Accueil / Romansa Pria / Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat / Bab 184—Uang Merubah Segalanya

Partager

Bab 184—Uang Merubah Segalanya

Auteur: Ayuwine
last update Date de publication: 2026-10-16 22:43:16

"Rasanya tidak sopan, Ris, kalau aku memuaskan Mbak Sheila saat kalian sedang merayakan anniversary. Kenapa tidak kamu saja? Oh, astaga! Maaf, Ris... Aku lupa, kamu kan tidak mampu, ya? Bagaimana dengan penyakitmu itu, Ris? Apa sudah ada perkembangan? Bagaimanapun, Mbak Sheila pasti akan lebih senang jika bersama denganmu—suami sahnya—bukan bersama sahabat suaminya, kan?"

Sheila terbelalak menatap keberanian Malik saat menyuarakan kalimat itu. Ia bahkan sempat menatap sebatang rokok yang masih
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 208—Dibalik Serangan Eko

    Melihat ekspresi Malik yang sungguh dingin dan tak tersentuh, emosi Eko terasa dipermainkan. Rahangnya mengeras kaku, matanya menatap bengis ke arah Malik. Sebaliknya, Malik hanya merespons dengan mengangkat dagunya angkuh seraya memasukkan kembali kedua tangannya ke dalam saku hoodie."Tidak perlu bermain-main dengan orang terdekatku. Kalau kamu mengincarku, kenapa tidak langsung menculik dan menghajarku saja?" tanya Malik begitu tenang, bagaikan air ysng mengalir."Oh... Atau Anda terlalu takut, jadi sibuk mencari kelemahanku? Ck," lanjut Malik sengaja mempermainkan emosi Eko agar pria itu makin naik pitam. "Tapi justru Anda salah, Pak. Kelemahan itu justru membuatku jadi jauh lebih kuat!""Berhenti bicara omong kosong, Malik! Kamu salah orang jika ingin bermain-main denganku!" desis Eko memotong perkataan Malik dengan amarah membara."Kenapa kalian malah diam saja?! Hajar, Sialan!" teriak Eko berpaling menatap kedua anak buahnya.Mendengar perintah itu, Malik langsung mengukuhkan

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 207—Salah Lawan

    "Lihat siapa yang datang... Bahkan sebelum kita pancing, kamu sudah menyerahkan diri secara sukarela ke sini," desis pria kekar itu dengan seringai culas.Malik hanya mengangguk tipis seraya menaikkan sebelah alisnya, sama sekali tak gentar.Saat pria itu melangkah arogan mendekatinya, Malik yang tadinya bersandar di tembok langsung menegakkan tubuhnya. Ia menaikkan dagu tinggi-tinggi, memamerkan keangkuhan yang disengaja untuk memancing amarah lawan.Strategi Malik berhasil . Merasa diremehkan, pria bertubuh besar itu langsung melangkah lebar menyerang Malik. Dengan refleks secepat kilat, Malik maju dua langkah lalu mencengkeram lengan pria itu, memiting tangannya ke belakang, dan mengunci lehernya dari belakang menggunakan lengan kekarnya yang lain. Pria kekar itu kaget bukan main mendapat serangan balik yang begitu presisi dan mematikan.Wajah pria itu seketika memerah padam. Napasnya tercekat akibat kuncian ketat Malik di area tenggorokannya."Enghh...""Kenapa? Mau mati lebih cep

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 206—Pria Penguntit

    Rupanya itu adalah Leo.Napas Sheila sempat tertahan sejenak, namun saat melihat siapa yang muncul di balik pintu, akhirnya ia bisa bernapas lega."Malik sudah boleh pulang?" tanya Leo grasak-grusuk, langsung masuk dan menghampiri sahabatnya itu.Melihat kedatangan Leo yang tiba-tiba, Sheila berdecak sebal. "Kamu menemukan di mana, sih, orang seperti dia ini, Malik?" tanyanya dengan nada kesal. "Pelan-pelan dong! Ini jantung hampir copot!"Leo hanya menyengir polos mendengar teguran itu.....Dalam perjalanan menuju mobil, kondisi Malik memang sudah benar-benar pulih, hanya saja tangannya masih terbungkus perban. Namun tepat saat hendak masuk ke dalam mobil, netra Malik kembali menangkap keberadaan pria misterius itu. Kali ini, sang penguntit masuk ke dalam mobilnya sendiri seolah-olah baru saja selesai mengawasi Malik.Dengan cepat, Malik menghampiri Leo yang memegang kemudi."Leo, aku titip mbak Sheila. Aku rasa ini waktunya. Kamu bawa dia pulang, ya... Kalau bisa, suruh Pak Satpam

