Share

BAB 18

Author: stevendeeary
last update publish date: 2026-05-24 00:34:56

“Jangan pernah datang ke pelabuhan, Mas, sekali pun Mama yang ngajak,” kata Celine lagi.

Napasku tersendat sesaat, kuhela putus-putus, lalu kutatap Celine. “Emangnya di pelabuhan ada apa, Cel?”

Celine menghela napas, lega kurasa. “Syukurlah kalau kamu gak ke sana. Sumpah, semalam aku kebangun dan lihat kamu gak ada di sampingku.”

“Aku mulai berpikir aneh-aneh, aku cek handphone dan ada pesan dari Mama kalau Mama lagi di pelabuhan. Aku mau hubungi kamu, tapi aku takut kamu lagi sama Mama. Aku ga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 110

    POV JEVANRuang rapat di lantai tiga masih dipenuhi suara lembaran berkas yang dibolak-balik sejak aku datang satu jam lalu. Papan tulis di depan ruangan semakin sesak oleh foto-foto, denah bangunan, hingga garis merah yang menghubungkan satu nama dengan nama lainnya. Beberapa anggota sibuk menyusun laporan terbaru, sementara Rakabumi berdiri di depan papan sambil memperhatikan seluruh perkembangan yang berhasil kami kumpulkan sejak semalam. Anehnya, dari semua bukti yang kini berada di depan mata, pikiranku justru terus kembali pada satu orang.Nadira.Aku kembali menekan tombol panggil di ponsel untuk kesekian kalinya. Nada sambung hanya terdengar beberapa detik sebelum akhirnya terputus begitu saja. Tidak ada jawaban. Tidak ada pesan. Tidak ada satu pun tanda yang menunjukkan perempuan itu baik-baik saja. Jemariku tanpa sadar mengetuk pelan permukaan meja, kebiasaan yang selalu muncul setiap kali pikiranku mulai dipenuhi firasat buruk.Rakabumi yang sedari tadi memperhatikan l

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 109

    POV NADIRAAku mengenali perempuan yang berdiri di ambang pintu itu.Wajahnya masih terlihat pucat, salah satu tangannya masih terpasang infus yang menggantung pada tiang penyangga.Namun sorot matanya sama sekali tidak menunjukkan seseorang yang baru saja sadar setelah berhari-hari terbaring di rumah sakit.Ruangan mendadak sunyi.Kiara yang sejak tadi berdiri di depanku perlahan melepaskan cengkeramannya pada kerah bajuku. Ia mundur satu langkah, memberi jalan tanpa diminta. Nyonya Luan yang sejak tadi mengawasi dari luar juga ikut menyingkir ke samping, membiarkan perempuan itu masuk lebih dulu."Mama..." suara Kiara terdengar jauh lebih pelan dibanding bentakannya beberapa detik lalu.Bianca tidak langsung menoleh kepadaku. Tatapannya justru berhenti pada meja yang terguling dan foto-foto yang berserakan di lantai. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia berjalan mendekat, lalu membungkukkan badan perlahan untuk memunguti satu per satu lembar foto itu."Apa yang kamu lakukan?" tan

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 108

    POV NADIRAAku tidak tahu sudah berapa lama berada di ruangan itu. Jam dinding terus berdetak pelan, tetapi tidak ada seorang pun yang masuk sejak Nyonya Luan meninggalkanku beberapa saat lalu. Ruangan VIP itu memang terlihat nyaman, lengkap dengan sofa, tempat tidur, dan kamar mandi pribadi. Namun bagiku, semua itu tidak lebih dari sebuah sangkar yang dibuat semewah mungkin.Pelan-pelan aku bangkit dari kursi, lalu berjalan menuju pintu. Jemariku mencoba memutar kenopnya beberapa kali, berharap kuncinya hanya macet. Namun hasilnya tetap sama. Aku mengetuk pintu dari dalam sambil memanggil pelan, "Permisi... ada orang di luar?" Tidak ada jawaban. Lorong di balik pintu tetap sunyi, membuatku sadar mereka memang sengaja mengunciku di sini.Aku baru saja berbalik ketika suara kunci diputar dari luar membuat langkahku terhenti. Pintu terbuka perlahan, memperlihatkan Kiara yang masuk sambil membawa sebuah map cokelat tipis. Wajahnya sudah tidak lagi dipenuhi air mata seperti semalam. Ta

