Share

003. Saya Tidak Ingin Menikah

Author: azzurayna
last update Last Updated: 2026-02-11 07:01:12

Reaksi tersebut tidak lolos dari perhatian Luna, sang permaisuri kerajaan Emeros. Namun, gadis itu menjaga ekspresi netralnya.

Benar, Luna Martino dibawa ke sini sebagai calon istri dari salah satu tuan muda Laventin. Bahkan, keempat tuan muda tersebut menjemput Luna Martino sendiri karena diperintah oleh sang nyonya besar.

Sebelumnya, ia bersikap baik dan penurut. Dengan harapan bisa diterima oleh keluarga barunya. Luna Martino sempat berharap.

Namun, keempat tuan muda tersebut tidak ada yang ramah pada gadis malang itu.

Tidak ada yang membantunya, membiarkan Luna Martino menghadapi siksaan para pelayan, lalu terisolasi sendirian sampai mati konyol.

Dengan situasi seperti itu, mana mungkin Luna mau menikah dengan salah satu dari tuan muda Laventin!?

Lalu kenapa Marios terkejut dan tidak terima dengan pernyataannya?

“Sombong sekali!”

Luna menoleh ke sumber suara. Bukan Marios yang berucap, melainkan seorang pemuda berwajah tampan tapi dengan garis wajah lembut nan feminin. Bibirnya yang kemerahan tampak cemberut sementara mata abu-abu pemuda itu menyorot tajam.

Luca, si bungsu Laventin.

“Sejak kapan kau bisa berbicara seperti itu?” lanjut Luca tanpa menahan nada sinisnya. “Bukankah biasanya kau bahkan tidak berani menatap kami?”

“Untuk apa kau kemari?” tanya Marios pada adiknya.

“Suara tangisan pelayan sampai ke taman, Kak. Aku penasaran perempuan ini membuat ulah apa lagi,” balas Luca. Manik abu-abunya menyisir Luna dari ujung kepala sampai kaki. “Cari perhatian?”

Luna tidak menjawab. Matanya hanya memandang pemuda di hadapannya.

Menurut ingatan tubuh ini, mereka seharusnya seumuran. Tapi Luca justru yang paling tidak bersahabat. Pemuda itu terlalu vokal menyuarakan ketidaksenangannya. Kata-katanya tajam dan tanpa filter.

Sang mantan permaisuri menghela napas. Anak muda.

“Kenapa tidak menjawab?” sentak Luca, tidak suka karena merasa diabaikan. “Oh, ini strategi barumu? Sebelumnya kau memohon selalu agar tetap bisa diterima di sini, tapi sepertinya sudah hilang minat ya? Sudah tidak mau memohon lagi? Mau kembali ke desa dan hidup sendiri?”

“Untuk apa saya memohon? Nyonya yang meminta saya ke sini.” Luna akhirnya kembali berucap. “Beliau memberikan tanggung jawab kepada Anda terkait saya. Namun, Anda sekalian tidak melakukan yang semestinya.”

“Memberimu makan dan tempat tinggal masih kurang?” Marios kini bersuara, Ia memasukkan kedua tangannya ke saku celana hitamnya. “Tanpa Laventin, kamu sudah lama mati menjadi gelandangan yatim piatu di desa. Apa kamu tidak ingat kondisimu sendiri saat dijemput?”

“Benar!” Luca mengangguk. Pemuda itu bersedekap, tampak senang karena didukung oleh sang kakak.

Luna tidak menyahut. Itu benar. Saat dijemput, kondisi Luna Martino jauh dari kata layak karena sedang tenggelam dalam kesedihan. Pun, kalau dibiarkan, Luna Martino sudah pasti akan tewas.

Namun, pada akhirnya, gadis desa itu pun tewas juga di sini.

“Berdebat tidak akan ada gunanya,” ucap Luna pada akhirnya. Suaranya terdengar dingin. “Seperti yang sudah saya katakan tadi, silakan selidiki apa yang sebenarnya terjadi di paviliun ini sebagai penanggung jawab keluarga Laventin. Paling tidak, Tuan Marios bisa melakukan itu, bukan?”

Marios tertegun.

Benar, itu adalah langkah yang bijak. Bisa-bisanya ia terbawa suasana karena ledakan sang adik terhadap penolakan Luna.

Saat Marios mengecek gadis itu sebelumnya, Luna masih gadis desa murung yang biasa. Selalu menunduk dan gemetar saat ditanya. Bahkan Marios nyaris tidak pernah mendengar gadis itu bicara satu kalimat lengkap.

Tapi sekarang?

Menghadapi perubahan drastis sikap Luna, pria tampan itu berjalan mendekat.

Tubuh tinggi tegapnya berdiri menjulang di depan Luna bak sebuah tembok. Memberi rasa intimidasi kuat yang menekan. Meski begitu, Luna mendongak.

