Share

Bab 172—Come On,Honey.

Author: Ayuwine
last update publish date: 2026-10-13 20:49:11

Sheila tak langsung menjawab. Ia hanya berdecak seraya bersedekap dada. Ia sungguh merasa kesal dengan ketidakpekaan pria di hadapannya ini.

Namun perlahan, Sheila mulai menangkap maksud dari gelagat aneh Malik tadi saat mereka berada di kafe. Seketika, sudut bibirnya kembali tersungging tipis. Ia menoleh ke arah Malik yang masih berdiri mematung dalam keterkejutannya.

"Jadi, sejak tadi kamu mengira aku memilih semua lingerie ini untuk Aris?" tanya Sheila memastikan.

Malik mengangguk cepat tanp
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 173—Permainan Yang Lembut

    Tanpa menunggu lagi, Malik langsung membenamkan wajahnya di ceruk leher Sheila, menyesap kulit mulus itu dengan sapuan lembut nan memabukkan. Sementara itu, tangan kekarnya merayap naik, meremas lembut dada Sheila yang memicu desahan halus dari bibir perempuan itu.Malik menelusuri setiap inci tubuh Sheila dengan gerakan jemari yang memanjakan. Ia mengelus dan meremas lekuk tubuh Sheila penuh kehangatan.Sheila menyusupkan jemarinya di antara helai rambut Malik, meremasnya pelan saat menikmati ketenangan dan kelembutan perlakuan pria itu malam ini.Kali ini Malik seolah tak ingin bermain kasar. Tatapan matanya bukan sekadar gairah liar, melainkan dipenuhi damba dan pemujaan yang amat mendalam.Sheila mendesah pasrah saat merasakan jemari Malik mengusap lembut pangkal pahanya. Sentuhan kelembutan itu secara alami membuat area sensitif Sheila basah sempurna.Tanpa menunggu lebih lama, Malik melesakkan kejantanannya yang mengeras rapat ke dalam milik Sheila."Nghhh..." Malik mengerang pe

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 172—Come On,Honey.

    Sheila tak langsung menjawab. Ia hanya berdecak seraya bersedekap dada. Ia sungguh merasa kesal dengan ketidakpekaan pria di hadapannya ini.Namun perlahan, Sheila mulai menangkap maksud dari gelagat aneh Malik tadi saat mereka berada di kafe. Seketika, sudut bibirnya kembali tersungging tipis. Ia menoleh ke arah Malik yang masih berdiri mematung dalam keterkejutannya."Jadi, sejak tadi kamu mengira aku memilih semua lingerie ini untuk Aris?" tanya Sheila memastikan.Malik mengangguk cepat tanpa ragu."Astaga..." desah Sheila gemas, memutar bola matanya."Ya kan Aris suamimu, Mbak... Aku kira Mbak beli semua ini untuk menyenangkan Aris. Ternyata untuk..." Malik menghentikan kalimatnya saat mendapati tatapan tajam nan mematikan dilayangkan tepat ke arahnya."Aku tidak sedang berinisiatif menyenangkanmu, ya! Jangan kegeeran!" tegas Sheila cepat."Lalu?" kini Malik yang bertanya.Raut wajahnya berubah nakal dan dominan, membuat bulu kuduk di seluruh tubuh Sheila seketika meremang hebat.

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 171—Siksaan Untuk Malik

    Di sana, Sheila sudah mengenakan lingerie merah yang Malik pilihkan tadi. Bahkan yang membuat napas Malik seketika tercekat adalah rambut Sheila yang digelung asal-asalan, memperlihatkan leher jenjangnya yang putih dan mulus."Masuk, Malik... Kamu mau terdiam di sana sampai kapan?" tegur Sheila seraya membenarkan tatanan rambutnya, hingga beberapa helai anak rambut berjatuhan manis di keningnya.Tatapan Malik turun menyapu tubuh Sheila. Lingerie berwarna merah itu benar-benar menerawang. Bahkan cardigan senada yang sepaket dengannya tak mampu menutupi lekuk tubuh nan indah di hadapannya.Potongan dadanya yang rendah memperlihatkan belahan dada Sheila yang begitu menggoda, membuat Malik merasa panas dingin. Seluruh aliran darahnya mendesir hebat.Malik melangkah masuk, lalu secara refleks menutup pintu kamar dengan rapat."Bagaimana, Lik? Bagus gak?" tanya Sheila. Perempuan itu berdiri di depan meja rias, satu tangannya bersandar pada dinding hingga cardigan-nya merosot turun, memperli