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 107

    POV KIARASuara pintu apartemen yang menutup otomatis menjadi satu-satunya bunyi yang terdengar di ruangan itu.Aku tetap berdiri beberapa saat di balik pintu, memastikan langkah kaki Om Jevan benar-benar menjauh. Beberapa detik kemudian terdengar suara lift terbuka, disusul dentingan pelan saat pintunya kembali menutup.Barulah aku mengembuskan napas panjang.Tatapanku perlahan berkeliling ke seluruh isi apartemen. Semalam aku memang datang ke tempat ini, tetapi pikiranku terlalu kacau untuk memperhatikan apa pun. Baru sekarang aku benar-benar melihat setiap sudut ruangan yang selama ini menjadi tempat tinggal Om Jevan.Apartemen itu terlihat rapi. Lebih kecil dari apartemen yang pernah kutinggali saat Om Jevan mengajakku untuk pertama kali.Aku berjalan pelan menuju ruang kerja yang berada di samping ruang tamu. Pintu kayunya tidak terkunci. Begitu kubuka, sebuah meja kerja berukuran besar langsung menyambut pandanganku. Di atasnya hanya ada sebuah laptop, beberapa map, tempat pulpe

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 106

    Aku meninggalkan Jenderal Adhitama tanpa berkata apa-apa lagi. Beberapa anggota yang sejak tadi berdiri di sekitar halaman langsung memberi jalan ketika aku melintas. Tidak ada yang berani menghentikanku. Suasana kantor polisi pagi itu terasa jauh lebih tegang dibanding biasanya.Begitu memasuki gedung utama, langkahku langsung mengarah ke ruang istirahat. Pintu yang sedikit terbuka memperlihatkan Rakabumi sedang duduk di sofa sambil memegang secangkir kopi yang hampir habis. Di sampingnya, Celine terlihat memeluk kedua lututnya sendiri di atas sofa, sementara Valisa berdiri di dekat jendela dengan tangan terlipat di depan dada. Ketiganya serempak menoleh begitu aku masuk."Mas!" Celine langsung berdiri. Raut wajahnya yang sejak tadi dipenuhi kecemasan seketika berubah penuh harap. "Kiara gimana? Dia baik-baik aja?"Aku mengangguk pelan sambil menutup pintu di belakangku. "Dia selamat."Kalimat singkat itu cukup membuat Celine mengembuskan napas lega. Bahunya yang sejak tadi tegang pe

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 105

    Pintu apartemen baru saja tertutup ketika Kiara mengembuskan napas panjang. Gadis itu berdiri beberapa saat di ruang tamu sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling, seolah baru benar-benar merasa aman setelah berada di dalam. Wajahnya masih pucat, matanya sembap, dan bekas tangis tadi masih terlihat jelas.Aku berjalan ke dapur, mengambil segelas air putih, lalu kembali menghampirinya. "Minum dulu."Kiara menerima gelas itu dengan kedua tangan. Jemarinya masih sedikit gemetar. Setelah meneguk beberapa kali, ia mengembalikannya kepadaku sambil berbisik pelan, "Terima kasih."Aku mengangguk singkat. "Kalau mau mandi atau ganti baju, kamar masih sama seperti dulu. Kamu istirahat saja."Kiara hanya membalas dengan anggukan kecil. Tatapannya sempat mengikuti langkahku saat aku mengambil kunci mobil yang tadi kulempar ke atas meja. Begitu melihatku menyelipkan kunci itu ke saku celana, raut wajahnya langsung berubah."Om mau ke mana?" tanyanya cepat."Balik ke kantor polisi sebentar."Kali

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 65

    POV KIARA“Aku suka hadiah kecil seperti ini.”Aku tidak tahu sudah berapa lama menatap layar ponsel di tanganku. Sejak beberapa hari Mama akhirnya mengembalikan ponselku, meskipun aku yakin kebebasan itu hanya ilusi. Aku tidak benar-benar bebas. Aku hanya diberi ruang yang sedikit lebih luas untuk

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 5

    “Gak sanggup? Payah kamu, Jev.” Nadira mengejek. “Mau makan dulu gak sama aku? Aku juga masih nunggu orang.”Sepertinya tawaran Nadira tak bisa ditolak. Kami pergi ke sebuah restoran tak jauh dari hotel, memesan makanan, dan duduk tenang menikmati makanan. Sesekali berbincang agar tak terlalu henin

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 2

    Gadis itu memajukan badannya sehingga makin menempel padaku, tatapan mata yang kulihat sinis sejam yang lalu kini berubah sedikit liar menggoda.Aku meneguk ludah ... ‘Jevan Kecil’ di bawah sana mulai kehilangan harga dirinya. Apalagi saat kurasakan Kiara seperti sengaja menggerakan tubuhnya sehing

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 1

    “Celine, Kiara....” Bianca berteriak tepat saat ia membuka pintu utama rumah mewah yang baru pertama kali kudatangi ini.Dari dua nama yang disebut, hanya satu yang muncul. Seorang gadis dengan daster berwarna merah muda sebatas lutut, matanya sembab seperti orang yang habis menangis. Tatapannya da

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status