Share

Bab 139—Lik Are You Oke?

Author: Ayuwine
last update publish date: 2026-10-04 13:20:50

Malik maupun Sheila melengguh panjang. Tubuh Malik yang lelah serta pikirannya yang dipenuhi beban seolah benar-benar membutuhkan pelepasan yang hebat malam ini.

Tanpa membuang waktu, Malik membalikkan tubuh Sheila kembali terlentang. Ia menunduk, mendaratkan ciuman-ciuman panas di setiap inci kulit mulus Sheila. Perempuan itu melengkungkan tubuhnya, merinding merasakan sentuhan, hisapan, dan jilatan halus yang membakar dari bibir Malik.

"Engghh... Malik..." erang Sheila pasrah. Tangannya teran
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 143—Tiga Lawan Satu

    Serangan itu langsung menyerbu Malik dan Leo. Keempatnya bergerak bersamaan. Bahkan pria yang baru saja dilempar oleh Leo kembali bangkit untuk membalas dendam. Peta pertempuran terbagi: tiga orang mengeroyok Malik, dan satu orang menghadapi Leo.Tendangan demi tendangan melayang mengincar Malik. Namun, Malik yang memang memiliki dasar bela diri mumpuni tak begitu kesusahan. Pria itu terus menangkis, memukul, dan menendang. Meski begitu, ketiganya jelas bukan lawan sembarangan—mereka mengerti teknik bertarung.Sambil menangkis serangan, Malik menyeringai. Pukulan kerasnya mendarat tepat di wajah salah satu lawan. Dalam hitungan detik, iris matanya menangkap pergerakan lawan lain yang mencoba menghantamnya dari belakang. Malik langsung memutar tubuh dan melayangkan tendangan memutar yang mengenai dada pria tersebut.BUGH! BUGH!Kedua pria itu tersungkur ke tanah. Satu pria berkumis tebal yang berdiri tak jauh dari sana tergagap melihat kelincahan dan dominasi Malik.Namun, pertempuran

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 142—Penyerangan

    Setelah mendapat panggilan telepon dari Leo, Malik langsung berbalik arah hendak pergi. Namun, langkahnya ditahan oleh Nunu. "Pak Malik mau kemana? Sotonya belum habis," ucap Nunu, merasaka kecewa karena soto spesial buatannya baru tersentuh sedikit. "Aduh, Mbak Nunu, maaf banget saya ada urusan penting," balas Malik sambil merogoh saku celananya dan menyerahkan uang sebesar dua ratus ribu rupiah. "Maaf sekali lagi, ya, Mbak Nunu." Setelah menyerahkan uang tersebut, Malik bergegas pergi menjauh dengan tergesa-gesa. Ia sempat tertegun saat melihat jalanan masih macet akibat jam pulang para pekerja. Malik mendesah panjang. Di seberang lokasi proyek, ia melihat salah satu pekerjanya—seorang pemuda yang mengendarai moge—masih nongkrong. Malik langsung mendekatinya dengan langkah tegap dan terburu-buru, membuat pemuda itu seketika menegang khawatir jika dirinya telah melakukan kesalahan hingga didatangi oleh pria tegap tersebut. "Arul, kamu masih mau diam di sini?" tanya Malik.

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 141—Kenapa Dengan Leo?

    "Aku benci sama kelakuan si Juki. Kurang ajar memang anak itu. Makanya, kemarin sepulang kerja, aku melabrak rumahnya berniat untuk menghajarnya lagi. Tapi, begitu sampai di gang rumahnya, aku melihat dia sedang berbicara dengan seseorang. Luka pria asing itu memang sudah mengering, tetapi bengkak dan lebam di wajahnya masih terlihat jelas. Dari kondisinya saja sudah kelihatan kalau orang yang menghajarnya benar-benar beringas," jelas Leo sambil bergidik ngeri.Tiba-tiba, ingatannya kembali pada kejadian ketika Malik menghajarnya sampai demam.Mendengar itu, Malik hanya mengangguk."Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Leo pada Malik, memandanginya penuh rasa penasaran."Aku harus bagaimana? Tapi melihat kelakuannya, aku enggak bisa diam. Juki benar-benar membuatku penasaran, apa alasan dan motifnya?""Mungkin ingin menjatuhkanmu," balas Leo menebak."Bahkan aku belum hebat, apalagi kaya," balas Malik santai. Tatapannya masih tertuju pada layar ponsel yang digenggamnya hingga redup dan

