Share

Bab 155—Arya Wiratama

Author: Ayuwine
last update publish date: 2026-10-08 14:32:13

Rendra tewas seketika di tempat kejadian. Beruntung, ada banyak saksi di lokasi proyek. Saat proses pemeriksaan pasca-eksekusi penembakan terjadi, seluruh pekerja yang ada di sana secara sukarela menjadi saksi untuk membela Malik.

Malik benar-benar terguncang. Ia tak menyangka nasib mengerikan seperti ini akan terjadi tepat di depan matanya. Tubuhnya terasa lemas—bukan hanya karena lelah fisik, melainkan karena ia masih memikirkan siapa sosok misterius yang telah menembak Rendra dari kejauhan.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 158—Lanjutkan Saja

    Bibir mungil Sheila terbuka, perlahan menerima pusaka Malik ke dalam rongga mulutnya. Malik—yang tubuhnya benar-benar membutuhkan pelepasan setelah pertarungan fisik yang panjang—tak sanggup lagi menahan gairah yang sudah membakarnya.Malik mengerang pelan saat merasakan sensasi yang membuatnya hampir kehilangan kendali. Ia mengusap rambut Sheila dengan lembut, sementara napasnya mulai terdengar tidak teratur.Tangan Sheila sedikit terangkat meraih tombol shower. Seketika, kucuran air hangat meluncur deras membasahi tubuh tegap Malik serta paras cantiknya sendiri.Sheila memejamkan mata, menikmati bulir air yang membasahi wajahnya. Sementara bagi Malik, nikmatnya lumatan bibir Sheila yang berpadu dengan guyuran air hangat terasa kian memabukkan."Ah, sial... Mbak, ini sangat nikmat... Enghh..." desah Malik seraya sedikit menekan kepala Sheila agar miliknya terbenam makin penuh di dalam rongga mulut perempuan itu.Sheila memejamkan mata rapat-rapat, merasakan kehangatan pusaka Malik ya

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 157—Tatapan Binal Sheila

    Bibir mereka akhirnya bersentuhan. Sheila refleks melingkarkan kedua tangannya di leher Malik, melepaskan pegangannya dari kerah baju pria itu. Malik membalas ciumannya dan menarik tubuh Sheila agar semakin dekat. Kini, tubuh mereka saling menempel tanpa jarak.Lumatannya berlangsung lama dan saling menuntut. Suara decakan manis memenuhi ruang kamar, membuat dada keduanya naik-turun memburu. Ciuman itu terasa makin panas dan bergelora; lidah mereka berbelit di dalam sana."Enghh... mmmhh..." Sheila mendesah pasrah saat merasakan jemari Malik berhasil melepas kaitan bra tak bertali yang ia kenakan hingga terlepas turun ke bawah.Malik memejamkan mata saat jemarinya meremas gundukan kenyal itu, merasakan betapa empuk dan bahagianya kulit di area sana.Lumatan itu terhenti sejenak, membuat keduanya saling terengah-engah. Sheila menatap wajah Malik dengan tatapan sayu, nafas hangatnya menyapu permukaan wajah Malik yang memerah. Malik masih memejamkan mata, menikmati kepalan tangannya yang

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 156—Lumatan Yang Halus

    Namun, sesuatu yang tidak terduga terjadi. Malik sejak tadi menahan napas. Jantungnya berdebar kencang saat menatap mata Sheila yang terlihat begitu tenang."Huh, sial... Kenapa kamu selalu membuat jantungku berdebar seperti ini? Bahkan saat bersama Aris, aku tidak pernah merasakan hal seperti ini," gumam Sheila pelan.Di luar dugaan, Sheila memiringkan kepalanya, bersandar pasrah pada dada tegap Malik. Ia memejamkan mata, mengatur napasnya yang sarat akan rasa kekhawatiran yang mendalam."Emm, Mbak..." panggil Malik gugup. Tangannya terangkat, ingin mengelus kepala Sheila, tetapi tertahan oleh rasa tak enak hati."Bisa diam enggak, sih, Lik? Jangan buat ulah! Kamu mau wajah dan tubuhmu habis dihantam para bajingan itu, hah?!" balas Sheila mengerang, namun sama sekali tak melepaskan sandarannya.Mendengar desisan itu, bukannya marah atau tersinggung, Malik malah menyunggingkan senyum tipis. Hatinya menghangat, seolah ada sesuatu di dalam dirinya yang sedang memeluknya dengan erat.Tan

