Share

69.

Author: Freyaa
last update publish date: 2026-07-17 23:04:32

Wajah Ethan yang beberapa saat lalu sempat melunak saat bersama Tachi, kini mendadak berubah kembali menjadi dingin minim ekspresi di hadapan Dokter Ali dan semua orang.

Ethan benar-benar terlihat seperti manusia robot yang tidak tahu bagaimana caranya menarik sudut bibir untuk sekadar tersenyum formal. Aura intimidasi khas Volkov yang memancar darinya bahkan sempat membuat atmosfer ruangan agak turun beberapa derajat.

Hanya Tachi yang bisa bersikap santai dan ringan, meminum jus dalam gelas Sa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Paulina
happy banget liat Sarah sekarang jadi lebih berwarna hidupnya ya juga terasa damai setelah lepas dari jerat ilmu hitam itu, tapi ya aku masih ragu Sarah sembuh 100% ini
goodnovel comment avatar
Paulina
ya ampun ngakak segitunya ya Ethan ini pokoknya Sarah punyanya gak boleh di ganggu gugat tenang aja atuh ethan dokter ali disini mang dekat tapi murni untuk bantu Sarah aja
goodnovel comment avatar
Bu Liwah
Seneng akhirnya Sarah uda sembuh, apa bener² uda sembuh kah itu Sarah?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    125.

    Kini, cahaya kota mulai berkurang. Gedung-gedung tinggi menghilang dari pandangan. Jalan raya yang tadi dipenuhi lampu, perlahan berubah menjadi garis-garis cahaya yang semakin jarang. Kemudian, hutan mulai mendominasi pemandangan di bawah mereka."Moskow sudah hilang?" tanya Tachi menoleh ke belakang untuk melihat pemandangan yang telah mereka lewati.Mister Konstantin mengangguk sambil mengusap lembut pinggang anak lelaki itu. "Ya, kita sudah meninggalkan Moskow."Tachi kembali menempelkan wajahnya lebih dekat ke jendela, "Sekarang lebih gelap.""Yaroslavl tidak seperti Moskow yang ramai dan berisik," ucap Mister Konstantin dengan nada lembut. "Yaroslavl lebih tenang."Tachi mengangguk seolah otak kecilnya mengerti. Matanya tak lagi melihat siluet gedung pencakar langit, tidak ada lampu. Han

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    124.

    Madam Maria datang ke rumah sakit di sore hari. Ia menyerahkan dokumen audit yang sedang berlangsung kepada Ethan dan Mister Konstantin. Kali ini di depan Ethan, Mister Konstantin lebih menahan diri dan tidak bersikap sinis pada Madam Maria. Apalagi seharian ini ia mendengarkan celotehan Tachi yang berkata patah-patah dalam bahasa Rusia, sekaligus mengajari anak lelaki itu beberapa kata baru, sudah sangat menghibur hatinya. Sebelum larut malam, dokter dan satu orang asisten perawat yang mendampinginya datang ke ruangan perawatan Ethan. "Dari hasil laboratorium ini, memang terlihat ada jejak molekul racun dalam darah Mister Ethan Volkov. Tapi..." Dokter terhenti sejenak dari penjelasannya. Ia memandang Mister Konstantin, Madam Maria, dan semua orang di dalam ruangan. "Kami belum memberikan antiracun apa pun, tetapi saat ini jejak racun dalam darah Mister Ethan Volkov sudah netral, mati, dan tidak aktif lagi," tambah dokter itu hati-hati. Mister Konstantin menoleh pada Sarah, mereng

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    123.

    Sementara Madam Maria dengan kepala dingin memeriksa semua laporan dan dokumen di ruangan kantor pusat Volkov Holdings bersama Brian yang duduk di seberang meja kerjanya juga ada Krista yang turut membantu pekerjaan Madam Maria, mulai dari mengisi ulang minuman di gelas, membukakan tutup pulpen, mengingatkan untuk minum vitamin serta makan besar, hingga menyortir camilan untuk majikannya tersebut.Ethan yang sudah tidak diinfus lagi, menikmati waktu istirahatnya di ruangan VVIP rumah sakit. Membacakan buku dongeng untuk Tachi, mendengarkan anak lelaki itu bercerita tentang film dan buku yang disukainya."Tachi kalau sudah besar, mau jadi apa?" Mister Konstantin bertanya santai. Ia merasa sangat bahagia melihat interaksi Tachi yang riang, sementara Ethan sesekali menanggapi kelucuan putra Sarah tersebut dengan tawa berderai.Tachi melirik ke arah Sarah yang masi

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    122.