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 140—Sebuah Bukti

    Pria itu tidak menjawab. Ia justru makin mengeratkan pelukannya pada pinggang Sheila, bahkan memindahkan kepalanya ke ceruk leher Sheila. Hal itu membuat perempuan itu makin membeku, merasakan perasaan aneh yang pelan-pelan mengelilingi jiwanya. "Ehhmm... Lik?" panggil Sheila. Suaranya terdengar gugup merasakan sapuan napas hangat di lehernya—apalagi keduanya masih telanjang bulat. Namun dengan gerakan tangan kekarnya, Malik menyambar selimut dan menutup tubuh mereka berdua sebatas leher. "Biarkan begini dulu, Mbak, aku mohon. Setelah ini Mbak bebas memakiku, bahkan jika ingin menendangku sekalipun, aku tidak akan marah. Aku akan menerimanya. Tapi untuk malam ini, biarkan seperti ini... Setidaknya untuk beberapa jam saja, sampai kamu tertidur terlelap," ucapnya panjang lebar. Suaranya terdengar serak dan sedikit bergema karena bibirnya masih bersandar di ceruk leher Sheila. Mendengar penjelasan panjang itu, Sheila terdiam makin kaku. Namun, ada perasaan hangat dan aneh yang menyu

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 139—Lik Are You Oke?

    Malik maupun Sheila melengguh panjang. Tubuh Malik yang lelah serta pikirannya yang dipenuhi beban seolah benar-benar membutuhkan pelepasan yang hebat malam ini.Tanpa membuang waktu, Malik membalikkan tubuh Sheila kembali terlentang. Ia menunduk, mendaratkan ciuman-ciuman panas di setiap inci kulit mulus Sheila. Perempuan itu melengkungkan tubuhnya, merinding merasakan sentuhan, hisapan, dan jilatan halus yang membakar dari bibir Malik."Engghh... Malik..." erang Sheila pasrah. Tangannya terangkat menjambak pelan rambut tebal Malik saat bibir pria itu merayap makin turun, menyusuri paha dalamnya dengan lembut penuh perasaan.Malik seolah meluapkan seluruh rasa lelah dan beban pikiran yang menghantamnya selama beberapa hari terakhir ke dalam setiap sentuhannya. Ia mulai menjulurkan lidahnya, memanjakan pusat keintiman Sheila yang sudah membasah.Sheila mengerang makin keras dalam kenikmatan yang membubung tinggi. Tubuhnya terangkat ke atas, paha mulusnya menjepit kepala Malik yang ber

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 138-Sentuhan Tangan Sheila

    Mendengar itu, Malik tanpa banyak bicara langsung melepaskan pakaian atasnya di hadapan Sheila. Seketika, Sheila terperangah. Pandangannya tanpa sadar tertuju pada tubuh tegap Malik, dengan garis-garis otot di dada dan perut yang kini terlihat jelas. Untuk sesaat, ia bahkan lupa harus berkata apa. Perempuan itu seolah tak bisa lagi menahan diri. Apalagi setelah panggilan video tempo hari, Sheila terus merasa gelisah dan membayangkan tubuh kekar yang selalu menindihnya dengan kehangatan yang membakar. Malik terdiam membeku, menatap wajah sayu Sheila yang seolah benar-benar terpikat oleh pesonanya. "Mbak..." panggil Malik gugup. Namun tiba-tiba, tangan halus Sheila terangkat. Jari-jari lentiknya mengelus lembut deretan otot perut Malik yang keras bahkan di sana masih ada sisa-sisa jejak lebam, membuat pria itu memekik dan menahan napas seketika. Sentuhan hangat itu merambat cepat, memicu getaran liar yang membuat Malik memejamkan mata rapat-rapat. Otot-otot tubuhnya makin men

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status