Beranda / Romansa / MERAYU CEO JAGOAN / BAB 29 : Rencana Licik (Part 9)

Share

BAB 29 : Rencana Licik (Part 9)

Penulis: Hamfa Merman
last update Tanggal publikasi: 2025-12-24 22:47:10

“Hehe…, tepat sekali apa yang kalian pikirkan. Karena saya tidak mau repot-repot berpikir panjang lebar, maka cukup saja kandidatnya dipilih dari peringkat pertama hingga peringkat sepuluh di tempat ini. Bagaimana menurut kalian?” ungkap Pak Jidan berterus terang.

“Apa? Kok gitu sih?! Itu tidak adil sama sekali. Mereka yang berada di bawah peringkat sepuluh jelas bahkan tidak diberikan kesempatan secuil pun. Bagaimana mungkin hal ini masuk akal?!”

“Benar itu, Tuan! Harap dipikirkan baik-baik se
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 100 : Hadir (Part 100)

    Namun, Pak Diwar malah tersenyum mengejek. “Hehe, kau pikir ancaman tipu-tipu dari mulutmu itu sudah cukup untuk menakut-nakuti kami? Aku katakan kepadamu, jawabannya jelas tidak mungkin! Aku yakin kau sendiri tidak akan berani melaporkannya kepada Tuan Muda!” tegasnya tampak percaya diri.Para pengawas pemberontak dibuat kebingungan sendiri. Sariska Lianor menyipitkan matanya mendengar itu. “Apa maksudmu?!” tanyanya masih merasa tidak terlalu mengerti.“Hehe, bukankah kami juga bisa melaporkan Tuan Muda kalau engkau baru saja mencoba untuk melarikan diri? Kalau itu terjadi, ada kemungkinan Tuan Muda juga tidak mempermasalahkan kami untuk sedikit menghukummu dengan cara kami sendiri tentunya!” jawab Pak Diwar tersenyum buas.Pikiran menjijikkan dan liar kembali muncul di dalam benak masing-masing pengawas. Sorot mata mereka kembali berkeliaran bebas melihat-lihat pemandangan tubuh yang sangat amat indah dari sosok Sariska Lianor itu.“Perkataan Pak Diwar ada benarnya! Wanita nakal sep

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 99 : Hadir (Part 9)

    “Hmph! Terserahlah! Yang penting wanita itu gagal. Walaupun kerusakan benda dan beberapa korban luka-luka ringan tidak bisa dielakkan!”Para pengawas yang berada di ruang pengawasan akhirnya mulai merasa sedikit lega. Sepanjang perjalanan masuk, Pak Diwar terus saja mengoceh dan melampiaskan kemarahannya kepada Sariska Lianor dan para penjaga di sana.“Kalian benar-benar tidak berguna. Wanita lemah sepertinya bisa sampai melarikan diri sejauh ini. Mau ditaruh mana harga diri kalian sebagai seorang pria, hah?! Adapun kau wanita rendahan! Beraninya kau melarikan diri, hah?! Tak tahu diuntung!” tegas Pak Diwar marah-marah terus sepanjang perjalanan.Meski begitu, tidak ada yang berusaha membantah sama sekali. Setelahnya, Sariska Lianor berhasil dibawa masuk kembali ke dalam kamar miliknya yang lalu. Pak Diwar dan beberapa pengawas pemberontak berada di dalam kamar tersebut, menatap tajam ke arah Sariska Lianor yang dalam kondisi terikat duduk di atas kursi.“Apa lihat-lihat?!” tegas Pak

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 98 : Hadir (Part 8)

    Seketika kaca jendela itu pecah berkeping-keping tak berbentuk lagi. Sariska Lianor menunjukkan tekadnya yang sangat kuat demi mendapatkan apa yang dibutuhkannya. Semua orang tidak menyangka sama sekali, tapi tetaplah itu yang terjadi.“Da, dasar wanita sinting! Cepat tangkap dia sekarang juga!” teriak Pak Diwar merasa tercengang sekaligus marah.Para penjaga segera mempercepat langkahnya sedangkan penjaga gerbang yang berada di dalam pos jaga jelas dilanda kepanikan yang ekstrim. “Apalagi ini, yang benar saja?!” tegas penjaga gerbang itu berusaha menangkap Sariska Lianor yang menerobos masuk.“Urk, lepaskan aku!” teriak Sariska Lianor meronta-ronta dengan keinginan menemukan tombol untuk membuka gerbang.Sayangnya, tombol yang dicarinya bahkan tidak diketahui bentuk apalagi lokasinya. Sariska Lianor dibuat panik sendiri melihat itu. “Lepaskan, aku bilang lepaskan, sialan!” teriaknya dengan maksud yang jelas mendorong penjaga gerbang untuk menjauhinya.“Hmph! Mana mungkin aku menying

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 97 : Hadir (Part 7)