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 170—Pilihkan Untukku

    "Aku, Mbak?" tanya Malik tergagap.Sheila berdecak, memutar bola matanya malas. "Cepat, deh, pilihin! Kamu suka yang mana?" ucapnya lagi, masih dengan nada ketus yang menjadi ciri khasnya.Malik tak langsung menjawab. Tatapannya menelisik jajaran lingerie di hadapannya yang terdiri dari berbagai macam model—mulai dari yang seksi hingga yang sangat seksi.Malik menelan ludah kasar. Baru saja membayangkannya, miliknya di balik celana sudah mengeras.Sementara itu, Sheila meneliti raut wajah Malik, bahkan menyapu seluruh tubuh pria itu dari atas sampai bawah tanpa canggung."Cepat, Malik! Kamu suka yang mana?" tanya Sheila mendesak.Malik semakin bingung. "Semuanya cocok kok di Mbak," jawab Malik akhirnya.Pikirannya benar-benar sudah gelap. Malik menatap satu per satu lingerie itu sambil membayangkan tubuh molek Sheila yang memakainya—dan tentu saja, semuanya akan terlihat sangat sempurna di tubuh indah perempuan itu.Mendengar jawaban itu, Sheila menyipitkan mata. "Semuanya cocok?" ta

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 169—Lingerie?

    Rupanya perempuan itu adalah Maya. Malik kaget; bagaimana bisa perempuan ini tahu lokasi kantor tempatnya bekerja, dan bagaimana bisa ia lolos dari penjagaan satpam?Baru saja Malik memikirkan hal itu, dua orang petugas satpam tampak berlari terengah-engah mendekat. Namun saat melihat Maya dengan santainya menggandeng lengan kekar Malik, kedua satpam itu seketika membelalakkan mata. Malik sangat paham arti keterkejutan di raut wajah mereka."Eh, Pak! Mau ke mana? Ini belum kalian seret keluar!" seru Leo cepat saat melihat kedua satpam itu berniat memutar balik.Mendengar itu, Maya membulatkan mata, mendesis tajam. "Hey! Apa maksudmu?!"Leo menoleh santai. "Loh, kamu kan orang asing? Bukan pekerja atau siapa-siapa di sini," balas Leo sengit. Leo memang selalu pasang badan untuk Malik—apa pun yang tidak disukai Malik, otomatis akan dibenci juga oleh Leo."Benar kata Leo, May. Kamu pergi, jangan buat kekacauan di sini," sela Malik dingin.Beberapa kali ia melirik jam tangan di pergelanga

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 168—Musuh Jadi Sahabat

    Tatapan Malik terus mengekor ke mana pun pria kekar itu melangkah, seolah sedang mengawasinya secara diam-diam. Siapa dia? Kenapa dia bisa ada di area kantor ini? tanya Malik dalam hati. Ia berusaha mengalihkan pandangannya kembali pada kotak makan pemberian Sheila, namun keberadaan pria itu di sekitarnya tetap saja mengganggu konsentrasi."Leo, kamu kenal dia?" tanya Malik seraya menunjuk pria itu dengan dagunya.Leo menoleh, menyipitkan mata sejenak, lalu mengangkat kedua bahunya tak peduli. "Udah, lah, biarin aja... Paling-paling sama kayak kita, karyawan atau apalah itu. Aku juga gak ngerti. Lagian, gak sembarangan orang bisa masuk ke area sini, kan? Mungkin itu anak buahnya Pak Aris," jelas Leo santai.Malik mengangguk-angguk kecil. Perkataan Leo masuk akal baginya."Lik, kalau ada apa-apa tuh libatkan aku... Jangan kayak pas sama Rendra. Aku kaget dengarnya! Untung bukan kamu yang mati," ucap Leo lagi seraya menutup kotak bekalnya yang sudah bersih usai dilahap habis.Ya, setela

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status