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 155—Arya Wiratama

    Rendra tewas seketika di tempat kejadian. Beruntung, ada banyak saksi di lokasi proyek. Saat proses pemeriksaan pasca-eksekusi penembakan terjadi, seluruh pekerja yang ada di sana secara sukarela menjadi saksi untuk membela Malik.Malik benar-benar terguncang. Ia tak menyangka nasib mengerikan seperti ini akan terjadi tepat di depan matanya. Tubuhnya terasa lemas—bukan hanya karena lelah fisik, melainkan karena ia masih memikirkan siapa sosok misterius yang telah menembak Rendra dari kejauhan. Malik mengedarkan pandangannya ke sekeliling, tetapi sialnya, ia tak menemukan jejak sang penembak sama sekali.Setelah insiden berdarah itu, proyek terpaksa dihentikan selama beberapa hari kedepan. Beritanya menggemparkan banyak pihak hingga akhirnya terdengar oleh ayah Sheila, yang otomatis juga sampai ke telinga Sheila sendiri.Ayah Sheila—Arya Wiratama—turun tangan langsung untuk membereskan kekacauan ini sekaligus membela Malik. Setelah melihat kinerja Malik, data-data perusahaan, serta kes

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 154—Tembakan

    Malik mengulurkan tangannya pada Rendra, berniat membantunya berdiri. Namun hal itu justru membuat Rendra merasa direndahkan. Gengsinya menolak mentah-mentah; ia menganggap dirinya masih sanggup dan belum benar-benar tumbang di hadapan pria itu."Ck! Jangan senang dulu! Kamu tidak menang... aku masih sanggup melawanmu!" balas Rendra seraya menepis kasar uluran tangan Malik.Tindakan itu membuat Malik mengerutkan dahi dan mendesah panjang. Ia merasa sangat jengkel dengan keegoisan Rendra yang tak mau merasa kalah, padahal jelas-jelas pria itu sudah kalah telak. Gengsinya benar-benar membubung tinggi."Sudah cukup, Pak Rendra. Jangan memancing amarah saya lebih dalam lagi," ujar Malik. Ia sedikit meringis, merasakan luka di telapak tangannya berdenyut nyeri luar biasa.Mendengar ringisan itu, amarah Rendra justru makin tersulut. Ia merasa inilah saatnya untuk membalas, berpikir Malik mulai melemah karena darah segar terus merembes menembus balutan kainnya.Melihat kilat permusuhan di m

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 153—Serangan Bringas Malik

    Malik mengerang panjang saat salah satu tangannya melayang menahan serangan mendadak itu. Dengan nekat, ia mencengkeram bilah pisau yang nyaris menghujam dadanya menggunakan telapak tangan kosong. Darah segar seketika merembes deras, mengalir membasahi sela-sela jemarinya yang mendekap erat logam tajam tersebut.Rahangnya mengatup rapat, raut wajahnya meringis menahan perih luar biasa dari sayatan yang dalam. Namun, Malik tak lagi bisa menumpuk kesabarannya. Dengan dorongan tenaga penuh dan ketahanan fisik yang ekstrem, ia merebut pisau itu dari genggaman Rendra secara paksa. Rendra dibuat syok berat melihat daya tahan dan nekatnya pria di hadapannya.Setelah berhasil mengambil alih pisau yang berlumuran darahnya itu, bukannya menodongkan balik ke arah Rendra, Malik justru melemparnya jauh-jauh hingga mendarat di area semak-semak proyek.Gigi Malik menggertak, tatapannya kian gelap dan menajam. Rasa ngilu di telapak tangannya ia abaikan sepenuhnya. Malik menggepalkan tangan lukanya k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status