    Viktoria tampil dengan setelan elegan dan Ksenia dengan gaya glamour-nya, berjalan masuk dengan dagu terangkat penuh percaya diri ke dalam ruangan rapat para pemegang saham."Grandma... Tadi pagi Grandma melihat Ethan di rumah sakit? Bagaimana keadaannya? Sebenarnya aku mau ikut Grandma, tapi Grandma sudah pergi ..." Ksenia menarik kursi, tepat di dekat Madam Maria yang duduk di posisi pemimpin."Tidak terlalu baik. Kau sudah ke rumah sakit? Sudah bertemu Sarah, calon istri Ethan?" tanya Madam Maria terdengar santai dan sangat tenang.Belum sempat Ksenia menjawab, Viktoria sudah mendahului berkata,"Mama tidak memberitahukan kami tentang Sarah yang sudah ditemukan dan sekarang akan menikah dengan Ethan. Kalau tahu, kami 'kan bisa mempersiapkan hadiah dan menyambutnya," ujar Viktoria lembut, berakt

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    121.

    Karena mendapat 'peringatan' dari Mister Konstantin tadi malam, Madam Maria sejak pagi sudah menghubungi para pemegang saham untuk mengadakan rapat darurat, termasuk Viktoria dan Ksenia yang mendapat pembagian saham Volkov Holdings."Kau yakin baik-baik aja?" tanya Madam Maria pada Brian yang juga sudah bersiap-siap mendampinginya pergi ke kantor pusat Volkov Holdings."Saya bisa tidur beberapa menit sebelum meeting, jika itu yang Madam kuatirkan," sahut Brian sopan.Brian memang harus membantu pekerjaan nenek Ethan tersebut dengan menjadi asisten seperti biasa, meskipun semalaman ia berjaga di depan pintu ruangan Ethan.Madam Maria menanggapi dengan anggukan. Ia kembali memeluk Sarah dan mengingatkannya agar beristirahat, yang ditanggapi Sarah dengan senyum lebar seraya mengangguk, balas memberikan kecupan ke pipi Neneknya tersebut.Madam Maria, Krista, dan Brian keluar dari ruangan menuju rooftop rumah sakit. Mereka menggunakan helikopter untuk pergi menuju gedung pusat Volkov Holdi

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    120.

    Dokter dan perawat terkejut melihat Ethan sudah siuman ketika mereka masuk untuk melakukan kunjungan pagi, setelah Brian memberitahukan kedatangan tim medis tersebut dan Sarah membukakan pintu ruangan."Kami perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh dan intensif... karena Mister Volkov siuman jauh lebih cepat dari waktu yang diperkirakan."Ethan tersenyum tipis. Ia meraih telapak tangan Sarah yang berdiri di samping brankarnya, tak membiarkan wanita itu menjauh seinci pun, terutama saat para perawat laki-laki di dalam ruangan diam-diam memperhatikan Sarah dengan tatapan memuja."Ditemani wanita yang menyenangkan seperti calon istriku ini, tentu saja saya tidak ingin berlama-lama tidak sadarkan diri," tutur Ethan santai. Namun, tak ada senyum atau tatapan lembut untuk siapa pun di ruangan itu selain hanya pada Sarah.Brian yang berdiri di bagian belakang para team medis, menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, turut merasa bosnya berubah 'aneh' setelah siuman dari koma. Terutama kini, Ethan me

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    5.

    Pagi sudah terang ketika kelopak mata Sarah perlahan terbuka. Ia merasa baru saja terbangun dari sebuah mimpi panjang yang seolah tak berujung, memutar adegan kelam yang sama secara terus-menerus di kepalanya.Sarah memindai sekeliling. Ia mendapati dirinya terbaring di atas brankar dalam sebuah ru

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    4.

    Sementara Sarah terbaring lemah di rumah sakit, di belahan nyata tempat lain, Rafli baru saja melangkah keluar dari lobi hotel murah bersama Pitri.Wanita muda itu terus bergelayut manja pada lengan kekar Rafli, sebelum keduanya masuk ke dalam mobil mewah milik Sarah yang selama ini diakui Rafli se

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    3.

    Setelah sambungan telepon dengan Rafli terputus, Sarah terdiam cukup lama. Matanya menatap lurus ke depan dengan pandangan dingin yang belum pernah terlihat selama enam bulan terakhir."Mommy, Tachi sudah siap. Tachi harus bawa baju berapa setel untuk menginap?" Tachi tiba-tiba masuk ke dalam kamar

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    2.

    Setelah memutuskan menginap di hotel hanya berdua dengan Tachi yang sebenarnya Sarah merasa hendak muntah setiap kali hembusan angin membawa aroma pekat aneh dalam rumahnya. "Tachi mandi dulu sendiri ya, Mommy bersiap-siap, oke?" Tachi langsung mengangguk cepat, turun dari ranjang dan kaki keciln

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status