    Namun, Sariska Lianor segera melayangkan tendangan ketiganya yang kini tepat mengenai wajah depan penjaga tersebut. Dengan sangat terpaksa dan tanpa perlindungan, penjaga tersebut jatuh terlentang dengan hidung yang mimisan hingga ada kemungkinan telah patah.“Sialan! Baru semenit, dua orang sudah gugur! Dasar tidak berguna!”“Apanya yang tidak berguna, hah?! Wanita ini saja yang iblis! Bisa-bisanya dia melakukan aksi liar semacam itu tanpa keraguan sedikit pun. Bukan hanya itu, tenaga kuatnya berasal dari mana ketika tubuhnya sendiri terlihat kurus dan seksi, hah?!”“Banyak bacot! Serang saja bersama-sama!”“Hiyah…!”Pukulan dan tendangan dengan sangat cepat dilayangkan ke arah Sariska Lianor. Melihat itu, dia segera mengelak dan tidak ingin terkena pukulan secara langsung. Lagi pula, memang benar adanya perbedaan tenaga antara pria dan wanita yang sangat mencolok.Sariska Lianor terbilang cukup beruntung karena menggunakan kemampuannya yang jauh lebih unggul. Belum lagi, dia dikepun

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 96 : Hadir (Part 6)

    “Buka gerbang itu sekarang juga!” tegas Sariska Lianor merasa marah melihat semua ini.Orang-orang yang ada di kediaman ini benar-benar berusaha menghentikannya dengan segala cara seolah memposisikan dirinya sebagai penjahat kriminal tingkat tinggi yang harus dikawal ketat sehingga tidak mungkin bisa melarikan diri sama sekali.Salah satu penjaga gerbang maju dengan gagah. Namun, sisanya malah menjauh. Salah satu penjaga gerbang bahkan mengurung dirinya sendiri di dalam pos jaganya. Tempat di mana tombol khusus untuk membuka gerbang yang tertutup rapat itu ada.“Sialan, mengapa aku harus bersembunyi seperti ini, sih?! Di depan seorang wanita cantik, pria sepertiku malah diperintahkan duduk diam di dalam tempat sempit ini. Sungguh benar-benar memalukan sekali!” tegas penjaga gerbang ya mengurung dirinya sendiri di dalam pos jaganya.Berbeda dengannya, mereka yang ada di luar tampak bersiap bertarung dengan Sariska Lianor meski harus merelakan nyawanya masing-masing sekali pun. Sesuatu

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 95 : Hadir (Part 5)

    “Hmph! Katakan itu setelah kita berhasil menangkapnya! Kalau belum bisa, lebih diam dan jaga mulutmu baumu itu!”“Hei, apa masalahmu denganku, hah?! Aku hanya ingin kau tetap tenang saja. Mungkinkah perkataanku salah?”“Brengsek! Jelas salahlah! Bagaimana bisa aku tetap tenang dalam situasi semacam ini, hah?! Jelaskan kepadaku sekarang juga!”“Cukup! Jangan berisik terus! Lihatlah baik-baik layar pengawas kita! Beberapa orang akan segera tiba di pintu keluar. Pastikan penjaga gerbang luar tetap menutup rapat-rapat! Biarkan Sariska Lianor itu terjebak di dalam halaman rumah saja!”“Cih, aku tahu itu!”Para pengawas tersebut saling beradu mulut satu sama lain seolah hal ini memang sangat wajar sekali yang pada kenyataannya jelas tidak demikian. Untungnya, masih ada yang waras dan bisa segera meleraikan konflik yang panas dingin itu.Di sisi lain, sejumlah orang memang terlihat sedang berlarian keluar menuju ke pintu keluar. Mereka sekali dibuat tercengang meski sudah melihatnya beberapa

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 7 : Wanita Malam (Part 7)

    “Senjata makan tuan, dia sendiri yang menawarkan pekerjaan ini kepadaku, malah membenciku karena ulah bejat suaminya sendiri. Benar-benar wanita berhati busuk yang gembira dengan keuntungan ketika suami orang lain berselingkuh, tapi langsung sakit hati ketika suaminya sendiri yang selingkuh di temp

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 6 : Wanita Malam (Part 6)

    Belum lagi, sang suami adalah pengusaha sukses dari Keluarga Daryankor yang tidak ingin mengambil resiko merusak reputasinya sendiri. Akan tetapi, desakan Bu Aniran yang terus memohon dengan iming-iming profit yang menggiurkan, sang suami yang merupakan investor atau pemilik kedua Kafe Layanan Mala

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 5 : Wanita Malam (Part 5)

    “Suatu saat, aku pasti bisa terbebas dari lingkaran setan ini! Pasti! Jika ada seutas harapan yang muncul dihadapanku, aku pasti akan memegangnya dengan erat sampai mustahil terlepas dari genggamanku!” batin Sariska Lianor dalam diam ketika terus berjalan sampai ke lantai bawah.Tak berselang lama,

  • MERAYU CEO JAGOAN   BAB 4 : Wanita Malam (Part 4)

    “Ah…! Uh…!” Suara-suara desahan berfrekuensi rendah masih tetap terdengar jelas, masuk ke dalam indera pendengarannya Sariska Lianor.Meski begitu, Sariska Lianor tetap melanjutkan perjalanannya menuju lantai bawah, tempat di mana minuman dan segala macam hidangan tersedia untuk dijual belikan. Nam

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status