Mag-log inAku bersama teman kecil kakakku selama sembilan tahun, juga sudah mau tunangan. Hidup kami seperti biasa. Setelah dia reuni dengan temannya, aku akan menjemputnya karena dia minum bir. Saat aku sudah sampai depan, aku yang baru mau menyapa mendengar temannya berkata, “Rehan, cinta pertamamu sudah kembali, penggantimu itu mau dibuang atau satu orang layani dua wanita?” Wajah Rehan ada tawa sinis. Saat ini, orang yang di samping tertawa. “Rehan, kamu memang buat orang iri. Setelah cinta pertamamu pergi, kamu bersama adik kandung teman kecilmu hanya karena kesepian. Tapi kamu setiap hari bilang sudah bosan karena sudah bersama sembilan tahun, kebetulan cinta pertamamu kembali.” Rehan berkata dengan nada tidak senang, “Siapa suruh waktu itu Celine bilang aku hanya mencintainya! Tentu saja aku perlu mencari pengganti murah untuk membuat kepercayaan dirinya hilang!”
view moreMistress – A tainted identity
Prologue
Sweats was dripping from his forehead, his heart was pounding loudly in his chest out of anxiety and fear, his body was visibly trembling. His grip tightened on the steering wheel making his knuckles white as he took a sharp turn to escape from them who were chasing him but luck was not on his side. Luck abandoned him the moment he entered in his life.
He glanced at the side mirror to find that five black cars were still chasing him with full speed and he could also hear some gunshots.
He didn’t understand how to save himself from them and most importantly how to save her.
He knew what he would do to her once he got hold of her.
He wanted to save her as he had only two hours to save her, after that he will not be able to save her.
He increased the speed of the car.
The road was dark and deserted, there was no trace of any human being except those six cars. Five black car was chasing the white one which was running on the road at insane speed and to catch it, they were also matching its speed.
"Don't forget the boss's orders are that we have to capture him alive so shoot anywhere on the car but not him" he instructed the other man and pointed his gun at the tire of white car but he missed "shit"
He sat his aim again but before he could pull the trigger his phone started ringing and he knew exactly who was calling him.
He turned on Bluetooth and heard a cold, intimidated and dominating voice from the other side which made him shiver "Send me your location."
"Yes boss" line went dead. He quickly shared his live location and shouted at the person in the driver seat “Try to get to his side so I can shoot the tires”
The driver did the same and increased car’s speed so that he could reach next to him but that was a difficult task as it is was easy to match his speed.
"God, I know I am a sinner but please don't punish her for my sins. She is innocent, please save her" he prayed to God in his mind desperately.
He now realized what it mean to be helpless, weak.
Suddenly a bright light hit his eyes making him blind for few second and caused him to close his eyes but when he opened again his eyes widened in fear. His mind shouted in panic “he is here, I have to save her”
Two cars were parked in front of him in the middle of the road, blocking his path.
He had to save her
He made a sharp turn so that he could escape but his car went on the divider at full speed and he lost his control on it.
The next moment the car was roiling down on the road with his painful screams and crashing sounds of car.
Before he knew what to do, he found himself rolling with the car.
He felt unbearable pain all over his body, with a liquid covering his body. He knew that it was his blood. He heard many different screaming voices. His eyes were getting heavy.
He had no idea what was happening but he could feel that someone was dragging him and throwing him on a hard surface due to which the pieces of glass stuck in his body pierce his body, making him scream in agony.
After all his failed efforts, he half opened his eyes finally and his eyes fell on black boots a few inches from him.
He moved his eyes from his boots to his face and his already severely wounded body shivered at his sight.
He stood here in all his full demonic glory. His aura was screaming dangerous, ruthless, dark and everything that terrified you. his face was devoid of emotions, no mercy, no pity but his eyes held a promise to destroy him and her.
"Fuck, he's lost a lot of blood. If we don't get him to the hospital in time, he'll die." someone said to the man who was looking at a half dead man lying in front of him.
