Share

Bab 27

Penulis: Hikma Abdillah
last update Tanggal publikasi: 2025-11-11 13:37:58

Musim hujan datang lagi. Jalanan di depan rumah Nayla dan Wawan basah, daun-daun jatuh terbawa angin, dan langit mendung seperti enggan memberi cahaya. Pagi itu, mereka duduk bersama Ayana di meja makan, menikmati sarapan sederhana: roti panggang dan telur dadar.

Ayana sedang menceritakan tentang teman barunya di PAUD, ketika suara ketukan pintu menggema di ruang tamu. Tak terlalu keras, tapi cukup untuk membuat suasana mendadak berubah tegang.

Wawan bangkit lebih dulu. Saat membuka pintu, ia s
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Madu untuk istriku   Bab 35 Luka yang Tak Akan Kujual Lagi

    Nayla tidak bisa berhenti memandangi layar ponselnya.Surel dari pihak produksi film itu masih terbuka. Di sana, adegan yang paling ingin ia lupakan justru ditulis dengan begitu rinci, seolah-olah seseorang sengaja menyimpan setiap kata yang pernah keluar dari mulutnya malam itu.Malam ketika ia baru melahirkan Ayana.Malam ketika tubuhnya masih lemah, pikirannya kacau, dan ia berharap suaminya akan berada di sampingnya. Namun, yang ia rasakan justru kesepian. Wawan memang ada di sana, tetapi saat itu mereka terlalu sibuk mempertahankan ego masing-masing hingga lupa bahwa mereka sedang menghadapi masa sulit sebagai pasangan.Bagi orang lain, mungkin itu hanya satu adegan dalam sebuah film rumah tangga.Bagi Nayla, itu adalah luka yang membutuhkan waktu panjang untuk sembuh.“Mas, mereka menulisnya seolah-olah mereka ada di ruangan itu,” ucapnya lirih.Wawan duduk di sampingnya. Ia membaca kembali dokumen tersebut, berharap ada bagian yang salah ia pahami.Namun, semakin ia membaca, se

  • Madu untuk istriku   Bab 34 Rahasia yang Tak Seharusnya Dibagikan

    Malam itu, rumah Wawan dan Nayla terasa jauh lebih sunyi daripada biasanya.Bukan karena Ayana sudah tertidur di kamar, bukan pula karena hujan yang sejak sore mengguyur halaman mulai mereda. Kesunyian itu datang dari percakapan yang belum selesai, dari luka yang baru saja terbuka, dan dari kepercayaan yang mendadak terasa rapuh.Nayla duduk di ujung sofa sambil memandangi layar ponselnya. Pesan Dimas masih terbuka di sana.Tim produksi menerima bahan tertulis yang memuat detail pertengkaran kalian. Ada beberapa bagian yang tidak pernah disampaikan oleh ibumu.Kalimat itu terus berputar di kepalanya.Ia sudah berusaha menerima kenyataan bahwa ibunya pernah menceritakan masalah rumah tangganya kepada orang lain. Ia juga berusaha memahami bahwa niat ibunya mungkin bukan untuk mempermalukannya. Namun, mengetahui bahwa masih ada catatan lain yang memuat masalah paling pribadi dalam hidupnya membuat Nayla merasa seperti tinggal di rumah berdinding kaca.Semua orang bisa melihat ke dalam.S

  • Madu untuk istriku   Bab 33 Luka dari Orang Terdekat

    Nayla masih menatap layar ponselnya ketika suara tangisan Ayana terdengar dari dalam kamar.Ia segera mematikan layar, meletakkan ponsel di atas meja, lalu menghampiri putrinya yang mulai menggeliat di tempat tidur. Ayana baru saja terbangun dan mencari ibunya dengan kedua tangan mungilnya."Iya, Sayang. Mama di sini."Nayla menggendong putrinya, mengusap punggungnya perlahan, lalu mencium pipinya. Aroma tubuh Ayana selalu berhasil memberikan sedikit ketenangan ketika pikirannya dipenuhi persoalan.Namun, malam itu berbeda.Kalimat dalam pesan tadi terus terngiang di kepalanya.Orang itu adalah seseorang yang selama ini paling sering membela Anda di depan Pak Wawan.Siapa?Nayla tidak ingin menebak-nebak. Ia sudah cukup lelah menghadapi persoalan dengan Dimas dan Rizal. Ia tidak ingin hubungan dengan orang lain ikut rusak hanya karena sebuah pesan dari nomor tak dikenal.Tetapi bagaimana jika pesan itu benar?Ia teringat ibunya, yang berkali-kali membelanya ketika ia bertengkar dengan