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 205—Dipangku

    "Permisi, Nyonya... Maaf saya mengganggu waktunya. Saya ingin memberikan obat untuk Pak Malik," ucap suster itu dengan nada gugup.Tak bisa dipungkiri, sang suster cukup kagum saat melihat wajah Malik yang memang sangat tampan. Terlebih, selama Sheila merawatnya, Malik benar-benar diperhatikan secara telaten—wajahnya diusap dengan lembut.Bahkan, bagian yang paling membuat Sheila merasa tubuhnya meremang adalah momen ketika ia harus membimbing Malik ke kamar mandi untuk mandi air hangat.Sheila harus berusaha mati-matian menahan hasratnya saat melihat 'milik' Malik yang terekspos bebas. Ia makin tercekat kala menyadari 'milik' Malik yang berdiri tegak merespons kedekatannya, membuat suasana terasa semakin tak karuan.Malik sendiri juga merasa sangat malu; entah mengapa, hanya dengan berdekatan saja dengan Sheila—bahkan tanpa melakukan apa pun—bagian tubuhnya itu sudah langsung bereaksi. Hal itu sukses membuat pipi Sheila merona merah padam.Namun tak bisa dipungkiri pula, selama Sheil

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 204—Dekapan Malik

    Leo menjelaskan apa yang terjadi selama dirinya disekap dan diculik. Pria bernama Eko itu terus-menerus mencecarnya tentang latar belakang kehidupan Malik. Namun Leo memilih untuk terus dipukuli babak belur demi menutup mulutnya.Mendengar pengakuan tulus sahabatnya itu, Malik mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku jarinya memutih."Cukup, Malik! Jangan dipikirkan lagi!" sela Sheila cepat saat melihat raut wajah Malik mendadak berubah sangat menyeramkan.Netra Sheila lalu berpindah pada Leo, menatap tajam pria itu. "Bisa diam tidak, sih?! Sudah tahu sahabatnya lagi sakit, malah membahas yang begitu terus!" omel Sheila merasa Leo telah mengganggu ketenangan pemulihan Malik.Leo tak berani menjawab. Pria itu hanya menyipitkan mata menatap Sheila dengan arti yang sulit ditebak—bahkan Malik sendiri tidak memahaminya. Namun Malik bisa menangkap bahwa Leo sangat menghargai Sheila semata-mata karena dirinya.Selama beberapa hari, Malik masih harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Sh

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 203—Eko

    "Kamu sudah bangun? Bagaimana rasanya, masih sakit? Sini, minum dulu... Jangan bangun, tiduran saja," cecar Sheila memberikan pertanyaan beruntun seraya bergegas mengambil botol minuman yang sudah dilengkapi sedotan.Setelah membantu Malik minum, Sheila kembali duduk di samping ranjang."Ada apa sebenarnya?" tanya Sheila dengan nada lembut. Sifat pemarahnya mendadak lenyap tanpa bekas. Malik yang melihat perubahan itu sempat kaget, namun perasaannya seketika menghangat.Pria itu menyunggingkan senyum tipis. Walau tubuhnya masih dipenuhi rasa sakit, gengsinya sebagai pria tak membiarkan dirinya terlihat lemah di hadapan perempuan yang selalu menguji imannya ini."Aku gak apa-apa, Mbak... Mbak sendiri gimana gak apa-apa, kan?" tanya Malik balik, meremas lembut tangan Sheila. Sheila membalas remasan itu dengan mengusapkan tangan satunya di atas genggaman Malik."Aku aman kok."Malik menghela napas lega. Namun seketika senyumnya luntur saat ingatan tentang insiden mencekam semalam kembal

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status