His intense eyes roamed all over his body. There were wounds all over his body in which pieces of glass had stuck, blood was oozing out from everywhere which was forming a pool around him but he could see his slightly open eyes which were staring at him, his eyes held pain, fear and terror.
The same emotions which were once in his eyes, now were in his eyes but they were giving him satisfaction, a sadistic satisfaction.
He bended down to his level when he saw his lips moving, he was mumbling something but his voice was low.
“P……….please l…leave h………..her, s…………she is innocent” hearing this brought a malicious smirk on his face.
“Being her innocent will not save her from me but it will incite me to be mercilessly ruthless on her." his voice held a promise that's meant to be fulfilled.
“please” he pleaded to him as a tear slipped out of his eye which gave other man immense satisfaction but his face suddenly turned hard and his eyes started spitting fire as he seethed darkly "Nothing is free, she too will have to pay the price for your blood flowing in her veins I will make sure she pays for every drop that will haunt you every second. Get ready for your punishment.”
He stood up straight as he threw last glance at him before turning around and ordered them to take him to his hospital but he stopped in his tracks and added “And this is my promise to make you realize how we feel when you beloved is suffering in front of you but you can’t save her. it’s work like a slow poison”
"W…….Who a……are you??" he heard a raspy barely audible voice.
“You sinfully forced redemption” he spoke loudly and whispered under his breath “The spark from your past has now become a raging fire that is going to engulf her.”
*********
This is my news book, I hope you like it.
Hari itu, kami melihat matahari terbenam.Itu benar-benar adalah matahari terbenam yang paling indah yang pernah aku lihat dalam beberapa tahun terakhir.Darren memotretku.Wajahku yang tersenyum terlihat jelas di depan, dengan matahari terbenam di belakangku sebagai latar.Ketika aku membuka Instagram, aku melihat foto itu muncul di akun Instagram Darren.Tulisan di bawah foto itu berisi: [Matahari terbenam yang terbaik, kamu yang terbaik.]Asya mengklik tombol suka dan berkomentar di bawahnya: [Wah, kamu yang terbaik!]Darren membalasnya: [Kak, umur sudah segini, saatnya kamu buka hati.]Asya hanya bisa memutar matanya.Sementara Rehan? Siapa yang peduli dengannya.Pada hari pertunangan.Rehan muncul dengan tubuh dibalut seperti mumi, dan di sampingnya ada Celine.Mereka dipaksa untuk datang dan melihat kebahagiaan kami, dikelilingi oleh sekelompok pengawal.Aku bertanya, “Ini maksudnya apa?”Darren tersenyum licik dan menjawab, "Sudah kubilang, aku ingin dia melihat kebahagiaanmu. A
“Kak! Jangan sampai cedera parah!” ucapku. Aku tidak peduli sama Rehan, tetapi aku takut risikonya akan mempengaruhi Asya.Melihat aku hendak maju, Darren langsung memelukku.“Nggak apa-apa. Timo sudah dilatih, dia nggak akan sampai membunuh orang,” kata Darren.Darren tersenyum dan melanjutkan, “Lagi pula, orang seberengsek dia, bahkan Timo pasti jijik buat gigit dia!”Rehan teriak histeris dan terus meneriakkan namaku, “Alia, kita nggak putus! Aku nggak setuju! Kamu pasti berbohong, kamu pasti sengaja buat aku marah ....”Asya mendengus dingin dan berteriak, “Timo, gigit mulutnya!”Wajah Rehan penuh darah.Aku benar-benar takut kalau Rehan terluka parah. Aku berteriak, “Kak, Timo, berhenti!”Timo mendengus, lalu menatapku.Rehan terkulai kesakitan di tanah dan berguling-guling.“Kak, berhenti, nanti beneran ada yang mati!” ucapku.Tiba-tiba, Rehan bangkit. Darah menetes dari mulutnya setiap kali dia berbicara, “Sayang, aku tahu kamu paling sayang sama aku! Ayo kita pulang, kita menik
