Share

Bab 97-Mbak Tahan Dulu

Penulis: Ayuwine
last update Tanggal publikasi: 2026-09-23 19:47:21

"Cepat, Lik! Belokkan ke hotel terdekat!" perintah Sheila, nadanya bergetar hebat. Tangannya masih mendekap dadanya erat, seolah tak sabar ingin melepas ikatan yang menghimpitnya.

"Tapi, Mbak..."

"Kamu lupa tugasmu?!"

"Eh, iya, Mbak," balas Malik cepat. Seluruh tubuhnya seketika menegang kuat, begitu pula dengan kejantanannya di balik celana yang mendadak mengeras kencang begitu menangkap tatapan sayu dan rintihan parau dari bibir Sheila.

"Mana sih hotelnya?!" rutuk Sheila, seolah tak s
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 134—Sendok Yang Jatuh

    "Lik, ayo! Sudah sampai," ucap Leo yang sejak tadi sudah turun dari mobil.Di dalam lift maupun saat berada di mobil, Malik sempat terdiam. Pikirannya terus memutar kembali perkataan Leo dan berbagai dugaan yang muncul di kepalanya.Ia kemudian mengerjapkan mata, seolah menyadarkan dirinya sendiri. Untuk sementara, ia harus melupakan masalah itu. Malik tidak boleh membiarkan pikirannya terganggu hanya karena memikirkan sesuatu yang belum tentu benar.Malik melangkah masuk ke dalam kafe, menuju ruangan VIP tempat Miss Aurora sudah duduk menunggu. Kali ini, Aurora didampingi asistennya yang akan membantu menjelaskan segalanya.Malik sengaja tidak mengambil alih jalannya diskusi. Kali ini, ia memercayakan presentasi sepenuhnya kepada Leo. Malik ingin mengayomi dan membimbing sahabat barunya itu menuju jalan yang benar—mengajari Leo untuk menggunakan kecerdasan dan logikanya terlebih dahulu daripada mendahulukan emosi.Leo mendengarkan dengan patuh, dan Malik tak henti-hentinya mengarahka

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 133—Musang Pandan

    "Kenapa kamu ngomong gitu, Ren? Apa maksudnya? Lagian ngapain kamu ada di kantor? Bukannya tugas kamu di lapangan, di proyek menggantikan Juki?" sela Leo. Ia sudah tidak tahan melihat Malik hanya terdiam seolah enggan membalas perkataan Rendra.Mendengar itu, Rendra terkekeh pelan. Ia menatap tajam sekilas ke arah Malik yang bersikap acuh tak peduli, membuat Rendra merasa terhina."Aku dipanggil sekretarisnya Pak Aris, Leo. Untuk mengurutkan data-data penting yang katanya mau datang. Tapi kan hilang... Katanya. Jadi Pak Aris menyuruhku mengambil dokumen dan membuat data lain yang lebih akurat!" balas Rendra, menatap Leo dengan penekanan kata yang jelas-jelas menyindir Malik.Cari muka banget si sialan ini! batin Leo.Namun saat Leo hendak melangkah maju, Malik menahannya."Sudahlah, Leo. Biarkan saja," balas Malik santai. Walau wajah dan tatapannya tajam, rahangnya mengeram menahan diri."Ck! Kamu kebiasaan, Lik! Lihat gak tadi? Dengar gak dia ngejek dan nyindir kamu?!" tegas Leo, kes

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 132—Pesona Malik

    "Loh, Mbak... Tapi tadi Mbak yang menelpon aku duluan. Aku kira..."“Ah, enggak! Jangan mengelak, ya, Malik! Sudahlah, lupakan saja. Aku mau tanya, itu lukanya kenapa?” sela Sheila.Wajah Sheila terlihat sedikit gugup di layar. Malik bisa melihat jelas bahwa perempuan itu sedang berusaha menutupi sesuatu. Namun, Malik tidak ingin membuat Sheila merasa terpojok. Ia memilih tidak bertanya lebih jauh dan hanya mengangguk sambil tersenyum lembut."Enggak apa-apa, ini hanya luka biasa, Mbak.""Bagaimana dengan keadaan Mbak di sana?" tanya Malik lagi, seolah ingin memperpanjang obrolan.Sheila menyambut pertanyaan itu. Perempuan itu meletakkan ponselnya di atas meja, memperlihatkan dirinya yang sedang makan."Huh... Jenuh, Lik. Aku mau pulang, rasanya gak enak. Aku kurang suka di sini, semua orang bertanya pertanyaan yang sama terus," balas Sheila terbawa suasana dengan pertanyaan Malik. Wajahnya menyiratkan kekesalan dan kesedihan mendalam."Apa aku perlu menyuruh sopir untuk menjemput Mb

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 131—Salah Sambung?

