku akan membayarnya kembali, aku akan membayarnya dengan cepat." Alis Ayura menurun, matanya berkaca-kaca. Ayura benci saat-saat di mana diri

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status