Marios baru menyadari bahwa mata gadis gendut di depannya itu berwarna violet gelap, beradu tatap dengan pupil abu tua milik Marios. Menantangnya.

“Luna Martino. Kau bertingkah seperti orang yang berbeda.” Marios bergumam. “Apakah kau masih orang yang sama?”

Luna menahan agar ekspresinya tidak berubah. “Apakah ini soal penolakan saya, Tuan?” tanyanya. “Tapi bukankah di antara kalian tidak ada yang menginginkan saya sebagai istri? Kenapa saat saya juga tidak ingin menikah, kalian justru tidak terima?”

Mata violetnya mengerling ke arah Luca yang wajahnya langsung memerah.

Sang permaisuri tewas karena diracuni salah satu pria simpanannya. Alasannya adalah karena pria itu tak tahan permaisuri membagi kasih ke pria lain. Jadi lebih baik mereka mati bersama.

Kekonyolan yang menewaskan Luna dengan buruk. Saat itu, ia menyesal, mengapa ia harus serakah terhadap pria tampan.

Oleh karena itu, saat mengetahui bahwa di kehidupan barunya ini, ia terikat dengan empat pria sekaligus, Luna sudah memutuskan untuk mundur.

Ia tidak mau terlibat drama serupa.

Yah, selain itu, karena empat pria yang terikat padanya telah bersikap buruk pada si pemilik tubuh asli.

Siapa yang mau menikah dengan orang yang terang-terangan suka menindas begini?

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Malas Terlibat Drama Percintaan, Nona Tolak 4 Pria Dominan   007. Rencana Jahat

    “Sudahlah, dia bukannya melakukan itu dengan sengaja,” cetus Leon santai seolah kekacauan kecil tersebut sudah biasa baginya.Luna melotot ringan sebelum memalingkan muka. Ia menenggak air putih hingga tandas.Bela jelas bersikap semena-mena pada pemilik tubuh, namun respon empat tuan muda Laventin biasa-biasa saja.Seakan tindakan Bela bukan sesuatu yang mengganggu. Apa mungkin selereka mereka memang yang seperti Bela?Atau, Bela punya koneksi kuat yang membuat empat tuan muda bersedia memberinya wajah?“Bella, pergilah.” Leon mengusirnya dengan halus setelah selesai minum. “Aku perlu membicara urusan pribadi dengan Luna,” imbuhnya disertai kerlingan nakal.Bela tersipu malu. Wanita itu menyembunyikan kebencian serta cemburu terhadap Luna, kemudian pergi dengan enggan meninggalkan keduanya.“Gendut, kamu marah?” Jari telunjuk Leon menoel usil lemak pinggang Luna.Luna menepis jari kurang ajar Leon, “Tidak. Mengapa saya harus marah? Anda tidak berbuat kesalahan pada saya, tuan muda.”“

  • Malas Terlibat Drama Percintaan, Nona Tolak 4 Pria Dominan   006. Godaan sang Pelayan

    “Selamat pagi, gendut!” sapaan familier datang dari luar pintu kamar. Pintu kamar putih itu tiba-tiba didobrak. “Apa yang ingin kamu lakukan hari ini?”Leon, dengan balutan atasan kaos dan bawahan celana panjang hitam tampak bersandar di kusen pintu. Mata abu indahnya mengerling nakal. “Kenapa tidak menjawbaku?“ Leon menyeringai, wajah tampannya tampak menggoda seperti seekor rubah jantan. Luna tercengang mendapati kehadiran Leon di kamar pribadinya. “Tuan muda, mengapa kamu ke sini?”“Entahlah,” bahunya terangkat acuh. “Aku sangat bosan, ayo hibur aku.”“Anda pikir saya seorang badut?” Luna menyipit sengit, sedikit marah diminta menghibur orang. Wajah bulat besarnya mengerut. Sontak Leon tertawa terbahak-bahak, memukuli permukaan pintu seraya memegangi perutnya yang keram. “Hahahaha! Wajahmu sangat lucu, tidak sia-sia aku datang kemari,” tukasnya menyeka setitik air disudut mata. Tawa Leon belum mereda sama sekali, “Perutku sampai mati rasa, hahaha, wajahmu bahkan lebih lucu dari

  • Malas Terlibat Drama Percintaan, Nona Tolak 4 Pria Dominan   005. Dua Tuan Muda Lain

    “Leon, untuk apa kau datang kemari?” Zeron bertanya santai, suaranya tersirat kelembutan alami. “Tumben kamu tidak pergi ke klab malam?”“Bosan, aku dengar terjadi sesuatu yang menarik di sini, jadi aku mampir sebentar.” Leon mengangkat kedua bahunya acuh saat menjawab. “Tuan muda sekalian,” suara sopan Luna menginterupsi, menarik atensi dua pria tampan itu. “Saya akan membawa Bela kembali.”Bela, yang masih berlutut di rerumputan, sontak menggeleng keras kepala. Kedua matanya memerah, bertingkah selayaknya korban teraniaya.“Nona, saya tahu anda ingin memukuli saya lagi, kan?” Bela terisak sedih. “Saya tidak mau! Lebih baik anda bunuh saja saya!”“Memukuli apa?” Kesabaran Luna mulai menipis. “Cepat kembali ke dalam!”“Tuan muda, tolong selamatkan saya!” Bela beringsut mundur dengan sengaja, tubuh sintalnya menempel di kaki panjang Zeron. Dada lembut wanita itu menggesek paha keras Zeron melalui suit pants hitamnya. Pemandangan ‘sensual’ itu menarik siulan dari bibir Leon. Luna se

  • Malas Terlibat Drama Percintaan, Nona Tolak 4 Pria Dominan   004. Memperbaiki Diri

    “Masalah ini akan kuselidiki, jangan membuat keributan lagi di masa depan.”Tiba-tiba Marios berkata. Lalu tanpa mengatakan apa pun, pria itu pergi diikuti Luca. Sementara Luna menghela napas pelan dan kembali ke kamarnya.Ia lelah. Badan ini menyiksanya.Malam harinya, seorang wanita muda berambut cokelat dan bermata hazel tiba-tiba muncul di depan kamar Luna.Namun, tidak seperti para pelayan sebelumnya, wanita muda itu mengetuk dengan sopan. Bahkan tutur katanya lembut saat akhirnya Luna membuka pintu.“Selamat malam, Nona. Saya adalah pelayan baru di paviliun ini. Nama saya Anna.”Luna menatap wanita muda itu dalam diam selama beberapa saat.“Tuan muda Marios mengirimmu kemari?” tanya Luna kemudian. “Benar, Nona. Saya diminta mengawasi gerak-gerik pelayan di gedung sekaligus menjadi pelayan pribadi anda!” Anna menjawab antusias. Luna mengangguk. Ia tidak melihat sikap buruk dari sikap Anna sejauh ini.“Baiklah. Bisakah kau bantu aku mengambil makan malam dari dapur?” tanya Luna

  • Malas Terlibat Drama Percintaan, Nona Tolak 4 Pria Dominan   003. Saya Tidak Ingin Menikah

    Reaksi tersebut tidak lolos dari perhatian Luna, sang permaisuri kerajaan Emeros. Namun, gadis itu menjaga ekspresi netralnya. Benar, Luna Martino dibawa ke sini sebagai calon istri dari salah satu tuan muda Laventin. Bahkan, keempat tuan muda tersebut menjemput Luna Martino sendiri karena diperintah oleh sang nyonya besar. Sebelumnya, ia bersikap baik dan penurut. Dengan harapan bisa diterima oleh keluarga barunya. Luna Martino sempat berharap. Namun, keempat tuan muda tersebut tidak ada yang ramah pada gadis malang itu. Tidak ada yang membantunya, membiarkan Luna Martino menghadapi siksaan para pelayan, lalu terisolasi sendirian sampai mati konyol. Dengan situasi seperti itu, mana mungkin Luna mau menikah dengan salah satu dari tuan muda Laventin!? Lalu kenapa Marios terkejut dan tidak terima dengan pernyataannya? “Sombong sekali!” Luna menoleh ke sumber suara. Bukan Marios yang berucap, melainkan seorang pemuda berwajah tampan tapi dengan garis wajah lembut nan feminin. B

  • Malas Terlibat Drama Percintaan, Nona Tolak 4 Pria Dominan   002. Drama Lanjutan

    Suara bariton itu menarik Luna untuk menoleh dan menemukan sesosok pria rupawan berdiri di ujung atas anak tangga. Tubuh pria itu tinggi tegap, dibalut kemeja formal hitam yang dipadukan celana kantor rapi. Setelan itu pas di badan, membuat otot tubuh pria itu tercetak jelas dari balik kain, terutama di area dada bidangnya dan lengan bagian atas. Sekalipun Luna punya segudang pengalaman melihat pria tampan di zaman kuno, bahkan punya haremnya sendiri, penampilan pria itu tetap membuatnya tertegun.Dari ingatan pemilik tubuh yang asli, Luna mengenali pria itu sebagai Marios Laventin, cucu pertama keluarga Laventin.Sosok itu mengambil langkah lebar menghampiri Luna. Mata hitamnya berkilat dingin, memancarkan ketidaksenangan atas tindakan Luna. “T-Tuan,” ucap Bela, memasang ekspresi sedih dan teraniaya. “Mohon maafkan saya. Saya bersalah karena tidak bisa memenuhi keinginan Nona Muda.”Bela langsung menangis usai mengatakan itu. Dirinya berlutut di bawah kaki Luna, meraung histeris

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status