    “Ya sudahlah, Lik. Begitu saja. Tadi aku datang ke sini karena benar-benar kesal. Kukira kamu sudah pulang karena ponselmu mati. Tapi, begitu sampai, ternyata nggak ada siapa-siapa. Kebetulan aku punya kunci cadanganmu, jadi aku masuk saja. Nggak apa-apa, kan? Lagipula, kamu juga nggak punya privasi apa-apa di sini,” ucap Aris santai.Ia kemudian melangkah pergi. Namun, sesampainya di ambang pintu, Aris tiba-tiba berhenti dan menoleh ke arah Malik."Sheila menginap di rumah sahabatnya?"Malik mengangguk."Sampai kapan? Apa dia kasih tahu waktunya sampai kapan?" tanya Aris lagi.Malik menggeleng dan menjawab, "Dia hanya bilang, jika mau pulang nanti akan menelponku untuk menjemputnya."Aris mendesah panjang. Ia benar-benar terdengar kesal. "Dia sepertinya sengaja menghindar," desah Aris, membuat Malik mengerutkan dahi."Menghindar dari apa?"Aris yang niatnya ingin pergi seolah mengurungkan niatnya. Ia kembali melangkah mendekat ke arah Malik. "Mungkin saja, kan? Kamu juga pasti menger

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 130—Terkesan Tak Peduli

    "Aku tidak bertanya padamu, Leo. Aku bertanya pada Malik!" Mendengar itu, Malik hanya menghela napas panjang. "Yaelah, Miss... Kan sama aja, mau Malik atau saya yang jawab," protes Leo, merasa tersinggung. Apalagi tatapan Aurora begitu berbeda ketika menatap dirinya dan saat menatap Malik. "Nasib jadi orang ganteng enak ya, Lik. Perempuan langsung pada manis. Beda kalau sama aku, bawaannya kayak melihat orang bengis," lanjut Leo mengeluh. Malik sedikit terkekeh, merasa terhibur dengan celotehan sableng Leo yang ternyata memiliki selera humor lumayan tinggi. Saat Aurora melangkah dan hendak duduk di samping Malik—bahkan berniat menyentuh tangan kekar itu—sebuah panggilan dari dalam ruangan pemeriksaan memotong aksinya. "Pasien atas nama Pak Malik Lintang Yanuar!" Malik langsung berdiri. "Duluan ya, Miss," ucapnya, merasa sangat lega karena tidak perlu repot-repot mencari alasan untuk menjauh dari perempuan bule itu. Aneh memang, setelah membeli properti dari kantor Aris, A

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 129—Patner

    Leo langsung mengangguk dan memapah tubuh kekar Malik dengan tubuhnya. Ia terus menuntun pria itu tanpa bertanya apa-apa dulu sampai Malik benar-benar tenang di dalam mobil.Setelah keduanya berada di dalam mobil, Leo tak membawa Malik pulang ke rumahnya, melainkan membelokkan kemudi menuju rumah sakit terdekat."Apa Pak Aris tahu?" tanya Leo meringis saat melihat lebam-lebam dan luka di tubuh serta wajah Malik.Malik menggeleng. Tubuhnya bersandar pada kursi penumpang. Malik membuka dua kancing atas kemejanya lalu menggulung lengannya, memperlihatkan otot-otot lengannya yang tegap."Kenapa gak minta pertolongan atau telepon aku? Kamu malah nyuruh Rendra. Dia kurang cocok sama aku, wajahnya songong begitu," oceh Leo. Rahangnya mengeras, tangannya mencengkeram kuat setir seolah merasakan kekesalan atas perlakuan pria asing pada sahabatnya itu.Mendengar itu, Malik hanya terkekeh. Otot perutnya terguncang, namun detik kemudian ia meringis menahan sakit."Sudahlah, Malik! Jangan sok kuat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status