แชร์

Bab 7

ผู้เขียน: Anya
Dedi terdiam sejenak.

“Aku nggak pernah menjadikanmu sebagai pengganti….”

Seketika, tatapan matanya yang semula menghindar menjadi panik begitu bertatapan dengan mataku.

Menyadari raut ekspresiku yang penuh cemoohan, akhirnya dia berterus terang,

“Aku akui, awal mula bersamamu memang karena kamu sangat mirip dengan Helen.”

“Aku mengejar Helen dari kecil hingga dewasa selama dua puluh tahun, tapi dia nggak pernah sekalipun menoleh padaku.”

“Makanya begitu dia pergi keluar negeri dan melihatmu, ak
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Mantan Suami Pelit, Ceraikan!   Bab 9

    Dedi membawa sekelompok orang menuju rumah sakit.Dia membayar uang ekstra untuk tes DNA.Sambil menunggu hasilnya keluar, Dedi semakin merasa ada yang tak beres.Dia telah mengejar Helen mati-matian selama dua puluh tahun, tapi Helen tak pernah tergerak sedikit pun.Bahkan setelah pergi keluar negeri, Helen sempat memutus kontak dengannya.Lalu tiba-tiba pada suatu hari, Helen kembali dan menanyakan apakah janji masa lalu dengannya masih berlaku.Hari itu, di bawah godaan Helen, akhirnya mereka berdua berhubungan intim.Hingga saat ini, wanita itu bahkan menghubungi orang tuanya demi memaksa dirinya untuk menikahinya.Benar-benar tak beres.Apalagi Helen tak pernah meliriknya sejak dulu, mana mungkin tiba-tiba begitu ingin melahirkan anak untuknya?Ini sama sekali tak terlihat seperti cinta sejati yang bersemi kembali.Namun, lebih mirip seperti… sedang mencari tumbal untuk menanggung kesalahan.Helaan napas Dedi semakin lama semakin berat. Dia berdiri dan menunggu dengan cemas selama

  • Mantan Suami Pelit, Ceraikan!   Bab 8

    Dedi pun sadar, aku sudah tahu segalanya sekarang.Dia terus menggunakan berbagai nomor asing untuk mengirim pesan padaku.“Rara, aku sudah tahu salah. Aku benar-benar sudah tahu salah, tolong maafkan aku.”“Rara, kita mulai dari awal lagi, ya?”“Semua harta atas namaku akan kualihkan ke kamu, tolong jangan tinggalkan aku….”Namun, karena tak pernah mendapat balasan dariku, lambat laun dia pun berhenti mengirimnya.Di lembaga penelitian, aku sibuk mengurus proyek riset medis.Sambil tak lupa terus memantau kabar di dalam negeri.Sebagai seorang ibu, bagaimanapun aku harus membalaskan dendam untuk anakku yang telah tiada itu.Dan hadiah besar yang kusiapkan untuk Dedi dan Helen akan terungkap sebentar lagi.Hari di saat aku kembali ke dalam negeri, kabarnya bertepatan dengan pernikahan Dedi dan Helen.Orang-orang riuh membicarakannya, “Dengar-dengar Pak Dedi dan Nona Helen itu teman dari kecil. Pak Dedi sudah mengejarnya dua puluhan tahun, lho!”“Romantis sekali~”“Romantis apanya, kal

  • Mantan Suami Pelit, Ceraikan!   Bab 7

    Dedi terdiam sejenak.“Aku nggak pernah menjadikanmu sebagai pengganti….”Seketika, tatapan matanya yang semula menghindar menjadi panik begitu bertatapan dengan mataku.Menyadari raut ekspresiku yang penuh cemoohan, akhirnya dia berterus terang,“Aku akui, awal mula bersamamu memang karena kamu sangat mirip dengan Helen.”“Aku mengejar Helen dari kecil hingga dewasa selama dua puluh tahun, tapi dia nggak pernah sekalipun menoleh padaku.”“Makanya begitu dia pergi keluar negeri dan melihatmu, aku langsung ingin bersamamu.”“Tapi setelah kita jalani sekian lama, aku benar-benar mencintaimu! Kamu harus percaya padaku!”Aku tertawa dingin.“Sudah selesai bicaranya? Kalau sudah selesai, balik sana.”“Oh iya, tiket pesawatmu untuk mencariku ke sini, nggak perlu dibagi dua denganku, ‘kan?”Langkah Dedi terhuyung.“Kamu benar-benar harus seformal ini denganku?”Aku mengoreksinya, “Bukan formal, ini namanya mandiri, Pak Dedi.”“Surat cerai sudah kamu tanda tangani, sekarang status kita sudah