Rehan berlutut di lantai dan berkata, “Kamu hanya boleh mencintaiku seumur hidupmu, kamu nggak boleh mencintai orang lain!”Lihatlah, dia sangat percaya diri soal mengendalikan aku. Namun, siapa yang bilang aku akan terjebak dalam kendalinya seumur hidup?“Aku nggak akan makan lalat lalu memuji bau dari lalat itu. Jadi, lalat menjijikkan seperti kamu, sudah bisa pergi sekarang!” ucapku dengan sinis.Rehan menangis tersedu-sedu. Ini pertama kalinya aku melihatnya seperti ini.“Alia, aku cinta padamu. Setelah kejadian ini, aku baru sadar bahwa hanya kamu yang aku cintai selama ini. Tanpa kamu, hidupku sangat menderita. Aku nggak bisa hidup tanpa kamu seharipun! Aku mohon, sembilan tahun kita bersama, setiap hari selalu ada satu sama lain di samping kita saat bangun tidur. Gimana bisa kamu melupakannya begitu saja?” kata Rehan.Aku hampir muntah mendengarnya.Aku teringat hari itu saat aku melihat unggahan Celine di Instagram. Dua tahun terakhir, hampir setiap hari dia mengunggah tentan
Keesokan harinya, aku sedang mencoba gaun pengantin.Tiba-tiba terdengar teriakan dari luar pintu, “Sayang, sayang, aku datang! Alia, ini aku Rehan!”Aku dipapah keluar dari ruangan.Di depan pintu, Rehan berdiri mengenakan setelan jas sambil memegang sekuntum bunga melati di satu tangan dan sebuah cincin di tangan lainnya. Wajahnya tampak lelah, tetapi dia tersenyum padaku.“Sayang, maafkan aku. Ini salahku, aku nggak tahu kalau luka kakimu separah itu!” kata Rehan sambil menatap pergelangan kakiku. “Aku ceroboh. Aku dan Celine sudah nggak ada hubungan apa-apa lagi, kami hanya teman. Kalau kamu keberatan, aku janji nggak akan bertemu dengan dia lagi!” lanjutnya.Aku tidak tahu harus berkata apa.Hanya teman? Seluruh dunia tahu kalau Celine adalah cinta lama dalam hidup Rehan. Dulu, Rehan memacariku hanya karena marah pada Celine. Sekarang aku mundur untuk kebahagiaan mereka berdua, tetapi Rehan malah dan bersikap seperti ini?Tiba-tiba Rehan berlutut, wajahnya tampak tulus.“Sayang,
Begitu Celine muncul, Rehan langsung berjalan ke arahnya dan memeluknya dengan rasa kasihan, kemudian melepas jaket untuk menyelimuti Celine.Begitu menyebut Asya, Rehan refleks menatapku sejenak, tatapannya tampak sedang mempertimbangkan sesuatu. Namun begitu Celine memegang tangannya, dia seakan m
Celine tersenyum begitu cerah, jarinya juga mengenakan cincin. Dia menyapa lebih dulu, “Kebetulan sekali, Alia! Kak Rehan sering membawaku ke restoran ini sejak dulu, nggak kusangka kamu juga suka tempat ini. Kamu bisa melihat pemandangan malam terindah di Citrasa dari sini. Dulu aku bahkan pernah b
Sudah satu jam sejak lukaku ditangani.Rehan belum juga kembali.“Nggak ada yang jemput kamu, ya?” tanya perawat sekali lagi.Setelah itu, barulah aku menelepon Rehan.Namun, Rehan di ujung telepon sudah lupa bahwa dia awalnya ke rumah sakit untuk menemaniku.“Maaf ya, Alia. Celine tadi tiba-tiba me
Keesokan paginya, saat aku membuka mata, Rehan juga baru masuk ke kamar. Tubuhnya seperti biasa langsung menindihku.Aku buru-buru menghindar, rasa jijik yang timbul dari dalam membuat ekspresiku langsung berubah.Rehan mengira aku tidak enak badan. Tatapannya melirik kakiku dengan cemas, lalu menga












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu