Share

Bab 93-Perkataan Aris

Penulis: Ayuwine
last update Tanggal publikasi: 2026-09-22 18:41:08

"Hais, perempuan itu, Lik! Kenapa dia belum juga hamil? Bukannya kalian sering melakukannya?" tanya Aris blak-blakan, membuat tubuh Malik seketika menegang.

Malik sama sekali tak berniat menjawab.

"Kapan terakhir kali main? Apa pas waktu aku tonton itu?" tanya Aris lagi tanpa ragu, membuat Malik makin merasa tidak nyaman.

Malik akhirnya mengangguk singkat berbohong. Dalam hati ia bernapas lega, menyadari Aris tidak tahu kalau tadi pagi ia dan Sheila baru saja melakukannya.

"Aduh, Lik! Y
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 93-Perkataan Aris

    "Hais, perempuan itu, Lik! Kenapa dia belum juga hamil? Bukannya kalian sering melakukannya?" tanya Aris blak-blakan, membuat tubuh Malik seketika menegang. Malik sama sekali tak berniat menjawab. "Kapan terakhir kali main? Apa pas waktu aku tonton itu?" tanya Aris lagi tanpa ragu, membuat Malik makin merasa tidak nyaman. Malik akhirnya mengangguk singkat berbohong. Dalam hati ia bernapas lega, menyadari Aris tidak tahu kalau tadi pagi ia dan Sheila baru saja melakukannya. "Aduh, Lik! Yang sering dong... aku butuh keturunan," desak Aris, membuat dahi Malik berkerut dalam. "Ya itu di luar kendaliku, Ris," balas Malik dingin. Gimana mau hamil, wong Sheilanya saja rajin minum pil KB? batin Malik berteriak, meski tak berani ia lontarkan secara terbuka. Aris mendesah kasar, mengepalkan pulpen yang sejak tadi ia genggam erat. "Papa mertuaku sepertinya ingin segera menimang cucu, Lik. Ini bakal bagus buat posisi kita. Kalau kami punya keturunan, Papa Sheila bakal dengan gampa

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 92-Menginterogasi

    Suara itu berasal dari Juki. Malik langsung tersenyum begitu melihatnya, yang artinya ia tidak perlu repot-repot memanggil si pria bengal itu. "Terima kasih sudah mengingatkan saya," balas Malik santai, sama sekali tidak tersinggung oleh cemoohan Juki. "Ck, sok keren banget!" desis Juki kesal bukan main. "Oh iya, masuk ke ruangan saya sekarang ya. Sepuluh menit lagi saya tunggu," ucap Malik lalu melangkah pergi begitu saja, mengabaikan raut jengkel pria di hadapannya. "Mampus kau, Juki! Dipecat sama dia tahu rasa!" ejek salah seorang pekerja lain. Juki mendengus kasar. "Mana bisa? Dia bukan bos di sini!" balas Juki sengit, meski kakinya tetap melangkah mengekori Malik yang berjalan di depannya dengan tenang. Sesampainya di ruangan, Malik duduk di kursinya dan disusul oleh Juki. "Duduk," ucap Malik menunjuk kursi kosong di hadapannya dengan gestur tangan. "Ada apa sebenarnya, Pak? Bapak tidak bisa memecat saya cuma gara-gara saya menegur Bapak," sela Juki merasa tak ten

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 91-Sheila Yang Salting

    Sheila masih terengah-engah. Ia menatap Malik sekilas, lalu buru-buru memalingkan wajah dengan pipi yang merona merah padam, merasakan salah tingkah sekaligus malu yang luar biasa. “Bagaimana bisa aku melakukan hal sememalukan ini? Pagi-pagi buta masuk ke kamar Malik dengan keadaan kacau dan minta dipuaskan? Astaga!” desisnya. Desisan itu rupanya masih terdengar oleh Malik. Pria itu terkekeh pelan seraya bangkit dari posisi berbaringnya. "Bukannya itu tugasku, Mbak? Sudah ratusan kali Mbak bilang kalau tugasku memang untuk memuaskan Mbak, kenapa harus malu?" ucap Malik, sukses membuat Sheila terkesiap. Dengan cepat wanita itu bangkit, menarik selimut dan membungkus seluruh tubuhnya rapat-rapat. Tingkahnya lagi-lagi membuat Malik terkekeh gemas. Malik berdiri lalu meraih handuk yang tergantung di kursi sebelah kasurnya. "Mau ke mana?" tanya Sheila tak mampu menahan rasa penasaran. "Setelah meniduriku, kamu dengan seenaknya mau pergi meninggalkanku di sini, hah?" semburnya l

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 90-Bagaimana Mbak?

    Bles Batang itu menghujam masuk sepenuhnya, membuat Malik mengerang berat sementara Sheila mendesah lega saat merasakan milik Malik memadati liangnya tanpa celah. Malik menundukkan wajahnya, meneliti setiap lekuk tubuh Sheila dari atas. Pemandangan itu kian membakar gairahnya hingga membumbung tinggi. Dengan sigap, Malik menaikkan satu kaki mulus Sheila ke atas bahunya, membiarkan satu kaki lainnya terbentang di bawah—menciptakan posisi yang membuat himpitan di dalam sana terasa makin erat dan menjepit tajam. "Ah, ini nikmat banget, Mbak..." erang Malik. Ia menunduk menciumi kaki Sheila yang sedang digenggamnya, mengelus dan menyesap kulit mulus itu bak predator yang terbuai aroma khas tubuh korbannya. "Engh... Lik! Iya, terus... hentakkan lebih dalam, Sayang!" teriak Sheila nyaring. Malik langsung membungkam suara itu dengan lumatan bibirnya, menggigit bibir bawah Sheila dengan gemas hingga wanita itu melenguh pasrah. "Begini, Mbak?" Plok! Plok! Plok! Suara ben

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 89-Tugas

    "Cukup, Mbak... enghh, jangan terus di sana. Nanti aku meledak di dalam mulutmu," bisik Malik seraya menarik lembut tubuh Sheila agar kembali menghadap ke arahnya. Wajah Sheila memerah padam, bibirnya tampak begitu basah dan berkilau oleh saliva. Malik menyeka sisa-sisa kebasahan di bibir Sheila menggunakan ibu jarinya. Ia mengelus pelan bibir bawah wanita itu lalu menekannya lembut, membuat Sheila memejamkan mata menikmati sentuhan hangat yang Malik berikan. "Buka matanya, Mbak... lihat aku," pinta Malik. Sheila langsung menuruti perintah itu. Tatapan mata belonya yang berkedip dengan bulu mata lentik alami bak boneka Barbie—terpadu sempurna dengan rona merah di pipinya—membuat Malik sempat tertegun dan enggan berkedip. "Apa yang membuat Mbak lari ke sini, hm?" tanya Malik. Tangannya yang jahil mulai bergerilya, meremas dan menelusuri setiap lekuk tubuh Sheila yang kini sudah polos total. "Jangan mau tahu... tugasmu cuma memuaskanku, shhh..." jawab Sheila masih dengan sifat

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 88-Gairah Di Pagi Hari

    Malik langsung menelusupkan kepalanya ke pangkal paha Sheila, membenamkan lidahnya tepat di pusat keintiman wanita itu. Ia melancarkan jilatan dan tusukan lidah yang begitu dalam dan presisi, membuat Sheila seketika memejamkan mata dan merintih pasrah menikmati sensasi memabukkan yang merayapi seluruh saraf tubuhnya. "Engh... Lik!" erang Sheila hebat. Ia refleks merapatkan kedua paha mulusnya, menghimpit kepala Malik kuat-kuat seolah tak sanggup menampung gelombang gairah yang datang bertubi-tubi. "Sstt... Mbak, jangan terlalu berisik," bisik Malik seraya sedikit mengangkat kepalanya. Namun Sheila tak peduli lagi pada peringatan itu. Ia justru makin beringas mencengkeram rambut Malik dan mendorong kepala pria itu kembali melesak di antara pahanya. Tubuhnya melengkung ke atas, membusung nikmat saat keintiman bagian bawahnya disedot kuat dan dilumat habis oleh Malik. "Ah... shit!" erangnya dengan mata terpejam rapat. Tangannya tanpa henti memaksa kepala Malik agar masuk lebih

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status