  • Mantan Suami Pelit, Ceraikan!   Bab 6

    Aku menetap di luar negeri selama satu bulan penuh.Selama itu, Dedi meneleponku berkali-kali.Namun, tak ada satu pun yang kubalas.Barulah setelah memblokir dan menghapus semua kontaknya, hidupku terasa jauh lebih tenang.Meski lingkungan di luar negeri berbeda, untungnya ada sekelompok orang yang kukenal di sini.Mereka sering mengajakku keluar jalan-jalan untuk mengenali lingkungan sekitar.Saat sedang jalan-jalan di suatu akhir pekan, tiba-tiba adik juniorku menjerit, “Eh, kak, orang di layar lebar itu sepertinya kamu!”Aku menatap ke arah yang dia tunjuk. Di layar lebar itu terpampang jelas pengumuman pencarian orang hilang tentang diriku.Di sampingnya ada video Dedi yang menangis tersedu-sedu,“Tolong bantu aku menemukan istriku. Aku nggak bisa menemukannya sekarang.”“Kalau ada yang menemukannya, tolong hubungi aku. Imbalannya 10 ribu dolar.”Banyak warga asing yang menghentikan langkah, membicarakannya dengan bahasa asing,“Wah, pria ini pasti sangat mencintai istrinya.”“Iy

  • Mantan Suami Pelit, Ceraikan!   Bab 5

    Saat ini, aku sudah duduk di atas pesawat menuju luar negeri.Brian yang duduk di sebelahku tak henti-hentinya mengomel,“Coba dipikirkan, kalau kamu nggak menikah dengannya, uang hasil kerjamu itu nggak bakal habis dipakai seumur hidup. Kok bisa sekarang kamu malah harus pergi keluar negeri untuk mencari uang lagi!?”“Menikah dengannya, kamu malah harus patungan beli mobil dan rumah mewah. Lalu hasilnya? Rumah atas nama dia, mobil juga dia yang pakai!”“Itu namanya bukan patungan, tapi morotin!”Aku menoleh. “Apa maksudnya?”Dengan kesal, Brian menjawab, “Kamu bodoh sekali!”Aku tertawa terbahak-bahak.Aku mengeluarkan surat cerai dari dalam tas.“Kak, aku sudah cerai.”Brian membeku selama beberapa detik, berniat menanyakan alasannya.Namun, melihat wajahku yang begitu pucat, pada akhirnya dia memilih untuk diam saja.Pesawat mendarat di bandara luar negeri. Orang-orang yang datang menyambutku sebagian besar adalah wajah-wajah yang masih familiar.“Kak Rara! Kamu benaran datang?! W

  • Mantan Suami Pelit, Ceraikan!   Bab 4

    Saat sedang ragu apakah harus berterus terang, akhirnya dia bicara lebih dulu, “Rara, uang bensin yang kamu transfer kemarin kurang tiga ribu dua ratus. Aku harap kamu nggak pakai cara licik seperti ini lagi ke depannya.”“Aku paling nggak suka orang yang nggak menepati janji.”Mungkin semalam aku tak melihatnya dengan jelas karena terlalu menahan sakit.Aku menghela napas, lalu mentransfer balik kekurangannya.Aku menoleh, mengeluarkan setumpuk berkas dan meletakkannya di atas surat cerai, lalu berkata,“Ini biaya air dan listrik, tanda tangan saja.”Dedi menandatangani beberapa halaman dan terbiasa mau melihat isi halaman terakhir.Helen yang memakai gelang kesayangan ibu mertua dan gelang tasbih kesukaan ayah mertua, melompat-lompat masuk dengan gembira, “Untuk memberi hadiah karena kamu sudah menepati janji, aku akan kasih kamu anugerah khusus untuk menemaniku ke rumah sakit!”Dedi tertawa pelan, lalu langsung membubuhkan tanda tangan terakhir.“Iya iya, kalau begitu aku harus be

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status