  • Madu untuk istriku   Bab 32 Sahabat yang Menjual Luka

    Nayla menatap nama yang tertera di bagian bawah dokumen itu dengan perasaan tidak percaya.Tangannya yang memegang ponsel Wawan mendadak terasa dingin. Ia membaca nama tersebut sekali lagi, berharap matanya keliru menangkap tulisan yang ada di layar.Namun, tidak.Nama itu tetap sama.Rizal Pratama.Sahabat Wawan sejak mereka masih merintis kehidupan dari nol. Lelaki yang berkali-kali datang ke rumah mereka, makan bersama, bahkan menemani Wawan ketika pernikahan mereka berada di titik terburuk. Rizal pula yang pernah menasihati Wawan agar tidak menyerah menghadapi masalah rumah tangga.Nayla mengenalnya sebagai sosok yang tenang, bijaksana, dan tidak suka mencampuri urusan orang lain.Setidaknya, itulah yang selama ini ia percaya."Ini pasti salah, Wan."Kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Nayla.Wawan berdiri di hadapannya, memandangi layar ponsel dengan rahang mengeras."Aku juga berharap begitu.""Rizal nggak mungkin melakukan ini. Dia tahu apa yang kita alami. Dia tahu bagai

  • Madu untuk istriku   Bab 31 Pengkhianatan di Balik Layar

    Nama yang keluar dari mulut Nadia membuat ruang tengah mendadak terasa sempit.Wawan berdiri kaku di samping sofa. Matanya terpaku pada layar ponsel Nayla, sementara suara Nadia dalam rekaman itu masih terdengar jelas. Perempuan tersebut menyebut nama Dimas, orang yang selama ini membantu mereka berkomunikasi dengan rumah produksi dan meyakinkan mereka bahwa kisah rumah tangga mereka akan disampaikan dengan penuh tanggung jawab.Nayla menghentikan video.Ia menoleh kepada suaminya. “Wan, kamu dengar sendiri, kan?”Wawan tidak langsung menjawab.“Dimas yang menghubungi Nadia sebelum kita bertemu dengan pihak rumah produksi?” tanya Nayla lagi.Wawan mengusap wajahnya. “Aku nggak tahu, Lay. Selama ini dia selalu bilang ingin membantu kita menjaga cerita ini.”“Terus, kenapa dia melakukan itu diam-diam?”“Aku juga ingin tahu.”Nayla meletakkan ponselnya di atas meja. Ada perasaan kecewa yang perlahan tumbuh di dadanya. Ia sudah berusaha menerima bahwa kisah hidupnya akan menjadi konsumsi

  • Madu untuk istriku   Bab 30 Ketika Masa Lalu Kembali Mengetuk

    Malam itu, Nayla tidak bisa tidur.Pukul sebelas lewat tiga puluh menit, rumah mereka sudah sunyi. Ayana terlelap di kamarnya, sementara Wawan masih duduk di ruang kerja, menyelesaikan beberapa dokumen yang harus dikirimkan kepada pihak rumah produksi.Nayla berbaring menyamping, menatap layar ponselnya yang terus menyala. Sejak trailer film mereka dirilis, namanya seolah menjadi milik publik. Orang-orang merasa berhak mengomentari kehidupannya, menilai keputusan-keputusannya, bahkan mengorek kembali luka yang selama ini susah payah ia sembuhkan.Awalnya, Nayla berusaha mengabaikan semuanya. Ia memahami bahwa tidak semua orang akan menyukai cerita mereka. Namun, malam ini, ada satu komentar yang membuat dadanya terasa sesak.Komentar itu berasal dari sebuah akun anonim.Perempuan seperti Nayla memang pandai memosisikan diri sebagai korban. Kalau benar-benar istri yang baik, mana mungkin suaminya sampai mencari perempuan lain? Jangan-jangan selama ini dia juga punya kesalahan yang seng

  • Madu untuk istriku   Bab 29

    Setelah badai gosip dan kontroversi reda, datang tawaran yang tak pernah mereka duga: sebuah rumah produksi ternama ingin mengangkat kisah mereka ke layar lebar. Film yang akan menampilkan perjalanan penuh luka, pengkhianatan, dan akhirnya pengampunan serta harapan.Wawan menerima telepon itu saat

  • Madu untuk istriku   Bab 18

    Pagi itu berbeda dari biasanya. Matahari muncul malu-malu dari balik awan kelabu, seolah menandakan bahwa harapan masih ada, meskipun kecil. Wawan bangun lebih awal, duduk di kursi beranda sambil menatap jalanan sepi di depan rumahnya. Di genggaman tangannya ada selembar foto lama—foto dirinya dan

  • Madu untuk istriku   Bab 17

    Hari-hari setelah pengacara datang ke rumah membawa secercah harapan, Wawan dan Nayla mulai menjalani rutinitas baru yang penuh dengan tantangan dan usaha keras. Mereka berdua sadar bahwa untuk menyelamatkan keluarga kecil mereka, harus ada perubahan besar — bukan hanya dari Nadia, tapi juga dari d

  • Madu untuk istriku   Bab 7

    Setelah beberapa bulan bekerja keras di kota yang jauh dari rumah, Wawan kembali dengan wajah yang berbeda—lebih matang, namun tetap membawa beban berat yang tak terlihat.Rumah yang dulu terasa dingin kini hangat kembali menyambutnya. Nayla dan Ayana menunggu dengan senyum lelah namun penuh harap

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status